NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Eksekusi

Bulan purnama menggantung tinggi di langit Konoha, namun pancaran sinarnya yang pucat hampir seluruhnya tercekik oleh gumpalan awan hitam yang tebal dan bergerak lambat. Malam itu, Distrik Uchiha telah berubah menjadi sebuah labirin raksasa yang mati. Angin malam bertiup dari arah perbatasan luar, tidak lagi membawa kesegaran daun pinus, melainkan menyebarkan bau anyir darah yang pekat ke udara. Darah pertama telah tumpah, dan tanah leluhur klan pemilik mata terkutuk itu mulai meminumnya dalam kesunyian yang mengerikan.

​Pada sudut pandang mata bagian luar Ren, angka digital berwarna merah darah pada retinanya berkedip sekali sebelum mengunci barisan angka baru yang mutlak.

​[Pemberitahuan Sistem: Hitungan Mundur Telah Menyentuh Angka Nol]

[Fase Operasi: Pembantaian Massal Uchiha Telah Aktif]

[Status Lingkungan: Udara Lembap — Angin Utara 12 Knot — Gangguan Sensor Chakra di Sekitar: Tinggi]

​Ren bergerak bagai bayangan hantu yang tidak terlihat di antara gelapnya tembok beton pembatas kompleks luar. Dia mengenakan jubah kain kusam berpenutup kepala tanpa tanda organisasi desa maupun simbol klan apa pun. Langkah kakinya benar-benar hilang dari suara; aliran chakra pada telapak kakinya telah diatur oleh Sistem menjadi gelombang halus yang menyerap getaran tanah.

​Di depannya, sejauh lima puluh meter melintasi atap rumah tradisional kayu, sesosok bayangan kurus bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Itachi Uchiha melesat bagai malaikat maut yang sunyi, menyelinap masuk melalui jendela lantai dua sebuah rumah keluarga sipil. Sedetik kemudian, terdengar suara erangan pendek yang langsung terputus. Keheningan baru yang jauh lebih berat langsung mengubur rumah tersebut.

​Tepat empat puluh lima detik setelah Itachi melompat keluar dari atap sisi seberang untuk memburu target berikutnya, Ren meluncur turun dari dinding pembatas. Dia menyelinap masuk melalui celah pintu geser (shoji) lantai bawah yang telah robek akibat tebasan pedang yang terlalu rapi.

​Suasana di dalam ruangan tersebut terasa sangat suram dan dingin. Di bawah temaram cahaya bulan yang menerobos celah ventilasi, tiga sesosok jasad tergeletak berantakan di atas lantai tikar tatami. Sepasang suami istri tewas bersimbah darah di dekat meja rendah, sementara di sudut lorong dalam, seorang gadis remaja—mungkin seorang pelajar Akademi tingkat akhir—terjerembab dengan posisi tubuh meringkuk. Luka di leher mereka sangat bersih; satu sayatan tunggal yang memotong urat leher utama tanpa menyisakan ruang untuk menjerit. Itu adalah bukti nyata dari keahlian membunuh milik Itachi.

​Ren melangkah mendekati jasad gadis remaja tersebut tanpa ada rasa ragu atau kasihan di dalam sepasang matanya. Gadis itu mati dengan kelopak mata yang terbuka lebar, memancarkan ekspresi ketakutan luar biasa seolah-olah dia baru saja menyaksikan seluruh dunianya hancur dalam sekejap sebelum nyawanya direnggut.

​[Mengaktifkan Pemindaian Jaringan Tubuh Tingkat Mikro...]

[Target Teridentifikasi: Waktu Kematian Terjadi 44 Detik Lalu]

[Analisis Jaringan Mata: Efek "Kelenjar Trauma" Dipastikan Aktif!]

[Pola Mata: Dua Pola Tomoe Berwarna Merah Darah Telah Mekar Sempurna pada Pupil Target]

[Sisa Energi Saraf Mata: 81% — Hitungan Mundur Batas Waktu Ambil Mata: 39 Detik]

​"Waktu yang lebih dari cukup," desis Ren dalam hati.

​Dia berlutut dengan satu kaki bertumpu pada lantai tikar yang mulai basah oleh genangan darah hangat. Tas kain di pinggangnya terbuka tanpa menimbulkan suara gesekan. Tangan kanannya yang dibungkus sarung tangan kulit tipis mengambil pisau bedah kecil berujung melengkung, sementara tangan kirinya meraih sebotol botol kaca kecil berwarna gelap yang telah terisi air garam medis steril.

​Proses pengambilan mata dimulai. Dengan ibu jari kiri yang menekan kuat tulang rongga mata untuk menahan kelopak mata target agar tetap terbuka, ujung pisau bedah Ren yang tipis dan dingin menembus lapisan luar di sudut mata jasad tersebut.

​Sret.

​Suara robekan halus dari otot penggerak bola mata terdengar sangat jelas di dalam kesunyian kamar yang pekat. Ren memutar pergelangan tangan kirinya dengan sudut yang sangat pas, memotong urat-urat otot penggerak bola mata dalam satu gerakan melingkar yang mulus. Pada detik terakhir, dia menyisipkan bilah pisau lebih dalam untuk memutuskan urat saraf utama penglihatan yang terhubung langsung ke otak bagian belakang.

​Satu buah bola mata Sharingan dua tomoe yang berkilau merah pekat berhasil dilepaskan dari wadahnya tanpa ada kerusakan fisik sedikit pun. Ren langsung menjatuhkannya ke dalam botol kaca gelap.

​Pluk.

​Air garam medis di dalam botol segera membungkus jaringan bola mata tersebut agar kondisinya tetap segar dan awet. Tanpa membuang waktu sedikit pun, Ren mengulangi proses yang sama pada mata sebelah kanan. Seluruh operasi pengambilan mata tersebut diselesaikan dalam waktu murni 1,12 detik—jauh di bawah batas waktu kritis yang ditetapkan oleh Sistem.

​Dua botol kaca gelap kini telah tertutup rapat oleh chakra pembeku di dalam genggaman Ren. Namun, tepat ketika dia hendak memasukkan wadah tersebut ke dalam saku terdalam jubahnya, udara di dalam ruangan itu mendadak bergetar secara tidak wajar.

​Tekanan udara di sekitarnya merosot tajam dalam sekejap, membuat telinga Ren terasa pengang.

​Wushhh...

​Sebuah suara desisan berputar yang aneh—suara ruang dan waktu yang dipelintir secara paksa oleh kekuatan luar—bergema dari arah sudut ruang tamu yang gelap. Sebuah pusaran hitam muncul di udara kosong, meluas secara melingkar dengan gerakan spiral yang sangat menakutkan.

​[PERINGATAN BAHAYA! PERINGATAN BAHAYA!]

[Terdeteksi Pelintiran Ruang Skala Besar pada Jarak 3,4 Meter!]

[Sinyal Getaran Energi Target S-2 (Pria Bertopeng/Obito Uchiha) Terdeteksi!]

[Rekomendasi Mutlak: Aktifkan Protokol "Mati Suri Total" dalam 0,4 Detik atau Nyawa Anda Terancam!]

​Insting bertahan hidup Ren meledak melampaui batas kecepatan normalnya. Tanpa memedulikan tas logistiknya, dia menjatuhkan tubuhnya secara alami ke samping, mendarat kaku di antara jasad gadis remaja dan tumpukan kasur bersimbah darah. Pada saat yang sama, perintah Sistem dijalankan tanpa ampun menembus jaringan saraf pusatnya.

​Bzzzt!

​Seluruh sumber kehidupan di dalam sel tubuh Ren berhenti bekerja secara serentak. Jantungnya berhenti berdetak dengan satu sentakan kaku yang ekstrem, menghentikan seluruh aliran darah di dalam tubuhnya. Suhu tubuhnya merosot tajam dari batas normal manusia menuju angka dua puluh dua derajat Celcius dalam hitungan kedipan mata, meniru hawa dingin dari mayat-mayat asli di sekitarnya. Aliran energi di seluruh tubuhnya runtuh total ke titik nol. Gelombang otaknya mendatar. Ren telah mati secara biologis di atas lantai tatami tersebut.

​Dari balik celah kelopak matanya yang menutup sedikit, Ren mempertahankan pandangan matanya yang buram tanpa bergerak sama sekali.

​Dari pusat pusaran ruang yang berputar di sudut ruangan, sepasang sepatu bot hitam berat melangkah keluar menapak lantai kayu. Figur itu mengenakan jubah hitam kelam tanpa corak dengan selembar topeng semen oranye bermotif pusaran tunggal yang hanya menyisakan satu lubang mata di sisi kanan.

​Obito Uchiha telah menginjakkan kakinya di dalam ruangan tersebut.

​Hawa yang dipancarkan oleh makhluk di depan Ren ini terasa sangat busuk dan menekan—sebuah perpaduan mengerikan antara energi alam yang padat dan perwujudan kebencian murni dari kutukan klan Uchiha. Langkah kakinya terdengar lambat dan berat, berbunyi klek... klek... setiap kali sol sepatunya menginjak genangan darah yang mulai mengental di lantai kayu.

​Obito berdiri tepat di tengah ruangan, membelakangi posisi Ren yang tergeletak kaku bagai bangkai tak berharga. Mata tunggalnya di balik lubang topeng memancarkan pendaran merah menyala dari Sharingan tiga tomoe yang berputar konstan, menyapu seluruh isi ruangan untuk memeriksa hasil kerja Itachi.

​Pandangan Obito sempat berhenti selama dua detik penuh pada wajah jasad gadis remaja yang berada tepat di samping tubuh Ren. Sepasang rongga mata yang kini telah kosong dan mengalirkan darah segar itu menarik perhatiannya. Sudut pandangnya kemudian bergeser secara otomatis, memeriksa wujud fisik Ren yang tergeletak kaku di sebelahnya.

​Malam itu, Obito bergerak sebagai seorang pengumpul mata elit yang harus bergerak cepat. Fokus utamanya adalah mendatangi markas besar Kepolisian Militer Uchiha untuk mengumpulkan mata tiga tomoe yang telah matang sempurna dari para ninja tingkat tinggi demi menimbun persediaan mata baru. Ketika indra penglihatannya membaca bahwa rumah ini hanyalah kediaman warga sipil kelas rendah, Obito mengeluarkan dengusan pelan yang penuh rasa merendahkan dari balik topengnya.

​"Hanya jasad sampah sipil yang baru membangkitkan pola mata di ujung ajal. Itachi benar-benar tidak menyisakan apa pun," gumam suara Obito, terdengar berat, serak, dan dingin di dalam ruangan yang sunyi.

​Di hadapan kemampuan mata Sharingan milik Obito yang mencari tanda-tanda aliran chakra hidup atau ninja yang bersembunyi, tubuh Ren terbaca sebagai benda mati yang sempurna. Tidak ada detak jantung, tidak ada hawa panas tubuh, dan tidak ada aliran energi yang aktif. Ren tidak memiliki perbedaan fisik sedikit pun dengan struktur lantai atau mayat sipil di sekitarnya.

​Obito berbalik dengan sentakan jubah hitamnya yang berkibas pelan. Pusaran ruang kembali tercipta di depan wajahnya, menyedot seluruh wujud fisiknya masuk kembali ke dalam dimensi hampa miliknya dalam sekejap. Ruangan itu kembali dicampakkan ke dalam kesunyian yang mencekam dan berbau anyir darah.

​Setelah Sistem melakukan perhitungan pasif selama tiga puluh detik penuh dan memastikan bahwa sinyal energi Obito telah menghilang jauh dari area tersebut, barulah fungsi tubuh Ren dipompa kembali secara paksa oleh kejut listrik dari dalam tubuhnya.

​Uhuk!

​Ren tersentak kecil, dadanya naik-turun dengan kasar saat dia menghirup udara berbau darah di atas lantai dengan napas yang memburu liar. Seluruh jaringan ototnya terasa kaku dan gemetar hebat akibat efek samping dari pembekuan energi protokol mati suri, ditambah dengan tekanan mental yang baru terlepas setelah lolos dari maut.

​Namun, di balik kegelapan penutup kepalanya yang basah oleh keringat dingin, Ren menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat lebar dan mengerikan. Tangan kanannya meraba saku jubah bagian dalam, merasakan bentuk keras dari dua botol kaca kecil yang tersimpan aman di sana.

​Dia telah berhasil. Di bawah langit malam yang dikuasai oleh dua monster terbesar Konoha, Sang Hantu di dalam panti asuhan baru saja merampas bagian pertama dari kekuatan genetik klan Uchiha langsung di bawah hidung sang pembuat neraka itu sendiri. Dan malam berdarah ini baru saja dimulai.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!