NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Livy mematikan layar ponselnya dengan kasar. Dadanya terasa panas sejak tadi malam. Beranda media sosialnya penuh dengan foto-foto pernikahan mewah Adrian dan Mita, lalu disusul unggahan honeymoon mereka di Swiss. Pegunungan bersalju. Hotel mahal. Makan malam romantis di pinggir danau.

Dan yang paling membuat Livy kesal ketika melihat senyum bahagia Mita.

"Enak banget hidup dia sekarang,” gumam Livy lirih, penuh iri.

Rio yang baru keluar dari kamar mandi menoleh sekilas. “Siapa?”

“Siapa lagi? Mantan mu.”

Rio langsung diam.

Livy meletakkan ponselnya di meja dengan wajah murung. “Aku tuh heran ya, hidup orang kok bisa berubah segampang itu.”

Rio menghela napas kecil. Ia sebenarnya malas membahas nama itu lagi.“Aku juga capek, Liv. Jangan mulai.”

“Aku nggak mulai apa-apa.” Livy menyandarkan tubuh ke sofa sambil melipat tangan. “Cuma iri aja. Mereka honeymoon ke Swiss. Nikahnya mewah. Semua orang ngomongin mereka.”

Rio mengambil kopi di meja lalu duduk di seberangnya. “Terus?”

Livy menatap Rio tajam.“Terus kamu biasa aja?” tanyanya ketus. "Mantan istri kamu sekarang hidup kayak ratu."

Kalimat itu menusuk ego Rio telak.

Pria itu terkekeh hambar.“Kamu pikir aku nggak lihat postingannya?”

“Ya berarti kamu masih peduli.”

Rio langsung menatap Livy dingin.“Jangan asal ngomong.”

Suasana mendadak tegang.

Livy sebenarnya hanya kesal karena hidupnya terasa berantakan akhir-akhir ini. Ekonomi mereka belum stabil, Rio sering emosian, dan sejak Adrian menikahi Mita, semua orang mulai membanding-bandingkan hidup mereka.

“Aku cuma kesel,” gumam Livy akhirnya. "Dulu mantan kamu tuh biasa aja. Sekarang semua orang memujanya.”

Rio tidak menjawab. Karena jauh di dalam dirinya, ia juga merasakan hal yang sama. Harga dirinya seperti diinjak.

Apalagi setelah ia tahu dirinya bahkan tidak diundang ke pernikahan itu.

Sora hari tadi, sebelum pulang ke rumah. Rio tanpa sengaja bertemu Adrian di sebuah lounge hotel bisnis di Jakarta.

Adrian duduk santai dengan setelan hitam mahal, tampak jauh lebih tenang dibanding biasanya. Aura pria sukses itu semakin kuat setelah menikah.

Rio berjalan mendekat dengan senyum tipis yang dipaksakan.“Tumben sendirian.”

Adrian mengangkat kepala lalu tersenyum tipis. “Rio.”

Mereka berjabat tangan sekilas.

“Gue kira masih honeymoon,” sindir Rio sambil duduk tanpa dipersilakan.

“Baru balik beberapa hari lalu.”

Pelayan datang membawa kopi untuk Adrian. Rio memperhatikan jam tangan mahal di tangan pria itu dengan rahang mengeras.

Beberapa detik hening.

Sampai akhirnya Rio bicara lebih dulu.“Gue nggak nyangka sih.”

“Apa?”

“Lo nikah gede-gedean, tapi nggak ngundang gue.”

Adrian menatap Rio tenang. Tidak terkejut sedikit pun.“Memangnya harus?”

Rio tertawa kecil, tapi nada suaranya terdengar sinis. “Ya setidaknya kita saling kenal. Gue ini teman lo.”

“Kita saling kenal, Lo teman gue,” jawab Adrian santai. “Tapi lo juga mantan suaminya Mita.”

Kalimat itu langsung membuat ekspresi Rio berubah.

Adrian melanjutkan dengan nada datar, “Dan gue nggak mau hari bahagia istri gue jadi nggak nyaman.”

Rio tersenyum miring. “Masih cemburu sama masa lalu?”

“Bukan.” Adrian menyandarkan tubuhnya. “Gue cuma menghargai perasaan Mita.”

Rio mengepalkan tangan di bawah meja.

Entah kenapa setiap mendengar nama Mita disebut dengan lembut oleh Adrian, emosinya naik begitu saja.

“Hebat ya,” sindir Rio. “Sekarang lo jadi suami sempurna.”

Adrian tertawa kecil. “Nggak sempurna. Tapi setidaknya gue belajar dari kesalahan orang lain.”

Sindiran itu terasa jelas. Rio menatap Adrian tajam.“Lo nyindir gue?”

Adrian menyesap kopinya santai. “Kalau merasa, berarti cocok.”

Suasana langsung dingin.

Rio benar-benar tidak suka melihat Adrian sekarang. Terlalu tenang. Terlalu menang.

Sementara hidupnya sendiri berantakan sedikit demi sedikit.

“Lo beruntung aja bisa dapetin Mita.”

Adrian tersenyum tipis.“Bukan beruntung.” Tatapannya berubah serius. “Gue jagain dia baik-baik. Itu bedanya.”

Rio terdiam, pria itu merasa kalah telak tanpa bisa membalas apa pun.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Malam mulai turun ketika mobil hitam milik Adrian memasuki halaman rumahnya.

Lampu-lampu taman menyala hangat, membuat rumah besar itu terlihat nyaman setelah seharian kosong. Adrian melepas jasnya sambil berjalan masuk. Baru membuka pintu, aroma makanan langsung menyambutnya.

Dan senyum Mita.

Perempuan itu berdiri di ruang tengah memakai dress rumahan warna krem dengan rambut diikat asal. Cantik dengan cara yang sederhana.

“Kamu pulang...” suara Mita terdengar lembut.

Adrian yang sejak tadi terlihat lelah langsung melunak begitu melihat istrinya. Pria itu mendekat lalu memeluk pinggang Mita pelan.

“Iya.”

Mita terkekeh kecil karena Adrian langsung menyandarkan dagunya di bahunya seperti anak manja.

“Capek?”

“Lumayan.”

“Kamu makan dulu? Atau mandi dulu?”

Adrian menggeleng pelan. “Peluk dulu bentar.”

Mita tersenyum gemas sambil mengusap rambut belakang suaminya. Sejak menikah, Adrian memang berubah lebih clingy saat di rumah. Sangat berbeda dengan sosok dingin dan tegasnya di kantor.

“Ada apa di kantor hari ini?” tanya Mita.

Adrian akhirnya melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan Mita ke ruang makan.

“Banyak.” Ia duduk sambil melonggarkan dasinya. “Semua orang masih ngomongin pernikahan kita.”

Mita langsung menahan malu. “Apaan sih...”

“Serius.” Adrian terkekeh kecil.

“Bahkan tadi Tiara nyamperin aku cuma buat bahas resepsi.”

Mita langsung mengangkat alis. “Tiara?”

“Hm.”

“Ngapain dia?”

“Ya ngobrol biasa.”

Mita diam beberapa detik sebelum mengambilkan sup untuk Adrian.

Meski berusaha santai, Adrian bisa melihat wajah istrinya sedikit berubah.

“Kamu cemburu?” goda Adrian sambil menahan senyum.

Mita langsung melotot kecil. “Nggak.”

“Bohong.”

“Aku cuma nanya.”

Adrian tertawa kecil lalu menarik tangan Mita agar duduk di sebelahnya.

“Nggak ada yang menarik selain kamu.”

Kalimat itu sukses membuat pipi Mita memerah.

Adrian selalu bisa membuat Mita sulit marah. Karena sekali bicara manis, efeknya selalu fatal.

“Aku juga ketemu Rio,” lanjut Adrian kemudian.

Senyum Mita perlahan memudar.

“Apa katanya?”

“Kesel nggak diundang nikahan.”

Mita menunduk pelan. Entah kenapa mendengar nama mantan suaminya masih membuat suasana hatinya sedikit tidak nyaman.

Adrian langsung menggenggam tangan Mita di atas meja.

“Hey.”

Mita menatapnya.

“Aku bilang ke dia kalau aku cuma mau jagain perasaan istriku.”

Tatapan Mita langsung melembut.

“Aku nggak mau ada siapa pun yang bikin kamu nggak nyaman di hari bahagia kita.”

Mita tersenyum kecil.

Dan Adrian merasa semua lelahnya hari ini hilang begitu saja hanya karena melihat ekspresi itu.

“Kalau kamu?” tanya Adrian kemudian.

“Ngapain aja di rumah?”

Mita langsung semangat bercerita.

“Aku tadi bikin pudding baru.”

“Hm.”

“Tapi gagal.”

Adrian tertawa pelan. Kenapa?”

“Karena kejunya kebanyakan. Jadinya aneh.”

“Mana? Aku mau coba.”

“Jangan! Rasanya nggak enak.”

“Tetep mau.”

Mita menghela napas pasrah lalu bangkit mengambil pudding dari kulkas. Adrian mencicipinya tanpa protes sedikit pun.

“Enak.”

Mita langsung mengerutkan dahi.“Bohong.”

“Nggak.” Adrian mengambil satu sendok lagi. “Masih enak dimakan.”

Mita menatap suaminya tak percaya sebelum akhirnya tertawa kecil. Rumah itu kembali dipenuhi obrolan ringan.

Tentang pekerjaan Adrian.

Tentang eksperimen dessert Mita.

Tentang rencana mereka minggu depan.

Tentang hal-hal sederhana yang dulu tidak pernah Mita bayangkan bisa ia miliki.

Satu hal yang Adrian sadari.

Pulang ke rumah sekarang terasa jauh lebih menyenangkan karena ada seseorang yang menunggunya.

[]

selamat lebaran idul Adha untuk yang merayakan 🙏🤗

1
riza
aah... selamat 🥰 penasaran deh sama reaksi Tiara sama rio
riza
gila sih... perasaanku diacak² kamu Thor 🤭
riza
kasian Livy kena karma. Tiara 🤬
riza
sayangnya laki² yg kayak Adrian cuma ada di novel aja 🤭
riza
ini tuh selalu bikin gregetan. bisa aja nih authornya. pas Adrian Mita dibuat baper. Rio dmlivy binbikin gregetan 🥰
riza
karma pelan² datang ke rumah tangga Livy dan Rio
riza
lucu 🤭
riza
merinding 🤭
riza
kak aku tuh suka bgt sama Adrian 🥰 setiap baca, rasanya kaya aku itu Mita nya 🤭
riza
mau Adrian 🥹
milku
bagus ceritanya. bikin senyam senyum sendiri si Adrian dan Mita. pokoknya nggak nyesel deh
milku
selamat ya Mita dan adrian😍
riza
livy keknya stres dia 🤭
riza
mampus
riza
bukan Turing namanya ih
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!