Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.
Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.
Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.
Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Ruangan itu dipenuhi barang antik, mulai dari lukisan kuno hingga piringan hitam yang masih terpajang di atas meja. Tembok dengan wallpaper berwarna merah suram dipadukan dengan gaya furniture kayu berlapis gold yang berkilau, itu tampak indah dan konservatif secara bersamaan.
Di sofa dua orang pria duduk berhadapan, satu tampan berusia diakhir dua puluh tahunan, sementara yang satu akan mencapai usia lima puluh lima, bulan depan.
"Sudah kubilang kita tidak bisa hanya terus mengintainya seperti ini, Aezar terlalu ketat menjaganya" Suara itu terdengar lembut dan eksentrik.
"Ayah, biarkan aku mendekatinya secara langsung" ujar pria tampan itu,
"Itu terlalu berbahaya, apalagi Aezar semakin sulit di dekati setelah orang kita tidak berhasil membunuhnya di bandara" ia tidak mau menempatkan putra satu-satunya itu dalam bahaya.
Sebagai pengusaha dunia bawah pantang baginya tampil di depan publik, apalagi ia punya musuh yang mengawasinya siang dan malam.
"Aku memastikan dia tidak akan tahu identitasku, aku sudah bersembunyi selama ini dalam bayang-bayangmu, sangat sedikit orang yang tahu keberadaanku" pria muda itu kembali meyakinkan ayahnya,
Pria tua itu berfikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan berat hati, putranya tidak pernah ia biarkan menemui bahaya, kondisi tubuhnya juga tidak memungkinkan ia untuk bertarung secara fisik, dia lemah.
Namun ia tidak pernah meragukan otak cerdasnya yang kadang luar biasa mencengangkan. Terbukti setelah bertahun-tahun anak itu membantunya berbisnis senjata ilegal dan tidak pernah ada yang bisa menciduknya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengurus anak perusahaan kita dinegara itu, dia pasti tidak akan bisa melacak latar belakangmu dengan mudah"
"Aku mengerti ayah, aku akan membawa Zevanya pulang sebagai menantumu apapun yang terjadi. Percayalah"
Pria itu terkekeh melihat tekad putranya, ia menepuk bahunya pelan sebelum berkata dengan tegas " Kau bocah kecil, sebaiknya menepati kata-katamu"
"Aku tidak akan mengecewakanmu"
"Bagaimana dengan Wijaya?" ia bertanya dengan penasaran.
Pria itu menghela nafas mendengar pertanyaan putranya, "Rubah licik itu, dia terlalu berubah-ubah dan tidak bisa ditebak"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Zevanya sudah sibuk di depan meja rias, jujur saja wajahnya terlalu mencolok, ia memang ditakdirkan membawa aura putri kemanapun ia pergi, dan berperan sebagai karyawan biasa itu pasti akan terlihat aneh.
Apa yang harus ia lakukan untuk terlihat biasa saja? ia menatap cermin dengan frustasi.
Aezar sudah bangun sejak tadi, namun pria itu diam dan memandangi gadis yang kebingungan didepan meja rias, ia tampaknya sudah mandi, bau harum yuzu sudah menguar memenuhi seisi kamar.
"Kau sepertinya bersemangat sekali ke kantor" pria itu berkata dengan nada meledek.
Zevanya melihat ke arahnya sambil berdiri tegak dan mulai menunjuk dirinha sendiri meminta pendapat.
"Apa kesan pertamamu saat melihatku?" tanyanya pada pria yang masih menutupi setengah badannya dengan selimut.
Aezar mengintip dari balik selimut, ia menatap Zevanya yang menggunakan setelan formal limited edition yang ia beli sendiri, itu jelas tampak menawan.
"Kau cantik" katanya tanpa basa-basi.
Zevanya mendesah, tidak puas dengan jawaban yang diberikan suaminya.
"Maksudku, apakah aku terlihat seperti gadis magang biasa? apakah aku terlihat berlebihan?" ujarnya mencoba menjelaskan dan kembali melemparkan pertanyaan.
"Tentu saja, kau mirip seperti istri bos yang kaya raya, mana ada gadis biasa yang punya kulit sehalus kamu. Dan juga memakai setelan seharga puluhan juta, berapa harga sepatumu? tas mu? dan jam tangan itu juga edisi terbatas"
Aezar menjelaskan dengan objektif, Zevanya pasti akan mengundang tatapan iri dari teman kerjanya jika ia berpenampilan seperti itu.
Gadis itu kembali duduk dengan frustasi.
"Kenapa semua pakaian di lemariku seperti ini, apa kau fikir aku akan fashion show tiap hari" gadis itu merengek sedih, selama ia buta ia tidak pernah memperhatikan mereka semua. Namun setelah ia memperhatikan semua baju baru yang dibeli Aezar ia hanya bisa bergidik ngeri,
"Aku hanya memilih mereka secara acak" Aezar menjawab dengan jujur.
"Jika aku menjual semua itu, aku pasti bisa membeli pulau pribadi," Zevanya merasa tertekan memikirkan betapa lemari pakaian itu terlihat seperti harta karun.
"Kenapa kau harus menjual itu semua? aku sudah punya" Aezar bertanya dengan bingung.
Gadis itu hampir menjatuhkan rahangnya sekarang, apakah dia benar-benar punya suami super kaya?
"Lalu bagaimana sekarang, aku tidak bisa pergi ke kantor menggunakan pakaian di lemari" ia berjalan mondar-mandir.
Aezar terkekeh geli, ini masih pukul enam, bahkan bosnya masih bergelung malas di ranjang, kenapa gadis ini bersemangat sekali untuk bekerja.
"Aku akan menyuruh Antoni membawakan beberapa baju dari butik murah" ujar pria itu, tangannya menggapai ponselnya diatas meja dan langsung menghubungi asistennya itu.
Ngomong-ngomong Zevanya belum pernah melihat Antoni sejak pulang dari rumah sakit, pria itu memnita cuti beberapa hari pada Aezar dan baru mulai kerja hari ini.
Zevanya akhirnya bisa duduk tenang, ia melepaskan setelan itu dengan hati-hati menggantungnya lagi di lemari besar.
"Apakah kau yakin tidak ada yang mengenaliku disana?" gadis itu menghampiri ranjang, bertanya penasaran.
Aezar menggeleng, "Aku belum sempat memperkenalkanmu, mereka hanya tahu aku sudah menikah diam-diam dan istriku buta"
Zevanya mengangguk paham, sebenarnya ada rasa kecewa karena Aezar belum memperkenalkannya, apakah dulu pria itu benar-benar malu memiliki istri sepertinya.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh" Aezar sudah duduk, menyentil keningnya seakan tahu apa yang difikirkan Zevanya tadi.
"Apa kau benar-benar tidak akan memberitahuku, alasan kau menikahiku?"
Setidaknya aku berharap kau menikahiku atas dasar cinta.
"Kau cantik, masakanmu enak, dan pintar. Apakah ada alasan aku tidak menikahimu?" Aezar menatap mata istrinya yang berkabut.
Tapi bahkan aku masih tetap menikahimu meski kau jelek, tidak bisa masak, dan bodoh.
Zevanya tersenyum kecut, pria ini hanya mengalihkan obrolan lagi.
"Ulang tahun ibuku masih sebulan lagi, kau mungkin harus mempersiapkan diri bertemu dengannya" Aezar berkata dengan ragu, matanya menatap Zevanya takut pada reaksinya.
"Ya, aku menantunya. Bukankah tidak pantas kalau aku terus bersembunyi" jawaban itu membuat Aezar tersenyum lega.
"Jangan takut, meski kadang dia seperti nenek sihir tapi dia orang yang baik, dia akan melakukan apapun jika sudah menyayangi seseorang"
Seperti yang dia lakukan pada Dara.
Gadis itu mengangguk sekali lagi, "Bukankah kau harus bersiap-siap sekarang?"
"Aku tidak ingin masuk kantor, aku hanya ingin menemanimu setiap hari disini" ujar Aezar seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Zevanya, dua tangannya kembali melilit pinggang istrinya.
"Sayangnya aku suka pria tampan yang mapan dan pekerja keras. Mereka tampak luar biasa dengan setelan jas dan berdiri dengan anggun, pria seperti itu adalah tipe ideal ku" gadis itu bergumam, membuat Aezar cemberut.
Dia juga seperti itu dulu, tapi sejak menikah ia hanya kecanduan duduk santai dengan istrinya di ranjang.
"Kau pasti akan jatuh cinta padaku setiap hari, lihat saja nanti" ujar Aezar sambil beranjak dengan cepat menuju kamar mandi.
Zevanya tersenyum lebar saat pintu kamar mandi ditutup. Bicara apa sih dia? bahkan jika Aezar hanya menggunakan kaos santai dan celanan belel, pria itu masih bisa membuat jantungnya berdebar tidak karuan.
.
.
.
.
Minta vote nya dong.. maaciww