Harap sopan dalam berkomentar, Author juga punya hati dan perasaan 🙏🙏
Vania Clarissa gadis cantik yang berusia 21 tahun, dia biasa dipanggil dengan sebutan Risa. Risa terpaksa menerima perjodohan dengan Denis Kusuma laki-laki yang berusia 25 tahun, yang bersifat angkuh, kejam dan sangat Sombong untuk melunasi hutang orang tuanya pada keluarga Denis. perjodohan ini menjadi masalah besar untuk Denis karena Denis sudah punya kekasih yang bernama Maya Calista gadis cantik yang berusia 23 tahun.
Ini novel dewasa ya 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Tiba-tiba kepikiran
Denis pun sampai dikantor, semua pegawai denis menyambut denis dengan sopan, namun denis yang biasanya hanya melewati mereka begitu saja pagi ini denis menyambut salam mereka dengan senyuman yang begitu manis.
"Tumben tuan denis senyum?"
"Tidak biasanya, bos sombong itu tersenyum"
"Kesambet, angin apa tuan denis mau senyum semanis itu!!"
"Tampan sekali kalau tersenyum"
"Aku mau jadi istrinya"
"Tuan denis, yang tidak mau denganmu"
Berbagi macam kata-kata pun keluar dari mulut para pegawainya.
Denis pun sudah sampai diruangannya dan sudah ditunggu oleh alan, sekertaris yang sudah seperti sahabatnya sendiri.
"Katakan ada apa?" tanya denis, yang melihat alan sudah menunggu diruangannya.
"Ini berkas yang harus tuan muda, tanda tangi pagi ini" jawab alan, alan menaruh berkas-berkas tersebut dimeja denis.
"Tuan muda saya permisi dulu ya" pamit alan.
Alan pun langsung pergi meninggalkan ruangan denis, denis pun duduk kursi kerjanya sambil menantadatangi berkas-berkas yang dibawah oleh alan.
Setelah selesai denis pun duduk sambil memainkan pena yang ada ditangannya.
"Gadis bodoh itu sedang apa ya?" guman denis yang tiba-tiba kepikiran dengan risa.
Apa-apaan ini? kenapa aku jadi kepikiran sama gadis bodoh itu? Denis ingat kamu sudah punya maya, kamu tidak boleh memikirkan gadis bodoh itu. Gerutu denis penuh rasa kesal namun juga merasa bingung.
Dirumah denis.
"Risa, apa kamu sudah siap punya anak nak?" tanya mama denis tiba-tiba.
Risa pun terdiam karena bingung harus menjawab apa pada mamanya denis.
Mama kenapa, mama harus bertanya seperti itu pada risa. Keluh risa
"Kalau untuk saat ini belum mama, soalnya kan risa juga masih kuliah ma" jawab risa dengan alasan yang begitu masuk akal.
"Tapi mama dan papa sudah ingin punya cucu nak!!" ucap mama
"Nanti akan risa bicarakan dengan denis ya ma, masalah ini" jawab risa, yang berusaha meyakinkan mamanya denis.
Dikantor.
Denis pun sudah selesai dengan pekerjaannya dan ingin segera pulang kerumahnya.
Rasanya aku ingin sekali cepat pulang dan bertemu dengan gadis bodoh itu, aku kangen berdebat dengan dirinya. guman denis senang.
"Kenapa hari ini aku terus memikirkan gadis bodoh itu, tiba-tiba kepikiran dengan gadis bodoh itu, aku ini kenapa sebenarnya??" ucap denis yang merasa bingung.
Alan yang sedari tadi sudah berdiri diambang pintu dan mendengar ucapan denis, tiba-tiba menimpalinya.
"Siapa gadis bodoh yang tuan mudah pikirkan?" tanya alan tiba-tiba.
"Hey, kenapa kau tidak mengetuk pintu lebih dulu" kesal denis pada alan.
"Aku sudah berkali-kali mengetuknya tuan, hanya tuan saja yang tidak mendengarnya" jawab alan.
"Apa sekarang kamu sedang menyalahkanku?? aku berani sekali kamu dasar sekretaris sialan" kesal denis
Namun alan malah menggelengkan kepalanya.
"Tuan, saya hanya bicara apa adanya" jawab alan, sambil tersenyum pada denis.
"Keluarlah kau, apa aku ingin melihat sepatuku melayang sekarang?" tanya denis.
"Pulanglah tuan muda, segera temui nona muda aku yakin tuan akan segera sadar dan tidak akan merasa kesal lagi" ucap alan, dan langsung pergi meninggalkan ruangan denis.
Tuan muda, sepertinya sedang tidak waras. guman alan sambil tersenyum tidak percaya.
Denis langsung pergi meninggalkan ruangannya, denis pun sudah ada didalam mobil Anton melajukan mobilnya dengan begitu cepat dan setelah beberapa lama sampailah dirumah.
Denis melihat disetiap ruangan namun tidak menemukan istrinya atau mamanya.
"Kemana mereka?"
Denis langsung menuju ke kamarnya dan melihat risa sedang berbaring ditempat tidurnya sambil menonton film drama china.
Denis yang melihat pemandangan itu merasa kesal pada risa.
"Hey gadis bodoh, apakah tidak ada kerjaan lain selain menonton drama china?" tanya denis, yang membuat risa kaget.
"Kenapa, kamu seperti hantu mengangetkan saja" kesal risa.
"Kamu saja yang bolot, gara-gara kebanyakan nonton film drama" jawab denis.
"Daripada aku harus melihatmu setiap hari, itu sangat membosankan manusia serigala yang kejam" kesal risa, risa pun melanjutkan menonton film dramanya.
"Ris, ambilkan aku minum aku haus!!" suruh denis.
Risa pun menuruti perintah denis dan segera menuju ke dapur untuk mengambil minum buat denis, setelah mengambil air minum Risa pun kembali ke kamarnya.
"Ini minumnya" ucap risa
Tumben gadis bodoh ini tidak membantah, padahalkan niat aku membuat dirinya kesal padaku. Guman Denis kecewa
"Ini udah" ucap denis sambil memberikan gelas yang masih berisi air kepada risa.
risa pun menerima gelas itu.
"Kamu mau makan dulu, biar aku siapkan?" tanya risa.
Tumben sekali, ada apa ini??
"Kamu mau apa?? katakan saja!!" ucap denis yang melihat risa tidak seperti biasanya.
"Aku hanya ingin membicarakan sesuatu padamu" jawab risa.
"Kita bicarakan nanti sebelum tidur, aku mau mandi dulu sekarang" ucap denis.
"Baiklah" jawab risa.
Denis beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju kamar mandi untuk segera mandi.
Aku harus bicarakan pada denis, apa yang tadi mama tanyakan padaku. Guman risa.
Setelah beberapa saat denis pun keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk saja, sekarang bagian tubuh denis bisa terlihat begitu jelas.
Risa menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Kenapa kau menutup matamu? aku ini suamimu!! lagian semua bagian tubuhmu juga sudah aku lihat" ucap denis yang mengingkatkan kejadian beberapa hari lalu.
Dia bilang dia suamiku tapi dia selalu menyiksaku, suami macam apa kau sadar laki-laki mesum. Keluh risa
Denis yang masih memakai handuk pun menghampiri risa yang sedang duduk ditepi ranjang.
"Tidak usah menutupnya" jail denis, sambil membuka mata risa dengan kedua tangannya
"Kau mau apa? pakailah pakeanmu dulu sana" ucap rasa dengan begitu panik.
Denis pun tertawa begitu senang.
"Kau begitu lucu, ambilkan bajuku dilemari" suruh denis, disela tawanya.
Risa pun bangun dan segera mengambilkan baju untuk denis.
"Ini bajumu" ucap risa.
dan denis langsung menuju ruang ganti tanpa mengucapkan terimakasih pada Risa.
Dasar menyebalkan. kesal risa.
Denis keluar dari tempat ganti baju yang ada dikamarnya dan langsung menghampiri risa.
"Ayo tidur!!" ajak denis
"Tapi kamu tidak makan dulu?" tanya risa.
"Aku tidak lapar besok saja" jawab denis.
"Apa yang kamu mau bicarakan tadi?" tanya denis sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.
Namun risa masih duduk ditepi ranjang.
"Berbaringlah!!" suruh denis, sambil menarik tangan risa, membuat risa begitu kaget.
"Kamu mau apa?" tanya risa
Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya biar authornya makin semangat nulisnya 🙏🙏
kalau next chapter Denis sadar kalau yg dirasakan pada Maya itu bukan cinta ..lu harus buat kalimat itu bilang gini "ternyata selama ini aku tdk mencintai Maya"
baru deh nyambung kalau Denis emng gak tau rasanya jatuh cinta
sukses
semangt
mksh