namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab28
Sudah satu Minggu lebih Hanif dan seira tinggal dipesantren kini waktunya mereka pulang kekota.
Ummi menunduk tak kuasa menyembunyikan air matanya.
" Ummi Hanif harus pergi."
" Apa tidak bisa kamu tinggal disini saja nif.kamu lihat sendiri kan keberadaan kamu disini membawa perubahan untuk pesantren."
"Perubahan itu bukan karna Hanif mi,tapi Karna seira.hanif janji aku dan seira akan sesering mungkin menyempatkan waktu untuk mengunjungi ummi."
Ummi mendogah menatap Hanif,ia tidak kuasa untuk tidak memeluk putranya.
" Janji ya nif."
Seira hanya diam memperhatikan, sebenarnya ia ingin mendekat dan berpamitan pada nahla dan ummi.tapi ia takut ummi akan kembali acuh.seperti saat pertama kalinya ia datang kepesantren ini.
" Kalau begitu Hanif dan seira pamit ya ummi."
" Hati hati ya mas."
" Ia dek,mas titip ummi ya."
Seira hanya tersenyum dan berlalu dari hadapan dua wanita yang sangat disayangi suaminya itu.tapi
Tiba tiba saja ummi reflek memeluk seira,seira kaget tubuhnya sedikit menegang sampai akhirnya ia membalas pelukan itu.pelukan yang berlangsung sedikit lama tanpa kata.karna setiap kata seperti tertahan di kerongkongan keduanya.Ummi perlahan melepas pelukan itu.
" Seira pamit ya ummi."
Ummi mengangguk.
Kali ini giliran nahla yang memeluk seira.
" Terimakasih ya kak untuk beberapa hari ini."
Seira hanya mengangguk singkat.
Kepergian seira dan Hanif kembali menciptakan sunyi bagi ummi.
Setiap orang tua memang tak pernah bisa jauh dari buah hati mereka, tapi ketika mereka sudah dewasa anak mempunyai pilihan,impian dan orang tua tidak bisa menjadi penghalang impian mereka.
Perjalanan seira kali ini terasa lebih ringan ketimbang waktu pertama kali ia kesini.
" Ternyata Gus benar ya.ummi itu sebenarnya baik, perhatian cuma terkadang gengsi aja."
" Ia seir,sudah saya bilang kan ummi itu sifatnya seperti kamu.sulit mengungkapkan kalau sebenarnya ia sayang,sulit mengatakan kalau ia sedang merasa cemburu.padahal kan kalau sayang tinggal bilang sayang,kalau cemburu juga tidak usah ditutup tutupi."
" Maksudnya Gus ngomong kayak gitu apa ya.."?
Seira memiringkan tubuhnya kearah Gus hanif.gus Hanif tersenyum.dan juga ikut memiringkan tubuhnya hingga kini posisi mereka saling berhadapan.
" Kalau kamu sayang sama saya bilang,kalau kamu cemburu sama Zahra itu juga ngomong sama saya."
Reflek seira langsung memperbaiki duduknya.
" Mulai deh kepedeanya.siapa yang sayang,siapa yang cemburu.kayaknya Gus itu harus diruqiah deh agar tidak mikir macam macam."
" Saya tegaskan ya gus saya seira Aurora tidak mungkin suka sama Gus Hanif,Gus Hanif itu bukan tipeku."
" Masa sih seir.tapi aku kok ngak percaya."
" Astaga sudah ah .ngomong sama orang yang kepedeanya itu diatas rata rata itu memang susah."
Gus Hanif hanya terkekeh geli,semakin membuat seira kesal,maka seira akan terlihat mengemaskan Dimatanya.
<<<
" Cie Yaang baru hanimun dirumah mertua."
Ratih terkekeh geli.
" Saking sibuknya.ia ngak ngasih kita kabar sama sekali Han."
" Jangan berfikir macam macam ya,disana jaringan susah."
" Tapi badan kamu sedikit berisi seir."
" Jujur masakan mertua aku itu enak banget."
" Cie jadi ceritanya kamu akur toh sama mertuamu."
" Bisa dibilang ia bisa dibilang tidak."
" Kok jawabannya fifty fifty begitu."
" Gue juga bingung bagaimana ngejalasinya.daripada kita ngomongin gue.mending sekarang kita kerja."
" Ia nih kerjaanmu menumpuk."
" Makanya ayo buruan dikerjakannya."