NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh

Matahari mulai bergeser ke arah barat ketika mereka selesai makan siang. Piring-piring di atas meja hampir kosong, tetapi tak satu pun dari mereka benar-benar menikmati hidangan itu. Pikiran El masih dipenuhi pertengkarannya dengan sang ayah, sementara Zoya sibuk memikirkan sesuatu yang sama sekali berbeda.

Seorang pelayan datang membawa map hitam berisi tagihan. "Silakan, Kak."

El mengangguk pelan. Ia langsung mengeluarkan dompet dari saku celananya. Dengan gerakan yang sudah menjadi kebiasaan, ia mengambil kartu bank berwarna hitam miliknya lalu menyerahkannya kepada pelayan.

"Pakainya ini saja."

"Baik, Kak."

Pelayan itu membawa kartu tersebut menuju mesin EDC yang berada di dekat meja kasir. El bersandar di kursinya. Ia sama sekali tidak memiliki firasat buruk.

Beberapa saat kemudian, pelayan itu kembali sambil tersenyum canggung. "Maaf, Kak. Kartunya gagal."

El mengangkat kepala. "Gagal?"

"Iya, Kak. Mungkin bisa dicoba sekali lagi."

El mengangguk. "Silakan."

Pelayan itu kembali menggesek kartu tersebut. Beberapa detik berlalu. Namun hasilnya tetap sama.

Pelayan itu datang lagi dengan wajah semakin tidak enak. "Maaf sekali, Kak. Kartunya tetap tidak bisa diproses."

Kening El langsung berkerut. "Sini saya lihat."

Ia mengambil kartu itu lalu memperhatikannya sebentar. "Harusnya nggak mungkin."

Ia tahu saldo di rekening itu lebih dari cukup untuk membayar makan siang mereka. "Coba sekali lagi."

Pelayan menurut. Namun untuk ketiga kalinya, mesin itu tetap menolak. El mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

"Ada pesan apa di mesinnya?"

Pelayan melihat layar EDC. "Status kartu tidak aktif, Kak."

Jantung El seperti berhenti berdetak sesaat. "Tidak aktif?"

"Iya."

El terdiam. Mana mungkin? Baru kemarin kartu ini masih bisa digunakan. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba membuka aplikasi perbankan.

Namun akun tersebut juga tidak bisa diakses. Wajah El perlahan berubah pucat.

Zoya yang sejak tadi memperhatikan akhirnya membuka tasnya. "Sudah, biar aku saja yang bayar."

"Nggak usah."

"Nanti malah lama."

El masih terlihat bingung. "Tapi ...."

"Nggak apa-apa."

Zoya mengeluarkan kartunya sendiri lalu menyerahkannya kepada pelayan. "Pakai ini saja."

"Baik, Kak."

Tak sampai satu menit, pembayaran berhasil dilakukan. Pelayan mengucapkan terima kasih sebelum pergi meninggalkan meja mereka.

Suasana kembali sunyi. El masih menatap kartu bank di tangannya seolah berharap semua itu hanya kesalahan sistem.

"Aku ganti nanti," ucapnya pelan.

Zoya tersenyum tipis. "Iya. Tenang aja."

Meski bibirnya tersenyum, pikirannya justru mulai dipenuhi kecemasan. Kalau kartunya benar-benar diblokir

Mereka pun keluar dari restoran. Udara siang terasa cukup panas. Mobil El masih terparkir di basement, tetapi sebelum masuk ke dalam mobil, pria itu masih sempat mencoba menghubungi layanan bank.

Beberapa kali panggilan dilakukan. Namun karena antrean panjang, ia tidak kunjung tersambung. Dengan napas panjang, akhirnya ia memilih menyerah.

Mobil melaju meninggalkan restoran. Selama beberapa menit, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara.

Sampai akhirnya Zoya memecah keheningan. "El ...."

"Ya, ada apa?"

"Kamu tahu nggak?"

"Apa?" tanya El. Zoya menoleh pelan.

"Menurutku ini pasti ulah Daddy kamu."

El tetap fokus menyetir. "Maksud kamu?"

"Yang memblokir kartu kamu."

El menggenggam setir sedikit lebih erat. "Aku juga kepikiran ke sana."

"Beliau pasti menghubungi bank."

"Mungkin."

"Supaya kamu pulang."

El tersenyum tipis. "Biar saja. Aku tak akan pulang."

Zoya menatapnya. El kembali mengulang ucapannya. "Aku nggak akan pulang."

"El, kamu harus datang minta maaf sama Daddy ...."

"Tak akan. Kalau memang harus jadi gembel, ya sudah."

Zoya langsung menggeleng. "Jangan keras kepala," ucap gadis itu. El tidak menjawab.

"Kamu belum tahu kerasnya hidup di luar sana."Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan. "Tanpa uang, semuanya susah."

Zoya kembali berkata pelan. "Apa pun sekarang butuh uang."

Mobil kembali dipenuhi keheningan. Beberapa saat kemudian, El tiba-tiba bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

"Zoya."

"Iya?"

"Kalau suatu hari semua fasilitas dari Daddy benar-benar ditarik, apakah kamu juga akan meninggalkan aku?"

Pertanyaan itu membuat suasana di dalam mobil mendadak terasa berat. Zoya tidak langsung menjawab. Tangannya saling menggenggam di atas pangkuan.

Dalam hati, ia sebenarnya sudah memiliki jawaban. Kalau El benar-benar miskin.Untuk apa aku bertahan? Namun tentu saja ia tidak mungkin mengatakan itu. Keheningan berlangsung cukup lama.

El bahkan sempat meliriknya sekilas. "Kok diam?"

Zoya akhirnya tersenyum kecil. "Aku akan tetap bersamamu."

El menatapnya beberapa detik. "Benarkah?"

"Iya."

Ada jeda sesaat sebelum Zoya kembali berbicara. "Tapi ...." Gadis itu menghentikan ucapannya. El kembali memandang jalan.

"Kalau suatu hari nanti kita menikah. Anak kita tetap butuh nama besar Daddy kamu."

El mengernyit. "Maksudnya?"

"Kita harus tetap menjalin hubungan baik sama beliau. Bagaimanapun juga, ia ayah kamu. Dan nama keluarga Arsaka pasti akan sangat berarti untuk masa depan anak-anak kita nanti."

El tidak menjawab lagi. Mobil terus melaju membelah jalanan kota. Sementara itu, di dalam hati El mulai muncul sebuah pertanyaan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Kalau suatu hari aku benar-benar kehilangan semuanya. Apakah Zoya masih akan tetap di sampingku? Atau ia juga akan pergi seperti yang lain?

Waktu berlalu begitu cepat. Hari yang dinantikan Chelsea akhirnya tiba. Hari wisudanya.

Sejak pagi, gadis itu sudah bersiap di apartemennya. Toga yang tergantung rapi di dekat lemari berkali-kali ia rapikan sendiri meski sebenarnya tidak ada yang salah.

Hari itu seharusnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Ponselnya berdering. Nama Arsaka muncul di layar.

Chelsea langsung mengangkatnya. "Selamat pagi, Ded."

"Selamat pagi, Sayang." Suara Arsaka terdengar hangat seperti biasa. "Daddy sudah siap. Daddy jemput sekarang, ya?"

Chelsea tersenyum. "Nggak usah, Ded."

"Lho?"

"Aku berangkat dari apartemen saja."

"Tapi Daddy bisa sekalian nemenin."

Chelsea tertawa kecil. "Nanti ketemu di kampus saja."

Arsaka sempat terdiam. "Yakin, Sayang?"

"Iya, Dad."

"Baiklah. Jangan telat ya."

Chelsea mengangguk meski sang ayah tidak bisa melihatnya. "Siap." Panggilan pun berakhir.

Chelsea berdiri beberapa saat di depan cermin. Perlahan ia mengenakan toga sambil tersenyum sendiri. Namun di balik senyumnya, pikirannya justru melayang kepada seseorang.

Bang El, apakah hari ini Bang El akan datang?

Saat wisuda sarjananya dulu, El datang paling awal. Pria itu bahkan sibuk memotret dirinya dari berbagai sudut sambil terus berkata bahwa adiknya hari itu adalah wisudawati tercantik.

Chelsea masih ingat bagaimana El membelikannya bunga, boneka, bahkan mengajaknya makan malam setelah acara selesai. Kenangan itu membuat senyumnya perlahan memudar.

Semoga Bang El datang ....

Dengan harapan itu, Chelsea akhirnya berangkat menuju kampus. Tak lama kemudian, ia tiba di halaman perguruan tinggi.

Suasana kampus begitu ramai. Mahasiswa mengenakan toga sibuk berfoto bersama keluarga. Tawa dan tangis haru bercampur menjadi satu.

Chelsea baru beberapa langkah berjalan ketika melihat dua sosok yang sangat dikenalnya. Arsaka dan Hana sudah berdiri menunggu sambil membawa buket bunga besar.

Begitu melihat mereka, wajah Chelsea langsung berbinar. "Dad ... Mom!"

Ia berlari kecil lalu memeluk keduanya bergantian. Arsaka mengusap kepala putri angkatnya dengan penuh kasih sayang.

"Selamat ya, Sayang. Kami bangga sekali."

Hana ikut memeluk Chelsea erat. "Seminggu nggak ketemu rasanya kayak setahun."

Chelsea tersenyum sambil menahan air mata. "Aku juga kangen banget, Mom."

Tak lama kemudian, Al datang sambil membawa kamera di lehernya. "Kak Chelsea!"

Al langsung memeluk kakaknya itu. "Selamat wisuda!"

"Makasih, Al."

Mereka bertiga tertawa bersama. Namun beberapa detik kemudian, Chelsea mulai mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Matanya mencari satu wajah yang sejak tadi ia harapkan muncul. Ia melihat banyak keluarga lain.

Senyumnya perlahan memudar. Dengan suara pelan, Chelsea menoleh kepada Arsaka.

"Dad ...."

"Iya, Nak."

Chelsea kembali melihat ke arah gerbang kampus seolah masih berharap seseorang akan datang. Lalu ia bertanya lirih, "Bang El ... nggak datang, Dad?"

1
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
Hana GK prlu kmu ksih Farhan dia udh pnya harta bhkn lbih bnyak dri kmu...tau...GK usah Ngadi 2 frhan buat sumbangin ke panti asuhan aj rumh itu di jual Hana juga GK bkln mau rumh pnuh kenangan pahit buat apaan....
Yuliana Tunru
dasar serakah ternyata mmg cm wanita2 matre yg kau miliki farhan tak ada jetulusan ..zoya.loe jg bkn siapa2 farhan jgn serakah dan dendam kau nikamti harta farhan pshl cm ank sambung hana dan chelsea jg ibu x dpt penderitaan pahit dan hinaan yg tak dpt farhan bayar seumur hidup x jgn sampe mrk verkoplot ya farhan amankan ke notaris
Eka ELissa
astagaaa serakah bgt kmu Dina...frhan mau nikah dgn mu aj kmu harus nya bersyukur...
tapi mskipun di ksih harta ma Farhan harta chelsea lbih bnyak yg di ksih Dady anaknya ktimbang pnya bp tiri TPI GK mau nrima knyataan klau dia itu mandul 🫣🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!