Setelah satu hari pengangkatan raja Naga baru di istana Naga Langit , tapi tiba tiba terjadi serangan yang sangat dahsyat di istana Naga Langit.
Mampukah istana langit mempertahankan kekuasaannya ?
Siapakah sebenarnya yang menyerang istana langit ini ?
Bisakah Yuan Long sang Naga membalas apa yang telah menimpa keluarganya....?
Ikuti terus kelanjutan ceritanya " Kembalinya Sang Naga "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Achmat sodiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 ~ Hukuman cambuk Api .
.
.
Sesampainya di penjara sekte Naga Kuno kemudian Patriak Zian Long memasukan Lin Shuya ke dalam sel penjara yang sama dengan Lin Khuan.
Lalu meninggalkan mereka di sana , sehingga Lin Khuan langsung memarahi Lin Shuya yang telah meninggalkan dirinya sendirian.
'' Bajin*an kau Lin Shuya, ternyata tadi kau telah menjebakku dengan meninggalkanku sendirian di sana...'' ucap Lin Khuan .
'' Aku minta maaf saudara Lin Khuan , tadi kepalaku langsung pusing saat terkena hantaman ujung cambuk Yuan Cheng. Sehingga aku memilih langsung kabur dari sana ...'' ucap Lin Shuya.
'' Tapi kenapa kamu tidak memberi isyarat jika ingin kabur dari sana....?'' tanya Lin Khuan .
'' Itu adalah kesalahanku , karena aku sudah tidak bisa berfikir lagi saat kepalaku menjadi pusing . Sehingga aku langsung kabur begitu saja sebelum aku pingsan...'' ucap Lin Shuya.
'' Kamu memang breng*ek , gara gara kamu kabur dari sana aku langsung di serang oleh mereka berlima . Sehingga aku akhirnya bisa di lumpuhkan oleh Yuan Cheng mengunakan cambuk anehnya itu...'' ucap Lin Khuan.
Kemudian mereka berdua langsung berdiskusi mengenai masa depan mereka di sekte Naga Kuno ini setelah mendapatkan hukuman cambuk api .
****
Berpindah di tempat Yuan Cheng.
Sesampainya di asrama murid magang, kelompok Yuan Cheng kemudian langsung menyetorkan bahan obat kepada Diaken Nian Ling .
Diaken Nian Ling memberi sedikit nasihat kepada kelompok Yuan Cheng untuk lebih giat lagi berlatih .
Agar jika terjadi masalah penyergapan lagi mereka bisa melawannya dengan mudah.
Setelah selesai mendengarkan nasihat Diaken Nian Ling, kemudian mereka semua langsung keluar dari bangunan tengah .
Secara kebetulan Yuan Cheng dan kelompoknya melihat Lin Yan dan kedua rekannya sedang membersihkan lantai .
'' Kebetulan aku bertemu dengan kalian bertiga di sini , tadi kelompok kami di sergap oleh murid luar bernama Lin Khuan dan Lin Shuya . Kebetulan kami berlima berhasil melumpuhkan Lin Khuan dengan kekompakan kami , jika kalian bertiga masih ingin terus memperpanjang masalah ini lebih baik kita selesaikan saja dengan cara terhormat atau bertarung di panggung turnamen ...'' ucap Yuan Cheng.
Lin Yan dan kedua rekannya sudah mendengar berita ini , jadi mereka bertiga tidak terkejut lagi .
Tapi mereka bertiga tidak memperdulikan apa yang di ucapkan oleh Yuan Cheng, mereka memilih melanjutkan untuk tetap membersihkan lantai .
'' Teman teman, lebih baik kita kembali ke kamar untuk beristirahat . Karena mereka bertiga tidak menganggap kita ada di sini...'' ajak Yuan Cheng.
Kemudian mereka berlima langsung keluar dari sana , lalu berjalan menuju kamar mereka masing masing .
****
Berita mengenai Yuan Cheng dan kelompoknya yang berhasil melumpuhkan murid luar langsung menyebar dengan sangat cepat di seluruh sekte Naga Kuno .
Para murid ini tidak menyangka jika ada murid luar yang berani masuk ke wilayah murid magang lalu menyerangnya kelompok murid magang .
Membuat para murid di sekte Naga Kuno semakin penasaran seperti apa pemuda bernama Yuan Cheng ini .
****
Keesokan harinya sekte Naga Kuno meliburkan para muridnya berlatih , karena hari ini Lin Shuya dan Lin Khuan akan menerima hukuman Cambuk Api sebanyak 100 kali.
Sehingga para murid magang , murid luar dan murid dalam langsung turun gunung untuk menyaksikan hukuman ini , mereka langsung memadati halaman sekte Naga Kuno.
Karena para murid ini sangat penasaran seperti apa hukum cambuk api ini .
Para murid dari puncak Ningshan dan Pucak Hengyu juga datang ke sana , tapi rata rata mereka ingin melihat murid magang baru bernama Yuan Cheng. Karena mereka sangat penasaran dengan Yuan Cheng ini , setelah melihatnya ternyata kabar beritanya memang benar kalau Yuan Cheng masih berumur 15 tahun dan memiliki kekuatan di tingkat prajurit tahap 1 saja .
Sekte Naga Kuno sengaja meliburkan para muridnya agar semua murid di sekte Naga Kuno bisa melihat dan mengambil pelajaran atas apa yang telah dilakukan oleh Lin Shuya dan Lin Khuan .
Saat tepat pukul 8 pagi Lin Shuya naik ke atas altar hukuman dengan kondisi kaki dan tangan di rantai , Lin Shuya juga telanjang dada agar tidak ada yang menghalangi cambuk api .
Lalu bawahan tetua Zhong Xian langsung mengikat rantai besi ini ke 2 tiang yang sudah di siapkan di atas altar hukuman .
Sehingga posisi Lin Shuya saat ini berdiri terlentang dengan kedua kaki dan kedua lengan terikat di kedua tiang.
'' Sekarang hukuman cambuk api akan dilaksanakan , ini adalah pelajaran bagi kalian semua jika melanggar perjanjian yang telah kalian sepakati...'' ucap Patriak Zian Long .
Kemudian tetua Zian Zhuan sang algojo yang mengendalikan cambuk api langsung naik ke atas altar hukuman , lalu mengeluarkan sebuah cambuk yang langsung menyala dari ujungnya hingga gagangnya .
Dungggnnn... Suara gong berbunyi .
Sehingga tetua Zian Zhuan langsung mengayunkan cambuk apinya ke arah Lin Shuya.
Ctarrrr... ''Arghhhhh....''
Dungggnnn....
Ctarrrr... ''Arghhhhh....'' teriak Lin Shuya kesakitan , karena punggung dan dadanya langsung tercipta garis luka memar berwana merah.
Suara gong , suara cambuk dan suara jeritan silih berganti langsung mengisi area halaman sekte Naga Kuno.
Bagi murid wanita yang tidak kuat melihat hukuman ini langsung pergi dari sana , karena para murid wanita ini tidak tega melihatnya .
Setelah genap 100 kali cambukan , tubuh Lin Shuya langsung pingsan .
Sehingga para bawahan tetua Zhong Xian langsung melepaskan ikatan di tubuh Lin Shuya , lalu membawanya ke balai pengobatan untuk segera di obati .
Kemudian berlanjut Lin Khuan yang naik ke altar hukuman , Lin Khuan terlihat sangat lemas setelah melihat temannya telah di cambuk api tadi .
Rasa penyesalan langsung berkecamuk di pikirannya , rasa balas dendam kepada Yuan Cheng juga langsung mengisi pikirannya .
Dia saat ini menjadi bimbang harus menyesal ataukah balas dendam .
Tanpa basa basi para bawahan ketua Zhong Xian langsung mengikat kan rantai besi ke 2 tiang yang telah di sediakan .
Saat gong sudah berbunyi , lalu tetua Zian Zhuan langsung mengayunkan cambuk api ke tubuh Lin Khuan.
Suara gong , suara cambukan dan teriakan Lin Khuan terus mengiringi hukuman ini , saat cambukan yang ke 76 tiba tiba tubuh Lin Khuan langsung pingsan .
Sehingga tetua Zian Zhuan terpaksa menghentikan cambukan ini , lalu para bawahan tetua Zhong Xian langsung mengobati Lin Khuan .
Saat sudah siang hari hukuman ini di lanjutkan kembali , karena Lin Khuan sudah tersadar dan masih kurang 24 cambukan lagi .
Kedepannya para murid sekte Naga Kuno menjadi semakin berhati hati dalam bertindak , karena mereka tidak mau terkena hukuman seperti ini lagi .
'' Lebih baik kita kembali saja ke asrama , karena hukuman ini sebentar lagi sudah selesai...'' ajak Yuan Cheng .
'' Iya junior Yuan Cheng....''
Kemudian Yuan Cheng dan rekan rekannya langsung terbang menuju asrama murid magang.
Satu persatu para murid luar dan murid dalam juga kembali ke asrama dan rumah mereka masing masing .
****
Keesokan harinya Yuan Cheng berlatih lagi seperti biasanya , para Diaken pembimbing kemudian juga melatih para murid murid magang bertarung secara kelompok .
Agar para murid magang ini sudah siap saat menemui masalah seperti yang terjadi kepada kelompok Yuan Cheng .
.
.
...{ BERSAMBUNG }...