NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Penghianatan di?

BAB 33: "PENGKHIANATAN DI LANGIT MALAM & PENERBANGAN KEMBALI"

Suara ketukan sepatu di atas ubin apartemen Zurich terdengar bergemerincing cepat di tengah keheningan malam. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Aira dan Langit bergerak secepat kilat. Barang-barang bawaan mereka dilempar kembali ke dalam koper taktis hitam dalam hitungan menit, sementara Kenzo dan Galang di Jakarta langsung dihubungi melalui jalur satelit darurat.

"Kenzo! Dengar suara gue?!" bentak Langit tegas begitu sambungan tersambung, suaranya sarat akan amarah yang siap meledak. "Viktor Vance ngirim tim utama Veritas buat nyerang kalian di Jakarta! Segera evakuasi markas dan tempat tinggal!"

"Bos...!" suara Kenzo terdengar terengah-engah dari ujung sambungan, diiringi suara bunyi alarm darurat dan ketukan papan ketik yang bergemuruh keras. "Sistem peringatan dini kita di markas Averus baru aja jebol! Mereka udah ngepung perimeter luar! Tapi... tapi bukan itu masalah utamanya!"

Aira yang sedang mengokang senapannya merebut ponsel dari tangan Langit, menempelkan benda pipih itu ke telinganya. "Maksud lu apa, Nzo? Jangan bikin emosi!"

"Bimo..." suara Galang terdengar gemetar di latar belakang. "Bimo tadi sore mutusin buat pergi sendiri ke gudang logistik lama di pelabuhan buat ngecek jalur pengiriman... dan sekarang sinyal GPS HP-nya hilang total di tangan pasukan Veritas! Dia dijebak!"

DEG.

Dada Aira berdesir hebat. Bimo—si kocak yang selalu setia membawa kantong camilan dan mencairkan suasana—kini menjadi sandera kelompok pembunuh bayaran internasional!

Langit merampas kembali ponsel tersebut, matanya yang sehitam malam memancarkan aura membunuh yang jauh lebih pekat daripada saat mereka menghadapi Bramantara. "Kirim koordinat posisi terakhir Bimo ke HP kita sekarang juga! Kita booking jet pribadi sekarang!"

"Kita gak usah nunggu jadwal komersial," potong Aira dingin dengan senyuman savage yang begitu mengerikan. "Gue yang hubungi jaringan kontak bawah tanah Eropa kita. Dalam waktu satu jam, burung besi kita udah harus terbang di atas awan."

Pukul 02.00 waktu Zurich.

Jet pribadi sewaan meluncur kencang membelah awan hitam di atas langit Eropa, membawanya terbang langsung menembus malam menuju Jakarta. Di dalam kabin pesawat, tidak ada secuil pun rasa lelah yang terlihat di wajah Aira maupun Langit.

Aira duduk di kursi kulit mewah, mengenakan jaket taktis hitam lengkap dengan sarung tangan kulitnya. Dia sedang membersihkan bilah pisau taktisnya dengan sehelai kain bersih, sementara Langit berdiri di depan layar peta digital interaktif, menganalisis titik-titik pertahanan faksi Veritas di Jakarta.

"Viktor Vance benar-benar salah besar kalau dia pikir bisa mempermainkan kita dengan nyulik Bimo," desis Langit dingin, tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Aira melirik sekilas, menyunggingkan senyuman miring yang begitu tajam. "Dia mau ngetes mental kita, Langit. Dia pikir kita bakal panik dan kehilangan kendali. Padahal, begitu roda pesawat ini nyentuh landasan Jakarta... kita bakal kasih lihat apa akibatnya kalau berani menyentuh anggota keluarga Averus."

BZZZZT...

Ponsel satelit di atas meja kabin bergetar nyaring. Galang masuk melalui panggilan video darurat. Wajah Galang tampak dipenuhi butiran keringat dingin di depan monitor markas yang dikelilingi layar pemantau merah.

"Bos, Ra! Pantauan satelit kita nunjukin kalau faksi Veritas gak cuma nyulik Bimo, tapi mereka juga memasang bahan peledak kendali jarak jauh di bawah fondasi gudang pelabuhan tempat Bimo ditahan!" lapor Galang cepat. "Viktor Vance sengaja nunggu kalian mendarat buat meledakkan tempat itu sekaligus bersama Bimo di dalamnya!"

Langit langsung membentak tajam, "Berapa waktu sisa detonatornya?!"

"Kurang dari dua belas jam sejak pesawat kalian lepas landas!" jawab Galang panik. "Begitu kalian mendarat di Halim, waktu kalian cuma tersisa kurang dari dua jam sebelum timer otomatis itu meledak!"

Aira berdiri dari duduknya, menyambar senapan laras panjang dari rak senjata kabin, lalu mengokangnya dengan suara klik yang mantap. Matanya berkilat penuh dominasi mutlak.

"Dua jam lebih dari cukup buat meratakan sisa-sisa pasukan Veritas," kata Aira dingin tanpa keraguan sedikit pun. "Galang, suruh Kenzo siapin seluruh sisa pasukan inti Averus di titik kumpul sektor pelabuhan utara. Kasih tahu mereka... malam ini kita tidak sedang main-main lagi."

Pukul 06.30 WIB, keesokan paginya.

Jet pribadi yang membawa Aira dan Langit mendarat mulus di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Udara pagi ibu kota yang hangat langsung menyambut mereka, namun atmosfer di luar bandara jauh lebih panas dari perkiraan.

Puluhan motor sport geng Averus sudah berderet rapi menunggu di gerbang khusus, dipimpin langsung oleh Kenzo yang mengenakan jaket taktis dengan mata menyala penuh amarah dan tekad baja.

"Bos! Ratu!" seru Kenzo begitu melihat Aira dan Langit melangkah keluar dari tangga pesawat. Kenzo langsung menyerahkan dua kunci motor sport berkapasitas mesin besar. "Semua pasukan udah siap di sekitar pelabuhan! Tapi perimeter gudang dijaga ketat oleh empat puluh tentara bayaran Veritas lengkap dengan senapan mesin berat!"

Langit menyambar kunci motor tersebut, mengenakan helm full-face-nya tanpa ragu. "Biar pasukan inti Averus beresin penjaga luar. Urusan nyelametin Bimo dan nyabut nyawa Viktor Vance... itu bagian gue sama Shena."

Aira naik ke jok belakang motor Langit,

mengokang senapan taktisnya lalu merengkuh pinggang Langit erat-erat. Senyuman savage paling mematikan terukir di bibirnya di balik kaca helm.

"Tancap gas, Kanebo!" teriak Aira lantang. "Waktunya kita bakar sisa-sisa faksi Veritas sampai jadi abu!"

Raungan mesin puluhan motor sport membahana membelah jalanan pagi Jakarta, melesat bagaikan badai kematian menuju dermaga pelabuhan tempat sahabat mereka disandera!

see you next bab 34

jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini

1
Ainun Tea
akhh lgi seru2 nya harus nunggu besok baru bisa ke buka
Ainun Tea
lanjut
Ainun Tea
bahagi terus lanjut
Ainun Tea
lanjut seru bangettt
Ainun Tea
harus nunggu lgi bab 24
Ainun Tea
semangatt aira ku synk
Ainun Tea
sumpah seru banget
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!