Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.33
Melihat wajah Lusi yang tampak pucat, Ken langsung menyuruh dokter pribadi nya untuk datang ke mansion.
"Huek....huek....Lusi bersandar di wastafel, dengan keadaan lemah nya.
"Aku sudah menyuruh dokter untuk datang ke rumah." ucap Ken yang berdiri tepat di belakang istri nya.
"Aku baik baik saja." ucap lusi dengan suara lemah nya.
"Grep...Ken langsung menggendong Lusi yang tampak lemah tak berdaya, gadis itu langsung tersentak kaget seketika.
"Aku baik baik saja tuan."
"Diam lah, jangan memberontak. lihat jalan mu terasa lemah tak berdaya."
Ken meletakan Lusi ke tempat tidur nya, dan langsung menyelimuti gadis itu dengan wajah sedikit lunak. wajah nya tak setajam biasanya.
"Sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa keadaan mu." ucap Ken dengan nada tegas nya.
"Terima kasih tuan." ucap lusi dengan wajah tulus nya memandang Ken. Pria itu tak seperti yang dia pikirkan. Ken tampak begitu baik dengan nya, dan bahkan pria itu memperlakukan nya lebih baik dibandingkan dengan orang tua nya sendiri. Lebih tepat nya orang tua angkat nya itu.
"Tok...tok..tok..." pintu kamar nya di ketuk oleh bibi Inah.
"Cklek...."
"Tuan, maaf menganggu. Dokter Richard sudah datang menunggu anda." ucap BI Inah dengan menundukkan kepalanya
"Hmmm, suruh dia naik ke atas bi, istri ku sedang sakit!"
"Baik tuan, bibi akan menyiapkan minuman jahe untuk nyonya!"
"Hmm."
Dokter Richard langsung memeriksa keadaan Lusi. bahkan dari tadi Ken menatap Richard dengan wajah tajam nya. Entah mengapa dia tak senang saat tubuh Lusi di pegang oleh dokter itu.
"Jangan memegang tangan nya!" ucap Ken dengan nada tegas nya.
dokter Richard langsung menghela nafas berat nya, bagaimana bisa pekerjaan nya terhenti dari tadi, sebab Ken selalu memperingati nya, seolah ingin merebut istri dari bos nya itu.
"Dasar pria posesif! mengapa dia terlihat begitu cemburuan, dasar tuan Ken arogan!" gumam Richard yang sedikit kesal dengan ulah Ken yang menghambat pekerjaan nya.
Setelah drama panjang yang Ken lakukan, dokter Richard tersenyum tipis, saat melihat tanda tanda kehamilan dari istrinya Ken ini. dokter Richard pun langsung menyarankan Ken untuk membawa istri nya ke dokter. Agar terlihat jelas bahwa dugaan nya benar.
"Sebaiknya nyonya di bawah ke rumah sakit tuan, agar di diperiksa lebih lanjut." ucap dokter Richard yang memberitahukan.
"Apakah dia baik baik saja, apakah ada masalah serius?' tanya ken yang tampak panik dan terlihat khawatir.
Baru kali ini, dia melihat wajah Ken yang biasa nya tampak arogan, kini terlihat cemas dan Khawatir. Sepertinya pria dingin itu mulai luluh seketika
"Tidak ada masalah serius tuan, hanya perlu memastikan sesuatu saja." ucap dokter Richard yang tak memberitahukan kehamilan dari nyonya Ken itu.
Lusi yang bersandar di tempat tidur merasa cemas dan merasa bahwa dirinya tengah hamil sekarang. isi kepala nya penuh dengan pikiran seketika. pernikahan ini hanya sementara, bagaimana jika pria itu menolak kehadiran anak nya. Bagiamana nanti nya anak ini hidup tanpa seorang ayah. hidupnya saat ini benar benar penuh dengan plot twist yang membuat nya merasa tak adil
"Anak ku tak boleh merasakan apa yang aku rasakan sejak kecil. Dia harus hidup dengan baik, dan kasih sayang yang lengkap. Tapi bagaimana cara nya, apakah pria itu akan menerima nya, atau malah menolak nya?" gumam Lusi yang tampak bimbang sekarang.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..