NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Novel Selesai dan Penghargaan Karya Terbaik

Sudah sebulan lebih Larasati menulis cerita barunya. Sudah sebulan lebih juga Larasati menjalin kasih dengan seorang yang ditaksirnya dan berakhir bersama. Takdir sungguh mulus seperti yang diharapkan Larasati. Berhari-hari cerita dari novel Larasati selalu mendapatkan respon baik dari pembaca. Tak terasa juga hari ini adalah hari cerita terakhir yang dibuat olehnya. Karena ini yang terakhir, Larasati izin tak bekerja untuk fokus menulis. Bagas mengerti itu dan mengizinkannya. Jika Larasati tak berangkat kerja, tentu saja Dika akan ikut tak bekerja. Ia memilih datang ke rumah Larasati dan menemaninya menulis di kamarnya.

Larasati yang sedang mengetik melirik karena ada orang yang datang. "Dika kenapa kamu disini? Sana kerja," tanya Larasati lalu mengusirnya.

"Gak mau, aku mau menemani mu menulis disini," tolaknya.

"Menemaniku itu membosankan, lagi pula jika ada orang di sekitarku aku tak bisa fokus," ucap Larasati yang terus mengetik.

"Laras, kau mengusirku." Dika mulai cemberut.

Huh. Larasati menghela nafasnya.

"Aku berjanji tidak akan mengganggumu aku akan diam di sini sambil membaca buku, gimana bisa kan?" ujarnya memohon sambil mengangkat dua jarinya.

"Terserah kamu saja, aku lanjut dulu. Ingat jangan berisik!" kata Larasati akhirnya terpaksa memperbolehkannya.

Larasati kembali menulis namun di tengah cerita, Dika tertawa terbahak-bahak karena buku yang di bacanya. Ternyata Dika sedari tadi membaca beberapa komik milik Larasati di sana.

"Ha-ha-ha sungguh konyol cerita ini," ucap Dika disela-sela tawanya.

Awal-awal Larasati berusaha fokus agar tak terganggu tapi lama-lama dirinya mulai kesal. Ia mengambil bantal yang ada di sebelahnya dan dengan keras melemparkannya ke arah Dika. Dika tentu saja terkejut dan tersadar akan kesalahan. Perlahan dirinya menengok ke Larasati. Tatapan tajam mengarah padanya membuat Dika merinding dan langsung mengunci mulutnya dengan gerakan. Melihat itu, Larasati mengangguk dan melanjutkan menulisnya.

Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Melihat Larasati yang masih fokus menulis, Dika beranjak dari duduknya dan pergi keluar untuk membeli beberapa makanan untuk nya. Beberapa menit kemudian, Dika kembali dengan membawa beberapa makanan dan ia taruh di meja kamar Larasati.

"Ras, ayo makan. Kau tak capek mengetik sedari tadi," suruh Dika padanya.

"Ah iya bentar lagi Dik," jawab Larasati tanpa melihat kearahnya dan sibuk dengan tulisannya.

Dika mendekat ke Larasati, menutup laptopnya dan mengangkat Larasati agar berdiri. Dika mendorong Larasati untuk makan.

"Dika aku bisa makan nanti," protesnya.

"Aku suapi, kau harus butuh tenaga untuk berpikir juga kan, Aa...." Dika memberikan suapan nasi padanya sambil membujuk Larasati agar makan.

Larasati membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Dika. Dika senang melihatnya.

Di cafe, Bagas yang sedang sibuk di dapur tiba-tiba kedatangan seseorang gadis yang tak dikenalnya.

Maaf Bagas sedang sibuk sebaiknya anda pergi, suruh Afik padanya. Gadis itu terus menerobos masuk walau Afik sudah mencegatnya.

"Bagas," panggil gadis itu lirih.

"Maaf Gas." Afik meminta maaf.

"Tak apa kau kembalilah," suruh Bagas padanya.

"Liliana kau...." Bagas ternyata mengenali gadis tersebut.

"Maaf aku menerobos masuk, bisakah kau bantu aku untuk bekerja di sini, keluargaku terlilit hutang dan aku harus membantu melunasinya," pintanya tiba-tiba membuat Bagas terkejut.

"Tapi, cafe sudah tak membutuhkan karyawan lagi," ucap Bagas menolaknya.

"Tolong Gas cuma kamu yang bisa membantuku, aku tak punya orang lain yang kukenal selain dirimu," mohon gadis itu sambil berlutut.

"Baiklah, kau boleh bekerja disini," ucap Bagas akhirnya menyerah karena tak tega melihatnya.

"Alhamdulillah makasih Gas, kalau bisa apa ku boleh langsung bekerja." Gadis itu merasa lega dan langsung antusias berdiri untuk bekerja.

"Ya silakan," ucap Bagas mengizinkan membuat gadis itu tersenyum senang.

"Ok aku siap-siap dulu, ini aku bawa ke depan kan," kata gadis itu semangat.

Bagas mengangguk. Dengan semangat, gadis yang bernama Liliana ini membawa pesanan pelanggan. Baru melangkah, ia berbalik lagi karena tak tahu itu pesanan untuk meja ke berapa.

"Oh ya Gas, ini untuk...?" tanyanya sedikit bingung.

"Meja 4," jawab Bagas langsung.

"Baiklah." Gadis itu mengerti dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Liliana Melinda, gadis satu kuliah dengan Bagas di jurusan yang sama. Keluarganya baru saja terkena musibah karena hutang bapaknya yang melimpah. Sepulang dari Yogyakarta, Liliana harus dikejutkan dengan keadaan rumah yang berantakan dan terlihat beberapa orang berada di sana. Liliana masuk untuk bertanya, dan orang-orang itu langsung memberitahu jika ayahnya telah berhutang dan harus dilunasi segera. Para lelaki bertubuh kekar itu memandang Liliana yang cantik dan mendekat ke arahnya. Satu lelaki mencekal tangannya dan mengancamnya. Liliana pun berjanji akan membayarkan hutang bapaknya yang kabur entah ke mana. Para penagih hutang akhirnya pergi sambil melirik genit ke Liliana.

Malam harinya. Larasati tak berhenti menulis dari pagi hingga menyelesaikan akhir ceritanya pada tengah malam. Hari itu Salma sedang ada kemah di sekolahnya. Sedangkan Bu Jumi sudah tertidur di kamarnya. Larasati mengira Dika sudah pulang ternyata ia tidur di kasur Salma. Larasati tersenyum dan ikut tertidur di kasurnya.

...--------❤️--------...

Pagi harinya, Larasati terbangun dan terkejut mendapatkan sebuah notifikasi dimana novel miliknya di nobatkan menjadi karya terbaik dan mendapatkan penghargaan. Larasati menjerit hingga mengejutkan Dika yang masih tidur dibawah dan juga ibunya yang ada diluar.

"Aaaa!" pekik Larasati senang dan tak percaya.

Dika terkejut dan bangun, "Ada apa Laras?" tanyanya panik dengan wajah setengah mengantuk.

Bu Jumi yang sedang mengobrol bersama Salma di depan karena baru pulang ikut terkejut dan langsung berlari ke kamar Larasati karena takut hal buruk terjadi padanya.

"Ada apa ada apa?" Mereka berdua berlari bersama sambil bertanya-tanya.

"Novel Laras Bu, menang," jawab Larasati.

Bu Jumi menghela nafasnya lega. "Iya kah?" Ia tak percaya dengannya.

"Lihat." Larasati menunjukkan layar laptopnya untuk memperlihatkan sesuatu yang ada disana.

"Wah selamat Kak," ucap Salma senang. Larasati tersenyum dan mengangguk.

"Wah Ras, ibu sering lihat kamu serius di laptop dipanggil kadang kagak denger ternyata kau fokus menulis dan sekarang kau mendapatkan penghargaan terbaik. Ibu bangga Ras," kata Bu Jumi sambil memeluk anaknya.

Bu Jumi selama ini tak pernah tahu jika Larasati diam-diam mengembangkan bakatnya menulis. Pantas saja dirinya selalu melihat anaknya melamun kadang dipanggil tak menyahut. Ternyata inilah alasannya. Bu Jumi merasa sangat bangga pada Larasati begitu juga Salma dan Dika yang tersenyum senang melihatnya.

"Makasih Bu," ucap Larasati melepaskan pelukan ibunya.

"Ah iya, kebetulan ibu tadi beli banyak bahan makanan, hari ini kita makan-makan," ujar Bu Jumi membuat Salma senang. Sementara Larasati hanya mengangguk sambil melebarkan senyumannya.

"Asyik!!!!" Seru Salma senang. Sangat kebetulan sekali ia juga sudah lapar karena lelah dengan kegiatan Pramuka di sekolahnya.

Larasati menengok ke Dika, ia tampak senang dengan keberhasilan Larasati. Ia tersenyum sambil mengacungkan dua jempolnya pada Larasati.

Larasati benar-benar tak menyangka karya yang dibuatnya bisa se-berhasil ini. Ketekunannya terhadap menulis selama ini tak sia-sia. Bertemunya dengan Dika membuat dirinya bisa menyelesaikan novelnya dengan sempurna. Larasati sangat senang dan bahagia hingga tak terasa air matanya menetes di sana.

Bersambung....❤️❤️❤️

1
Maldini
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Ney
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Ney
saingan🤭🤭
Ney
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Ney
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Ney
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Ney
cemburunya 🤭🤭😄😄
Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!