NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Tujuan

Kembali dimana tahun sekarang.

Perjalanan rombongan Bono dan para penumpang hampir sampai ke tempat tujuan.

Bono melihat kelap-kelip lampu kota.

Biarpun masih jauh mengintip diantara pohon-pohon besar yang masih banyak untuk dilewati.

Semua penumpang mobil MPV putih itu lelap tertidur.

Si tua Kristo, mahasiswi Nali dan satu keluarga yang berada di bangku paling belakang Rama, Dinda dan anak mereka Lukas.

Begitu juga dengan Davis yang duduk di samping pak sopir.

"Lihat lah di depan sana",

"Aku sudah melihat cahaya",

Davis mulai terbangun.

"Tidak lama lagi kita akan sampai di kota",

"Jam berapa sekarang?",

"Baru jam setengah empat pagi",

Bono sudah mulai bisa tersenyum. Tugasnya hampir berakhir.

Mengantarkan para penumpang yang dibawanya selamat sampai di lokasi tujuan.

"Apa itu Bono?",

Mendadak terjadi sesuatu yang aneh.

Muncul kabut asap yang begitu tebal.

"Apa itu?",

"Aku juga tidak tahu",

Bono memilih untuk berhenti terlebih dahulu.

Dalam hitungan menit yang tidak lama mobil mereka sekarang diselimuti oleh kabut asap berwarna putih.

Semua penumpang pun ikut terbangun.

"Ada apa ini?",

"Kenapa banyak asap putih?",

"Ada apa pak Bono?",

"Aku takut yah",

"Tenang saja adek, ada mama sama ayah",

Kemudian terdengar suara gemuruh.

Hentakan suara derap sepatu-sepatu kuda yang berlari kencang.

Tanpa berhenti.

Terdengar semakin kencang.

Kuda-kuda itu juga mengeluarkan suara tawa yang memekikan.

"Apakah mungkin kita kesasar?",

"Jangan-jangan kita terjebak di alam gaib",

"Astaghfirullah",

"Mari kita baca doa-doa semuanya",

"Baca surah Al Qur'an yang kalian hafal",

"Bismillahirrahmanirrahim.... ",

Semua orang yang ada di dalam mobil itu sangat ketakutan.

Histeria penumpang semakin menjadi-jadi ketika muncul sosok hitam dengan wajah yang menyeramkan.

Sosok itu keluar dari kabut asap putih yang semakin tebal.

Semuanya menjerit saking takutnya. Keget.

"Apa itu ma?",

"Tutup mata dek",

"Tolong ya Allah",

"Astaghfirullah",

"Astaghfirullah",

"Itu setan",

"Itu setan",

"Audzubillahiminasyaitonirojim",

"Ya Allah",

"Ya Allah",

"Ya Allah",

"Mati ini",

"Mati",

Puncak rasa panik dan takut.

Belum lagi sosok hitam berwajah menyeramkan itu ada tiga.

Semua penumpang di dalam mobil meringkuk sambil menutup mata. Membaca doa-doa memohon perlindungan.

Ketiga sosok setan itu mengelilingi mobil.

Terdengar dengan sangat jelas suara kaca mobil yang pecah.

Pintu mobil dibuka dengan paksa.

Para penumpang digerayangi.

Mereka dibelai-belai oleh tangan-tangan setan.

Sosok-sosok itu bersuara seperti binatang buas yang tengah meraung-raung karena kelaparan.

"Ah.... Tidak... ",

"Tolong... Tolong... ",

"Tolong... Tolong... ",

"Lepaskan aku... Lepaskan aku.... ",

"Jangan bunuh kami",

"Jangan bunuh kami",

Sesudah para penumpang digerayangi.

Ketiga sosok berwajah menyeramkan itu seketika berlalu pergi.

"Mereka sudah pergi",

"Mereka sudah pergi",

"Mereka sudah tidak ada",

"Syukur lah",

Klimaks ketakutan pun menjadi menurun.

"Kamu tidak apa-apa adek?",

"Sayang kamu tidak apa-apa?",

Rama memastikan anak dan istrinya masih dalam keadaan utuh.

"Kalian tidak apa-apa?",

"Mbak Nali?",

"Pak Kristo?",

"Kami baik-baik saja pak",

Begitu juga Bono yang memeriksa kondisi dua penumpang yang duduk di belakangnya.

Bono lega tidak terjadi sesuatu yang buruk yang menimpa para penumpang yang dibawanya.

Kabut asap putih pun mulai menipis dan hilang.

Di depan sana tampak lampu-lampu kota yang mulai semakin terang.

"Tunggu dulu pak Bono",

"Davis dimana?",

Beberapa saat yang lalu

Ketika tiga sosok hitam berwajah menyeramkan itu memecahkan kaca lalu membuka paksa pintu mobil dan mereka masuk ke dalam mobil.

Davis menjadi curiga.

Rasa takutnya berubah menjadi kesadaran yang berlogika.

Davis mengintip melalui sela-sela jari tangannya, wajah salah satu sosok hitam yang menyeramkan.

Setelah diperhatikan dengan teliti. Wajah yang menyeramkan itu terbuat dari daun-daun kering.

Itu adalah sebuah topeng yang dipakai oleh seorang manusia.

Ketika tiga sosok hitam berwajah menyeramkan itu keluar dari dalam mobil. Davis menguntit dan mengejar mereka.

Davis tidak mau membahayakan keselamatan Bono dan penumpang yang lain.

Sudah jelas mereka adalah para begal yang memanfaatkan situasi creepy jalur baru yang gelap gulita dan kental akan mitos-mitos horor yang simpang siur.

Davis tidak mengejar ketiganya. Hanya salah satu dari mereka yang paling dekat.

Rupanya ada empat sosok hitam yang bertopeng menyeramkan.

Mereka berlari masuk ke dalam hutan.

Begitu menyadari ada Davis salah satu korban mereka yang bernyali mengejar.

Mereka berlari dengan cara berpencar.

Davis berhasil mendekati salah satu dari empat begal bertopeng yang larinya paling lemah.

Davis menendangnya dengan lompatan yang tinggi dari arah belakang.

Terkena punggung lawan dengan sangat telak.

Penjahat itu tersungkur, terkapar, terluka dan meminta ampun.

"Ampun pak",

"Tugas saya hanya menyemprotkan asap fogging",

"Jangan hajar saya pak",

Davis membuka topeng orang itu.

Wajahnya kelihatan masih muda.

"Ikut aku", paksa Davis.

Davis kembali ke mobil yang masih belum jalan.

Bono, Kristo, Nali, Rama, Dinda dan Lukas masih syok.

Mereka melihat Davis yang kembali dengan penuh amarah dan keberanian.

"Itu Davis",

"Sama siapa dia?",

Davis dengan bicaranya yang lantang menyadarkan kawan-kawan seperjalanannya.

"Bono, ayo lekas jalan",

"Sebelum komplotan anak ini datang kembali",

"Yang tadi itu bukanlah setan",

"Mereka adalah begal atau perampok jalanan",

"Periksalah barang-barang berharga kalian",

Dan benar saja.

Barang-barang bawaan para penumpang semuanya ludes dibegal.

Tas-tas penting, dompet-dompet berisi uang, dan hp-hp mahal semuanya raib.

Termasuk barang-barang yang mereka taruh di bagasi belakang.

"Kita bawa penjahat kutu kampret ini ke kantor polisi",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!