VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Duka
Keesokan harinya...
Saat Venus dkk baru sampai di sekolah, seperti biasanya mereka akan mendapat cacian dan hinaan dari para siswa disana karena dandanannya mereka yang nerd dan tentunya kampungan.
"Kapan sih nerd itu pergi dari sini."
"Lama lama gue gak betah sekolah disini karna ada mereka."
"Sekolah ini jadi sarangnya kuman. Iiuuhh..."
Telinga mereka benar benar sangat panas mendengar cacian dari para siswa tapi mereka hanya bisa diam padahal dalam hatinya ingin murka.
"Sumpah yah, rasanya pengin gue robek tuh mulut." Kesal Venus sedikit berbisik agar yang mendengar hanya kedua temannya
"Apa gunanya coba mereka sekolah, kalo gak bisa jaga omongannya." Timpal Naya yang juga kesal sembari berjalan menuju kelas bersama kedua sahabatnya
"Kalo sekarang kita gak nyamar, udah gue labrak mereka semua." Kesal Glenca yang bicara sedikit berbisik
Mereka bertiga terus berjalan melewati koridor sekolah dan selama berjalan juga, mereka tidak ada henti hentinya mendengar celotehan para siswa.
Sesampainya di kelas, Venus dkk langsung menduduki bangku mereka. Sembari menunggu bel masuk, Venus dkk mengisi kekosongan waktu dengan berbincang kecil.
"Eh.. Kalian udah belajar matematika belum?" Tanya Glenca membuka suaranya
"Emang kenapa?" Tanya Naya balik
"Lo lupa yah, hari ini kan ulangan harian." Ujar Glenca mengingatkan Naya
"Gue udah belajar dari kemaren. Lo gimana Ven?" Tanya Naya menatap Venus
"Kalo Venus mah gak usah ditanya, dia gak belajar aja udah pinter. Dia aja selalu dapet nilai sempurna bahkan semua pelajaran." Celetuk Glenca sebelum Venus menjawab pertanyaan dari Naya
"Uhhh... lo emang sahabat gue paling best, tau aja kalo gue emang pinter." Ucap Venus sombong sembari mencubit kedua pipi Glenca gemas
"Aauuu... Sakit Ven. Lo kebiasaan banget sih cubit pipi gue yang cubby ini." Rintih Glenca mengelus kedua pipinya yang memerah gara gara di cubit Venus
"Hehhe... Habisnya pipi lo gemesin tau." Ucap Venus cengengesan
Naya yang melihat tingkah kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya.
Kring... Kring... Kring...
Tiba tiba bel masuk berbunyi, Semua siswa yang masih diluar segera memasuki ruangan termasuk para most wanted yang baru saja sampai di sekolah.
Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah seorang guru datang memasuki kelas Venus sembari membawa buku pelajaran yang cukup tebal.
"Selamat pagi semuanya." Sapa guru perempuan itu, sebut saja dia Bu Nilam
"Pagi bu." Jawab siswa serentak
"Hari ini Ibu akan menyampaikan kabar yang tidak mengenakan buat kalian semua." Ucap bu Nilam dengan wajah sendu
Ucapan bu Nilam membuat semua siswa di kelas itu bertanya tanya, kabar apa itu? Emang apa yang terjadi? Pikir mereka.
"Kabar apa bu?" Tanya salah satu siswa yang tak lain adalah Nathan
"Ibu baru saja mendapat kabar duka dari salah satu guru kita." Ujar bu Nilam sendu
Perkataan bu Nilam semakin membuat semua siswa penasaran tingkat dewa, karena emang siswa disana tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi saat ini.
"Siapa bu?" Tanya salah satu siswa laki laki yang berada paling depan
"Kepala sekolah kita, Pak Martin." Ucap Bu Nilam setelah menarik nafasnya panjang
"Apa?!" Pekik mereka semua termasuk Venus dkk
Venus dkk yang mendengar itu langsung saling pandang satu sama lain. Naya dan Glenca menatap Venus penuh arti seakan bertanya apa ini ulah Venus atau bukan? Venus yang mengerti arti dari tatapan sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya pelan karena ia juga tidak mengetahui semua ini dan ini sama sekali bukan bagian dari rencananya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, ini bukan ulah gue, bahkan gue sendiri belum memulai rencana yang udah gue susun." batin Venus kebingungan
"Perasaan kemarin pak Martin masih sehat, apa yang terjadi dengannya?" Tanya Galaxy menatap bu Nilam
"Tadi malam Pak Martin mengalami kecelakaan yang cukup hebat, hingga mengakibatkan dirinya meninggal dunia." Jawab bu Nilam menjelaskan semua yang ia ketahui
"Kecelakaan? Hmm... Kenapa harus secepat ini sih, gue kan belum mulai permainannya. Tapi kalo di pikir pikir ada bagusnya juga, jadinya kan gue gak perlu ngotorin tangan gue sendiri buat habisin dia." batin Venus yang sedikit senang mendapat berita itu
"Terus siapa kepala sekolah kita sekarang?" Tanya salah satu siswa lagi
"Tentu nanti akan ada penggantinya." Seru bu Nilam membuat semua siswa terdiam karena mereka juga tidak mungkin bertanya tanya lagi soal pak Martin
"Kalian lupakan soal itu dulu, Kita akan segera memulai ulangannya." Seru bu Nilam membuat semua siswa mendengus kesal. Mereka pikir dengan adanya kabar itu maka ulangan tidak jadi dilaksanakan tapi harapan seketika musnah setelah mendengar ucapan bu Nilam
"Lahh ibu mah, Kita kan lagi berduka masa tetep ulangan sih." Gerutu Langit
"Iya ibu gimana sih, harusnya sekarang tuh bebas." Timpal Attar kesal
"Niat sekolah gak sih, mintanya bebas terus, Kalo gak niat ya gak usah sekolah." Celetuk Glenca dengan ketus tanpa menatap most wanted
"Main nyamber aja, kayak petir." Ketus Attar
"Sudah kalian diam. Kalo gak mau ikut ulangan silahkan keluar dan ibu akan mengosongkan nilai kalian." Ucap bu Nilam dengan tegas
"Iya maaf bu." Ujar Langit dan temannya meminta maaf pada bu Nilam karena tadi sudah protes
"Ingat, selama ulangan jangan ada yang mencontek. Kalo sampe ada berani nyontek, ibu akan memberi sanksi. Paham?" Tegas bu Nilam lagi membuat semua siswa di kelas itu terdiam.
Dengan segera bu Nilam membagikan kertas soal yang dibawanya tadi saat masuk kelas kepada semua siswa disana.
Semua siswa terlihat sangat serius dalam mengerjakan soal itu, kecuali Venus. Dia malah terlihat cukup santai mngerjakannya, Bagaimana tidak? Dia memiliki IQ di atas rata rata, itu sebabnya dia sangat pintar.
"Gila, baru lihat soalnya aja udah bikin kepala gue mau pecah." Gerutu Langit pelan yang melihat soal matematika yang tentunya sangat rumit
"Ini guru mau nyiksa muridnya kali yah. Buat soal segini rumitnya." Timpal Nathan yang duduk di depan Langit
"Bukan nyiksa lagi tapi kayak mau bunuh muridnya pelan pelan." Tukas Attar yang berada di samping Nathan
"Mungkin dulu waktu dia sekolah, gurunya juga killer, jadi dia balas dendam sama muridnya sekarang." Ucap Galaxy
"Kalian yang di belakang bisa diam? Awas aja kalo ketahuan nyontek." Hardik bu Nilam yang memperhatikan muridnya dari meja guru yang berada di depan.
Mendengar teguran itu, tentu para most wanted langsung terdiam dan mereka hanya bisa pasrah dengan hasilnya nanti.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaaa....
Salam manis dari author**...