NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Ungkapan Hati Ahmad

Pagi hari cuaca sangat cerah langit terlihat biru dan awan seolah menepi memberi jalan pada siapapun yang akan melewati jalan jalur angkasa .

"Mas, kamu sudah siap ?" Ria memanggil suaminya yang lama berada di kamar sedangkan Ria sudah selesai dari tadi . Ahmad membuka pintu kamar dan sudah siap berangkat .

Ria melihat pakaian yang dikenakan suaminya merasa terharu . Ahmad mengenakan pakaian senada dengan istrinya hitam berpadu dengan warna silver . Keduanya menuju mobil Ahmad menyalakan mesin dan melajukan mobil menuju desa Makmur Jaya .

Sepanjang perjalanan mereka tidak ada perbincangan . Ria melihat toko bunga di pinggir jalan menyuruh suaminya menepikan mobilnya . Lalu ia turun membeli bunga . Setelah selesai ria masuk ke dalam mobil , Ahmad melajukan kembali mobilnya .

Sampai di sebuah Desa Makmur Jaya mereka bertanya kepada salah satu warga yang melintas di jalan ."Maaf , saya mau bertanya rumah pak Samsuri sebelah mana ya ,Pak ?" tanya Ria .

"Neng lurus saja nanti ada belokan ke kanan di sana ada kebun kosong rumah Samsuri di sebelahnya ," jawab Orang tersebut dengan ramah .

“Terimaksih , Pak ," sahut Ria . Ahmad langsung melajukan mobil berhenti di depan sebuah rumah kayu papan . Keduanya turun berjalan menuju rumah tersebut .

Sebelum mengetuk pintu si pemilik rumah keluar . "Siapa mencari siapa ?" tanya Manaf melihat sepasang suami istri berdiri di depan rumah .

Ahmad dan Ria melihat anak lelaki remaja merasa senang . “Apakah benar ini rumah Pak Samsuri ?" tanya Ria kepada Manaf .

"Benar , kalian siapa dan dari mana , keperluan kalian apa ?' tanya Manaf bertubi-tubi. Ria tersenyum melihat anak remaja yang cukup berani dengan kedatangan mereka tanpa menyuruh masuk .

Sedangkan Ahmad memasang wajah tidak suka melihat pertanyaan Manaf yang ingin tahu urusan orang dewasa ." Sombong sekali bocah ini belum juga jadi bos besar saja sudah kelihatan sombong bagaiamana nanti kalau sudah dewasa ," batin Ahmad mengalihkan pandangannya .

“Apakah bapak ada , kami ingin bicara dengan Pak Samsuri ,"tanya Ria , ia merasa jengah dengan posisi saat ini diinterogasi saperti terdakwa .

Samsuri sedang sarapan mendengar Manaf bicara tidak sopan pada tamu beranjak setelah menghabiskan makannya dan berjalan ke ruang tamu .

"Maaf atas kelancangan anak saya , silahkan masuk dan silahkan duduk ," Samsuri mempersilahkan mereka masuk dan duduk lalu ia duduk di seberang tamu .

"Terimakasih, maaf sudah mengganggu waktu Bapak ," kata Ria . Ahmad sedari tadi diam saja tanpa ikut bicara .

"Kalau boleh tahu kalian siapa dan keperluan apa ?" tanya Samsuri dengan ramah .

“Kami saudara Almarhum Amir, kami ingin tahu kronologi penemuan jasad adik kami seperti apa "kata Ria . "Alhamdulillah jasad dalam keadaan utuh meskipun hanya tinggal tulang tengkoraknya saja ,"jawab Samsuri apa adanya .

Sepasang suami istri itu sangat terkejut . "Itu jasad puluhan tahun kok masih utuh , “kata Ahmad heran .

"Memang benar begitu kalau kalian tidak percaya aku punya bukti nyata ," kata Manaf membuka galeri diponselnya dan memeberikan kepada Ahmad .

Ahmad melihat foto yang jasad Amir seolah tidak percaya dengan foto tersebut . "Bisa saja kalian berbohong dan memanfaatkan situasi ," kata Ahmad tidak suka dengan keluarga Samsuri setelah melihat jenazah Amir .

“Untuk apa kami berbohong semua orang sudah melihat sendiri buktinya ada pengacara dan polisi yang menanganinya ,“ bentak Manaf tidak terima .

"Maafkan anak kami , masih labil . Kami tidak berbohong dan tidak ada untungnya juga . Lagi pula semua sudah kami urus dengan bantuan pengacara dan pihak berwajib karena pihak keluarganya tidak peduli ," kata Samsuri merasa geram dengan sikap Ahmad . Sebagai saudara bukannya iba justru menyalahkan orang lain .

"Mas , kok kamu bicara seperti itu . Tidak sopan banget sama orang yang lebih tua dari kita ," kata Ria berbisik di telinga suaminya , kemudian tersenyum kepada Samsuri .

"Maafkan suami saya ,Pak . Kalau boleh tahu almarhum Amir dimakamkan di sebelah mana ?" tanya Ria dengan ramah .

"Mari saya antar ke sana ," Samsuri beranjak dari tempat duduk berjalan keluar diikuti sepasang suami istri berjalan dibelakangnya .

Sampai di depan makam Amir mereka merendahkan tubuhnya berjongkok di samping makam Amir yang masih basah dan bertabur bunga yang juga masih segar .

“Ini makam saudara Almarhum Amir , kalau begitu saya permisi ,“ kata Samsuri kemudian meninggalkan mereka berdua .

Ahmad merasakan hatinya sakit melihat sebuah nama di batu nisan airmatanya jatuh begitu saja melihat gundukan tanah didepannya .

Ada rasa sedih , prihatin, senang , benci di dalam dadanya . Ia tak kuasa menahan rasa sesak yang selama ini ia pendam sendiri . Sendiri sepi tidak ada yang tahu bahwa ia juga tertekan dengan keadaannya selama ini bahkan istrinya pun tidak tahu .

Ria mendengar Isak tangis suaminya ikut menangis . Di peluknya pria yang selama ini menjadi pendamping dalam hidupnya .

“Keluarkan semua rasa yang menghimpit didadamu ,Mas . Doakan yang terbaik buat Amir , kita semua salah dan kita juga merasakan kesepian selama bertahun-tahun lamanya ," ungkap Ria dengan berderai airmata .

"Aku memang salah kepada Amir dan aku merasa paling hebat darinya tapi aku tidak menyalahkan atas kepergiannya dan masa depannya . Bahkan aku benci pada diriku sendiri saat melihat perjuangan Amir yang begitu mandiri tanpa bantuan dari bapak ," ungkap Ahmad menangis sampai sesenggukan .

Pria bertubuh kekar itu tidak kuasa menahan rasa sakit dalam dirinya . Ia terpaut dua tahun dengan Amir dan segala perjuangannya selama bekerja ada campur tangan dari kedua orang tuanya tapi tidak dengan Amir .

Amir termasuk pria mandiri dan banyak yang menyukai sifatnya yang mudah akrab dengan siapapun termasuk Juwita .

“Aku tahu kamu tidak salah , kamu hanya kurang dekat dengan Amir dan kalian jarang ngobrol bareng , mulai sekarang kita ubah cara berpikir kita dan kita ubah pola hidup kita . Kita susun kembali hubungan yang sudah lama retak kita perbaiki lebih baik lagi ," kata Ria memberi nasehat kepada suaminya .

"Terimakasih kamu sudah setia sama aku mau menerima segala kekuranganku , aku mohon sama kamu jangan tinggalkan aku demi apapun itu , aku mohon menua lah bersama ku , Mauria Hastuti ," kata Ahmad menatap wajah istrinya dengan sendu .

Ria tersenyum hatinya sangat bahagia setelah mendengar perkataan suaminya yang begitu tulus . Keduanya saling berpelukan kemudian melepaskan dan berdoa bersama kepada Amir .

Tanpa mereka sadari Amir berdiri tidak jauh dari mereka menangis mendengar perkataan mereka . Rasa yang dulu ia ingin ungkapkan kini terbayar sudah dengan melihat saudaranya datang dan mendoakannya .

Amir melihat sosok perempuan cantik di balik pohon kenanga tersenyum kepadanya . "Juwita ," gumamnya berjalan ke arah pohon kenanga .

Keduanya kini bertemu tanpa jarak . "Mas Amir ,"Juwita memanggilnya dengan tersenyum senang begitu juga Amir .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!