NovelToon NovelToon
Bloom Of The Crimson Mark

Bloom Of The Crimson Mark

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Identitas Tersembunyi / Rebirth For Love / Dark Romance / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:483
Nilai: 5
Nama Author: NINI(LENI)

Update Every day

Qing Lou tak tahu kenapa, ia terjebak di dunia entah apa ini. Dan di paksa melakukan hubungan dengan pria asing, yang katanya akan menikahinya.

mengira itu omong kosong seorang pria, siapa sangka pria itu membawanya..tidak, tidak...lebih tepat menculiknya.

dan ya...

cari sendiri kelanjutannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NINI(LENI), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Sungguh tempat yang buruk!" ucapnya dengan malas.

Lian Zhen berjalan tanpa tujuan.

Setiap langkahnya semakin jauh dari aula perjamuan, makin jauh dari suara manusia, makin jauh dari cahaya yang menusuk dadanya seperti ribuan jarum.

Amarahnya tak lagi meledak-ledak, dan sudah cukup terkendali kini. Tapi entah kemana Jiang Yu pergi sampai sekarang tak kunjung kembali

"sebenarnya dimana bocah itu!" gerutunya.

Sebenarnya ia hanya ingin menjauh. Tapi merasa aneh.

Setelah beberapa saat, sebuah aroma lembut menyusup ke dalam napasnya, rasanya sangat harum yang tidak pernah ia cium sebelumnya. Bukan wangi bunga biasa… bukan juga dupa kerajaan… apalagi aroma obat tabib.

Ini sangat manis juga tapi rasanya sangat murni, manis dan bahkan menenangkan. Aroma ini bahkan seperti sedang memangilnya untuk datang.

Terasa… sangat akrab tetapi asing pada saat yang sama.

Alis Lian Zhen berkerut.

Tubuhnya bergerak sendiri, mengikuti jejak aroma itu. Semakin ia berjalan, semakin lembut dan pekat wanginya, seolah mengelilingi dirinya.

Kelopak-kelopak bunga tiba - tiba, mulai jatuh dari langit.

kelopak bunganya berwarna putih keemasan, melayang pelan sebelum menyentuh tanah, memancarkan cahaya lembut.

Lian Zhen berhenti sesaat.

Matanya menatap semua itu dengan ekspresi yang tidak pernah terlihat di depan siapapun, terpukau.

"Tempat apa ini…" gumamnya sangat pelan.

Tanah di bawah kakinya seolah memantulkan cahaya suci, seakan tempat ini bukan bagian dari dunia manusia biasa. Udara menjadi hangat, lembut, dan damai, kontras dengan kegelapan yang bergemuruh dalam dirinya.

Ia melangkah lagi.

Kelopak-kelopak semakin banyak. Bahkan Aromanya semakin lembut.

Sekelilingnya ada pohon yang memang bermekaran dan ukuran pohonnya anehnya sama. Ini membuatnya semakin penasaran, tak bisa berhenti melangkah.

Dan akhirnya…

Ia melihatnya.

Pohon Bunga yang Raksasa disana.

Sebuah pohon raksasa berdiri di tengah hutan kecil itu. Batangnya putih mutiara, daunnya bersinar lembut seperti serpihan cahaya bulan. Ratusan bunga bermekaran, memancarkan aura suci yang begitu kuat hingga membuat Lian Zhen tanpa sadar menarik napas panjang.

Ia belum pernah merasakan ketenangan ini seumur hidupnya.

Di bawah pohon itu… ada sebuah kursi batu panjang yang terbentuk alami oleh akar-akar pohon raksasa.

Dan di atas kursi itu…

terbaring seorang gadis.

dia adalah wanita tadi, Qing Xian.

Qing Xian tertidur dengan damai, seakan seluruh dunia tidak mampu menyentuhnya. Tubuhnya dikelilingi lingkaran cahaya suci, bunga-bunga layu di sekelilingnya berubah kembali segar ketika hembusan napasnya menyentuh mereka.

Rambut putih keemasannya terurai, berkilau seperti benang cahaya. Di keningnya, ukiran rose-gold bersinar lembut setiap kali ia bernapas.

Di sekelilingnya, aura suci mengalir seperti air.

Seolah seluruh tempat ini…

…hidup karena dirinya.

Lian Zhen terpaku, tak bergerak, tak berkedip. Hanya berdiri di bawah guguran kelopak bunga, menatap gadis yang tidur damai itu.

Yang di kelilingi oleh cahaya yang terasa sangat suci.

"Qing… Lou…" suara itu hampir tidak terdengar.

Namun begitu nama itu keluar dari bibirnya, dadanya seperti dipukul dari dalam. Ia tiba-tiba merasakan sesuatu… sesuatu yang ia tidak siap rasakan, yang sudah lama inginkan.

ketenangan, kerinduan dan rasa kehilangan.

Kakinya mendekat… tanpa sadar.

Tanpa ia sadari, saat Lian Zhen melangkah mendekat.

Langkahnya hilang suara, seakan tanah tempat gadis itu tidur tidak mengizinkan suara keras mengusik ketenangannya.

Semakin dekat ia melangkah, semakin lembut auranya.

Kegelapan di dalam dirinya yang mengamuk… perlahan mereda. Entah bagaimana bisa, terjadi seperti itu.

Ia berhenti hanya beberapa langkah dari kursi batu itu.

Tatapannya menurun, meneliti wajah gadis itu.

Kenapa dia terlihat begitu… berbeda? Kenapa lebih lembut? Kenapa lebih penurut? Kenapa auranya seperti… cahaya yang sudah menyadari tempatnya di dunia ini?

Ia menelan ludah.

Qing Xian dalam tidur tampak seperti sosok yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tidak sombong. Tidak membangkang. Tidak keras kepala seperti Qing Lou yang dulu ia kenal… dan ia kekang… dan ia sakiti dengan egonya.

Yang ini, tidur dihadapannya.

terlihat seperti seseorang yang akan menghilang jika ia mendekat terlalu cepat.

Ujung jarinya terangkat, hanya sedikit, seakan ingin menyentuh kelopak bunga yang jatuh di rambut gadis itu.

Namun ia urungkan.

Jari itu menggantung di udara.

"Kenapa…" suaranya menjadi parau tanpa ia sadari. "Kenapa kau terlihat seperti ini sekarang?"

..._BERSAMBUNG_...

1
Fransiska Husun
bagusss thorr
Leni: penulisnya ngerasa kurang soalnya...
total 1 replies
Leni
sekelas pemula bagus sii
うacacia╰︶
Gak disadari sampai pagi cuma baca cerita ini, wkwkwk.
Leni: terima kasih
total 1 replies
sareishon
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Leni: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!