Raina Andriana seorang gadis yatim piatu, yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan pesawat, Dia memiliki satu orang Adik, yang bernama Rania Andriani, mereka di asuh oleh nenek nya yang bernama nenek irma.
Karena neneknya yang sakit-sakitan, Raina menjadi tulang punggung keluarganya, dahulu kehidupan mereka sangat berkecukupan, namun saat orang tua mereka meninggal, jadilah Raina yang harus membiayai kebutuhan mereka.
Sampai tiba dimana dia harus menjadi istri pura-pura dari pengusaha muda yang bernama Rasya Samudera, Keluarga Rasya selalu menuntut Rasya untuk segera menikah mengingat umur Rasya yang sudah tidak muda lagi, namun Rasya selalu saja menolak dengan alasan belum siap, Rasya memang mempunyai kekasih namun kekasih nya masih mengejar kariernya dan tidak mau di ajak menikah dulu, karena terus di tuntut Rasya pun terpaksa mencari wanita untuk MENJADI ISTRI PURA-PURA, sampai pada akhirnya mempertemukan Rasya dengan Raina..
Bagaimana kisah selanjut nya..???
Jangan lupa ikutin terus dan dukung novel ke 4 Author terimakasih.
Salam manis..
Author
Adriana Niandra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adriana Niandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Setelah mengunci dirinya di dalam kamar mandi Ryn keluar dari dalam kamar mandi langsung berlalri ke arah looking closet, untuk mengganti handuk kimono dengan bajunya.
"Ryn saya mau bicara sama kamu?" ucap Rasya.
Ryn pun duduk di sofa sedang kan Rasya duduk di ranjang nya.
"Semalam apa kita? emm apa saya yang memaksa kamu? " tanya Rasya
"Saya tidak tau, saya tidak ingat apa-apa" ucap Ryn.
"Bagaimana kita bisa melakukan itu, jika sama-sama dari kita tidak sadar" ucap Rasya menjambak rambutnya.
"Saya juga tidak tahu, setelah makan malam saya masuk ke kamar, dan kepala saya mulai pusing, karena bapak belum sampai saya tidur sebentar di ranjang bapak" ucap Ryn menunduk.
"Apa jangan-jangan Mami ? " gumam Rasya.
"Maksudnya?" tanya Ryn
"Semalam setelah makan malam kepala saya juga pusing, dan tidak biasanya mami membuat cake sendiri" ucap Rasya
"Tapi apa mungkin Mami melakukan seperti itu?" tanya Ryn.
"Dia kan memang ingin sekali punya cucu" ucap Rasya.
"Cucu " meraba perutnya
"Tenang saja saya akn bertanggung jawab, jika terjadi sesuatu lahirkan lah, saya akan menambah tunjangan mu" ucap Rasya.
"Maaf pak, semua bukan melulu karena Uang, tapi jika di beri pilihan lebih baik tidak usah tumbuh janin dalam perut saya, kalau itu terjadi dia akan menjadi korban, saya tidak mau memberikan hal yang semu untuk anak saya nanti" ucap Ryn meneteskan air mata nya
"Saya tau, tapi bagaimanapun juga itu anak saya, saya tidak akan mau jika kamu menggugurkannya" ucap Rasya.
"Kalau gitu kita sama-sama berdoa saja, semoga tidak akan ada janin di dalam perut saya" ucap Ryn
"Tapi jika kamu berbuat yang tidak-tidak, atau berani mengugurkan anak saya, saya akan buat perhitungan, karena kamu, tubuhmu dan hidupmu berada di tanganku" ucap Rasya
"Iya pak saya mengerti" ucap Ryn menunduk
Disisi lain mami berada di dapur dengan mbok Sumi yang sedang membereskan piring-piring.
"Mbok kira-kira mereka sudah melakukannya belum yak?" ucap Mami
"Sepertinya sudah Nyonya, buktinya Aden dan non belum keluar kamar dari tadi pagi" ucap Mbok Sumi
"Tapi nyonya bagaimana kalau Aden Curiga?" sambung mbok Sumi
"Tidak apa-apa toh mereka memang sudah menikah kan, kecuali mereka hanya menikah pura-pura" ucap Mami.
"Maksud nyonya?" tanya mbok Sumi
"Tidak ada mbok, saya tidak mau memikirkan itu, saya lebih suka kalau di rumah ini ada bayi" ucap Mami.
**
Setelah kepergian Rasya, Ryn masih berada di dalam kamar, dia duduk di balkon kamar Rasya, merasakan udara pagi dan menatap burung-burung yang terbang bebas, seakan tak mempunyai beban dalam hidup nya, Angin berhembus lembut meniup rambut Ryn yang indah.
"Semua terasa seperti mimpi, Aku yang menjadi istri pura-pura, Aku yang selalu harus menuruti perintah dia walaupun itu membuatku terluka, dan sekarang.. Jika ini benar mimpi, aku berharap segera terbangun dari mimpi ku, Jangan biarkan ada hati yang terluka karena aku." ucap Ryn berkaca-kaca matanya.
"Ya Allah jika ini semua kehendakmu aku terima dengan hati yang ikhlas, tapi aku mohon jika kau menghendakinya hidup (memegang perutnya) Tolong beri jalan yang terbaik untuk kami, aku tidak ingin dia merasakan kesedihan ku, biar aku saja yang menanggung nya" ucap Ryn meneteskan air matanya.
Bersambung.