Aku tak menyangka akan Menikah saat aku masih kuliah.
Cerita ini mengkisah kan seorang wanita muda yang berusia 22 tahun, di jodoh kan oleh orang tua nya dan menikah dengan seorang pria yang berusia 30Tahun Bernama Arya.
Arya sosok yang pendiam dan mudah marah,dan tak banyak bicara.
Meski pun begitu Cinta tumbuh di antara kedua nya, dan mengubah sikap keras arya menjadi sifat yang lembut dan menyayangi Tiara.
meski banyak lika liku kehidupan arya dan tiara harus lalui, dan air mata, tawa, pertengkaran, keromantisan menghiasi hidup mereka.
Penasaran kan dengan kisah dalan kehidupan arya dan tiara, yuk di simak.
semoga kalian suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05 - Di setujui Arya
Herman dan Ayu yang sudah sampai di toko pun bersiap siap untuk buka toko, karna pagi pembeli masih sepi.
Herman pun ingin menelepon Wijaya mengabarkan kabar bahagia ini.
Ditempat lain
Wijaya yang sedang sarapan bersama istri nya Sofi dan Arya serta Arnan anak bungsu Herman yang masih kuliah.
mendengar telfon suara telfon Wijaya pun mengangkat nya.
"Hallo Her" sapa Wijaya
"Pagi Wi, aku mau beri tahu soal perjodohan" kata Herman semangat
"Oh iya iya gimana Her, ada kabar apa" tanya Wijaya semangat
"Anak ku Tiara mau menikah dengan Arya" jawab Herman
"Oia, syukur la, aku tidak menyangka akan dapat kabar bahagia ini dengan cepat" Kata Wijaya
"Iya, apa Arya sudah kamu beri tahu? " tanya Herman
"Kalau itu kamu tenang aja Her, aku akan urus itu , nanti kita atur pertemuan keluarga ya? " kata Wijaya
"Oke oke, sudah dulu Wi, nanti kita bicara lagi"kata Herman
Sambungan telfon pun tertutup .
"Siapa pa? " tanya Arnan
"Itu om Herman" jawab Wijaya
"Oia Arya papa mau ngomong sama kamu" kata Wijaya dan menatap Arya yang sedang sarapan
"Apa?" jawab Arya
"Papa akan menjodoh kan kamu dengan anak sahabat papa" kata Wijaya
"Aku tidak mau" Jawab Arya singkat
"Kamu jangan begitu nak, papa dan mama sudah tidak muda lagi, papa dan mama juga mau menimang cucu dari kamu, Kamu juga umur sudah mau masuk kepala 3,seharus nya kamu sudah pikir kan soal menikah" kata bu Sofi
Sementara arnan yang melihat suasana dirumah mulai tegang, Arnan pun pamit untuk kuliah.
"Pa, ma aku berangkat dulu ya, kak Arya aku duluan ya" kata Arnan dan berjalan keluar
setelah Arnan pergi, Arya pun mulai berbicara.
" Baik la, atur saja sesuai yang kalian mau "jawab Arya karna mendengar kata mama ny, dan Arya melihat kedua orang tua nya yang tak lagi muda.
Wijaya dan Sofi pun tersenyum bahagia mendengar jawaban mulut Arya.
Setelah selesai sarapan, Arya pun pamit ke kantor, dengan wajah kesal bercampur marah karna perjodohan ini.
Sore hari
Wijaya pun menelepon Herman untuk menentu kan hari pertemuan keluarga.
"Hallo wi" jawab Herman
"Itu anak ku sudah menyetujui perjodohan ini" kata Wijaya dengan antusias
"Oh ya, sebentar lagi kita akan menjadi besan" Herman tertawa
"Iya Her" tertawa
"Oia her, Aku ingin membicara kan pertemuan keluarga kita, kapan kamu bisa" tanya Wijaya
"Aku kapan saja bisa, si Arya yang lebih sibuk yang harus Kamu tanya kan kapan dia bisa Mengatur waktu untuk pertemuan keluarga ini" jelas Herman
"Iya iya Her, nanti aku tanya pada Arya" kata Wijaya
"Semoga anak kita bisa cocok ya, dan bisa memberi kan kita cucu" kata Herman tertawa
"Itu lah yang kita ingin kan sebagai orang tua kan" Wijaya tertawa
Herman dan Wijaya yang bahagia akan kabar ini, membuat mereka mengobrol tiada henti.
beberapa saat kemudian, toko herman mulai ramai, Herman pun pamit untuk mematikan sambungan telfon nya karna harus membantu istri nya melayani pembeli.
setelah mematikan sambungan telfon, Herman pun ke depan untuk membantu istri nya yang sudah kewalahan melayani Pelanggan sendiri.
Herman bersama istri nya lalu melanjut kan berjualan setelah menelepon dengan Wijaya.
Bersambung
jadinya feel cerita saat dia nikah gak dapat.
bagaimana tentang arnan juga gak di jelaskan.
terburu2 amat🐱
waduhh
tapi masih banyak penggunaan kata yang salah dan juga banyak typonya.
semoga bisa di perbaiki ya/Smirk/