NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 33 KABAR BAHAGIA

Kini Aline dan Erlangga begitu juga Alya. Mereka sudah berada di depan pintu ruangan milik laki-laki itu.

Ketika pintu itu terbuka aroma maskulin khas Erlangga yang bercampur dengan antiseptik menyambut kedatangan Aline. Untuk pertama kalinya ia datang ke ruangan kerja milik suaminya sendiri.

Erlangga melangkah masuk lebih dulu dan diikuti ibu dan juga istrinya.

Setibanya di dalam, pandangan Aline langsung tertuju pada sebuah pigura foto yang berada di atas meja kerja suaminya. Foto pernikahan mereka, ada rasa bangga sekaligus bahagia ternyata laki-laki itu tidak pernah menyembunyikan statusnya bahwa kini ia sudah beristri.

Kini Erlangga membawa istrinya menuju ranjang rumah sakit untuk melakukan USG. Sementara Alya mengikuti langkah putra dan menantunya dari belakang.

Tiba-tiba tangan Aline berkeringat dingin saat suaminya membantu membaringkannya.

Erlangga yang melihat istrinya gugup tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. "Tidak perlu tegang, Aline... rileks saja." kata Erlangga sambil memakai sarung tangan antiseptik.

"Bagaimana aku nggak merasa tegang, untuk pertaman kalinya aku akan melihat anak dalam kandunganku! Lebih parahnya lagi ternyata kamu yang akan memeriksanya." gerutu Aline mendengus sebal.

Tidak berselang lama ada yang mengetuk pintu. Ketika pintu terbuka.

Ternyata seorang perawat datang yaitu asisten dari Erlangga, perawat itu masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat ia melihat Erlangga sudah datang.

"Ada yang bisa saya bantu Dok?" tanya perawat tersebut.

Erlangga menoleh sesaat ke arah perawat itu sebelum akhirnya menggeleng tegas. "Tidak perlu! Kamu tunggu di luar saja. Biarkan saya sendiri yang akan memeriksa istri saya." kata Erlangga dengan wajah datar.

Sang perawat itu mengangguk pelan dan langsung ke luar dari ruangan Erlangga sambil membatin. "Beruntung sekali wanita itu... bisa menjadi istri Dokter Erlangga!" bisik perawat itu. Ia sambil berdo'a untuk dirinya sendiri semoga bisa memiliki suami seperti dokternya dan siapa tau ada dokter bedah yang kecantol dengannya.

Kini Erlangga memfokuskan kembali perhatiannya kepada Aline. "Bagaimana aku mau memeriksanya, bajunya saja belum kamu angkat, Aline... atau... mau aku yang bantu membukanya." ucap Erlangga, suaranya terdengar penuh dengan nada menggoda.

Alya yang melihat kelakuan putra bungsunya memukul pelan tangan laki-laki itu. "Jangan menggodanya terus, Erlangga! Cepat lakukan pekerjaan kamu yang benar dan periksa cucu Mommy dengan baik." kata Alya yang mulai merasa kesal dengan putranya.

Erlangga menghela napas pasrah saat mendapatkan serangan mendadak dari ibunya.

Aline yang melihat itu terkekeh kecil sambil menatap Erlangga dengan pandangan mata yang mengatakan. Syukurin.

Kini Erlangga mulai serius ia memberikan gel ke area perut Aline. Beberapa menit saat melakukan USG tersebut tampak membuat Erlangga dan Alya berdebar saat melihat kantung kehamilan yang masih berukuran kecil.

Rasa bahagia tidak bisa mereka sembunyikan. Sampai akhirnya Erlangga mengarahkan ke area lain dan alangkah terkejutnya saat ia melihat di dalam monitor tersebut ada dua kantung janin.

"Masyaallah... ternyata kembar!" seru Alya tersenyum haru penuh rasa syukur. Ia tidak menyangka diusianya yang sudah tidak muda lagi akhirnya ia akan memiliki dua cucu sekaligus.

Erlangga terus melakukan pemeriksaan secara teliti, memastikan istrinya tetap baik-baik saja di saat memiliki kehamilan kembar.

Setelah beberapa menit akhirnya Erlangga selesai. Ia langsung menggenggam tangan Aline dan menatap istrinya dengan pandangan lembut. "Terima kasih, Sayang." ucapnya sambil mencium punggung tangan istrinya.

Aline tidak bisa berkata-kata mendengar kabar itu. Bahagia, tentu saja ia sangat bahagia mengetahui bahwa bukan hanya satu bayi yang ada dalam rahimnya melainkan dua.

Alya beralih ke sisi lain ranjang. Ia mengelus lembut rambut menantunya. "Terima kasih, Aline! Mommy tidak bisa mengatakan apa-apa... selain mengucapkan syukur karena Allah sudah menjawab do'a Mommy selama ini."

Aline hanya mengangguk pelan, pelupuk matanya mengembun menahan rasa haru yang membuncah dihatinya.

Kini Erlangga membantu istrinya turun dari ranjang itu dengan hati-hati. Lalu menulis beberapa resep vitamin yang harus istrinya konsumsi mulai saat ini.

Dua puluh menit berlalu, kini Erlangga keluar dari ruangan tersebut untuk mengantar istri dan ibunya pulang.

Namun, saat di koridor rumah sakit seketika pandangan Aline seolah melihat seseorang yang sangat ia kenal.

Beberapa perawat tengah tergesa-gesa mendorong ranjang rumah sakit yang berisi seorang laki-laki paruh baya. Namun, wajahnya tertutup kain dan Aline tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut.

"Aku seperti merasakan kehadiran Ayah." gumamnya dalam hati.

Erlangga yang menyadari istrinya terdiam mengkerutkan keningnya. "Kenapa, Sayang? Apa kamu merasa tidak enak badan?" tanya Erlangga cemas.

Aline menggeleng pelan. Ia tidak bisa mengatakan apa yang ia rasakan, lagian mana mungkin ayahnya berada di rumah sakit. Pikirnya.

Ketiganya mulai melanjutkan langkah mereka kembali.

*

*

*

Di sisi lain, suasana ruangan ICU tampak sedang tegang. Beberapa perawat dengan cepat memberikan alat bantu pacu jantung kepada sang dokter untuk segera memberikan pertolongan kepada Dimas.

Kini Dimas dalam kondisi kritis. Ia sedang berjuang antara hidup dan mati.

Salah satu perawat itu terus mengamati layar monitor memastikan jantung pasien itu merespon dengan baik, saat sang dokter mulai menggunakan alat tersebut.

"Dokter! Jantung pasien tidak merespon." kata perawat itu.

Dokter tersebut sekali lagi memberika kejutan itu pada Dimas.

Hingga terdengar bunyi panjang dari monitor. TIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitt!

"Dokter jantung pasien berhenti berdetak!"

Beberapa menit kemudian. Tiba-tiba saja bunyi monitor itu terhenti.

Sang dokter dengan sigap langsung memberikan alat kejut untuk terakhir kalinya dan akhirnya berhasil membuat jantung Dimas mulai berdetak kembali meski masih lemah.

Beberapa perawat dan dokter tampak menghela napas lega. Saat pasien mereka sudah melewati masa kritisnya.

Hingga akhirnya sang dokter ke luar dari ruangan itu, dengan wajah yang menampilkan lelah dan juga lega.

Saat pintu terbuka. Sang asisten rumah tangga itu yang sedang duduk di kursi tunggu langsung bergegas menghampiri dokter tersebut.

"Dokter bagaimana kedaan majikan saya?" tanyanya dengan nada cemas dan raut wajah khawatir.

Dokter itu menghela napas sejenak sebelum menjawabnya. "Tuan Dimas sudah melewati masa kritisnya. Namun, kami harus mengawasi beliau dengan insentif. Kondisinya masih belum stabil dan untuk sementara ini pasien masih harus dirawat di ruang ICU." jelas Dokter itu dengan nada serius.

Setelah mengatakan itu dokter tersebut meninggalkan asisten rumah tangga itu yang tampak sedang kebingungan.

Asisten rumah tangga itu berdiri mematung di depan pintu ruangan Dimas. Ia sedang memikirkan bagaimana dengan biaya majikannya selama dirawat di rumah sakit. Istri dan anak sambungnya sudah pergi dari rumah dan ia tidak mengetahui keberadaan anak kandung majikannya untuk menyampaikan prihal kondisi tuannya tersebut.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!