Aaron Lisin pria yang berambisi membalaskan dendam akan kematian orangtuanya. Hingga bertahun-tahun lamanya akhirnya Aaron menemukan orang itu.
Karena yang dendam yang begitu membara di hatinya, putri dari musuhnya ikut menjadi sasaran pembalasan Aaron. Berbagai penderitaan dan kekejamannya telah membuat gadis belia bernama Evelyn begitu tersiksa. Evelyn gadis cantik yang tidak mengetahui apa-apa, mau tidak mau harus terjerat dalam pernikahan yang Aaron buat.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aaron bisa luluh akan kepolosan gadis itu. Ikuti terus ceritanya.
Note: Karya ini sudah dirilis di akun lama aku Terpaksa dipindahkan karena adanya suatu kendala. Dan untuk kelanjutannya akan aku rilis di lapak ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelembutan Aaron
Aaron memanggilnya selembut ini? Sungguh Evelyn tidak percaya, ini pertama kalinya Aaron selembut ini berbicara padanya selama mereka menikah.
"Sayang... dengar tidak, Nick ingin aku menikahi putrinya. Apakah kau rela jika aku menikahinya?" lamunan Evelyn buyar dibuat Aaron.
Evelyn berusaha mencerna ucapan Aaron baru saja. Apa maksud Aaron, apakah Aaron memang benar-benar menyuruhnya mengatakan hal itu?
Melihat kebungkaman Evelyn, Aaron semakin mendekatkan tubuh Evelyn hingga tubuh mereka menempel sempurna. Orang lain yang melihatnya akan mengira jika mereka sedang berpelukan.
"Lakukan apa yang kuperintah, kalau tidak aku akan menghukummu setelah ini." bisik Aaron lirih di telinga Evelyn.
Ucapan Aaron yang penuh penekanan itu, tentunya membuat Evelyn ketakutan. Dia tau seperti apa Aaron jika sampai menghukumnya, Aaron orang yang kejam dan selalu membuat dirinya tidak berdaya akan kekejamannya. Dan mau tidak mau, Evelyn harus melakukan perintah itu.
Evelyn menjauhkan diri dari Aaron, tapi masih tetap di pangkuannya. Raut wajahnya yang biasanya terlihat murung, kini dirubahnya hingga terlihat terkesan sombong.
Evelyn menarik nafas pelan sebelum berucap, "Maaf Tuan Nick yang terhormat.. sepertinya anda salah besar meminta suami saya menikahi putri anda itu, karena saya tidak akan pernah mengizinkannya. Aaron hanya milikku dan tidak akan kuizinkan wanita manapun merebutnya dariku." ujar Evelyn dengan nada sombong.
"Kau siapa, apa maksudmu mengatakan Tuan Aaron suamimu? Sejak kapan Tuan Aaron menikah, saya tidak pernah mendengar kabar itu. Tuan Aaron tolong jelaskan apa maksud wanita ini." ucap Nick.
Pria paruh baya itu kebingungan, apalagi Lily, raut wajahnya menjadi kesal melihat Evelyn menggelayut manja di pangkuan Aaron.
Evelyn menoleh pada Aaron, tatapan pria itu sepertinya masih memintanya untuk melanjutkan.
"Jangan tanya suamiku lagi. Bukankah sudah cukup jelas menandakan bahwa aku memang istri Aaron? Jadi buang jauh-jauh keinginanmu itu Tuan Nick yang terhormat." ucap Evelyn dengan lantang.
"Dan kau Nona Lily, kuharap kau bisa sadar secepatnya, pria yang ada di hadapanmu ini sudah menikah, jadi jangan berharap lagi pada suamiku. Lebih baik cari saja pria lain di luar sana."
Entah dari mana dia mendapat keberanian sebesar ini. Padahal Evelyn tidak pernah berkata seperti itu, apalagi kepada orang yang lebih tua.
"Tuan Aaron?" sepertinya Nick masih belum terima akan penjelasan Evelyn.
"Bukankah istriku sudah menjelaskan, sekarang apa lagi. Aku tidak akan pernah mau menikahi putrimu itu." ujar Aaron tegas.
"Tapi Tuan..."
"Jaga batasanmu Tuan Nick, jangan sampai kesabaranku habis, kau tau sendiri bagaimana aku akan menghancurkan orang yang berani melawanku!" ujar Aaron penuh penekanan.
Nick seketika menjadi ketakutan saat itu. Dia juga tau betul bagaimana sifat Aaron, anak muda ini tidak akan segan-segan menghancurkan siapa saja yang membuatnya murka. Lebih baik untuk sekarang, Nick menuruti perintahnya saja, daripada nanti terkena imbasnya.
"Maafkan saya Tuan Aaron, karena sudah lancang membuat Anda murka. Saya dan putri saya akan segera pergi dari sini." ucap Nick hendak bangkit dari duduknya.
"Ayo sayang." Nick menarik tangan Lily.
"Tapi Dad?" Lily tidak bergeming, sepertinya tidak rela jika harus pergi dari sana. Nick menggelengkan kepalanya, seolah meminta putrinya itu untuk mengerti.
"Baiklah Dad." dengan kesal Lily berdiri, mata tajamnya menatap Evelyn kesal.
"Lihat saja, aku akan merebut Aaron darimu." ucap Lily dalam hati.
"Kami pergi dulu Tuan Aaron." pamit Nick. Tapi Aaron tidak menyahut sedikitpun, dia hanya melirik Nick seakan menyuruhnya cepat pergi dari sana. Melihat itu, Nick dan Lily segera berlalu dari hadapan Aaron.
TBC ☘️☘️☘️