NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:84.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Ungkapan Perasaan

"Dys! Kamu minum alkohol?" Tanya Ryu sambil menangkup wajah Gladys yang sedang mabuk.

"Ch! Kenapa ada dia di depanku!" Cicit Gladys sambil melepaskan tangan Ryu dari wajahnya.

"Dia siapa?" Tanya Ryu.

"Orang yang katanya suamiku." Lirih Gladys dengan wajah sedih.

"Aku memang suamimu..." Jawab Ryu.

"Suami apa? Suami jahat!" Kata Gladys.

"Katanya dia suamiku. Tapi dia gak anggap aku ada. Dia asyik sama teman - teman perempuannya dan biarin aku sendirian." Kata Gladys yang mulai meracau.

"Maafin aku, ya." Ucap Ryu yang merasa bersalah.

"Gak! Aku gak mau maafin!" Jawab Gladys.

Ia pun menarik kerah baju Ryu kemudian menatap tajam wajah Ryu yang tentu nampak samar di pengelihatannya.

"Kamu mirip suamiku." Kata Gladys.

"Tapi kamu bukan suamiku, kan?" Cicitnya kemudian.

"Wah! Mabuk beneran, dia." Kata Ryu sambil geleng - geleng kepala.

"Kita pulang yuk." Ajak Ryu.

"Ssssst! Aku kasih tau kamu sesuatu! Tapi jangan bilang ke suamiku, ya." Kata Gladys.

"Aku cinta sama suamiku, aku sayang dia." Kata Gladys yang membuat Ryu tersenyum dengan wajah memerah.

"Tapi...." Gladys menggantung kata - katanya.

"Tapi, aku menyesal karena jatuh cinta sama dia. Ternyata dia jahat! Dia bikin aku merasa sendirian di tempat yang ramai. Aku kira, di juga suka sama aku karena memperlakukanku dengan sangat baik, tapi, aku salah! Pria dingin itu ternyata baik ke semua wanita." Kata Gladys yang kemudian mulai menangis lirih sambil menelungkupkan wajahnya di atas meja bar.

"Astaga..." Lirih Ryu sambil memijat pelipisnya. Namun,senyuman bahagia seolah tak ingin pergi dari bibirnya.

Ia tak menyangka jika Gladys akan mengungkapkan perasaannya dalam kondisi mabuk. Rasanya seperti ada ribuan kupu - kupu yang terbang di hatinya saat ini.

"Sayang..." Lirih Ryu sambil mengusap kepala Gladys dengan lembut.

"Ch! Kenapa aku dengar suara Ryu panggil Sayang." Ujar Gladys sambil mengusap - usap telinganya.

"Astaga Gladys! Bikin gemes aja." Kekeh Ryu.

"Sayang, kita pulang ya." Ajak Ryu yang sudah tak tahan ingin membawa Gladys kembali ke Apartemen.

"Apa? Kamu panggil apa?" Tanya Gladys.

"Sayang..." Jawab Ryu.

Gladys menatap ke arah Ryu sambil mengusap - usap netranya. Ia berusaha memfokuskan pandangan pada sosok pria di hadapannya.

"Abang?" Tanya Gladys.

"Iya ini aku, Dys." Jawab Ryu.

"Ayo kita pulang. Kamu mabuk parah." Ajak Ryu.

"Gak mau! Aku ngambek." Ujar Gladys yang kemudian membelakangi Ryu.

"Hey, jangan ngambek dong, Cantik." Bujuk Ryu sambil memeluk Gladys dari belakang.

"Aku benci sama Abang!" Kata Gladys.

"Jangan benci Abang, ya. Abang takut kamu ninggalin Abang." Bisik Ryu.

"Ish! Lepasin. Aku mau cari suami yang lain aja." Kata Gladys.

"Astaga!" Ryu terkekeh sambil meraup wajahnya karena merasa Gladys di hadapannya ini sangatlah lucu.

"Sayang... Maafin Abang ya. Abang janji gak akan cuekin kamu lagi." Ujar Ryu.

"Janji?" Tanya Gladys.

"Iya, Abang janji." Jawab Ryu.

"Tapi Abang gak sayang aku. Padahal aku sayang banget sama Abang. Aku udah jatuh cinta sama Abang. Padahal pernikahan kita cuma sementara." Kata Gladys yang tiba - tiba menangis.

"Kata siapa? Abang jatuh cinta sama kamu dari pertama kita ketemu waktu kita sama - sama jadi Body guard di Konfrensi Petinggi antar Negara." Ujar Ryu sambil menangkup wajah Gladys.

"Abang cinta sama aku?" Tanya Gladys yang di jawab anggukan oleh Ryu.

Melihat jawaban Ryu, Gladys pun bersorak dan bertepuk tangan, seperti anak kecil.

"Udah ya, kita pulang ke Apartemen sekarang." Ajak Ryu yang kembali membujuk istrinya.

"Gendong!" Pinta Gladys.

Ryu kembali menuruti permintaan istrinya. Ia menggendong Gladys di punggungnya dan berjalan santai keluar dari Diskotik.

"Jadi, kamu tadi cemburuin Abang?" Tanya Ryu saat mereka berjalan menuju ke mobil.

"Iya! Aku gak suka Abang di tempelin perempuan kayak tadi. Apa lagi sampai bikin Abang lupa sama aku." Lirih Gladys yang berbicara sambil meletakkan kepalanya di bahu Ryu. Meski tak terdengar jelas setiap ucapannya.

"Maafin Abang ya. Abang sengaja ngelakuin itu. Abang mau lihat reaksi kamu. Tapi sekarang Abang justru nyesel karena lihat kamu kayak gini." Kata Ryu.

"Abang..."

"Iya."

"Abang....."

"Iya, Sayang."

"Abang jangan jadi suami yang ngeselin. Harusnya Abang gak perlu bersikap baik dan manis kalau memang gak suka sama aku. Jadi, aku gak berharap dengan perasaanku. Harusnya aku gak jatuh cinta sama Abang, kan? Harusnya aku pergi dan kita bercerai setelah misi kita selesai." Racau Gladys.

"Maaf ya, Abang janji gak akan jadi suami yang ngeselin. Jangan tinggalin Abang, ya." Kata Ryu.

Hatinya terasa perih kala Gladys mengucapkan kata cerai. Ia takut Gladys akan benar - benar meninggalkannya.

Setelah mendudukkan Gladys di dalam mobil dan memastikan Gladys dalam kondisi nyaman, Ryu segera membawa Gladys kembali ke Apartemen.

Sesampainya di Apartemen, Ryu langsung membawa Gladys ke kamar dan merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.

Ryu kemudian melepas mantel Gladys dan membersihkan wajah istrinya. Ia menggantikan rutinitas malam Gladys seperti yang biasa ia lihat saat Gladys melakukannya.

Ryu masih memandangi wajah cantik istrinya. Ia kembali tersenyum kala mengingat ucapan istrinya. Meskipun ia tau jika istrinya itu mabuk, tapi, entah mengapa ia yakin jika ucapan Gladys itu benarlah isi hatinya.

...****************...

Gladys mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat berat sekarang. Ia duduk dan bersandar di kepala ranjang, berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.

"Aaaaaaaa! Astaga..." Teriak Gladys ketika ia mengingat apa yang terjadi semalam. Ia juga mengingat apa yang ia ucapkan pada Ryu saat ia mabuk.

"Dys! Kenapa?" Tanya Ryu yang datang tergopoh - gopoh karena mendengar suara Gladys yang berteriak.

Melihat Ryu, Gladys justru terdiam dan menaikkan selimutnya hingga menyisakan bagian netra ke atas saja.

"Abang ngapain?" Tanya Gladys.

"Kamu yang kenapa? Kenapa teriak?" Tanya Ryu sambil berkacak pinggang.

"Gak apa - apa." Jawab Gladys.

"Semalam kenapa minum - minum? Udah di bilang jangan minum alkohol!" Omel Ryu. Ia kemudian mengambil sebotol kecil minuman dan memberikannya pada Gladys.

"Nih, obat pengar." Ujar Ryu sambil menarik selimut Gladys.

Ryu tersenyum saat melihat Gladys menggembungkan pipinya. Terlihat sangat imut di mata Ryu. Ryu membukakan tutup botol, kemudian memberikan botolnya pada Gladys

"Makasih, Bang." Ucap Gladys. Ia lalu meminum obat pengar itu hingga tandas.

"Kenapa semalem mabuk?" Tanya Ryu lagi.

"Tau ih!" Jawab Gladys yang kembali terlihat kesal.

"Kamu cemburu?" Goda Ryu yang hanya di jawab lirikan oleh Gladys.

"Gak usah ajak aku ngomong! Aku kesel sama Abang." Ketus Gladys yang kemudian beranjak dari ranjang.

Ryu menarik tubuh Gladys hingga membuat Gladys terduduk di pangkuannya. Ia pun menahan pinggang Gladys dengan erat.

"Maaf, ya, jangan marah lagi. Abang sengaja bikin kamu cemburu." Kata Ryu sambil menatap netra Gladys.

Galdys pun kini teringat dengan setiap ucapan Ryu semalam saat ia sedang mabuk. Tiba - tiba, wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus sekarang.

Melihat Gladys yang hanya terdiam, Ryu kemudian mengecup bahu Gladys dan kembali meminta maaf.

"Love you, Baby." Lirih Ryu yang akhirnya mengungkapkan perasaannya pada wanita yang sudah lama ia suka.

1
💟노르 아스마💟
finally ya bang ...menang banyak si abang👏👏👏
aurora
kereen 👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
akhirnya bang Ryu unboxing Gladys jg 👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
wah pasti bang Ryu senang nih mau unboxing Gladys 😉😅
Mini Amora
lanjut up thorrrr
Mini Amora
kerennnnn abangku ryu😍
Munas Tuti
emang yaa beda klo punya klg tajir melintir...biarpun istilahnya pinjem tp kan beda klo punya klg sendiri wek..wek...aq jg mau laah 🤣🤣
Munas Tuti
iseng2 berhadiah buat Ryu...ternyata terbongkar klg Mr X , yuuhuuuuy
💟노르 아스마💟
wahhhh abang dpt jackpot ...durian runtuh...menang lotre aahhh apalagi ya🤔
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
daun pisang ya bang???
kan lebih besar dan lebar 🤣🤣🤣🤣
Mini Amora
selalu suka sama ungkapan perasaan setiap judul novelmu thor...
manisss bgttt tanpa kepura² an....

love you author ku sayang🩷🩷🩷
Mini Amora
love you to abang ryu🩷
This Is Me
Kak, banyakin novel yg kaya gini ya.
Jangan per bopoan aja
Mini Amora
klo lagi masa awal² gini seru bgttt...

tp nanti klo Gladys n Ryu dah dalam tahap bucin... lebih seruuuuuu lagi pastinyaaa..

gak sabar mereka bucin🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
iya da Suzana ya bang Ryu bayar pakai daun 😅😅
Mini Amora
aw... aw... aw... sayang😍
Reni Setia
enak nya bayar apa apa pakai daun ya 🤣🤣
Mini Amora
aaahhhhhh kangen Fey n Gian...

eehhhh skrg dibikinin cerita ttg anak²nya
thanks bgttt ya author tersayang ku🩷🩷🩷
Reni Setia
keren ya,,, ingatan boleh lupa tapi kepandaian jangan hilang
Reni Setia
kalo kayak gini,,, cewek cewek pada antri untuk jadi istri Ryu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!