Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.
ini sequel gabungan keduanya 👆
" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.
" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.
" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.
Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Cara cerdas Gaia
Pada saat Aditya mau duduk di kursinya, ada salah satu karyawan cafe yang memberitahukan jika perwakilan dari perusahaan yang akan memakai cafe untuk acara yang akan dilaksankan dua hari lagi ingin bertemu dengannya.
" Kamu pasti capek, tunggulah disini seperti biasa, aku menemui klien sebentar "Aditya mengusap rambut dikepala Gaia pelan lalu melangkah keluar meninggalkan Gaia dan Ayu didalam ruangannya.
Sepeninggal Aditya, Gaia lebih memilih duduk dikursi di depan meja Aditya.
" kamu siapanya Aditya ? " tanya Ayu langsung begitu Aditya sudah meninggalkan ruangan.
" Mbak sendiri ? teman atau pelanggan cafe ? kalau pelanggan biasanya duduknya didepan " jawab Gaia sembari mengambil ponselnya dalam tas sekolah.
" Ditanya malah balas bertanya, sangat tidak sopan " omel Ayu pelan.
" Yang diomongin masih ada disini mbak, siapa yang tidak sopan ? berkenalan dulu baru tahu aku siapa ? " jawab Gaia datar tidak terpancing dengan gerutuan pelan dari Ayu.
wajah Ayu terlihat jengkel
" Baiklah, namaku Ayu,aku teman ach mantan tunangan Aditya "
Ayu memperkenalkan jati dirinya, sebenarnya dia malu berkata ' mantan ' tetapi jika mengatakan tunangan tidak mungkin juga, sikap Aditya yang dingin dan acuh membuat Ayu tidak punya pilihan lain.
" kamu sendiri, siapanya Aditya ? kemenakannya ? apakah kamu anak kakaknya ? sepertinya enggak "
Ayu nanya sendiri, menjawab sendiri.
Gaia tertawa dalam hati
" Aku, Gaia, anak pemilik tempat ini " jawab Gaia jujur.
Bibir Ayu ber O,karena Gaia cuma memperkenalkan diri sebagai anak pemilik cafe, wajah permusuhan Ayu berubah menjadi sedikit ramah.
" Tetapi kenapa Aditya tadi bersikap manis begitu padamu ? " tanya Ayu penasaran
Gaia menaikkan kedua bahunya acuh
" Eh...Mbak tadi mengatakan mantan tunangan bang Adit kan ? kenapa mau bertemu Bang Adit lagi ? " tanya Gaia kepo.
" Kenapa kamu mau tahu ? itu urusan pribadiku " jawab Ayu tidak suka.
Gaia cuma mencibir.
" Iseng saja mbak, dari pada bengong ? " Gaia kembali memainkan ponselnya.
ia merasa wanita didepan ini bukan ancaman bagi hubungannya.
" Sudah lama kamu kenal bang Adit ? kelihatan kalian akrab ? "
" Jangan bertanya hal yang pribadi bagi orang lain kalau mbaknya tidak mau ditanyai hal yang pribadi juga " sembur Gaia membalas ucapan Ayu. ada
Ayu memutar bola matanya malas
" Oke...aku cuma ingin tahu Aditya sekarang berhubungan dengan siapa ? aku tahu dia belum menikah, kamu pasti tahu kan ? " Ayu mulai memasang wajah ramah
Dasar rubah betina, umpat Gaia dalam hati.
" Info tentang mantan ternyata lebih menarik dari pada kasus kawin cerai para selebritis ya, mbak " Gaia terkekeh.
Ayu tersenyum masam.
" Niat mau balikan ya mbak ? " tanya Gaia santai, Ayu saja yang terlalu naif.
" Pengennya sich begitu, tapi kalau dia belum punya kekasih "
" Mbak tanya saja dengan bang Adit'nya, dari pada repot repot menyelidiki ? "
Gaia bangkit dari duduknya yang semula dikursi depan meja kerja Aditya, berpindah duduk di ujung sofa.
" Aku sudah menyelidikinya diam diam, belakangan ini dia cuma ke Coffeshop ini saja, aku tidak pernah melihatnya jalan dengan perempuan, ya aku pikir....dia belum move on dariku " Ayu menatap arah ke pintu yang masih tertutup, sepertinya Aditya sengaja membiarkan mereka berdua didalam atau klien yang mencarinya belum pulang.
Ya iyalah....bagaimana mau jalan jalan keluar ? kan aku yang sering nyamperin bang Adit pulang sekolah ? untuk apa juga pake jalan jalan , buang buang uang saja, lagi pula juga tidak dizinkan Papa kan ?
Gaia bergumam dalam hati.
" Seperti cerita James Bond saja mbak, diselidiki, sesorang itu akan terlihat bersinar jika telah jadi mantan ya, Mbak " Gaia manggut manggut
Ayu tersenyum, ia merasa gadis SMU yang berada di hadapannya ini, enak untuk diajak bicara.
" Kamu sudah punya pacar ? " tanya Ayu
Gaia menggeleng.
" Gak boleh sama Papa, Mbak, ntar kalau sudah tamat sekolah baru..." Gaia tertawa kecil.
" Adit, mana sich ? kok lama sekali " omelnya berdiri dari duduknya, merenggangkan sedikit badannya yang terasa pegal karena lebih dari satu jam.ia duduk di kantor Aditya.
" Namanya juga sedang bekerja, mbak, bertemu klien lagi " Gaia mencebikkan bibirnya.
" Mbak datang saja kerumahnya, pasti bang Aditnya tidak sibuk " Gaia menawarkan solusi.
Ayu menggelengkan kepalanya.
" Aku belum cukup punya keberanian untuk bertemu dengan Mamanya, huh.. Mamanya sedikit ....ya...sedikit cerewet " ujarnya pelan pada kata ' cerewet '.
" Kenapa mbaknya berpisah dengan bang Adit kalau masih suka, eh maaf mbak ! aku lancang sekali, tidak perlu mbak jawab " Gaia pura pura merasa tidak enak, padahal di hati ingin tahu sekali.
" Gak apa apa, toch kamu juga sudah tahu tujuan aku, dulu Aditya itu cuma banyak bermain dan nongkrong nongkrong bareng teman temannya, ia hanya mengandalkan usaha dari leluhurnya, aku merasa dia bukan pria yang punya tanggung jawab, setelah kupikir pikir dia bukan calon suami yang cocok untukku, dari pada setelah menikah aku nanti akan di abaikannya, lebih baik aku putuskan saja pertunangan kami "
" Terus...kenapa sekarang mbaknya mendekati bang Adit lagi ? ternyata masih cinta ya ? " ucap Gaia menggoda.
" kamu benar, harusnya aku mendorongnya untuk berubah,bukan justru meninggalkannya " Ayu kembali melihat ke pintu.
" Cinta pertama terlalu indah untuk di lupakan ya mbak " mata Gaia menerawang jauh seolah olah ia pernah mengalami jatuh cinta sebelumnya.
" Aditya bukan cinta pertamaku , tetapi dia cinta terindahku " ucap Ayu menunduk menatap ponselnya, Gaia melirik melalui ekor matanya, sepertinya foto bang Adit sedang tertawa.
Gaia berdecih dalam hati.
" Mbak sudah bertanya pada bang Adit dia sudah punya pengganti mbak atau belum ? " tanya Gaia setelah keduanya terdiam beberapa saat
Ayu menghembuskan napasnya kuat lalu mengangguk.
" Aditya menjawab kalau ia sudah bertunangan, tetapi aku tidak percaya, ia hanya membalas perbuatanku yang memutuskan pertunangan kami secara sepihak, aku yakin Aditya masih mencintaiku " ucapnya percaya diri
" Percaya diri memang bagus mbak, tetapi kalau kepedean ...takutnya ntar menghancurkan mbak'nya sendiri " ujar Gaia melirik Ayu yang terus menatap layar ponsel.
Pintu kantor terbuka, sosok Aditya muncul diambang pintu, ia menatap bergantian antara Gaia dan Ayu sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Ayo, aku antar pulang ! " ajaknya pada Gaia, mengambil ponsel diantara tumpukan berkas laporan cafe, mengecek ponsel sebentar lalu memasukkannya kedalam saku kemejanya.
" Tetapi masih sore bang, biasanya abang kan belum pulang " tukas Gaia.
" Mengantarkan putrinya pulang yang merupakan calon istriku sendiri, pasti Papamu tidak akan memotong gajiku " sautnya terkekeh sembari menggapai jemari tangan Gaia.
Ayu melongo.
" Jadi,dia...kalian..? "Ayu menutup mulutnya.
Gaia mengedipkan matanya kearah Ayu.
" kalau kau masih mau bertahan disini, terserah ? aku mau mengantar pulang calon istriku " Aditya membawa Gaia keluar dari ruangannya meninggalkan Ayu yang menghempaskan tubuhnya terduduk diatas sofa.
▫️
▫️
▫️
🌻🌻🌻🌻🌻
🌻🌻🌻🌻🌻