"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
"Penawaran?" tanya Galen dengan wajah penasaran sembari menatap ke arah ke dua gadis itu secara bergantian.
Jika Kamila membalas tatapan Galen, hal yang berbeda di tunjukkan oleh Tiara. Ia terlihat menundukkan wajahnya, padahal berkali kali Tiara sudah memberikan kode pada Kamila agar tidak memperpanjang masalah ini.
Namun sepertinya, Kamila tidak menggubris
Beberapa anak buah geng Galen di SMA Taruna nampak menatap Galen dengan tatapan kecewa, karena mereka itu tidak menyangka, jika boss mereka yaitu Galen nampak merespon ucapan Kamila.
****
"Apakah benar jika bos Galen itu anak haram?"
"Apakah benar yang di katakan Kamila?"
"Tapi kenapa bos Galen seperti nya setuju dengan penawaran itu?"
"Kalau setuju, berarti benar dong apa yang di katakan Kamila, jika ibu kandung bos Galen adalah seorang kupu kupu malam." Sahut yang lain.
Beberapa ucapan yang di lontarkan anggota geng Galen.
"Sudah lebih baik kalian itu diam saja, biar aku saja yang langsung menanyakan pada Galen," timpal Ricard. Karena sekarang ini ia melihat situasinya semakin memanas.
****
Ricard pun terlihat berjalan mendekat ke arah ketua gengnya.
"Bos, berarti yang di katakan oleh Kamila bener dong?" tanya Ricard memastikan. "Kalau boss itu memang bukan anak kandung Yulia Kamajaya!" imbuh Ricard dengan ekspresi wajah kecewa.
"Diamlah! Gue hanya ingin memastikan sejauh mana keberanian yang dia miliki, ayo kita ikuti permainan yang di buat Kamila dan juga Tiara," sahut Galen dengan senyuman devil. Ia terlihat berjalan ke arah ke dua gadis yang sekarang ini berada di dalam gudang kosong sekolah itu.
Wajah Ricard terlihat lega, kala mendengar apa yang baru saja di katakan oleh bosnya.
Lantas ia pun terlihat berjalan menghampiri teman temannya yang menatap boss mereka dengan tatapan kecewa.
"Tenang, bos mempunyai rencana untuk membuat jera Kamila dan juga Tiara. Dia hanya ingin melihat sejauh mana keberanian ke dua gadis itu," Jelas Ricard pada teman temannya.
"Gue kira, apa yang baru saja di katakan oleh Kamila dan juga Tiara perihal bos itu benar? Syukurlah kalau salah!" celetuk salah satu anggota geng Galen dengan perasaan lega.
"Sebenarnya mau bos Galen itu anak kandung Yulia Atmaja atau bukan, itu bukanlah urusan kita! Karena bagiamana pun juga Galen tetap keturunan dari keluarga Atmaja. Cuman yang di permasalahkan, kita jadi gak buat Tiara sama Kamila itu jera. Soalnya gue benar benar udah gak sabar untuk menggarap dan memberikan pelajaran untuk Kamila dan juga Tiara," ujar salah satu anggota geng Galen yang dengan tatapan negatif.
"Iya sih! Yang lo katakan itu ada benarnya juga, yang kita butuhin hanya hiburan. Ntah fakta buruk apapun yang menimpa bos Galen. Itu sebenarnya bukan urusan kita," sahut yang lain lagi.
Sementara Galen sekarang ini terlihat mendekat ke arah Kamila, bahkan ia terlihat berbicara dengan wajah serius pada Kamila. Ia sengaja mengubah mimik wajahnya terlihat kalah, agar Kamila itu tidak tahu rencananya.
Kamila nampak tersenyum miring, bahkan raut wajahnya sekarang ini benar benar terlihat bahagia. Karena ia merasa bisa mengendalikan Galen, laki laki yang sudah lama menjadi cinta pertamanya.
"Penawaran apa memangnya akan lo tawarkan pada gue?"
"Gue ingin lo itu menjauh dari Jenny. Gue juga ingin lo ikut gue untuk menindas Jenny, apalagi sekarang Jenny itu miskin. Dia sudah tidak punya apa apa, bahkan dia juga tidak punya orang tua," jelas Kamila dengan sebuah senyuman penuh kemenangan.
Tanpa Kamila sadari, Galen sekuat tenaga menahan amarahnya, kala Kamila membicarakan akan menyakiti Jenny.
Karena di luar sekolah SMA Taruna, Galen sebenarnya adalah seorang pemain wanita seperti Kamajaya.
Cuman karena rasa cintanya itu begitu dalam untuk Jenny, makanya ia mati matian menahan dirinya. Bahkan nalurinya ingin selalu untuk menjaga Jenny.
Tiara yang berada di samping Kamila berusaha untuk menarik narik tangan sahabatnya itu.
"Kamila, gue mohon. Lebih baik kita minta maaf saja atau pindah sekolah dari SMA Taruna, tolong jangan mencari gara gara pada Galen seperti ini," kata Tiara dengan suara pelan.
Kamila sendiri yang mendengar ucapan Tiara memilih acuh, dan tetap melanjutkan keinginannya untuk memiliki Galen seutuhnya dan menghancurkan primadona sekolah ini.
kalo berkenan mampir juga ya😉