Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.
Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.
Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.
Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.
Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.
Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.
Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?
Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERSEMBAHAN SUCI
Selepas makan malam Evander kembali kedalam kamarnya bersama Agnetha, perasaan gadis itu benar – benar bercampur aduk karena ia tahu Evander akan mengajaknya tidur bersama hari itu. Sesaat Evander mengulurkan satu buah baju tidur model kimono berwarna merah menyala pada Agnetha.
*“* Pakailah ini, lalu datangi aku dikamar itu. “ Ucap Evander memerintah Agnetha agar segera berganti baju dan menyusulnya masuk ke red room.
Hati Agnetha semakin berdesir dengan kuat, sejujurnya ia takut untuk menghadapi malam ini tetapi ia lebih takut jika Evander melakukan sesuatu yang buruk padanya. Segera Agnetha masuk kedalam kamar ganti dan mengganti baju nya dengan kimono berwarna merah itu.
Sementara Evander terlihat menyalakan tungku pembakaran dupa diatas meja marmer, dan seperti biasanya ia memasukkan bunga lotus kedalam sana. Lelaki itu duduk diatas sofa dengan bertelanjang dada, terlihat dada bidangnya yang menggiurkan. Disana mata ular pada liontin Evander tiba – tiba saja berubah menjadi merah yang artinya Astaroth sedang berkuasa atas dirinya.
Tok.. tok.. tok
Agnetha mengetuk pintu kamar itu sejenak, kemudian ia menarik gagang pintu dan mendorongnya pelan. Aroma wangi menguar dan menusuk kedalam hidungnya sesaat ia menyembulkan kepala.
“ Kunci pintunya dan kemarilah. “ Perintah Evander dingin diiringi dengan tatapan Evander yang tampak berbeda dari hari – hari biasanya.
Sedikit ragu – ragu Agnetha melangkahkan kakinya dan berjalan menuju arah Evander, tetapi laki – laki itu dengan kasar meraih pergelangan tangan Agnetha dan membuat gadis itu jatuh diatas sofa.
“ Minum ini. “ Evander menyodorkan sebuah gelas yang setengah penuh terisi air dengan beberapa lembar kelopak bunga mawar merah didalam sana.
“ Apa ini? “ Tanya Agentha saat menerima gelas itu ditangannya.
“ Minum saja! “ Evander tidak menjawab dan memerintah Agnetha dengan sedikit keras agar ia segera meminum air yang baru saja ia berikan. Karena ia takut Evander akan marah, gadis itu segera meneguk airnya dengan cepat hingga habis tak bersisa.
Setelah Agnetha menyelesaikan minumnya Evander mengusap dengan lembut bibir Agnetha yang basah menggunakan jemarinya. Lelaki itu juga menyibakkan rambut panjang Agentha dan menyelipkan pada kedua telinganya.
Evander mendekatkan wajahnya pada Agnetha istrinya, dengan pelan ia mencium kening Agnetha, beralih pada kedua kelopak matanya, hidung, kedua pipinya secara bergantian dan terakhir mengecup bibir Agnetha singkat.
Wajah Agnetha terlihat sedikit pucat karena rasa gugup yang melandanya namun Evander tidak mempedulikannya, ia akan tetap menikmati tubuh Agnetha sebagai peresembahannya pada Astaroth. Setelah itu, dengan dada telanjangnya Evander mengangkat tubuh Agnetha pelan dan membaringkan wanita itu diatas ranjang dengan kain sprei berwana merah disana.
Evander kemudian membungkukkan tubuhnya tepat diatas tubuh istrinya, ia mengulangi kembali ritualnya mencium kening Agnetha, kedua kelopak matanya dan mengakhirinya dengan kecupan singkat pada bibir wanitanya.
Setelah ia mengulang hal itu sebanyak empat kali, sekarang Evander benar – benar melahap bibir Agnetha dengan bibirnya. Ciuman Evander begitu dalam dan agak kasar seolah – olah ia benar – benar sudah sangat mendambakan Agnetha.
Setelah melepaskan ciumannya yang dalam, Evander mulai menciumi daun telinga Agnetha dengan sangat lembut, beralih pada leher dan membuat Agentha menjadi merinding. Evander menarik tubuhnya dan kembali mencium bibir Agnetha dengan sangat dalam dan menggunakan lidahnya meliuk - liuk agak kasar didalam mulut Agnetha.
Kini tangan Evander tampak dengan pelan menyentuh setiap lekuk tubuh istrinya itu dan membuat Agnetha tampak menggeliat dengan sentuhan Evander baru saja, laki – laki itu kemudian menarik tali kimono Agnetha dan membiarkan nya terbuka hingga terlihat pakaian dalam Agnetha yang masih lengkap menempel disana.
Evander kemudian menarik tubuhnya dan kembali membenamkan wajahnya pada leher Agnetha, kemudian semakin turun mencium dada dan juga perut Agnetha yang rata, sembari melucuti setiap lembar kain yang menutupi tubuh istrinya. Perempuan itu semakin menggeliat dan sesekali ia menggigit bibirnya untuk menahan suara. Sesekali Agnetha menghembuskan nafas dengan kasar dan memegangi kepala Evander.
Evander kini semakin menghujani Agnetha dengan ciumannya, wajah perempuan tersebut tampak memerah saat Evander dengan mata berapi – api memandang tubuh polosnya itu, dan kembali mengecupnya lagi. Hampir seluruh tubuh Agnetha tidak luput dari kecupan bibir Evander, hingga pada akhirnya lelaki itu membenamkan wajahnya pada milik Agnetha dan menciuminya dengan lembut.
“ Evander “ Suara Agnetha terdengar memanggil nama suaminya dengan parau saat pria itu sibuk menikmati milik Agnetha denga lidahnya.
Melihat Agnetha yang sudah tidak kuasa dengan perlakuannya, pria itu segera menarik wajahnya dari bawah sana lalu perlahan memasukkan miliknya kedalam milik Agnetha. Gadis itu terlihat mengerang dengan lembut, semakin dalam Evander meleburkan dirinya kedalam diri Agnetha gadis itu semakin keras membuka suaranya.
“ Ah, Evander! “ Erang Agnetha sambil menatap wajah tampan Evander yang berada diatasnya.
“ Apakah sakit sayang? “ Bisik Evander dengan suara yang sama tersengal – sengalnya dengan Agnetha. Wanita itu mengangguk pelan kemudian memeluk tubuh sempurna Evander dan membenamkan wajahnya disana agar suaranya tidak terdengar.
Saat menuntaskan hasratnya Evander tampak menghujani bibir Agnetha dengan ciuman yang semakin menjadi, membuat istrinya semakin tak berdaya terbaring dengan lemas dibawah tubuhnya. Evander kemudian mengecup pelan kening Agnetha dan tidak segera beranjak dari posisinya semula.
Setelah beberapa saat membiarkan tubuhnya tetap berada diatas Agnetha, Evander segera menarik badannya dan menjatuhkan dirinya tepat disamping Agnetha yang masih lunglai, ini adalah kali pertama Agnetha melakukan hal yang begitu intim dengan seorang laki - laki.
Tiba – tiba mata ular pada liontin Evander yang tadinya memerah kini memudar dan kembali menjadi seperti biasanya berwana silver. Sementara tungku pembakaran yang semula mengeluarkan asap putih dengan aroma semerbak bunga lotus juga terlihat padam.
Lelaki itu kemudian memandang Agnetha yang terbaring disampingnya dan mengusap kepalanya pelan. Dengan tubuh polosnya ia mengangkat tubuh Agnetha dan membetulkan posisi tidurnya agar kepalanya tidak berada pada ujung ranjang.
“ Kamu sudah menjadi milikku sepenuhnya Agnetha “ Evander menarik tubuh Agnetha kedalam pelukannya dan membenamkan wajah gadis itu kedalam dada bidangnya.
Sesaat bulir – bulir kristal jatuh dari pelupuk mata Agnetha, ia tidak menyangka bahwa ia akan menyerahkan tubuhnya seperti ini pada pria yang tidak ia cintai. Pria yang menggunakan dirinya untuk mendapatkan harta dari orang tuanya, tetapi sayangnya hanya Pria itu juga yang sanggup membiayai pengobatan Neneknya.
“ Apa kau menangis Agnetha? “ Evander yang merasa dadanya basah kemudian mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Agnetha yang berair.
“ Apa aku menyakitimu? “ Tanya Evander lagi, Agnetha menggelengkan kepalanya pelan. Ia hanya sedang meratapi nasibnya yang ternyata cukup buruk ia rasakan, ia harus menghabiskan seluruh hidupnya bersama Evander lelaki yang tidak dicintainya.
“ Tidurlah Agnetha “ Ucap Evander lagi dan mengeratkan kembali pelukannya pada Agnetha.
keren 👍
suka banget sama ceritanya thor ❤️