Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
“Nja, gue mau ngomong,” ucap Biru yang kali ini punya kesempatan untuk bicara de Senja.
“Nggak ada yang perlu kita bahas,” jawab Senja yang sibuk dengan ponselnya.
“Gue minta maaf, waktu itu gue nggak bisa kontrol diri gue sendiri,” jelas Biru dengan jujur.
“Stop… jangan bahas itu, anggap kita nggak melakukan itu semuanya,” jawab Senja dengan suara yang bergetar.
“Nja,,,” ucap Biru yang berusaha mengengam tangan Senja tapi Senja langsung menepisnya.
“Jangan jauhin gue,” mohonnya kali ini.
Hingga terdengar deru motor yang mendekat ke arah mereka, “ Sorry ya lama,” ucap Brandon yang saat ini berhenti di depan mereka.
“Gapapa, ayo,” ucap Senja dengan suara yang sedikit tenang.
“Mari bang,” ucap Brandon dengan wajah yang di buat seramah ramah nya ke arah Biru. Lalu menancapkan gas motornya.
“Arrggghhhh…” teriak Biru dengan wajah kesalnya.
...****************...
Jam Istirahat telah tiba, Brandon menemui Senja dan berpamitan jika dia tidak bisa menemaninya makan siang.
“Lu deket lagi sama Brandon?” Tanya Nadia kepada Senja yang sebelumnya sedikit menjauh dari Brandon.
“Gue mau coba buka hati untuk orang lain,” ucap Senja dengan jujur.
“Untuk orang lain?” Tanya Nadia ragu. “Sebelum nya hati Lu di isi sama siapa?”tanyanya lagi.
“Akhir akhir ini hati gue di isi sama temen kecil gue, yang dulu pernah hilang,” jelasnya
“Siapa?” Tanya Nadia semakin penasaran.
“Udah jangan bahas dia, gue nggak mau bahas dia lagi,” ucapnya.
“Lu berantem sama dia, apa dia bikin Lu kecewa, sampai Lu harus buka hati buat Brandon,” tanya Nadia yang semakin penasaran.
Hingga suasana kantin menjadi lebih heboh saat kedatangan Biru berserta temannya.
“Boleh gabung?” Tanya Biru ke arah Nadia.
“Bo-leh kok Kak,” jawab Nadia terbata saat itu juga.
“Njaa, kakak Lu ganteng banget,” bisik Nadia dengan wajah berbinarnya.
Wajah kesal Senja langsung tercetak jelas, “kalian ngapain kesini, di kampus kalian yang elite itu nggak ada kantin?” Cerocos Senja dengan wajah ketusnya.
“Banyak sih, cuma teman tercinta gue nggak nafsu makan, makanya cari suasana baru,” jawab Dirga dengan santai.
Cris dan Lucky datang membawa pesanan mereka dan gabung bersama mereka.
“Biarin aja lah, biar mati sekalian,” ucap Senja dengan tatapan tajamnya ke arah Biru.
“Takutnya Lu nangis,” jawab Biru yang saat ini balik menatap Senja dengan tatapan yang sangat dalam.
“Gue sih party kalau Lu mati,” jawab Senja dengan yakin.
Semua teman-teman nya diam menahan tawa, sambil memakan makanannya.
“Lu Nadia kan?” Tanya Biru ke arah Nadia.
Dengan antusias Nadia menganggukan kepalanya, “iya kak,” jawabnya.
“Boleh minta minta nomer hape Lu?” Ucap Biru sambil memberikan ponselnya ke Nadia.
Dengan tangan yang sedikit bergetar Nadia menerima ponsel Biru, dan mulai mengetik nomer nya lalu memberikan ke Biru.
Dan entah mengapa hati Senja seperti terbakar api cemburu saat melihat Biru minta nomer Nadia, “Lu apa apaan sih Nad, Lu nggak tau dia aslinya, dia mesum orangnya, Lu mau di apa apain sama dia?” Tanya Senja dengan nada yang sedikit lantang dan wajah emosinya.
Semua siswi di sekitar meja Senja di buat tercengang oleh fakta yang di ungkap oleh Senja. “Lu boleh ngapain aja sama cewek lain, kecuali sahabat gue,” ucap Senja dengan wajah murkanya lalu berdiri meninggalkan mereka semuanya.
“Kalau kak Biru yang ngapa ngapain semua cewek di sini pasti juga mau, malah dengan suka rela,” celetuk salah satu siswi yang ada di kantin tersebut.
“Thanks Nad,” ucap Biru lalu bangkit meninggalkan kantin tersebut tanpa menghiraukan teman-teman nya yang masih asik makan.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍