NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33 Tinggalkan Eldrick

Nyonya Morley menoleh.

Wanita tua itu tersenyum sinis.

"Aku kira kamu tidak berani muncul."Ujar nyonya Morley menatap Lily.

 Lily yang baru saja tiba menghampiri wanita yang melahirkannya. Dia menatap mamahnya dengan perasaan hancur.

"Maafkan Lily mah."Buliran bening membasahi wajah cantik Lily.

Mamahnya hanya tersenyum. Mereka sudah sering mengalami ha seperti ini.

Lily beranjak dari posisinya dan menatap nyonya Morley. Dadanya terasa sesak.

"Apa yang anda lakukan? "Tanya Lily.

Suaranya terdengar bergetar. Bukan karena takut tapi karena amarah.

"Tinggalkan Eldrick! Maka semuanya akan kembali seperti semula. Aku bahkan akan memberimu uang untuk biaya hidup mu."Ujar Nyonya Morley.

 Tangan Lily mengepal kuat.

 Dia sama sekali tidak menyangka jika mertuanya akan melakukan hal ini. Tampaknya hubungan mereka berdua tidak akan mendapatkan restu.

Perbedaan kasta yang menjadi penghalang diantara mereka berdua. Lily tersenyum masam mendapati kenyataan pahit itu.

Dia sangat mencintai suaminya. Tapi perbedaan mereka berdua menjadi penghalang di antara mereka.

"Bagaimana jika aku tidak ingin meninggalkannya?"

Nyonya Morley tersenyum masam. Dia menatap tajam ke arah Lily.

"Maka bersiaplah kehilangan semuanya."Ujar nyonya Morley yang tidak terlihat main-main.

"Hancurkan semuanya." Perintah nyonya Morley kembali.

Detik itu juga, Sopir nyonya Morley kembali menghancurkan semua barang-barang mereka. Lily duduk di lantai menyaksikan semuanya.

Matanya terasa panas. Air matanya mengalir dengan sangat deras. Mamahnya mendekat dan memeluknya.

"Ada apa nak? Jika samuanya terasa begitu menyakitkan maka lepaskan Eldrick."Ujar mamah Lily menatap putrinya.

Lily menatap mamahnya.

"Maafkan Lily mah. Mamah mengalami semua ini karena ku. Sebenarnya Eldirck orang yang berada. Dia bukan sopir seperti yang mereka katakan. Keluarganya tidak merestui kami."Lily kembali menangis di pelukan mamahnya.

Dia tidak ingin melepaskan suaminya tapi dia juga tidak ingin menyakiti mamahnya. Lily benar-benar bingung saat ini.

"Hentikan nenek."

Semua orang menoleh ke arah pintu. Eldrick baru saja tiba. Dia melihat sekeliling rumah yang hancur karena ulah neneknya.

Eldrick langsung menghampiri istrinya. Dia memberikan pelukan yang membuat Lily merasa tenang.

"Maafkan aku sayang."Bisik Eldrick.

Hal itu semakin membuat Lily menangis. Suaminya akan selalu membela dirinya.

Tapi dia juga tidak bisa bersikap egois. Lily semakin menangis.

Eldick melerai pelukannya. Dia mulai mendekati neneknya.

"Apa yang nenek lakukan?"

Kekecewaan terpancar di mata Eldrick.

"Nenek sudah mengatakannya agar kalian berdua berpisah. Tapi wanita rendahan ini tidak ingin melepaskan mu. Dia itu tidak sadar posisinya Eldrick. Keluarga kita harus menikah dengan wanita yang sepadan."Ujar nyonya Morley.

Eldrick tertawa.

Dia benar-benar hancur mendengar kata-kata yang keluar dari mulut neneknya.

"Siapa yang membuat aturan seperti itu? Aku tidak akan mematuhi aturan seperti ini nenek. "

"Eldrick!" Teriak nyonya Morley.

Tangannya gemetar karena murka.

"Beraninya kamu membangkang seperti ayahmu. Lihatlah dia sekarang. Dia pergi tanpa jadi apa-apa. Dia hanya menjadi direktur yang tidak dihargai. Apa kamu mau menjadi seperti dia?" Murka nyonya Morley.

Eldirck tersenyum miring.

"Jadi hanya seperti nilainya ibuku di mata nenek. Apa nenek pikir aku tidak tahu bagaimana ibuku tinggal di mansion mewah itu? Dia melakukan apa pun yang di inginkan nenek. Dia sangat takut jika dia berbuat salah. Semua itu terjadi karena sangat takut nenek akan marah kepadanya. Sekarang nenek ingin aku melakukan apa pun yang nenek inginkan. Itu tidak akan pernah terjadi."Ujar Eldrick.

Eldrick meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.

"Aku tidak akan pernah melepaskan wanita yang aku cintai. Jika nenek tidak suka maka nenek bisa memutuskan hubungan kita."

Nyonya Morley terlihat bergetar. Tangannya terangkat.

Plak..

Satu tamparan mendarat di wajah Eldrick.

"Eldrick. Kamu benar-benar sudah di butakan cinta. Tega kamu melakukan hal ini kepada nenek demi wanita rendahan ini. Kamu benar-benar sudah gila."

Nyonya morley menatap cucunya dengan perasaan hancur. Dia tidak menyangka jika ucapan itu keluar dari mulut cucunya.

"Lalu apa aku harus melihat nenek melakukan hal seperti ini?"

Lily menghembuskan nafas kasar. Dia menoleh kepada suaminya. Masalah ini tidak akan pernah berakhir jika bukan dia mengakhirinya sendiri.

"Hentikan! Berhenti berdebat di sini. Sepertinya masalah ini tidak akan selesai. Sebaiknya kita berpisah saja."

Eldirck terjatuh ke lantai.

Hatinya hancur berkeping-keping mendengar ucapan itu keluar dari mulut istrinya.

"Itu pilihan bagus. Sekarang kamu sadar. Kamu hampir saja membuat keluarga morley terpecah belah. Keputusan yang kamu ambil sangat tepat. Eldrick harus menikah dengan wanita yang sepadan. Bukan wanita dengan latar belakang rendahan seperti mu."Ujar nyonya Morley menatap remeh kepada lily.

Mamah Lily mendekati putrinya. Dia sama sekali tidak tahu betapa besar tekanan yang di hadapi oleh putrinya. Selama ini dia mengira putrinya hidup dengan tenang tapi ternyata dia salah.

Wanita paruh baya itu memeluk putrinya dengan perasaan hancur. Dia tidak tahu betapa tersiksanya putrinya selama ini.

"Maafkan mamah nak. Mamah tidak bida memberimu kehidupan yang layak sehingga kamu harus hidup dengan penghinaan."Ujar wanita paruh baya itu menatap putrinya.

Eldrick yang mendengar hal itu mendekati sang istri. Dia tidak ingin berpisah dengan istrinya. Apa pun yang terjadi. Dia tidak akan melepaskan istrinya. Bahkan jika dia kehilangan semuanya. Eldrick siap dengan hal itu.

"Maafkan Eldrick mah. Apa yang terjadi dengan putrimu adalah salah ku."Ujar Eldrick menatap mertuanya.

"Mamah tidak membencimu nak. Keadaan yang membuat kalian seperti ini." Ujar wanita paruh baya itu menatap menantunya.

Lily sendiri sama sekali tidak menoleh kepada suaminya. Hatinya terlalu sakit menghadapi penghinaan dari keluarga suaminya.

"Sayang!Jangan katakan hal seperti ini lagi. Aku tidak bisa hidup tanpa mu. Kamu tahu hal itu. Kata-kata mu tadi sangat menghancurkan hatiku. Kita bisa berjuang bersama." Ujar Eldrick memegang tangan sang istri.

Lily kembali menatap suaminya.

Jauh dari lubuk hatinya. Dia sangat mencintai suaminya. Dia hanya mengatakan hal itu karena hancur. Nyonya Morley tidak akan menyerah. Dia tahu hal itu.

Lily kembali menangis.

Lalu menatap dalam mata suaminya. Cintanya begitu besar untuk laki-laki di hadapannya itu. Mereka saling mencintai lalu mengapa mereka harus berpisah karena orang lain.

Lily hanya diam.

Melihat istrinya diam. Eldrick membawa istrinya duduk sofa dan juga mertuanya.

Lalu di menghampiri neneknya. Eldrick menghembuskan nafas kasar.

"Kami tidak akan berpisah. Apa pun yang terjadi. Aku tidak akan pernah meninggalka wanita yang aku cintai demi menyenangkan nenek?"Ujar Eldrick .

"Eldrick! Beraninya kamu!"

Nyonya Morley memegangi dadanya yang terasa sesak.

Di sisi lain nyonya Colins baru saja tiba di depan rumah cucunya. Karena tidak bisa tidur. Wanita tua itu tiba-tiba teringat dengan Lily dan ibunya.

Tapi begitu tiba. Dia melihat kekacauan yang begitu besar.

"Apa yang terjadi di sini?" Nyonya Colins sedikit meninggikan suaranya.

1
sunaryati jarum
Aah romantis sekali Eldrick.Untuk Alek Niki Grace jodohmu tidak akan kemana.
sunaryati jarum
Eldrick tipe suami setia, mencintai sepenuh hati dan mengutamakan kebahagiaan istri
Armelia Melmel: setuju banget kak.
total 1 replies
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!