PROLOG
Seorang gadis yang hidup didesa dengan kedua orang tuanya, menjalani kehidupan yang sangat sederhana, namun penuh dengan kasih sayang.
Meski hidup dengan kekurangan, namun mereka tak pernah mengeluh dan berputus asa.
Hingga pada akhirnya gadis itu bertemu dengan jodohnya dan mengubah kehidupannya dan ke dua orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisa sary katriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
****Di Rumah Rendra****
Pagi hari keluarga Rendra sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor masing masing.
Perasaan Rendra ada yang kurang, tapi dia tidak tahu apa yang kurang. Rendra memang tidak mengetahui kalau Sari sedang cuti untuk pulang kampung selama seminggu. Tapi pagi ini Rendra merasakan hal yang aneh. Dan dia merasa penasaran kenapa yang menyiapkan makanan di meja makan hanya Asih, sedangkan Sari tidak kelihatan sama sekali.
Ketika bi Asih sedang menuangkan air putih ke dalam gelasnya, Rendra bertanya tentang Sari.
"Kok cuma sendiri bi, biasanya berdua?" tanya Rendra penasaran.
Sebelum Asih menjawab bu Lestari sudah mendahuluinya.
"Sari maksud kamu Rend.... dia kemarin pamit cuti mau pulang kampung!" jawab mamanya.
"Iya den, Sari pulang kampung!" tambaj Asih.
"Lho ma, kok Rendra baru tau sekarang kalau Sari pulang kampung!" ucap Rendra sedikit terkejut.
"Memang kamu harus tau ya Rend, gak biasanya lho kamu kayak gini. Setiap bi Asih pulang emang kamu mau tau!" selidik mamanya.
"Yaa kan, biasanya bi Asih berdua ma nyiapin makanannya, jadi Rendra penasaran aja!" kata Rendra mencoba menutupi hatinya yang merasa ada yang kurang.
"Papa jadi curiga..." kata pak Yudi menatap anaknya.
"Apaan sih pa, curiga apa coba, orang Rendra cuma nanya aja kok" bela Rendra.
Tiba tiba terdengar suara bel berbunyi.
Asih segera beranjak kedepan untuk membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Sherly. Dia sengaja datang pagi pagi karna ingin sarapan bersama di rumah Rendra, dengan tujuan mengambil hati orang tua Rendra.
"Rendra masih di rumah kan bi?" tanya Sherly setelah pintu di buka.
"Masih non, sekarang lagi sarapan di ruang makan, apa perlu saya panggil?" tanya Asih.
"Tidak usah bi biar saya yang ke ruang makan!" kata Sherly, dan langsung berjalan ke arah ruang makan.
Asih sebenarnya tidak begitu menyukai Sherly. Dari awal Asih bertemu dengan Sherly, tidak pernah sekalipun Sherly tersenyum kepadanya. Berbicaranyapun dengan gaya yang angkuh dan sok. Seperti sekarang ini, dengan percaya dirinya Sherly menuju ruang makan tanpa izin dari pemilik rumah. Asih hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat Sherly dari belakang yang berjalan menuju ruang makan.
Dalam hati Rendra berpikir kalau yang datang adalah Rio,asisten sekaligus sahabatnya. Sebab selama ini yang sering berkunjung ke rumahnya adalah Rio.
"Siapa ya pa, pagi pagi kok sudah ada tamu?" tanya bu Lestari.
"Papa juga gak tau ma, Mungkin Rio!" kata pa Yudi menebak.
Setelah Sherly sampai diruang makan.
"Selamat pagi om,tante...!" Seru Sherly seraya berjalan mendekati mama Rendra.
Semua mata langsung menuju arah suara, dan semua terkejut terlebih Rendra. Karna tidak biasanya Sherly datang pagi pagi seperti ini. dalam hati Rendra hanya bisa mengumpat, untuk apa Sherly datang lagi kesini. Sudah banyak kali Rendra meminta Sherly untuk menjauhinya, tapi larangan itu malah membuat Sherly semakin maju.
"Pagi... Sherly?! tumben pagi pagi kesini, ada apa?" tanya bu Lestari setelah melihat kedatangan Sherly.
"Gak ada apa apa kok tan... cuma lagi pengen sarapan bareng om dan tante aja, sama Rendra juga... gak papa kan?" kata Sherly seraya melirik Rendra.
Rendra yang menyadari itu langsung membuang muka, dia merasa benar benar ingin mengusir Sherly dari sini, tapi dia tidak bisa melakukannya di depan orang tuanya. Apalagi sampai sekarang orang tuanya belum mengetahui tentang hubungan mereka.
"Gak apa apa, sini kalau mau ikut sarapan?" kata bu Lestari.
"Makasih tan.." kata Sherly dengan memaniskan senyumnya.
"Memangnya pembantu dirumah kamu tidak masak Sher, kok sampai kamu dateng kesini ikut sarapan?" tanya Pak Yudi.
Sebenarnya pak Yudi tidak menyukai Sherly dari awal ketika Rendra memperkenalkannya pertama kali. Tapi pak Yudi hanya diam saja, karna dia tidak mau terlalu ikut campur dalam masalah hati anaknya. Pak Yudi yakin suatu saat nanti pasti Rendra akan menyadarinya sendiri tanpa harus memberi tahu Rendra. Pak yudi tau betul seperti apa anaknya.
"Masak kok om, cuma saya pengen aja ikut sarapan disini, biar makin deket sama calon mertua" jawab Sherly dengan PD nya. Dalam hatinya sebenarnya Sherly tidak menyukai pertanyaan dari pak Yudi, tapi dia mencoba menahan emosinya untuk menjaga imej nya agar terlihat baik.
"Oh..." kata pak Yudi singkat.
"Makan yang banyak donk sayang, biar kuat nanti kerjanya!" kata Sherly kepada Rendra dengan manjanya.
Rendra tidak menjawab sama sekali. Tapi dalam hati sebenarnya dia ingin sekali mengusir Sherly. Dia masih bisa menahan emosinya karna ada orang tuanya.
"Tuh Rend, dengerin kata Sherly, dia perhatian banget lho sama kamu" kata bu Lestari.
"hm...." hanya itu yang terdengar dari Rendra.
" oh iya om, tante... Aku sama Rendra kan udah lama pacaran, apa om dan tante tidak ada rencana melamar aku ke rumah bertemu orang tuaku!" kata Sherly dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Rendra yang mendengar ucapan Sherly langsung terbatuk batuk karna terkejut mendengar apa yang barusan Sherly katakan. Ingin rasanya Rendra menarik keluar Sherly dari rumahnya.
"Kami tidak bisa memutuskan hal seperti itu, yang lebih berhak memutuskan itu Rendra dan kami hanya bisa menuruti kemauannya!" kata pak Yudi.
"Tapi Rendra pasti bakalan setuju kok om, kalau om dan tante merestui kami, iya kan sayang?" tanya Sherly, menatap Rendra.
"Omong kosong apa lagi yang lo katakan Sher, berapa kali gue harus bilang sama lo, kalau kita udah lama putus,tapi kenapa lo masih aja berani dateng kesini nemuin gue,dan malah nemuin nyokap bokap gue!" Seru Rendra, kali ini dia benar benar sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Kata kata yang Sherly ucapkan membuatnya gagal menahan emosinya.
"Rend jaga perkataan kamu, tidak sepantasnya kamu ngomong kayak gitu sama Sherly. Bukannya kalian ini pacaran!" kata bu Lestari yang terkejut mendengar ucapan anaknya.
"Kita sebenarnya udah lama putus ma,cuma Rendra belum cerita aja sama mama dan papa. Dia bukan wanita yang baik ma. Nanti Rendra bakal jelasin semuanya" kata Rendra mencoba menjelaskan.
"Rendra bohong om,tan, kita belum putus kok..cuma memang kita lagi ada sedikit masalah aja. Sebenernya aku udah mencoba memberi penjelasan sama Rendra tapi dia tidak pernah mau dengerin aku" kata Sherly dengan tangisan palsunya.
"Jangan dengerin dia pa ma, nanti Rendra akan cerita yang sebenarnya.
Dan sekarang gue minta lo pergi dari sini sekarang, kalau gak gue panggilin satpam buat ngusir lo!" Seru Rendra kembali.
Sherly yang sudah merasa malu, langsung pergi dari situ dengan membawa sandiwara tangisannya.
"Sherly tunggu!" seru bu Lestari dan akan mengejar Sherly. Tapi dilarang oleh suaminya.
"Biarkan saja ma, tidak usah dipanggil ataupun dikejar. Biarkan urusan mereka selesaikan sendiri!" ucap pak Yudi.
"Sebenarnya ada apa Rend, kenapa kamu bisa ngomong gitu sama Sherly!" tanya bu Lestari merasa khawatir.
"Panjang ma ceritanya, nanti Rendra ceritain. Sekarang Rendra harus berangkat ke kantor dulu, karna ada meeting pagi ini..assalamualaikum" kata Rendra dan lekas pergi.
"Waalaikumsalam," jawab mereka bersamaan.
Bu Lestari sebenarnya masih merasa bingung dan penasaran dengan hubungan antara Sherly dan Rendra. Dia merasa khawatir dengan anaknya, karna tidak biasanya Rendra sekasar itu terhadap wanita. Bu lestari hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Rendra.
Sedangkan pak Yudi tidak terlalu memikirkan hal itu. Karna itu bukan urusannya. Pak Yudi yakin kalau Rendra bisa mengatasi masalah pribadinya sendiri.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏