NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Dingin yang Menggerogoti

Hari-hari berikutnya berlalu seperti mimpi buruk yang enggan usai. Kamar kecil di sudut mansion itu terbukti menjadi penjara yang sempurna. Tanpa perapian, udara malam yang menusuk langsung menembus dinding-dinding batu, membuat tubuh Claudia terus-menerus menggigil.

Jangankan pakaian glamor penantang maut yang biasa ia kenakan, kini sehelai selimut tipis berbahan kasar adalah satu-satunya pelindung yang ia miliki.

Reymond benar-benar menjalankan hukumannya tanpa celah. Sesuai perintahnya, Claudia dilarang keras meninggalkan kamar kecuali atas izinnya.

Makanan yang diantarkan oleh penjaga pun dikurangi drastis—hanya sepiring roti kering dan sup dingin yang hambar dua kali sehari.

Namun, penderitaan fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan siksaan mental yang harus Cla tanggung. Setiap kali pintu kamarnya diketuk kasar oleh penjaga untuk mengantarkan makanan, jantung Cla berdebu kencang, memicu kilas balik masa kecilnya saat ia dikurung di ruang bawah tanah keluarga Raven.

Ketakutan bahwa Reymond akan masuk dan mulai menggunakan kekerasan fisik—seperti yang dilakukan ayahnya dulu—membuat Cla tidak pernah bisa tidur nyenyak. Setiap derit lantai di koridor luar terasa seperti langkah malaikat maut.

Para pelayan mansion, terutama Bibi Suri, menangis diam-diam di dapur. Mereka tidak tega melihat kondisi Nona Cla yang satu tahun ini sudah mereka anggap seperti keluarga sendiri. Namun, ancaman pemecatan dari Reymond bukanlah gertakan sambal. Penjagaan di sekitar lorong kamar Cla diperketat oleh anak buah kepercayaan Reymond langsung.

"Bibi, tolong jangan lewat sana," bisik salah seorang penjaga dengan nada memohon saat Bibi Suri mencoba membawa semangkuk bubur hangat secara sembunyi-sembunyi.

"Tuan Reymond memeriksa setiap sudut setiap jam. Jika beliau tahu, bukan hanya Bibi yang diusir, tapi Nona Cla mungkin akan menerima hukuman yang lebih berat."

Mendengar hal itu, Bibi Suri terpaksa berbalik dengan air mata berlinang, menyadari bahwa mencoba membantu justru akan mempercepat kematian sang nona.

Satu minggu dalam isolasi ketat dengan nutrisi yang buruk dan udara yang teramat dingin mulai mengikis pertahanan tubuh Claudia.

Wajahnya yang semula cantik jelita kini tampak tirus dan sepucat mayat. Lingkar hitam yang pekat menghiasi bawah matanya akibat insomnia akut yang dipicu trauma.

Sore itu, Reymond melangkah menyusuri koridor belakang. Ia ingin melihat sejauh mana "ular dari Raven" itu bertahan di dalam sangkar buatannya.

Di kepalanya, ia masih berekspektasi akan mendengar makian, tangisan histeris, atau setidaknya taktik rayuan baru dari Claudia yang mulai frustrasi.

Klek.

Reymond membuka selot kunci besi dan mendorong pintu kamar itu terbuka.

Tidak ada sambutan menggoda. Tidak ada aroma parfum menyengat. Kamar itu berbau apak dan dingin.

Di sudut ruangan, di atas ranjang kayu yang sempit, Claudia tampak meringkuk memeluk lututnya sendiri. Tubuhnya dibungkus selimut tipis, bergetar hebat menahan dingin yang menusuk tulang. Mendengar pintu terbuka, Cla refleks tersentak.

Ia mendongak, dan untuk pertama kalinya, topeng angkuh serta senyum menggodanya benar-benar lenyap. Yang tersisa di matanya hanyalah ketakutan yang murni dan naluri defensif seorang anak kecil yang terbiasa disiksa.

Melihat tatapan mata Claudia yang kosong namun penuh trauma itu, langkah kaki Reymond mendadak terhenti di ambang pintu. Ada sesuatu yang janggal yang menggelitik instingnya sebagai seorang prajurit.

Tatapan itu... bukanlah tatapan seorang mata-mata yang tertangkap basah, melainkan tatapan seekor hewan buruan yang sudah pasrah menunggu ajalnya tiba.

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!