NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setelah semua orang bubar dan ruangan kembali tenang, Daxon berdiri dan berjalan mendekati sofa tempat Azalea duduk. Ia duduk tepat di sampingnya, lalu menarik tubuh Azalea agar bersandar nyaman di bahunya.

Film yang diputar masih berjalan, tapi Azalea sudah tidak terlalu fokus menontonnya. Ia lebih suka merasakan kehangatan tubuh Daxon dan mendengar detak jantung pria itu yang terasa tenang. Tangannya perlahan terangkat, menyentuh perutnya yang masih terlihat biasa saja, namun kini terasa lebih istimewa karena tahu ada dua nyawa yang tumbuh di dalamnya.

"Kau tahu," bisik Daxon pelan sambil mengusap lengan Azalea dengan lembut, "sejak tadi aku masih sulit percaya, aku punya dua orang anak sekaligus. Mungkin punyaku sangat ajaib makanya, kamu hamil kembar."

Azalea mengangkat wajahnya dan mencubit pinggang Daxon, membuat Daxon meringis kesakitan lalu tersenyum menatap Azalea dan mencium puncak kepala Azalea.

"Aku hanya bercanda. Mereka akan tumbuh sehat dan kuat, aku pastikan itu. Mulai hari ini, tidak ada lagi yang boleh membuatmu lelah, cemas, atau terganggu sedikit pun. Aku akan mengatur segalanya."

Ia meraih selimut tipis yang tergeletak di samping, lalu menyelimuti tubuh Azalea dan dirinya sendiri agar tetap hangat. Suasana di dalam ruangan terasa sangat damai—hanya suara percakapan film, hembusan angin sejuk dari jendela yang terbuka sedikit, dan keheningan yang terasa penuh kebahagiaan.

Setelah beberapa saat hening, Azalea menoleh lagi, matanya berbinar dengan rasa ingin tahu. "Daxon... menurutmu nanti mereka laki-laki semua, perempuan semua, atau satu laki-laki satu perempuan?"

Daxon tertawa pelan. "Apapun itu, aku akan menyayangi mereka. Kalau laki-laki, aku akan ajari mereka menjadi tangguh dan bertanggung jawab. Kalau perempuan, aku akan lindungi mereka sekuat tenaga agar tidak ada yang berani menyakiti hati mereka. Tapi..."

Ia berhenti sejenak, lalu menatap Azalea dengan pandangan dalam. "Yang paling penting, mereka mewarisi hatimu yang baik dan tulus. Itu sudah lebih dari cukup untukku."

Azalea tersenyum haru, lalu menyandarkan kepalanya kembali ke dada Daxon, mendengarkan suara bicara pria itu yang terasa seperti penenang terbaik.

"Kau tahu, rasanya semua rasa takut dan khawatir yang ada sebelumnya hilang begitu saja," ucapnya pelan. "Selama ada kau dan sekarang ada mereka, aku merasa memiliki segalanya."

Daxon memeluknya lebih erat, memastikan posisinya tetap nyaman. "Dan aku juga. Kau dan anak-anak ini adalah harta paling berharga yang pernah aku miliki. Lebih berharga dari semua kekayaan dan kekuasaan yang aku punya."

Mereka pun duduk berdampingan dalam keheningan yang menyenangkan, sesekali berbisik hal-hal kecil tentang masa depan, membayangkan bagaimana mansion ini akan terasa lebih hidup nanti saat dua bayi itu sudah lahir. Tidak ada lagi suasana tegang atau pertengkaran seperti sebelumnya—hanya kedamaian.

...****************...

Malam hari pun tiba. Terlihat Azalea baru saja keluar dari walk‑in closet. Ia mengenakan baju piyama, lalu menoleh ke sekeliling kamar, namun tak melihat sosok Daxon sama sekali.

“Kemana dia pergi?” batin Azalea.

Azalea pun bergegas keluar dari kamar, berjalan menuju lift untuk mencari tahu ke mana Daxon pergi.

Begitu keluar dari lantai lift, ia berpapasan dengan Yati, salah satu pelayan di kediaman Daxon.

“Nyonya mau ke mana?” tanyanya sopan.

“Aku mau mencari Daxon,” jawab Azalea.

“Tadi saya melihat Tuan Daxon berangkat bersama Tuan Aldirc,” ujar Yati dengan nada lembut.

“Apakah Bi Yati tahu mereka pergi ke mana?” tanya Azalea lagi.

“Saya tidak tahu, Nyonya. Barangkali Tuan Daxon ada urusan penting di luar,” jawabnya sopan.

“Hem… begitu ya,” ucap Azalea sambil mengangguk paham.

“Kalau begitu saya pamit dulu, Nyonya. Saya hendak keluar membeli keperluan di supermarket,” kata Yati.

“Memang ada supermarket di sekitar sini?” tanya Azalea.

“Saya berangkat naik sepeda, Nyonya. Apakah Nyonya ada yang ingin dititipkan?” tawar Yati.

Azalea terdiam sejenak, lalu berucap pelan, “Hem… Aku mau… bakso.”

“Baik, Nyonya. Saya akan membelikan baksonya. Kalau begitu saya pamit,” ujar Yati.

“Iya, Bi. Hati‑hati di jalan,” balas Azalea.

Yati pun berjalan keluar dari pintu mansion, sementara Azalea berjalan santai menuju ruang keluarga untuk duduk dan menunggu Bi Yati pulang.

Azalea terdiam di sofa empuk ruang keluarga, matanya menatap langit‑langit tinggi mansion yang berhias lampu kristal redup.

“Daxon emang mengurus apa malam-malam begini? Di dalam film mafia mereka saling membunuh… apa Daxon seperti yang ada di film juga? ” batin Azalea.

Ia terperangah dalam kecemasan itu hingga tak sadar pintu utama terbuka. Daxon dan Aldirc masuk beriringan, langkah berat namun tenang, jaket hitam Daxon sedikit berdebu. Mereka hendak berbelok ke arah ruang kerja, tapi sepasang mata tajam Daxon langsung menangkap sosok Azalea yang diam terpaku, seolah tersesat dalam pikirannya sendiri. Ia berhenti sejenak, meninggalkan Aldirc yang menunggu di ambang pintu, lalu berjalan mendekat pelan.

"Jangan melamun." ucap Daxon rendah dan berat.

Suara itu tiba‑tiba memecah keheningan. Azalea tersentak hebat, bahunya terangkat kaget, pandangannya langsung beralih dari langit‑langit ke wajah Daxon yang kini berdiri tepat di hadapannya.

Jantung Azalea berdegup kencang karena kaget, wajahnya sedikit memerah. Ia mundur sedikit bersandar ke sandaran sofa, matanya menelusuri wajah Daxon—mencari jejak apa pun yang menguatkan pikiran seramnya tadi.

"Kau… kapan pulang?" suaranya sedikit bergetar, berusaha menyembunyikan rasa takut bercampur curiga. Matanya tak sengaja melirik lengan dan dada Daxon, takut ada noda merah seperti di film‑film itu.

Daxon menunduk menatapnya tajam namun ada nada lembut yang disembunyikan rapat. Ia duduk di sisi sofa, lututnya bersentuhan ringan dengan kaki Azalea. Tangannya terangkat, ujung jari menyentuh pelan pipi yang memerah itu.

"Baru saja," jawabnya pendek, nada rendah yang bikin dada Azalea makin berdebar. Ia menangkap ketakutan di manik mata Azalea, sudut bibirnya sedikit menegang.

"Memangnya apa yang kau pikirkan sampai melamun begitu?" tanya Azalea.

Di ambang pintu, Aldirc hanya bersandar sambil menyeringai tipis, diam‑diam mengamati tanpa ikut campur. Azalea menelan ludah, berani‑beranikan menatap balik, bercampur keras kepala khas dirinya.

"Kau pergi malam‑malam… bersama Aldirc… aku bertanya‑tanya urusan macam apa yang harus diselesaikan sampai begini larut." Ia berhenti sejenak, lalu hampir terbaca lirih, "Seperti di film… saling membunuh…"

Daxon terdiam sesaat, tatapannya makin dalam, lalu mendekatkan wajah perlahan sampai napasnya terasa hangat di pelipis Azalea. "Kau terlalu banyak tonton film," bisiknya, nada sedikit kesal tapi tak kasar, lalu tangannya turun perlahan menyentuh perut Azalea yang mulai sedikit membulat. "Tapi kalau kau tak tenang… aku tak suka itu."

Azalea menepis pelan genggaman tangan Daxon, matanya menatap tajam berpadu rasa takut yang masih bersisa. Keras kepalanya muncul kembali saat ia mengeluarkan isi hatinya terus terang.

“Kau mafia juga, kan? Persis seperti di dalam film itu.”

Hening sejenak melanda ruangan. Daxon tak memalingkan wajah, tatapannya tak goyah sedikit pun. Ia mendengus pelan, lalu menjawab dengan nada rendah, datar namun penuh penekanan yang membuat bulu kuduk meremang.

“Iya, aku mafia juga. Tapi jika mereka tidak mengganggu keluargaku, aku akan tetap diam. Namun jika mereka berani mengganggu keluarga ini, bahkan menyentuh sehelai rambut pun dari kalian—aku takkan segan membunuh mereka.”

Suaranya berat dan dingin, tapi ujung kalimat terakhirnya perlahan melembut saat pandangannya jatuh ke perut Azalea yang mulai sedikit membulat, seolah mengingatkan siapa yang dilindunginya.​

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
sari dan aldrich bakal jadi pasangan kocak nih🤣🤣🤣
Mia Camelia
thor, kapan daxon pulang ?🤔🤔🤔kasian azalea kesepian gitu😔
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian banget sampai membukakan pintu buat Azalea
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea mau menemui ibunya Daxon keren deh
Risa Virgo Always Beau
Daxon ngga sadar wajahnya penuh bibir merahnya Azalea
Risa Virgo Always Beau
Tenyata Daxon ingin menikahi Azalea serta melindungi Azalea dan darah dagingnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Azalea sebenarnya Daxon itu orang baik walau dia mafia
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea itu hamil kembar wah senang banget deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea kasihan Daxon tuh dia cemburu
Risa Virgo Always Beau
Wah Azalea pasti kecewa dengan Daxon deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea ternyata Daxon mengutarakan isi hatinya kepada kamu
Risa Virgo Always Beau
Daxon kamu perhatian banget ke Azalea ya
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian sekali ke Azalea sampai menyuapi Azalea bubur
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sadis juga ke orang yang melukai Azalea dan anaknya
Risa Virgo Always Beau
Valeria kamu wanita kejam banget kalau anaknya Daxon keguguran kamu bakal di hajar
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sosweet juga ya ke Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon sudah mencintai Azalea ya sepertinya
Risa Virgo Always Beau
Ibunya Daxon kejam banget membunuh ayahnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Daxon pasti senang karena di suapi sate oleh Azalea
Risa Virgo Always Beau
Aldric kamu jangan penakut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!