NovelToon NovelToon
Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: rehuella

Karena sebuah kesalahan Kalundra Ananda Ramones, harus menikahi wanita yang baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah tidak lagi mempedulikan statusnya sebagai tunangan orang yang dicintainya.

Aluna Dinda Soeharjo wanita cantik berusia 25 tahun, demi menghindari kakak tirinya dia pergi ke Jakarta. Aluna terpaksa menerima tawaran yang diajukan Kalundra demi menutupi rasa malu keluarganya. Dia belum yakin sepenuhnya jika yang mengucapkan ijab qobul, bukan orang yang dia cintai.

Surat perjanjian disepakati oleh keduanya, mereka tinggal seatap, layaknya pasangan pada umumnya.

Seiiring berjalannya waktu cinta tumbuh di antara keduanya, siapakah yang akan Kalundra pilih? Cinta masa kecilnya atau wanita yang sekarang menyandang status sebagai istrinya? Dari pada penasaran baca yuk.

Ini Sekuel Kepincut Cinta Dokter ya. Tapi ini kisah anaknya, kalau kalian baca langsung juga nyambung kok, karena di novel pertama itu, tentang kisah lahirnya Kalundra dan saudaranya.

Selamat membaca semoga suka dengan tulisan saya ini.

Follow Ig : rehuella1
Fb Yetha itu Yhenie

Pesan saya jangan lupa favoritkan dan like ya, kalau mau kritik saran, boleh banget.😅

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

Kalun menatap satu persatu, orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Aluna, tidak beda jauh dengan mereka yang menatap curiga ke arah Kalun.

Hanya 4 orang yang datang mengunjungi Aluna, kepala devisi, tetangga meja Aluna serta dua wanita yang selalu membantu Aluna saat menyelasaikan proyek Emero Group.

“Bapak di sini juga?” tanya seorang wanita rekan satu devisi Aluna.

“Ya, dia karyawanku, jadi saya berhak datang ke sini, kalian jangan terlalu lama berada di sini, dokter tadi memperingatkan saya, supaya memberi waktu untuk dia banyak istirahat, jadi kalian harus segera pulang!” Kalun menjelaskan panjang lebar pada karyawan di depannya, supaya karyawannya itu tidak terlalu lama berada di sana.

Keempat orang itu diam, setelah mendengar ucapan dingin yang keluar dari bibir Kalun. Mereka semua merasa tidak nyaman dengan kehadiran Kalun, apalagi sorot matanya yang terlihat tidak suka dengan kedatangan mereka.

Mereka pun segera berpamitan setelah berada di sana sekitar 20 menit. Meninggalkan amplop yang ternyata berisi uang 500 ribu yang membuat Kalun terpingkal-pingkal, karena mereka mengira dia tidak mampu membiayai tagihan rumah sakit untuk istrinya.

Setelah kepergian rekan Aluna, Kalun mulai mengusik kembali kehadiran Renata yang masih asyik dengan ponsel di tangannya. Dia terus meminta Renata untuk pergi. Bahkan kini Renata tidak menganggap Kalun ada, dia mengenakan earplug di telinganya supaya tidak mendengar celotehan Kalun.

“Biarkan dia di sini, lagian siapa yang akan menjagaku jika kamu pergi ke London nanti malam, apa kamu tega meninggalkan aku sendirian di ruangan ini?” tanya Aluna yang membuat Kalun duduk mendekatnya, dia duduk di tepi kasur yang Aluna tempati saat ini.

“Aku sudah membatalkan acaraku untuk pergi ke London, siapa yang akan memandikan dan menggantikan bajumu nanti jika aku pergi? Hum, memangnya siapa yang rela jika tubuh istrinya dilihat orang lain?” tanya Kalun sambil menatap wajah Aluna.

“Emang kalau kamu di sini, aku mau ganti baju sama kamu? Lagian ya, yang namanya janji harus ditepati! Kasihan tunanganmu, jika kamu tidak jadi pergi ke London hari ini.” Aluna menjawab pertanyaan Kalun sambil menunduk, menghindari tatapan Kalun yang tengah menatapnya.

“Aku nggak janji sih, awalnya aku ingin memberinya kejutan, tapi ada istriku di sini yang membutuhkanku, tenanglah aku nggak akan tergoda dengan tubuhmu yang seperti papan itu,” ucap Kalun diakhiri suara tawa kecil yang keluar dari mulutnya.

Aluna langsung mendorong tubuh Kalun supaya menjauh darinya, tapi tenaganya yang kecil tidak mampu untuk mengusir tubuh Kalun, Kalun semakin tertawa keras karena mampu membuat wajah Aluna mengeluarkan guratan merah di pipinya.

“Nanti malam kita pulang!” ucap Kalun sambil berdiri dari bed Aluna.

“Dan kita akan tidur satu ranjang lagi!” lanjutnya sambil menoleh ke arah Aluna. Aluna hanya menatap aneh ke arah Kalun, membayangkan jika dirinya akan tidur sekamar lagi dengan suaminya, dia hanya takut kejadian 2 hari yang lalu terulang kembali. Meski dia wajib memberikan itu pada Kalun, tapi dia belum siap jika nanti dia akan jatuh semakin dalam lagi.

Aluna berpikir keras untuk menghentikan niat Kalun. Tapi yang namanya Kalun memang tidak menerima penolakkan, dia terus menjawab semua alasan Aluna, saat Aluna mencoba menolaknya. Renata yang memakai penutup telinga tidak mampu mendengar jelas keributan di ruangan itu.

Malam pun tiba, saat ini Aluna tengah berada di mobil Kalun, dia terus melirik ke arah Kalun yang tengah fokus menatap jalan di balik stir mobilnya. Aluna menahan perutnya yang terasa perih karena belum makan malam.

“Apa kamu tidak lapar? Bisakah kita berhenti dulu untuk mencari makan?” tanya Aluna yang membuat Kalun menoleh ke arahnya.

“Aku nggak terbiasa makan sembarangan, jadi kita makan di rumah saja,” ucap Kalun ketika berhenti di lampu merah.

“Apa kamu tega memintaku untuk memasak?” tanya Aluna. Namun, Kalun hanya membalasnya dengan cengiran. Membuat Aluna semakin geram karena Kalun membiarkan dirinya kelaparan.

Aluna yang kesal menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, sambil menatap ke arah lampu yang mengiringi perjalanannya. Perlahan matanya terpejam karena merasa ngantuk, mungkin efek obat yang diberikan padanya tadi.

Kalun hanya menggelengkan kepala, saat mengetahui Aluna tengah terlelap. Tanpa pikir panjang dia memainkan pipi Aluna dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kananya fokus mengendalikan setir mobil yang berjalan pelan.

“Hey bangun! Kita sudah sampai!” perintah Kalun sambil menguncang tubuh Aluna saat mobil sudah tiba di parkir apartemen. Namun, yang ada Aluna belum bisa bangun dari tidurnya, dia justru memperlihatkan wajah lucunya yang membuat suaminya semakin merasa gemas. Hingga akhirnya Kalun menyerah dan menggendong tubuh Aluna, dan membawanya masuk ke apartemen.

“Tubuhnya kecil, tapi kenapa bisa seberat ini,” ucapnya setelah menidurkan Aluna di kamarnya, Kalun lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Aluna, membiarkan istrinya itu tertidur nyenyak.

Kalun kembali turun ke bawah untuk memasak makan malam. Kalun yang pernah hidup sendiri pun, sudah terbiasa memasak beberapa makanan, tapi tidak sejago mamanya. Cukup lama dia berada di dapur hingga pukul 9 malam dia kembali ke kamarnya untuk membangunkan Aluna.

“Lun, ayo kita makan!” ucapnya ketika sampai di depan kasur. Tubuh Aluna mulai menggeliat ketika Kalun membangunkannya.

“Baguninnya yang romantis dong Fan!” perintahnya dengan mata yang masih terpejam.

“Bisakah kamu menghapus nama lelaki itu dari ingatanmu!” maki Kalun dengan suara keras membuat mata Aluna terbuka sempurna, dia benar-benar tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan dan dia juga tidak tahu berbicara apa barusan. Aluna lalu mencoba untuk bangun, dia disambut Kalun dengan tatapan mematikan.

“Kenapa denganmu?”

Kalun pun diam, tidak menanggapi pertanyaan Aluna, dia sendiri juga merasa aneh dengan perasaannya ini, tidak biasanya dia marah tanpa sebab, apalagi hanya dengan mendengar Aluna menyebut nama mantan calon suaminya. Dia pun menggelengkan kepala.

“Ayo makan!” ajaknya sambil berjalan keluar kamar.

Kalun menapaki tangga, meninggalkan Aluna yang kembali merebahkan tubuhnya, setiap langkahnya dia terus memikirkan perasaan debar di jantung yang semakin menyiksanya.

Sampai di meja makan, dia menyiapkan makanan untuk Aluna. Karena tidak kunjung melihat Aluna, Kalun pun berteriak memanggil istrinya.

“Lunaa, ayolah katanya lapar!” teriak Kalun dengan sedikit emosi, karena dia masih merasa cemburu dengan sikap Aluna tadi.

Luna yang tadi hampir tidur kembali, segera bangun ketika mendengar teriakan Kalun. Dia berjalan menuju meja makan di mana Kalun menyiapkan makanan untuknya.

“Kamu pesan di mana?” tanya Aluna ketika melihat kepiting asam manis di meja makan.

“Pikir sendiri,” sahutnya dengan nada dingin. Aluna pun diam sambil meraih piring lalu mengisi nasi ke dalam piringnya.

Kalun menikmati makanan itu dengan nikmat, karena dia juga belum makan dari tadi siang. Berbeda dengan Aluna yang hanya menatap makanan di depannya.

“Kenapa? Cepat makan aku tidak ingin kamu semakin kurus saat tinggal denganku,” ledeknya saat melihat Aluna tidak segera menyantap makanan di depannya.

“Sepertinya makanan ini tidak cocok untukku, kamu lihat sendiri bagaimana tanganku,” ucap Aluna dengan mengerucutkan bibirnya, dia sedikit kecewa dengan keterbatasannya saat ini.

“Bilang saja minta disuapin!” Kalun mendekat ke arah tempat duduk Aluna, lalu menyuapi Aluna dengan tangan kananya.

“Kamu nggak merasa jijik denganku, tanganmu terkena air liurku? Bahkan kamu menggunakan tanganmu untuk menyuap ke dalam mulutmu,” tanya Aluna yang memperhatikan tangan Kalun.

“Aku bahkan sudah mencicipi air liur mu,” ucapnya sambil menyuapi daging kepiting itu ke dalam mulut Aluna.

“Bukannya kamu selalu jijik dengan makanan yang diambilkan dari tangan orang lain?” tanya Aluna penuh selidik menatap kelakuan Kalun. Mertuanya sudah memberitahu tentang apa yang disukai dan yang tidak disukai suaminya, jadi Aluna selama ini tidak perlu repot mengambilkan makanan yang di sajikan di meja untuk Kalun.

“Entahlah! Cepat makan, atau aku akan berhenti menyuapimu,” perintahnya sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri.

Aluna hanya menurut, dia mencoba menenangkan debar jantungnya yang sidikit lebih cepat, saat melihat tatapan Kalun yang tengah menatap intens ke arahnya.

“Apa kamu sudah jatuh cinta denganku? Kenapa menatapku seperti itu.”

👣

Follow Ig saya ya rehuella1

Jangan lupa untuk like dan vote.🙏

O ya, terima kasih yang sudah mendoakan saya, alhamdulillah saya sudah sembuh🤓🤓🤓

1
Mira Hastati
bagus
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
eonnira
yeeeee ketemu juga ceritanya ayah Kalun dan bunda Luna🤗🤗
Afriyani Fristianingrum
Buruk
Arie Afnieta
bagus
Lenni Namora
Luar biasa
dini0532
Bisa2nya aku netesin air mata di kantor gara2 baca part Luna melahirkan 🥲
dini0532
Papa Erik selalu terdepan. Tim satsetsatset. Tapi anak dan mantu2nya klemer2 semua, ibarat kata musibah dibikin sendiri mulu zzz
dini0532
Aneh banget Pak Budinya juga. Kalo Kalun ga bisa dihubungi ya coba hubungi yg lain jg dong. Apalagi ini baru ketauan kalo Luna hamil tp ga ada tanda2 nyuruh Kalun dan keluarganya buat jemput. Harusnya curiga dong knp anaknya bisa sendirian lama bgt di Solo
dini0532
Kadang Kalun emang suka cemburu berlebihan, giliran Luna yg cemburu di sepelein. Tp untuk soal rumah, aku sependapat sm Kalun. Mending cari rumah lain dr pd nantinya jd kebayang2 Fandi terus
dini0532
Lemah amat luluhnya cuma sama nasi goreng. Pdhl fatal bgt kesalahannya, bukan cuma sekedar nemenin mantan yg lg sekarat tp nyaris ijab qabul. Bayangin kalo keburu ijab qabul dan si Kayra blm meninggal. Brarti kan Luna bener2 di madu. Pantes Riella di madu, ini mah bener2 karma abangnya kayanya
dini0532
Kalun kan katanya dulu dokter tapi kok sebodoh ini sih? Luna kan hitungannya habis keguguran. Papanya udah ngewanti2 buat ABC tp dengan santai dan sadarnya Kalun ngejawab nentang bodo amat kaya gitu. Kok lama2 jd makin kesel sm karakter Kalun ya?!
dini0532
Good job Aluna, sempet mikir kirain dia cepet luluh ternyata tetap tangguh. Hukuman harus ttp ada buat Kalun biar dia bisa ngehargain istrinya. Kecewa bgt pasti jd Luna
dini0532
Walaupun tau endingnya Kalun sm Luna kaya gimana. Tp gue msh ttp penasaran sm kelanjutan masalah ini. Pgn Kalun "sadar" sm kelakuannya sih
dini0532
Walaupun Kayra meninggal, tapi tetep ga suka dan ga bisa dibenarkan jg caranya Kalun sembunyi2 kaya gini. Bener2 ga ngehargain istri. Pdhl kalo jujur pasti Luna bakal izinin apalagi kalo tau Kayra sekarat
dini0532
Gue kalo jd Luna, walaupun Ferdi orang baik dan dia diwasiatin gt sama Fandi, gue ttp nolak sih. Ga kebayang kalo mesti terus2an kebayang Fandi di fisik Ferdi. Nantinya jd gatau beneran cinta sm Ferdi atau cuma krn Fandi. Trs blm lagi ibu mertua nya kaya begitu. Mending jadi mantunya Papa Erik Mama Ella dh, bener2 di syg bgt
dini0532
Kok cinta sm Emil dari sejak SD sih? Bukannya SD masih sukanya sm Kenzo ya? Baru demen Emil kan pas sekitaran SMA / kuliah, pas dia udah benci sm Kenzo kan?
dini0532
Parah bgt kalo beneran ditinggal di hotel sendirian tanpa kabar. Minimal tinggalin pesan kek di kertas / sms
dini0532
Kasihan jg sih Kalun kaya berjuang sendirian. Seandainya Luna tau pengorbanan Kalun biar bisa terus bareng dia
dini0532
Waahh kirain cuma papa Erik yg tau belangnya Kayra, ternyata papanya Kayra pun tau gmn kelakuan anaknya ckck
dini0532
Fix Aluna hamil dan papa Erik udah tau sejak Luna pingsan. Makanya kmrn ajudannya ganti kopi jd susu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!