NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Brummm.

Suara mesin Scoopy hitam milik Akbar menderu membelah jalanan utama Kota.

Lalu lintas pagi ini terasa cukup padat oleh kendaraan warga kota yang berangkat bekerja.

Akbar berkendara dengan santai menikmati semilir angin pagi tanpa ada beban pikiran sedikit pun.

Jam di layar spidometer motornya menunjukkan pukul sembilan pagi tepat.

Tujuan utamanya hari ini adalah sebuah gedung swalayan lima lantai yang terletak di pusat kota.

Gedung itu memiliki papan nama raksasa bertuliskan Tony Supermarket Center.

Cittt.

Akbar mengerem motornya dan masuk ke area parkir VIP yang cukup luas di depan gedung tersebut.

Dia sengaja memarkir motor maticnya di antara deretan mobil mewah milik para manajer swalayan.

"Maaf Mas, parkiran motor karyawan ada di sebelah belakang gedung," tegur seorang tukang parkir berseragam biru.

"Saya bukan karyawan Pak, saya tamu khusus yang mau bertemu dengan Bos Tony hari ini," jawab Akbar santai sambil melepas helm.

Tukang parkir itu mengerutkan dahinya melihat penampilan Akbar yang hanya memakai kaos oblong dan jaket hitam biasa.

"Mau bertemu Bos Tony? Sudah buat janji temu sama sekretarisnya di atas belum Mas?" tanya tukang parkir itu curiga.

"Sudah Pak, saya disuruh langsung naik saja ke lantai lima ruangannya," bohong Akbar dengan wajah sangat datar dan meyakinkan.

Tukang parkir itu akhirnya mengangguk ragu dan membiarkan Akbar berjalan masuk melewati pintu kaca otomatis.

Hawa dingin AC sentral langsung menyambut tubuh Akbar begitu dia menginjakkan kaki di lantai dasar swalayan.

Lantai satu sampai lantai empat gedung ini dipenuhi oleh rak-rak barang belanjaan yang sangat lengkap.

Pengunjung swalayan ini juga lumayan ramai karena ini adalah pusat belanja terbesar di kabupaten.

Tap tap tap.

Akbar melangkah tenang menuju arah lift khusus pegawai yang ada di sudut ruangan dekat kasir.

Seorang petugas keamanan berbadan besar berjaga tepat di depan pintu lift tersebut.

"Sistem, aktifkan Mata Hoki Level Dua sekarang juga," perintah Akbar di dalam hatinya sebelum mendekat.

[Mata Hoki Level Dua berhasil diaktifkan. Durasi tersisa: 20 menit hari ini.]

Pandangan mata Akbar seketika berubah warna menjadi keabu-abuan.

Deretan angka digital berwarna merah dan hijau muncul melayang di atas kepala satpam bertubuh besar itu.

[Kesialan Fatal: 70 Persen. Penyebab: Sakit perut melilit akibat makan sambal basi tadi pagi.]

Akbar tersenyum miring membaca kelemahan konyol dari penjaga pintu lift tersebut.

"Permisi Pak, saya mau naik ke lantai lima bertemu Bos Tony," sapa Akbar sopan saat sudah berada di depan satpam.

"Tidak bisa sembarangan naik Dek, ruang bos di lantai lima itu area terlarang untuk pengunjung biasa," tolak satpam itu tegas.

Kruyuk kruyuk.

Tiba-tiba terdengar suara perut yang sangat keras dari perut buncit satpam tersebut.

Wajah satpam yang tadinya garang mendadak berubah menjadi pucat menahan rasa mulas yang luar biasa.

"Aduh, perutku rasanya dipelintir," rintih satpam itu memegangi perutnya sambil menunduk.

"Bapak sepertinya butuh ke toilet sekarang juga sebelum keluar di celana lho Pak," saran Akbar dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

Satpam itu sudah tidak peduli lagi dengan tugas jaganya.

Dia langsung berlari terbirit-birit menuju lorong toilet meninggalkan pintu lift itu tanpa penjagaan sama sekali.

"Terima kasih atas kerja samanya Pak," ucap Akbar tertawa pelan dan langsung menekan tombol lift.

Ting.

Pintu lift terbuka dan Akbar melangkah masuk menekan tombol angka lima.

Lift bergerak naik dengan cepat membawa Akbar menuju sarang bos mafia ritel yang paling ditakuti di kota ini.

Pintu lift kembali terbuka, menampilkan sebuah lorong sepi berlapis karpet tebal yang sangat mewah.

Hanya ada satu pintu kayu jati ganda berukuran besar di ujung lorong tersebut.

Dua orang pria berbadan kekar memakai jas hitam berdiri menjaga pintu kayu itu layaknya patung.

Akbar tidak langsung berjalan mendekat, dia memilih bersembunyi sebentar di balik pot tanaman hias besar di dekat lift.

Dia menatap tajam ke arah pintu kayu jati itu menggunakan kemampuan tembus pandang gaib dari Mata Hoki miliknya.

Pandangannya menembus kayu tebal itu dan melihat sosok pria paruh baya bertubuh tambun sedang duduk di kursi kebesarannya.

Pria itu sedang mengisap cerutu mahal sambil menelepon seseorang dengan raut wajah sombong.

Deretan teks menyala langsung muncul di atas kepala pria buncit yang dipastikan adalah Bos Tony tersebut.

[Kesialan Fatal: 95 Persen.]

[Penyebab Utama: Bukti buku besar berisi catatan penggelapan pajak ganda dan uang suap pejabat disimpan di brankas baja di balik lukisan kuda.]

"Bingo, ini dia kelemahan fatal yang akan meruntuhkan seluruh kekuasaan congkaknya hari ini juga," batin Akbar gembira.

Akbar segera menonaktifkan Mata Hoki untuk menghemat sisa durasi pemakaiannya hari ini.

"Sistem, keluarkan Tikus Pengerat Dokumen Gaib sekarang juga," perintah Akbar pelan.

Wush.

Segumpal bayangan hitam kecil tiba-tiba muncul di atas telapak tangan kanan Akbar.

Bayangan itu perlahan membentuk wujud seekor tikus kecil berwarna hitam pekat yang tembus pandang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!