Valentina Sierra punya segalanya: keluarga terpandang, kekasih idaman, dan kursi di Harvard yang menanti. Sampai satu malam mengubah segalanya. Ia terbangun di ranjang asing, pakaian robek, seprai bernoda darah—dan di sisinya berbaring Dorian Cervantes, pria paling ditakuti sekaligus paling dibencinya. Duda dingin berdarah dingin, seorang pengusaha yang menyimpan rahasia jauh lebih gelap dari yang bisa dibayangkan siapa pun.
Dijual oleh keluarganya sendiri atas nama "kehormatan", Valentina dipaksa menikahi sang iblis. Yang tak ia sadari: malam itu bukan kebetulan. Itu sebuah jebakan—dan ia hanyalah satu bidak dalam permainan yang jauh lebih besar, permainan yang berakar pada rahasia kelam tentang jati dirinya yang sebenarnya.
Terperangkap di dunia penuh topeng, senjata, dan pengkhianatan, Valentina harus belajar bertahan. Belajar menembak. Belajar membalas. Dan yang paling berbahaya dari semuanya—belajar bahwa benci dan cinta hanya dipisahkan satu garis tipis.
Dari kebencian menjadi hasrat, dari korban menjadi pemburu. Ketika seluruh kebenaran akhirnya terkuak, siapa yang akan berlutut, dan siapa yang akan menarik pelatuknya lebih dulu?
Sebuah kisah romansa gelap tentang pernikahan paksa, dendam yang membara, dan cinta yang tumbuh di tempat paling mustahil. Untuk pembaca dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilvinaTracy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: TERPERANGKAP
VALENTINA SIERRA
Si idiot itu mengurungku di sini. Aku bebas berkeliaran di seluruh rumah, tapi tak boleh melewati pintu keluar, kecuali untuk pergi ke taman yang juga tertutup dan dijaga ketat. Sialan benar nasibku.
Yang terburuk adalah ucapannya. Orangtuaku menjualku, dan karena itulah dia ingin melangsungkan pernikahan ini. Tapi kenapa? Apa mereka mengancamnya dengan cara tertentu?
Hari ini tak bisa lebih buruk lagi. Tubuhku sakit, kepalaku rasanya bisa meledak karena terus memikirkan situasi mengerikan ini. Tapi kenapa? Aku merasa pasti ada penjelasan yang masuk akal untuk semua ini. Semalam seharusnya aku kehilangan keperawananku bersama Iván, tapi aku malah terbangun di ranjang sang iblis. Kini bukan hanya pamannya yang membenciku atas hal itu dan menganggapku perempuan matre yang mengincar uangnya. Tapi untuk apa aku menginginkan uangnya kalau orangtuaku juga punya? Aku tak kekurangan apa pun secara finansial.
Aku mencari tasku ke seluruh rumah, dan seorang pelayan memberikannya padaku. Kuperiksa, semua masih ada, tak ada yang hilang. Ponselku masih ada baterai, itu kabar baik, tapi ada banyak sekali notifikasi.
Ada panggilan tak terjawab dari Iván, dari orangtuaku, dari saudara-saudaraku. Lalu banyak pesan yang isinya tak lebih dari makian, bahkan ada sebuah foto di media sosial dari akun anonim bernama "Anonymus Enemy". Di sana terlihat aku tertidur dengan pria ini di sampingku, dan tubuhnya penuh bekas yang jelas bukan dibuatnya sendiri.
Makiannya bertubi-tubi, begitu pula ejekannya. Mereka menyebutku dengan begitu banyak julukan sampai tak bisa kuhitung dengan jari tangan dan kaki. Aku tak lebih dari seorang pelacur yang mengkhianati kekasihnya dengan tak lain dan tak bukan pamannya sendiri. Sekarang, bagaimana aku bisa kuliah? Bagaimana aku bisa menjalani hidup seperti ini? Citraku hancur, aku lebih hina dari sampah, dan aku tak bisa berbuat apa pun untuk mengubahnya.
Kukira seseorang akan menolongku, tapi tampaknya hanya teman-temanku yang mempercayaiku, karena bahkan keluargaku pun berbalik memusuhiku.
Aku tahu menangis tak akan menyelesaikan apa-apa, tapi aku tak sanggup lagi menahan kesedihan ini. Sepanjang hidupku aku melakukan segalanya dengan benar, hanya untuk berakhir menjadi seperti ini.
"Tadi tasku ada di mana?" tanyaku pada wanita paruh baya yang memberikan tasku, sambil memegang kepalaku dengan kedua tangan mencoba meredakan rasa sakitnya.
"Nona, tadi ada di kamar," aku kesulitan mendengarnya, lalu kulihat dia mendekat, sampai akhirnya aku tak merasakan apa-apa lagi.
Aku terbangun beberapa jam kemudian, menilik dari kegelapan di sini. Kukira mungkin semua ini hanya mimpi buruk, tapi aku tak berada di rumah dan mengenakan pakaian yang bukan milikku.
Ada selang infus tertancap di tanganku, kepalaku sakit, begitu pula seluruh tubuhku. Tanpa berpikir sedetik pun, kucabut selang itu. Sakit, tapi aku tak peduli, aku harus keluar dari sini. Aku akan pergi walau harus hidup di kolong jembatan, tapi aku tak bisa tinggal di tempat ini.
"Aku tak akan ke mana-mana kalau jadi kamu," kulihat Dorian keluar dari kamar mandi, semenakutkan seperti biasanya.
Aku mencoba membuka pintu, tapi dia mencengkeramku. Dari tempat dia menggenggamku, meski tanpa banyak tenaga, tetap terasa sakit, dan aku tak bisa menahan rintihan.
"LEPASKAN AKU!" aku berteriak, membuat kepalaku makin sakit.
"Tidak. Kita harus bicara," entah itu ancaman, perintah, atau apa, tapi aku ketakutan.
"Aku tak sudi bicara denganmu, aku benci kamu."
"Jelaskan ini," dia melempar pakaianku, dan mataku berkaca-kaca.
Bra-ku talinya terputus, blusku hancur, dan rokku robek serta terlepas jahitannya di satu bagian. Ini pakaian yang kukenakan semalam sebelum hidupku hancur. Aku tak tahu kenapa keadaannya begini.
"Aku tak mengerti. Meski kamu tak percaya, aku sungguh tak mengerti," aku melempar pakaian itu ke lantai dengan frustrasi. Melihatnya membuatku sakit hati. Aku ingin mengerti, tapi tak bisa.
"Lihat lenganmu, dan ini foto punggungmu," dia menunjuk, lalu menunjukkan gambar yang memperlihatkan bekas seperti... jejak jari?
Kulihat lenganku, dan memang ada bekas serupa. Aku bahkan tak tahu bagaimana bisa ada di sana, padahal kemarin saat keluar rumah tak ada apa-apa.
"Saat aku datang, ini tak ada," aku menunjuk bekas-bekasku. "Kenapa kamu punya foto itu? Apa yang kamu lakukan padaku?" aku menuntutnya dengan takut.
"Kamu sedang haid. Kamu pikir aku akan memperkosamu dalam keadaan begitu? Aku tak tidur dengan perempuan yang pingsan. Siapa pun yang kutiduri tak akan melupakanku," aku ingin berteriak padanya karena begitu vulgar, begitu sinis dan keparat, tapi ucapan itu justru menenangkanku. Bahwa dia sama sekali tak menyentuhku membuat hatiku sedikit kurang sakit.
Aku terperangkap dan tak bisa kabur. Apa yang terjadi padaku? Siapa yang melakukan ini? Bagaimana kalau ada yang membiusku dan aku berakhir melakukan sesuatu dengan pria ini?