NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sejalan dengan angan

Lalu menghela napas.

“saya tidak tahu.”

“Dia marah sama saya”

“Kalau begitu... coba tanya sama hatimu sendiri.”

Raffa mengernyit.

“Maksudnya?”

Namun Andreas tidak menjawab.

Terlambat jujur.

Dan terlambat mempertahankan seseorang yang diam-diam sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.

Ia hanya berjalan menuju mobilnya. Meninggalkan Raffa yang semakin tidak mengerti.

dan saat itu juga, tak berpikir panjang... Raffa segera menuju mobilnya.

Raffa nekat mengejar mobil keluarga Shintia. Mobilnya melaju menyusuri jalan raya. Berusaha menemukan mereka.

Namun lalu lintas yang ramai membuatnya kehilangan jejak.

Mobil itu hilang, Benar-benar hilang. Raffa menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

Tangannya memukul setir.

Brak!

“Apa yang sebenarnya terjadi?! Ada apa ini? Kenapa tidak sesuai harapan ku!”

Napasnya memburu. Kepalanya penuh pertanyaan. Andreas berubah, Shintia berubah.

Semuanya berubah.

Padahal ia datang membawa kabar baik. Datang untuk menjelaskan semuanya, karena mencintai Shintia.

Namun kini... Gadis itu bahkan tidak mau mendengar satu kalimat pun darinya.

Dan untuk pertama kalinya sejak semua rencananya dimulai... Raffa merasa takut.

Takut kalau ia sudah terlambat. dan terlalu lama menghilang dari hadapan Shintia...

Hari itu juga, Raffa memutuskan datang ke rumah Andreas berharap Shintia sudah sampai di sana.

...

Petang...

Raffa akhirnya sampai di rumah Andreas, namun nampak sepi, ia turun dari mobilnya dan segera melangkah ke teras rumah Andreas.

Sesegera mungkin Raffa mengetuk pintu namun nihil. Berulang kali ia mencoba hingga rasa frustasi.

Telepon di saku dari sang asisten beberapa kali tak ia angkat, Raffa bertanya-tanya dalam hati kemana Shintia dan Andreas pergi,

tak lama ponselnya kembali berdering, ia akhirnya putuskan untuk mengangkatnya,

 "Hallo, ada apa?"

"pak, bapak dimana? Kenapa bapak belum kembali juga ke Hotel?"

"aku masih ada perlu, sudah jangan telpon saya."

"tapi pak,"

"jangan tapi-tapi."

Raffa mematikan panggilan sepihak. Tak lama sebuah mobil silver milik Andreas datang

Raffa yang semula berdiri gelisah di teras rumah Andreas langsung menoleh saat melihat mobil silver itu memasuki halaman. Wajahnya sedikit lega.

“Andreas!”

Ia melangkah cepat menghampiri.

Namun langkahnya perlahan terhenti ketika melihat hanya Andreas yang turun dari mobil.

Tidak ada Shintia.

Harapan yang tadi sempat muncul kembali runtuh begitu saja.

Andreas menutup pintu mobil lalu menatap Raffa datar. Tatapan itu berbeda. Dingin. Tidak lagi seperti beberapa waktu lalu saat mereka masih bisa berbicara dengan tenang.

Raffa langsung menyadarinya.

“Andreas... akhirnya ketemu juga. Shintia mana?”

Andreas tidak langsung menjawab.

“Untuk apa kamu cari Shintia?”

Raffa mengernyit.

“Aku mau bicara sama dia. Aku harus jelaskan semuanya.”

“Menjelaskan apa?”

“Njelasin soal aku yang selama ini menghilang. Soal kecelakaan itu. Soal identitas aku.”

Andreas tertawa pendek tanpa humor.

“Hanya itu saja?”

Raffa semakin bingung.

“Apa maksudmu?”

Andreas menatapnya tajam.

“Shintia sudah pulang ke rumah Ayah dan Mamah kami.”

Mata Raffa langsung menyala.

“Serius? Di mana alamatnya?”

Andreas terdiam beberapa detik. Entah mengapa ia masih menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya saat itu juga.

"lebih baik, tidak usah cari Shintia lagi... Dan ya, besok saya usahakan, akan kembalikan cincin yang sudah kamu berikan pada Shintia."

Andreas melangkah menuju pintu.

Raffa menggeleng, mengikuti. "enggak mas, tolong. Saya mau bicara dengan Shintia..."

"saya sudah katakan, jangan mentang-mentang anda seorang direktur. Anda bisa seenaknya... Saya tidak mau, adik saya mengenal laki-laki yang mudah merangkul wanita lain, apa lagi dia adalah pekerja anda sendiri!"

Tatapan Andreas berubah serius dan tajam, ia mulai tak sabar dan ingin memukul Raffa, namun ia belum bisa lakukan itu, ia tahu batas. Tahu cara meluapkan di saat ia nanti sudah benar-benar kehabisan rasa sabar.

Sementara Raffa masih tidak mengerti maksud Andreas. "mas, saya tidak tahu maksud anda."

"Anda jangan pura-pura bodoh! Anda jalan dengan manager anda sendiri!" teriak Andreas, sembari menatap Raffa dengan benar-benar menahan emosinya yang lebih besar lagi, ia pun kembali bicara dengan suara pelan, "Anda mustinya sadar... Malam di mana kita bertemu di mall, itu seharusnya anda bicara langsung dengan Shintia, tapi anda justru meminta saya membawa Shintia pulang dengan embel-embel anda membelikan Cincin untuknya, dan kenyataannya anda malah jalan dengan Sella, manager anda sendiri."

Raffa menggeleng ia merasa tak berniat demikian, "mas..."

"...cukup! Saya tegaskan, jangan cari Shintia."

Andreas tak lagi bicara, ia segera membuka pintu dan masuk tanpa peduli pada Raffa.

Raffa berdiri terpaku di depan rumah Andreas.

Pintu itu sudah tertutup.

Dan bersama tertutupnya pintu itu, seolah seluruh kesempatan yang selama ini ia siapkan ikut tertutup bersamanya.

Hujan mulai turun lagi.

Awalnya hanya gerimis kecil.

Lalu semakin deras.

Namun Raffa masih berdiri di tempatnya.

Tatapannya kosong.

Ucapan Andreas terus berputar di kepalanya.

"Anda malah jalan dengan Sella..."

"Jangan cari Shintia."

"Saya akan kembalikan cincin itu."

Raffa mengusap wajahnya kasar.

Lalu buru-buru mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia membuka aplikasi media sosial yang hampir tidak pernah ia sentuh.

Beberapa detik kemudian...

Wajahnya langsung berubah.

Foto-foto itu.

Foto dirinya bersama Sella.

Foto saat mereka berjalan di mall.

Foto saat mereka tertawa.

Foto saat ia tanpa sadar merangkul bahu Sella.

Dan yang lebih parah...

Judul-judul berita yang menyertainya.

"Direktur Utama Hotel Permata dan manager cantiknya."

"Hubungan spesial bos dan bawahan?"

"Raffa akhirnya menemukan tambatan hati?"

Rahang Raffa langsung mengeras.

"Apa-apaan ini..."

Ia terus menggulir layar.

Semakin bawah.

Semakin banyak.

Semakin kacau.

Dan saat itulah akhirnya ia mengerti.

Mengerti kenapa Shintia memandangnya dengan tatapan dingin.

Mengerti kenapa Andreas marah.

Mengerti kenapa semua orang seolah melihatnya sebagai pembohong.

Brak!

Tinju Raffa menghantam atap mobilnya sendiri.

"Sial!"

Napasnya memburu.

Matanya memerah karena marah.

Bukan kepada Shintia.

Bukan kepada Andreas.

Melainkan kepada dirinya sendiri.

Dan kepada orang-orang yang bekerja untuknya.

Tanpa menunggu lama, ia langsung menghubungi Aswin.

Panggilan itu tersambung hanya dalam beberapa detik.

"Pak?"

Suara Aswin terdengar hati-hati.

"Apa yang kalian kerjakan selama ini?!"

Aswin langsung terdiam.

Raffa jarang marah.

Namun kali ini suaranya benar-benar penuh emosi.

"Pak..."

"Foto-foto ini sudah beredar berapa lama?!"

Aswin langsung tahu maksudnya.

"Pak, saya memang sempat melihatnya, tapi saya pikir itu hanya gosip biasa yang akan hilang sendiri."

"Gosip biasa?!"

Suara Raffa meninggi.

"Karena gosip biasa itu sekarang Shintia membenci saya!"

Aswin terdiam, tak berani menyela, kemarahan Raffa jelas baru pertama kalinya, Aswin mengenal Raffa sebagai direktur yang tenang.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa knp??
Raffa tertabrak.? 🥲🥲

di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kasihan Raffa, gara-gara gosip itu, Shintia jadi salah paham🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Raffa 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
makin seruuuu akhirnya Raffa tahu gosip hubungan nya dg Sella
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Shintia salah paham...
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh hati nya Shintia pasti hancur banget lihat berita tersebut dan salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh akhirnya Shintia tahu dan melihat berita tersebut🥲
pasti Shintia salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Dasar Sella licik.. .
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Jefry bener stresss bin gila...
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn yaaa jika nnt Shintia, Andreas, Raffa tahu berita tersebut?? gagal dong rencananya Raffa 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh knp gk Raffa saja ksh langsung ke Shintia
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲

fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Andreas tahu Raffa masih hidup..

kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!