NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

Nathan terdiam dalam mobil, dengan pandangan kosong dan ia sama sekali tidak melihat ke arah Jenny. Amarah yang membara tak henti menguasai pikiran dan perasaannya. Bayang-bayang Galen mencium Jenny di depan matanya, terus berputar-putar dalam benaknya, menghancurkan hatinya.

Nathan sadar betul bahwa amarahnya itu berasal dari rasa cemburu yang sangat mendalam kepada Jenny.

Sementara Jenny sendiri hanya bisa menangis dalam diam, sesekali mengusap air mata yang terus mengalir dari kelopak matanya. Ia menatap nanar ke arah luar jendela sambil sesekali memandangi kaki yang terluka tadi, "Kenapa rasanya sesakit ini hatiku? Padahal yang sakit itu kakiku?" desah Jenny pelan, di sepanjang hidupnya ia tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar seperti ini.

"Apakah aku salah dalam mencintainya? Mencintai anak dari orang yang menghancurkan kehidupan ku dan juga kehidupan keluargaku di masa lalu," gumam Nathan dalam hati, mencoba mencari alasan di balik cemburu yang menghantui dirinya.

"Aku berharap bisa menenangkan hatiku dan menerima apa yang baru saja terjadi, tapi sulit sekali meredam perasaan ini," keluh Nathan. Perasaan marah dan cemburu itu begitu luar biasa, seakan telah mencuri kebahagiaan dalam hidupnya.

Jenny merenung, mencoba menggali kekuatan untuk menghadapi Nathan yang begitu marah. "Apakah aku harus meminta maaf atau mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah dia mengerti dan percaya dengan apa yang aku katakan? Karena semuanya itu hanya salah paham dan tidak terjadi seperti yang ia lihat," pikir Jenny penuh harap.

Dua hati yang terluka, dua perasaan yang bersimbiosis, berusaha mencari jalan keluar dari rasa sakit yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tak terduga.

Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan saja di dalam mobil mewah itu. Bahkan ke duanya juga terlihat larut dalam pikirannya masing masing.

"Tuan, maaf kita sudah sampai ke rumah utama," ucap sopir pribadi Nathan dengan sopan, membuyarkan lamunan kedua penumpang di dalam mobil. Nathan dan Jenny terkesiap saat menyadari kenyataan sekeliling mereka.

"Akh, ternyata sudah sampai rumah keluarga Jayde," desah Jenny dalam hatinya.

"Apa yang kau tunggu? Apakah kau berharap aku akan membukakan pintu mobil ini untukmu? Ayo segera keluar dari sini! Aku ingin memberikan hukuman padamu!" bentak Nathan, suaranya ketus dan tajam, membuat Jenny terlonjak kaget. Dia bergegas membuka pintu mobil, mencoba menahan rasa sakit yang menyesakkan di dada akibat perlakuan tuan mudanya.

Seraya berjalan di belakang Nathan, Jenny mencoba menahan rasa sakit di kakinya yang lecet dan berdarah. Perlahan, dia mengevaluasi kembali sikapnya selama ini. "Apakah aku memang seburuk itu hingga pantas mendapatkan perlakuan seperti ini?" batinnya, jantungnya terasa sesak dan mata berkaca-kaca.

Karena sebelum ayahnya itu meninggal, hidup Jenny seakan hanya di liputi sebuah kebahagian. Namun sekarang, semuanya nampak sirna.

"Tuan muda maaf, ini tasnya ketinggalan!" Sopir itu nampak menegur tuannya.

"Berikan ke dua tas itu pada pelayan itu, biarkan ia yang membawanya," kata Nathan tanpa menoleh.

Sopir itu terlihat menyerahkan dua tas yang ada di tangannya itu ke pada Jenny seraya menatap Jenny dengan tatapan iba.

"Apa bisa membawanya?" tanya supir memastikan.

"Itu hanya tas yang tidak berat, tidak perlu membesarkan masalah, sekarang lebih baik kembalilah ke pekerjaan mu itu!" Lagi lagi Nathan berbicara tanpa menoleh ke arah supirnya.

Jenny menerima tas itu dan membawnya, walaupun area tangan dan juga punggungnya sekarang bertambah sakit. Karena kulitnya itu masih memerah akibat alerginya tadi terkena cairan bubuk cabai. Apalagi di tambah ia harus membawa beban berat di punggung dan juga pergelangan tangannya.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!