Ini kisahku. Tentang penderitaan dan kesakitan yang mewarnai hidupku. Kutuangkan dalam kisah ini, menjadi saksi bisu atas luka yang sengaja mereka perbuat padaku sepanjang hidupku.
Karina, lahir dari seorang ibu yang pemabuk sejak ia masih kecil. Menikahi pria yang sangat ia cintai tak kalah buruk memperlakukan Karina. Di tambah sang mertua yang tak pernah berpihak padanya. Hingga satu tragedi telah mengambil penglihatannya. Karina yang mengalami kebutaan justru mengalami perlakuan buruk dari suami dan mertuanya.
Namun seorang pria tak di kenal telah membawanya keluar dari kegelapan. Yang tak lain pria yang sama yang merenggut penglihatannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BB 33
Ava duduk di sofa menundukkan kepalanya, ia tak mampu berkata apa apa lagi saat sang ayah sudah mengambil keputusan. Sejauh mana hati kecilnya memberontak, untuk menolak perjodohan itu dan berlari menemui Karina. Wanita yang ia lukai sekaligus di cintainya.
"Dad..apa aku bisa menentukan pilihanku?" tanya Ava tanpa mengangkat wajahnya.
"Ava, selama ini aku selalu membebaskanmu. Tapi kau selalu berbuat ulah sesuka hatimu. Berkali kali pula, aku memberikanmu ruang seluas luasnya. Tapi berkali kali juga kau mengecewakanku."
"Aku tahu, Dad. Tapi-?"
"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi." Yong Ma memotong ucapan Ava.
"Dad.."
"Aku sudah tua, saatnya kau yang meneruskan semua yang kumiliki, kau harus bisa memikul tanggung jawab." Yong Ma menarik napas panjang. "Kau masih punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri. Kuharap kali ini kau tidak berbuat ulah lagi."
Yong Ma berdiri, menatap Ava sesaat dan berlalu pergi meninggalkan Ava sendirian termenung.
"Karina, apa aku bisa hidup tanpamu.." desah Ava kecewa. "Satu bulan, apa aku bisa menerima wanita lain dalam hidupku dalam waktu satu bulan ini?"
***
Minggu ketiga.
Karina dan Widia akhirnya kembali ke Indonesia setelah mata Karina normal kembali seperti semula. Semua berkat Ava, yang rela mengorbankan dirinya demi kesembuhan Karina.
Karina sudah tidak sabar untuk segera sampak di rumah. Ia sangat ingin melihat wajah penolongnya. Namun Karina harus kecewa, karena Ava sudah tidak menempati rumah itu lagi sejak kepergian Karina. Namjn sebelum Ava pergi, rumah yang di sewanya telah di beli dan di berikan atas nama Karina.
"Kemana mas Ava pergi bu..." isak Karina dalam pelukan Widia.
"Ibu tidak tahu sayang, bahkan Ibu tidak tahu rumahnya di mana, keluarganya siapa," ujar Widia terus menenangkan Karina.
"Kenapa dia meninggalkanku Bu.."
"Karina." Widia mengangkat dagu Karina dan menatapnya. "Apa kau mencintai Ava?"
Karina menganggukkan kepala, kembali membenamkan wajahnya di dalam pelukan Widia yang terdiam memikirkan di mana Ava sebenarnya.
"Karina sayang, jika memang kalian berjodoh. Aku yakin Tuhan akan mempertemukan kalian dengan caraNya."
Namun Karina hanya diam, enggan membalas kata kata Widia. Ia tidak mengerti kenapa Ava pergi begitu saja.
"Siapakah mas Ava itu sebenarnya," gumam Karina dalam hati.
Waktu terus berputar, hari berlalu bulan pun berganti. Karina masih tetap setia menunggu dan berharap Ava datang menemuinya. Meski ia sendiri tidak tahu kapan Ava akan datang.
Tiga bulan berlalu, Karina mulai memberanikan diri kelaur dari rumah. Ia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya, menikmati indahnya dunia yang sempat hilang.
Hari ini, Karina memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk membiayai hidupnya dan Widia. Karina tidak ingin Widia terlibat lagi dengan para penjudi dan mabuk mabukkan seperti dulu.
Raihan sahabat Karina menawarkan pekerjaan di cafe miliknya. Setelah di pecat dari perusahaan Pramudya. Raihan membuka usaha sendiri. Tawaran Raihan tentu saja di sambut baik oleh Karina.
Kabar kepulangan Karina ke Indonesia, dan sudah bisa melihat lagi seperti dulu. Terdengar oleh Pramudya ataupun Alexis. Dua pria yang terobsesi pada Karina. Masing masing punya rencana berbeda untuk merebut hati Karina.
Secara bersamaan kepulangan Karina dan sudah bisa melihat lagi membuat Zahra semakin gerah dan sering kalj khawatir jika Pramudya berpaling pada Karina dan mencampakkannya seperti yang di lakukan Pramudya pada Karina.
moga tidak ya klu iya gk semangat lagi baca nya