NovelToon NovelToon
Mendapatkan Cinta Seorang Dokter Hewan

Mendapatkan Cinta Seorang Dokter Hewan

Status: tamat
Genre:Romantis / Harem / Dokter / Tamat
Popularitas:424.1k
Nilai: 5
Nama Author: chupiidd's

Mengisahkan tentang seorang PNS Muda sekaligus Pengusaha dengan gelar Playboy yang sedang berjuang meluluhkan Hati seorang wanita yang berprofesi sebagai Dokter Hewan ..

Seorang Pria yang biasa dikejar dan di idolakan banyak wanita.. sekarang malah sedang berusaha mengejar seorang wanita cuek. dingin. dan mempunyai kekasih ...

nyeseekkk oiii...

but saya hanya seorang pemula.. yang menyukai novel and I want to try .. ✌️
I hope you guys like it ...😍

selamat membaca dan tinggalkan kritik dan saran ya .. 😎👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chupiidd's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia

Keesokkan harinya..

"Selamat Pagi Rin, apa kabar ??

Sapa Aira yang baru sampai Klinik udah hampir seminggu ia tidak masuk..

"Dokter Aira, aku baik, dokter gimana? aku rindu loh Dok, ya ampun.. pengen nangis kan jadinya", tutur Rini yang sedang memeriksa beberapa kucing yang di rawat inap dan berlari menghampiri Aira

"Aku baik Rin, gimana yang lain, aman kan?", Tanya Aira dan beriringan masuk kedalam ruangannya..

"Alhamdulillah baik, semua aman terkendali Dok, eh Dokter kurusan..", Ucap Rini memperhatikan tubuh Aira dari atas sampai bawah ", Dokter sakit ?", tanya Rini

"Masa sih, aku malah merasa gendutan Rin ", Jawab Aira memegang pipi nya

"Gak, aku gak salah liat, terakhir dokter kesini dokter gak sekurus ini", ucap Rini menaruh telunjuknya di jidat tanda berfikir

"Hahaha, kamu bisa aja.. eh udah sarapan? pesen makanan yuk.. lagi kepengen spaghetti nih", ucap Aira

"Kebetulan belum, oke sip, aku pesen ya Dok..", ucap Rini berlari ke meja kerjanya, mengambil HP dan memesan gofood sesuai pesanan Aira

Aira hanya geleng-geleng dan masuk keruang kerjanya..

"Aku rindu tempat ini, aku rindu kenangan disini", lirih Aira dan keluar menuju ruangan Teo

"Loh, ini bukannya jam Bg Teo ya, sebelumnya gak ada, apa Bg Teo disni atau dia kesini", batin Aira dan berlari keluar

"Rin, Rini .. "Teriak Aira

"Iya Dok, kenapa?" tanya Rini

"Rin, apa Bg Teo disini atau selama aku gak masuk Bg Teo kesini gak? tanya Aira

"Oh, iya Dok baru kemarin Dokter Teo masuk, kenapa Dok apa Dokter bertengkar lagi?", Selidik Rini

"Gak, sekarang dia dimana", tanya Aira dan melihat sekelilingnya mencari Teo

"Ah, itu aku gak tau Dok, soalnya sampe sini tadi Dokter Teo udah gak ada, aku aja ambil kunci Klinik sama Satpam", jelas Rini yang tidak mengetahui hubungannya Aira dan Teo saat ini

"Kemana kamu Bg, kenapa kamu menghindar dengan cara seperti ini", gumam Aira dengan mata berkaca-kaca

"Dokter, apa terjadi sesuatu" tanya Rini hati-hati

"Tidak Rin", Ucap Aira berbalik dan kembali menuju ruang kerjanya

"Dokter Aira", Rini mengikuti Aira namun panggilan pengantar makanan menahannya

"Selamat pagi, pesanan atas nama Rini", ucapnya

"Pagi, ia.. terimakasih, ambil saja kembaliannya Pak", ucap Rini

"Terimakasih dek", ucap pengantar makanan

Rini masuk dan membagikan beberapa spaghetti untuk Lina, icha, Debo dan Kinan yang kebetulan lagi magang dan Koas di Klinik..

"Terimakasih kak Rin", ucap semua kompak

Rini pun berjalan menuju ruang Dokter Aira..", Assalamualaikum Dok", sapa Rini

Tidak ada jawaban, Rini langsung saja membuka pintu dan melihat Aira sedang menangis di meja kerjanya.. "Dokter...", imbuh Rini dan berjalan mendekati Aira

Spontan Aira langsung memeluk Rini dan menangis sesenggukan..

Rini yang mengerti membiarkan Dokter cantik itu menangis dipelukannya..

Beberapa menit kemudian..

"Dokter, apa saya boleh mengetahui apa yang terjadi sehingga Dokter menangis seperti ini?" tanya Rini lembut dan mengambilkan tisu untuk Aira

"Rin, Aku .......", Aira menceritakan semuanya ke Rini, mulai dari hubungannya renggang dengan Teo,kemudian ia akan di jodohkan sampai Teo menghilang tanpa kabar..

.

.

.

.

Sementara itu, Adit sedang melakukan Vidio call dengan Dea, saking rindunya sama bocah itu, Adit memilih meninggalkan pekerjaanya, duduk di sofa dan vidio call dengan Dea..

"Kamu apa kabar sayang, om kangen Dea nih", Ucap Adit

"Dea juga, tapi Dea pengen ketemu dan main sama Tante Aira Om", ucap Dea polos

"Apa?? kenapa Aira", Batin Adit

"Kenapa sayang, kok malah pengen sama tante Aira, kenapa gak sama Om aja ..", tutur Adit

"Mmm pokoknya sama Tante Aira dan Om Adit", ucap Dea polos

"Siapa Aira Dit, hampir tiap hari Dea cerita tentang Aira, ia pengen jadi seperti Aira", tanya Bu Aisyah yang duduk di samping Dea

"Hehe", kekeh Adit

"Aira itu Dokter Hewan Bu, Aira pernah mengajak Dea bermain seharian waktu itu, ntah kenapa ia bisa langsung akrab sama Dea, Dea juga terlihat sangat nyaman dengannya dan selalu nurut apa yang Aira bilang", jelas Adit karena setelah kejadian di Fun Cafe sore itu Aira memenuhi janjinya

*Flasback On*

"Selamat siang Ra, Aku udah bilang sama Dea kalau kamu hari ini sibuk jadi tidak usah repot-repot untuk mengajaknya bermain hari ini", tulis Adit di pesan WhatsApp nya

"Siang Kak, tidak masalah, aku Free hari ini jadi bilang saja mau ketemu dimana, biar aku susul", balas Aira

"Kamu serius, kamu tidak keberatan?", tanya Adit (Pesan terkirim)

"Tidak kak, aku sudah janji dengannya, aku tidak ingin mengingkarinya", balas Aira (Pesan Terkirim)

"Baiklah kalau begitu, Dea hanya ingin bermain di taman dan berenang, kamu bisa yang mana? ", tanya Adit (pesan terkirim)

"Cari tempat yang ada taman bermain dan kolamnya saja kak, aku akan menemaninya ", balas Aira (Pesan Terkirim)

Kemudian Adit dan Dea pergi ke waterpark di Hotel Indi kemudian mengirim alamatnya kepada Aira..

Sejak saat itu Aira menjadi semakin dekat dengan Dea, Bahkan Dea sampe ketiduran di gendongan Dea...

*Flashback Off*

"Ya sudah De, kapan-kapan kita main bareng Tante Aira lagi ya, Om kerja dulu, kamu baik-baik disana jangan nakal, minggu depan Om jemput ya De, Assalamualaikum" ucap Adit

"Iya Om, waalaikumussalam", ucap Dea dan Bu Aisyah kemudian mematikan telvonnya..

.............

"Dokter yang sabar ya, Aku yakin apa yang terjadi sekarang pasti ada hikmahnya buat Dokter", ucap Rini lembut dan menyeka air matanya yang mengalir begitu saja mendengarkan cerita Aira

"Makasih ya Rin, aku berasa lebih lega sekarang, setidaknya ada yang masih mau mendengarkan ceritaku Rin" Ucap Aira dengan mata sembabnya

"Sama-sama Dok, aku juga gak bisa bantu banyak", jawab Rini sendu

"Tidak masalah Rin, Aku yakin aku bisa lalui ini", ucap Aira berusaha tegar

"Iya Dok, eh iya. udah merasa baikan kan, makan yuk keburu demo nih cacing di perut", ucap Rini

"Hehe, boleh", Ucap Aira

Merekapun makan, namun Aira malah membagi makanannya kepada Rini, "kamu pasti lapar, habisin ya, aku segini aja cukup " ujar Aira dan hanya menyisakan beberapa sendok spaghetti

"Dokter, Dokter harus makan banyak ntar makin kurus", ucap Rini dan ingin mengembalikannya kepada Aira

Aira mengelak, "Sudah, aku tau kamu suka dan satu porsi gak kan cukup ", goda Aira

"Ah Dokter bisa aja, bisa gagal diet aku Dok", kekeh Rini dan melanjutkan makannya, dengan porsi yang udah jadi satu setengah Rini masih unggul lebih dulu menghabiskannya daripada Aira..

"Dok, masih gak selera makan ya", Tanya Rini yang melihat Aira makan pelan bahkan hasil bagian tadi saja belum terlihat berkurang

"Ahaha, iya Rin, padahal tadi aku kepengen banget makan ini, nih buat kamu aja", ucap Aira

"Wahhh gak deh Dok", ucap Rini namun masih menerima dan mulai memakannya...

"hahaha kamu ini", kekeh Aira melihat Rini makan dengan lahapnya

"Rin, apa kamu tau sesuatu tentang Bg Teo", Tanya Aira

"Iya Dok, waktu itu aku pernah liat Dokter Teo sama si ampas tahu disini", ucap Rini semangat namun makannya terhenti

"Mampus gue, ah bego Rini bego", Rini menatap Aira sambil menggigit sumpitnya

"Ampas tahu, siapa, kamu menyembunyikannya sesuatu dari Ku Rin, Aku bahkan cerita semuanya sama kamu", ucap Aira dan matanya kembali berkaca-kaca

"Ma-Maaf Dok, aku hanya...", ucapan Rini terhenti melihat Aira menyeka air matanya

"Lanjut Rin, ceritain semua rahasia Teo yang kamu tau", tutur Aira

"Tapi Dok ", Rini

"Aku akan mendengarkannya sampai akhir", ucap Aira

"Baiklah", Rini merapikan pakaiannya dan memperbaiki posisi duduknya sehingga berhadapan dengan Aira sekarang

"Ampas tahu, aku gak tau namanya, tapi aku memanggil nya ampas tahu karena bagiku dia seperti sisa dari produk olahan, beberapa kali aku pernah memergoki Dokter Teo dan si ampas keluar ruangan ini ketika Dokter gak ada, aku pernah melihatnya sama si ampas keluar dari cafe malam, karena penasaran aku mengikutinya sampai ke sebuah apartemen, tapi aku tidak tau jelas mereka hanya singgah atau apa, aku pernah melihatnya keluar dari ruangan Dokter Teo pagi pagi, tapi... ", Rini berhenti karena melihat Aira sesegukan dan gemetaran

"Dokter, apa aku bisa lanjut, atau kita bahas ini lain kali", ucap Rini memegang tangan Aira

"Teruskan Rin", lirih Aira

"Saat itu aku ingin memberi tahu Dokter, tapi Dokter Teo melarangku, dan Dokter juga sepertinya salah paham dengan ku saat itu, Dokter ingat soal parfum yang diruang Dokter Teo waktu itu?,", jelas Rini

Aira mengangguk...

"Itu parfum dari si ampas tahu, saat itu aku melihatnya menginap disini..", tutur Rini

Aira menekuk lututnya, badannya semakin gemetaran mengetahui banyak rahasia Teo saat ini...

Rini yang melihat malah semakin tidak tega untuk melanjutkan..

"Dok maafkan saya", ucap Rini pelan

Aira menahan amarahnya, selama ini ia begitu percaya sama Teo, tapi apa balasanya.. " apalagi yang kamu tahu", tanya Aira

"Beberapa bulan terakhir, saat itu aku telat datang ke Klinik, tapi sesampainya disini aku melihat Dokter Teo bertengkar hebat sampai menarik si ampas tahu keluar dan memanggil Security dan dengan jelas aku mendengar Dokter Teo mengumpat pada nya dan bilang kalau dia jalang dan murahan, aku tahu cuma sampai dsitu Dok", jelas Rini dan menatap Aira dengan rasa bersalah

"Maafkan saya Dok" ucap Rini

"Tidak Rin, Aku yang minta maaf sudah salah paham waktu itu, bahkan aku sempat mencurigaimu selingkuh dengan Bg Teo, aku benar-benar minta maaf Rin", Ucap Aira

"Saya mengerti Dok bagaimana perasaan Dokter saat itu, Aku harap Dokter segera mendapatkan kebenarannya langsung dari Dokter Teo, atau saya boleh saran, Dokter lebih baik menerima calon yang di pilihkan oleh Ayah Dokter", ucap Rini

"Aku membencinya Rin, Aku tidak tertarik dengannya.", suara Aira serak

"Itu semua tergantung Dokter, tapi saya berdoa Dokter bisa menemukan pasangan hidup yang lebih baik dan bertanggung jawab" kata Rini

"Terimakasih Rin", ucap Aira dan memeluk Rini

Namun tiba-tiba ponselnya berdering..

"Ibu", gumamnya

*telpon terhubung*

"Halo Bu", jawab Aira

"Ra, kamu dimana Nak" tanya Bu Nia

"Aira di Klinik Bu", jawab Aira menahan suaranya

"Kamu kenapa sayang, apa terjadi sesuatu", tanya Bu Nia penasaran

"Tidak bu, tadi Aira sama Rini karokean aja di Klinik sambil teriak-teriak jadi tenggorokan aku sedikit sakit" Jawab Aira berbohong

"Ya sudah, kamu segera ke Rumah Sakit ya, Ayah nanyain kamu", ucap Bu Nia

"Iya Bu, Aira selesaikan satu pasien ini dulu ya, habis itu Aira kesana", ucap Aira masih berbohong karena sebenarnya ia masih ingin menghilangkan sembab matanya yang habis menangis

"Iya nak, Assalamualaikum", Bu Nia

"Waalaikumussalam", jawab Aira dn mematikan telpon

"Siapa yang sakit Dok", tanya Rini

"Ayahku Rin, aku berdebat soal perjodohan ini beberapa hari yang lalu, sehingga jantungnya kumat dan harus di larikan ke Rumah Sakit", jelas Aira

"Astagfirullah, semoga Ayah Dokter cepat pulih ya Dok, yang sabar dan semangat terus Dok", kata Rini memgangkat tangannya

"Makasih banyak Rin, aku harus ilangin sembab mata ini dulu, baru ke Rumah sakit", ucap Aira senyum, ia selalu bisa menyembunyikan rasa sakitnya di depan semua orang, tapi ia menjadi sangat rapuh ketika sendiri..

Satu setengah jam berlalu bengkak di mata Aira sudah mulai berkurang, ditambah lagi waktu untuk sampai ke Rumah Sakit dari Klinik, sepertinya sudah bisa membuat matanya sedikit kembali normal...

"Aku berangkat ya Rin, makasih banyak dan jangan takut untuk cerita semua rahasia yang kamu tau", ucap Aira dan berlalu di hadapan Rini

"Semangat Dokter", Balas Rini dan melambaikan tangan

Sesampainya di Rumah Sakit, Aira kembali memperhatikan matanya di cermin, "sudah membaik" gumamnya dan naik lift menujut ruang rawat Pak Hendra

"Assalamualaikum, Ay..yah", ucap Aira terbata saat ia masuk melihat Adit yang duduk di samping ranjang Ayahnya..

"Aira, sini", ucap Pak Hendra senyum

Aira berjalan mendekati ranjang Ayahnya dan berdiri disebelah Ibunya berhadapan dengan Adit..

"Adit kesini ingin melihat Ayah dan ingin memastikan jawaban kamu untuk segera menikah Ra", ucap Pak Hendra

Adit dan Aira sama-sama kaget, benar tujuannya kesini untuk membesuk Pak Hendra tapi tidak soal pernikahan yang Pak Hendra lontarkan.

"Bagaimana Ra, kamu bersedia dan menerima Adit kan", tanya Pak Hendra

Aira melirik tajam ke arah Adit, "Omongan Apa yang udah di bicarakan kak Adit sama Ayah", batinya

"Om, kita bisa bicara ini lain kali,", ucap Adit

"Kenapa, kita bisa langsung bertanya kepada yang bersangkutan selagi ia ada disini kan", tutur Pak Hendra

"Iya Om, tapi sepertinya Aira capek biar ia istirhat dulu Om", ucap Adit

"Benar begitu Ra, Ayah dan Ibu akan menunggu jawabanmu" ucap Pak Hendra

"Kalau begitu aku permisi Om", Adit Pamit dan keluar ruangan

"Apa-apaan sih Om Hendra, orang aku gak ngomong apa-apa soal pernikahan dah jelas anaknya gak mau, gak liat apa tatapan anaknya tadi seakan ingin menerkam ku, aiiiihh serem juga ", gumam Adit membayangkan tatapan Aira tadi

.

.

.

bersambung

.

.

Happy Reading gais, jangan lupa Vote dan tinggalin jejak.like dan koment ya, Terimakasih

1
Ji Chupids
Luar biasa
Tarmi Puspa
lanjut ya thor
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
semangat terus berkarya 👍
Mohammad Ja'il
tanyak nih,knp si Aira kok melihara anjing ya,katanya dia muslim
Alevia
klanaan
Alevia
critanya muter2 niii
amy
lucu aja masa kerja di dinas peternakan tp ga dokter hewan 😄
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Wedhana
drama teross kek ikan terbang
Wedhana
halah gengsi bin drama 😒
Mahendra Sony
knp gak bahasa indonesia aja gak pusing bacanya....**!
JiChupid's23: hahaha.. ini ada translate ke bahasa Indonesia nya kok... jadi baca bahasa Indonesia nya aja ...🥰🙏
total 1 replies
Nurhayati Nia
aku mamfirr thorrr
JiChupid's23: thanks ya ..🥰
total 1 replies
Dewi Sri Marlina
coba kalo mau bikin naskah ada kucing nya di kasih visual photo kucing yg imut dan lucu thor
JiChupid's23
Gina mamanya Tae yang waktu ketemu di paud ....😊
Hiro Parently
kejam lo rin
Hiro Parently
haha adit ghosting
Hiro Parently
terpaksa ngab
Hiro Parently
aira...
Danie Saja
dea x Kya jdi dewasa sma panggilan x ke rini trus kya penulisan x dialog x
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Hiro Parently
udah end aja...

huft... btw gue suka ceritanya krn foto dan ada gif nya jadi berasa beneran ya...


congratulation Thor... terus berkarya dan semoga sukses...
Hiro Parently
huaaa.... 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!