TAMAT!!!!
Season pertama sudah Tamat. Dan sedang berlangsung season kedua kisah adik kembar Narra si Awan dan Mentari 🤗
Jangan lupa Follow IG mommy ya sayang 😘
IG : @Mommy_Ar29
Akan mommy usahakan Up dua kali sehari 🤗
06:00
15:00😊😘
Hidup bergelimang harta tak membuat seorang gadis cantik yang bernama Queenara merasa bahagia,
Setelah perceraian kedua orang tua nya Narra memutuskan untuk tetap tinggal di rumah bersama sang Kakak, Namun siapa sangka ternyata sang kakak pun juga tak kalah sibuk dengan kerjaan nya,
Mereka pikir UANG ialah segalanya, dengan UANG bisa membuat Putri nya bahagia, hingga suatu ketika sahabat Narra memamerkan seorang SUGAR DADDY nya yang selalu membuatnya bahagia dan bisa menuruti semua keinginan nya, Munculah IDE gila Narra untuk mencari Seorang SUGAR DADDY namun yang masih berstatus JOMBLO,
Bagaimana Kisahnya? kuy simak dan ikuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benny kritis
"Arka," panggil Benny lirih.
"Iya kek," kata Arka mendekatkan tubuhnya pada Benny.
"Sal sa," ucap Benny terbata dan terengah, kesehatan Benny semakin menurun karena jantung nya semakin parah.
"Ma maaf kek," kata Arka lirih, membuat Benny menggelengkan kepalanya.
"Ma af," kata Benny lagi, "To long ca ri di a," sambungnya. "Ja ngan bi ar kan di a sen di ri."
Benny menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan nya perlahan, "Ka kek per ca ya sama ka mu, ka mu cu cu kakek ha rus tang gung jawab."
"Di a su dah cu kup men de rita Ar, to long ja ga di a un tuk ka kek ju ga a nak nya." Nafas Benny semakin terengah saat mengucapkan itu, membuat Arka ikut panik.
"Kakek, kek jangan seperti ini kek, jangan buat Arka takut kek," kata Arka meneteskan air mata, lalu tangan nya segera menekan tombol yang ada di atas brangkar Benny.
"Ber jan ji lah Ar ka..." kata Benny lagi.
"I iya kek, iya Arka janji akan mencari Salsa, tapi Arka mohon, kakek harus sembuh, maafin Arka kek," kata Arka yang sudah menangis karena tidak tega melihat keadaan Benny, hingga beberapa saat kemudian Dokter dan beberapa suster datang untuk mengecek keadaan Benny.
"Mas nya tolong tunggu di luar saja ya," ucap salah seorang suster menyuruh Arka keluar.
"Tapi sus kakek saya tidak papa kan," kata Arka yang enggan untuk keluar.
"Berdoa saja mas, biarkan dokter yang menanganinya," ucap suster itu lagi, akhirnya Arka pun segera keluar dan menghubungi keluarganya termasuk Bisma.
Tringg! tring!
Handphone Bisma berdering saat ia sedang merebahkan tubuhnya dengan Narra di tempat tidur.
"Siapa om?" tanya Narra penasaran.
"Arka," jawab Bisma mengedikkan bahunya lalu segera mengangkat panggilan itu. "Hallo," jawab Bisma.
"Ha hallo om," kata Arka dis seberang sana masih dengan isak tangisnya.
"Ada apa?" tanya Bisma.
"Ka kakek om hiks hiks," ucap Arka terisak, membuat fikiran Bisma langsung Blank.
"Ke kenapa?" kata Bisma terbata, membuat Narra penasaran dan langsung menghampiri Bisma.
"Kakek Drop om, om cepet kesini, Arka Arka takut om," kata Arka, tanpa menjawab Bisma langsung mematikan panggilan itu dan langsung meraih kunci mobilnya dan pergi ke rumah sakit.
"Om," panggil Narra karena melihat Bisma pergi terburu buru.
"Astaga," ucap Bisma menepuk keningnya dan menghentikan langkahnya saat menyadari panggilan Narra. "Maaf sayang, om buru buru om harus ke rumah sakit," kata Bisma lalu langsung pergi membuat Narra pun langsung berlari mengejar Bisma,
Setelah beberapa saat Bisma dan Narra sudah sampai di rumah sakit, Bisma langsung berlari menuju ruang perawatan Benny meninggalkan Narra yang masih terengah engah lantaran tidak kuat mengejar langkah kaki Bisma.
"Huuhh capek banget," keluh Narra mendudukkan dirinya di salah satu bangku di ruang tunggu, ia memutuskan untuk istirahat sejenak karena kakinya sudah tidak mampu buat diajak berjalan.
"Capek banget neng," ucap Dokter yang melihat Narra seperti kelelahan berlari.
"Huh dokter Daffa huh," kata Narra mengibas ngibaskan tangan nya di depan lehernya karena merasa kepanasan, Keringet sudah bercucuran di dahi dan leher Narra.
"Ra, berulang kali kan saya bilang, jangan sampai kelelahan, lihat keadaan kamu sekarang,," ucap Dokter Daffa mengulurkan sapu tangan untuk Narra dan langsung di terima oleh Narra.
"Dok, daripada ngomel mending Dokter kasih Narra air deh, haus banget beneran deh," ucap Narra di kasih hati minta jantung, membuat Daffa berdecak Namum ia juga segera melangkahkan kaki nya ke meja resepsionis yang ada di dekat sana untuk meminta air mineral yang masih baru.
"Nih minum," kata Dokter Daffa memberikan sebotol air mineral kepada Narra dan langsung Narra teguk tanpa permisi.
"Kenapa mesti lari lari an sih hem, kamu gak mikirin kondisi kamu, kamu kan baru pulang dari sini Ra, kamu mau balik nginep sini lagi," ucap dokter Daffa meneruskan omelan nya lagi.
"Hehehe, Narra mau jenguk kakek nya temen Narra dok, tadi temen Narra telfon katanya kakek nya Drop lagi," kata Narra.
"Iya, tapi lain kali perhatikan juga kesehatan kamu," kata Dokter Daffa datar, demi apapun ia sangat khawatir dengan keadaan Narra, bisa saja Narra mengalami sesak nafas lagi akibat berlari berlebih.
"Hehehe piss dok, dokter ganteng kalau senyum seriusan deh, tapi kalau begitu jelek banget udah kaya pak mahmud," ucap Narra terkekeh.
"Enak aja kamu nyamain muka ku dengan pak Mahmud yang udah tua begitu," kata Dokter Daffa menggelengkan kepalanya.
Daffa begitu salut dengan Narra yang selalu ceria padahal penyakitnya cukup serius namun ia tidak pernah terlalu merasakan nya, ia berusaha menikmati hidupnya. Walau sebenernya hidup Narra jauh lebih menyakitkan daripada penyakitnya.
Bersambung 💃💃💃
terhura....🥰
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
sangat bingung,, 😃😃🤦🏻♀️