NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:968
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

_____🌺

Sementara itu, di sebuah gedung perkantoran di kawasan Sudirman, nasib Dimas tak kalah mengenaskannya. Pria itu tengah berdiri tegang, memegang map berisi laporan penjualan yang diminta bosnya.

Pak Cokro, dengan wajah ditekuk garang, sedang meneliti lembar demi lembar laporan tersebut.

"Dimas! Ini apa-apaan laporan bulan lalu angkanya merosot jauh di minggu ketiga? Kamu jualan suku cadang mesin atau jualan kacang goreng? Target kita kurang dua puluh persen lagi lho ini!" bentak Pak Cokro suaranya menggelegar ke seluruh penjuru ruangan divisi sales.

"Maaf, Pak Cokro. Minggu ketiga kemarin memang pasar sedang lesu karena ada hari libur panjang, Pak. Banyak pabrik yang tutup sementara, jadi orderan mesin berat juga ikut turun drastis," jawab Dimas.

Dia mencoba membela diri dengan logis.

"Alasan klasik! Kalau pasar lesu, ya kamu yang harus agresif cari celah! Telepon klien satu-satu, tawarkan diskon khusus, ajak mereka meeting di luar! Jangan cuma diam nunggu bola jatuh dari langit! Kamu mau kariermu ikut lesu seperti laporan ini?!" sembur Pak Cokro lagi.

Bagas yang duduk di meja sebelahnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, pura-pura sibuk mengetik entah apa di keyboard-nya agar tidak ikut terkena percikan amarah sang bos.

"Siap, Pak Cokro. Saya akan perbaiki dan maksimalkan lagi minggu ini. Saya janji target bulan ini akan tertutup semuanya," ucap Dimas tegas, meskipun dalam hatinya ia menangis darah memikirkan tekanan kerja yang semakin berat.

"Bagus! Saya pegang omonganmu! Jangan sampai terulang lagi insiden perut mules di tengah rapat kayak kemarin! Profesionalisme itu nomor satu!" pesan Pak Cokro tajam sebelum akhirnya berbalik dan kembali ke ruangannya.

Dimas langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya dengan lemas. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik leher. Ponselnya tiba-tiba bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk dari Nisa.

Mas, mamamu barusan nempel kertas jimat warna kuning huruf Tiongkok di dahi pintu kamar mandi kita. Katanya biar setan air nggak ganggu proses bikin anak. Aku malu banget kalau ada tamu numpang ke toilet kita. Cepat pulang sore nanti, tolong bujuk mamamu buat copot jimat aneh itu!

Dimas memejamkan matanya rapat-rapat. "Ya Tuhan, ujian apa lagi ini? Di kantor disiksa target penjualan mesin, di rumah disiksa kodok emas sama jimat kertas kuning. Lengkap sudah penderitaan hamba sebagai kepala keluarga."

"Kenapa lagi lo, Dim? Muka lo keruh banget kayak air got mampet," tanya Bagas iba melihat sahabatnya itu hampir pingsan di kursi.

"Nyokap gue, Gas. Makin hari makin absurd aja usahanya. Pagi buta kamar gue digeser-geser pakai ilmu Feng Shui, siang ini pintu kamar mandi gue ditempelin jimat kertas kuning. Gue curiga lama-lama rumah gue diubah jadi klenteng beneran sama dia."

Bagas tertawa tertahan hingga wajahnya memerah. "Ya ampun, nyokap lo emang legend banget, Dim. Bersyukur aja sih lo, seenggaknya hari-hari lo nggak pernah sepi. Ada aja wahana roller coaster emosinya tiap hari."

"Bersyukur dari mana? Lo mau gantiin posisi gue nahan omelan mertua julid tiap hari di rumah? Gratis deh gue kasih jabatannya!" rutuk Dimas kesal.

_____🌺

Sore harinya, tepat pukul setengah enam, Dimas melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan sisa-sisa tenaga yang ada.

Harapannya untuk langsung merebahkan diri di kasur empuk langsung musnah seketika saat ia mendapati ruang keluarga rumahnya dipenuhi oleh ibu-ibu kompleks.

Bu Tejo, Bu RW, dan geng sosialita Ibu Ratna sedang duduk melingkar sambil memegang buku katalog entah apa.

"Nah, ini dia anak laki-laki saya udah pulang kerja. Dimas, sini kamu gabung sebentar!" panggil bu Ratna ceria dengan wajah berseri-seri.

Dimas menelan ludah kasar. "Ada apa ini, Ma? Kok tumben ibu-ibu kumpul di sini sore-sore? Arisan lagi?"

"Bukan arisan, Dim. Ini Bu Tejo lagi nawarin produk kasur kesehatan batu giok dari Korea! Katanya kasur ini bisa mancarin sinar inframerah yang bagus banget buat melancarkan aliran darah dan merangsang hormon reproduksi! Banyak pasutri di luar sana yang langsung tekdung habis tidur seminggu di kasur batu giok ini!" jelas bu Ratna dengan antusiasme berlebihan.

Nisa yang duduk mojok di dekat dapur langsung memberikan tatapan keputusasaan ke arah suaminya. Mengisyaratkan kata Tolong hentikan kegilaan ini sekarang juga, Mas.

"Ma, astaga. Kasur batu giok apaan lagi sih? Itu kan kasur terapi buat orang tua yang sering sakit pinggang kecetit. Mana ada hubungannya sama bikin anak? Lagian ranjang kita di kamar tadi pagi baru aja Mama putar ke arah utara. Masa sekarang mau diganti pakai kasur batu keras begini?" tolak Dimas mencoba berargumen menyelematkan sisa tabungannya.

"Heh! Kamu ini dikasih solusi kesehatan malah nolak! Kata Bu Tejo, ini batu giok asli, Dim! Khasiatnya beda sama kasur busa biasa yang bikin badan kamu pegal-pegal itu! Harganya juga lumayan miring karena Mama belinya langsung lewat Bu Tejo. Cuma sepuluh juta aja, bisa dicicil tiga kali bayar. Murah kan?"

"Sepuluh juta Mama bilang murah?! Ma, mending uangnya buat tabungan program bayi tabung medis beneran ke dokter kandungan, daripada beli kasur batu keras yang bikin punggung aku hancur lebur tiap bangun pagi!" bentak Dimas tak sengaja menaikkan nada suaranya, emosinya benar-benar sudah habis terkuras di kantor tadi.

Suasana ruang tamu mendadak hening. Ibu-ibu yang lain saling melirik satu sama lain, merasa canggung melihat pertengkaran ibu dan anak secara langsung. Bu RW yang selalu mencari celah untuk mencela, langsung tersenyum miring.

"Aduh, Jeng Ratna. Katanya gaji anaknya besar sisa-sisa terus tiap bulan? Kok disuruh beli kasur sepuluh juta aja langsung teriak-teriak nolak sih? Jangan-jangan omongan Jeng Ratna soal aset miliaran itu cuma bualan doang ya buat pamer di arisan kemarin?" sindir Bu RW dengan nada sengau yang sangat memuakkan telinga.

Wajah Bu Ratna langsung memerah padam menahan amarah dan gengsi yang terluka parah. Matanya melotot tajam ke arah Bu RW, lalu beralih menatap tajam ke arah Dimas.

Sebagai seorang ibu yang harga dirinya dijatuhkan di depan umum karena ulah anaknya sendiri, Ibu Ratna tak tinggal diam.

"Siapa yang bilang bualan?! Dimas itu lagi pusing mikirin tender proyek raksasa di kantornya, wajar kalau dia agak emosian pulang kerja! Bu Tejo! Tulis pesanan saya sekarang juga! Dua kasur batu giok sekalian saya borong bayar lunas tunai sore ini juga! Nggak pakai cicil-cicilan segala! Biar tahu rasa ini mata orang-orang sombong yang meragukan kekayaan keluarga Bratadikara!" teriak bu Ratna sambil mengeluarkan dompet kulit mahalnya.

Dimas dan Nisa hanya bisa menganga tak percaya melihat tingkat keabsurdan luar biasa yang baru saja terjadi.

Demi memenangkan gengsi dari ucapan julid Bu RW, Ibu Ratna rela membuang uang dua puluh juta rupiah untuk dua kasur batu terapi yang sama sekali tidak mereka butuhkan.

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!