NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nety purbasari

Dara dan Gadis adalah saudara kembar identik yang terpisah sejak kecil, Nasib mereka sangat berbeda. Dara tumbuh dikeluarga yang sederhana sedangkan Gadis, ia tumbuh dikeluarga yang bergelimang harta. Gadis mempunyai calon suami bernama Valen Bramanta dan Dara, Ia hanya mempunyai teman Azka. laki laki yang sering membuatnya kesal. Suatu hari tanpa sengaja Dara bertemu dengan Gadis mereka kemudian bertukar posisi. Dara menjadi Gadis dan Gadis menjadi Dara, Bagaimanakah kisah percintaan mereka? Akankah mereka bertukar pasangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan istri

Gadis sudah yakin dengan keputusannya, ia ingin berpisah dengan Valen. Gadis sadar, harusnya sejak awal ia tidak menikah dengan Valen.

Mungkin Gadis berharap terlalu besar pada Valen, sehingga ia menjadi kecewa. Bukankah pernikahannya dengan Valen hanyalah sebuah perjodohan. Gadis juga tahu, Valen tidak serius menjalani rumah tangga mereka.

Melihat Gadis yang tampak murung, Azka jadi merasa kasihan. Pada akhirnya Azka membiarkan Gadis diam tidak bicara.

"Tidurlah, perjalanan kita masih jauh." Ucap Azka yang tidak mendapatkan respon apa apa dari Gadis. Wanita itu hanya memejamkan matanya.

Meskipun tidak mengantuk dan tidak ingin untuk tidur Gadis tetap memejamkan matanya, tapi semakin Gadis berusaha. Semakin sulit rasanya untuk tidur.

Gadis membuka matanya lalu melihat keluar jendela. Gadis takjub melihat pemandangan yang indah diluar sana.

Gadis dan Azka memang belum pergi terlalu jauh dari perkebunan itu. Ketika datang, Gadis tidak terlalu memperhatikan pemandangan disekitarnya. Ia hanya ingin bertemu Valen, Azka tersenyum melihat Gadis yang saat itu terlihat senang.

Sementara itu dimobil yang berbeda, Valen sedang fokus menyetir ketika tiba tiba Dara terbangun dari tidurnya. Dara mengusap usap matanya, ia sedikit kaget saat mendapati dirinya sudah berada didalam mobil Valen.

"Valen, dimana Gadis? Kenapa aku bisa ada disini?" Seingat Dara, ia tadi bersembunyi dibalik pepohonan setelah itu Dara tidak ingat apa apa lagi.

"Gadis sudah pulang, tadi kamu pingsan." Valen tidak ingin bercerita terlalu banyak pada Dara, ia tidak mengatakan kalau Dara hampir saja diculik seseorang. Karena jika ia menceritakan pada Dara, Dara akan ketakutan.

"Terima kasih." Dara tidak tahu, bagaimana nasibnya kalau tidak ada Valen. Mungkin dia akan pulang sendiri.

"Tidak perlu berterima kasih, aku yang mengajakmu jadi sudah seharusnya aku mengantarmu pulang." Ucap Valen sambil sesekali melirik Dara.

Dara pasrah, tidak mungkin juga ia melompat turun dari mobil hanya karena ingin menghindari Valen.

Sama seperti Gadis, Dara melihat kearah luar jendela. ia tampak menikmati pemandangan yang indah diluar sana.

"Apa kamu suka?" Tanya Valen sambil tersenyum manis, Entah mengapa? Melihat Dara senang, Valen juga ikut senang.

Dara seakan lupa dengan sikap dingin Valen yang membuatnya sakit hati. Meskipun Dara sepertinya enggan bicara dengan Valen, tapi Valen tidak putus asa. laki laki itu terus saja mengajak Dara bicara.

Sepanjang perjalanan mereka isi dengan mengobrol, walaupun terkadang Dara merasa obrolan mereka tidak terlalu penting.

Tanpa terasa Dara dan Valen sudah sampai didepan rumah Dara, Dara turun dari mobil Valen dengan wajah yang sumringah.

"Terima kasih." Untuk kedua kalinya Dara mengucapkan terima kasih pada Valen.

Valen menjalankan mobilnya saat ia melihat Dara sudah masuk kedalam rumahnya. Sampai diapartemen miliknya, Valen langsung mencari Gadis dikamarnya.

Valen mengira Gadis belum pulang, tapi saat ia melihat pintu lemari pakaian Gadis terbuka. ia menjadi penasaran, Valen kemudian masuk kedalam kamar Gadis.

Awalnya Valen hanya ingin menutup pintu lemari pakaian Gadis, namun Valen tertegun saat ia melihat lemari pakaian Gadis kosong.

Dengan penuh rasa cemas Valen mencoba menghubungi Gadis.

Berkali kali Valen berusaha menelepon Gadis, tapi Gadis tidak menjawab teleponnya. beberapa saat kemudian Valen justru menerima pesan dari Gadis, pesan yang isinya membuat Valen sedih.

Valen, aku pulang kerumah orang tuaku. Aku akan mengurus perceraian kita supaya kamu bisa bebas bersama Dara.

Jantung Valen seakan ingin berhenti berdetak, ia tidak mengira Gadis akan membuat keputusan sebesar itu tanpa bicara dulu dengannya.

Valen buru buru berjalan keluar dari apartemennya, ia ingin pergi menyusul Gadis. Sedangkan Gadis, wanita itu kini sudah berada didalam kamarnya. ia juga sudah memasukan pakaiannya kedalam lemari.

Gadis duduk melamun didalam kamar sendirian. Kebetulan saat itu ibu dan adik tirinya sedang tidak ada dirumah.

Gadis tersadar dari lamunannya ketika ia mendengar suara pintu kamarnya diketuk. Gadis mengira yang mengetuk pintu kamarnya adalah asisten rumah tangganya, tapi ternyata yang datang adalah tuan Abhian ayahnya.

"Papa..aku kira papa kerja." Ucap Gadis merasa sedikit bingung.

"Tadinya papa memang kerja karena papa dengar kamu ada dirumah. Papa buru buru pulang. Gadis, ada apa? Kamu bertengkar dengan Valen?" Tuan Abhian seakan bisa mengetahui apa yang terjadi pada, putri kesayangannya padahal Gadis belum bercerita apa apa.

"Tidak pa...Aku pulang karena aku kangen sama papa." Gadis tidak ingin membuat ayahnya memikirkan masalah rumah tangganya karena itu ia berbohong.

Meskipun Gadis berbohong, namun tuan Abhian bisa merasakan ada sesuatu yang Gadis sembunyikan.

"Gadis, apa kamu cape? Kalau tidak, apa kamu mau menemani papa sebentar saja."

Sebenarnya Gadis sedang malas pergi kemana mana, tapi melihat wajah ayahnya yang tampak memohon Gadis jadi tidak tega.

Tanpa diduga tuan Abhian mengajak Gadis kesebuah Mall terbesar dikota itu. Mall itu sudah lama dibuka. Gadis dan teman temannya dulu sering pergi kesana, tapi sejak menikah dengan Valen Gadis belum pernah pergi ketempat itu lagi.

"Sayang, kamu boleh beli apa saja yang kamu suka. nanti papa yang bayar." Sejak dulu memang seperti itu, tuan Abhian selalu memanjakan Gadis dengan membelikan apa saja yang Gadis mau.

Walaupun tidak ada niat untuk berbelanja, Gadis sangat senang dengan perhatian yang ayahnya berikan. Untuk sesaat setidaknya ia bisa melupakan masalah rumah tangganya dengan Valen.

Gadis masuk kedalam sebuah toko pakaian yang ada didalam Mall itu, ia memilih beberapa pakaian. Gadis juga mengambil beberapa pakaian untuk tuan Abhian. Kalau diingat ingat sudah lama juga papanya tidak membeli pakaian.

Mereka berdua terlihat bahagia, usai berbelanja tuan Abhian mengajak Gadis untuk makan. Tuan Abhian sengaja memesan sebuah ruang vip agar ia bisa leluasa bicara dengan Gadis.

Tuan Abhian memesan makanan kesukaan Gadis membuat Gadis bertanya tanya, mengapa hari itu tuan Abhian begitu memanjakannya.

"Gadis, kamu percaya sama papa?" Tanya tuan Abhian disaat mereka berdua sedang menikmati makanannya.

"Maksud papa?" Gadis memang kurang paham, mengapa tiba tiba tuan Abhian menanyakan pertanyaan aneh seperti itu.

"Papa ini orang tua kamu, sejak kamu kecil papa tidak mau ada seorangpun yang menyakiti kamu. Sekarang katakan, apa Valen menyakitimu? sampai sampai kamu pergi dari rumah."

Gadis sekarang tahu kemana arah pembicaraan tuan Abhian, ia juga sadar tidak mudah membohongi papanya. orang yang sudah memiliki banyak pengalaman hidup dan juga orang yang bisa merasakan apa yang ia rasakan.

Karena merasa tidak ada gunanya berbohong Gadis pun mulai bercerita.

"Aku ingin berpisah dengan Valen." Ucap Gadis dengan mata yang berkaca kaca.

"Apa? Jadi benar dugaaan papa, Valen pasti sudah menyakiti hati kamu." Tuan Abhian terlihat sangat marah.

"Papa.. ini semua bukan salah Valen, Sejak awal kita berdua menikah karena dijodohkan bukan karena cinta." Gadis tidak ingin papanya menyalahkan Valen toh semua memang bukan sepenuhnya kesalahan Valen.

"Lalu. kenapa kamu tidak menolak perjodohan ini?"

Tuan Abhian tidak habis pikir, mengapa anak muda jaman sekarang sangat cepat mengambil keputusan. Cepat menikah, cepat juga berpisah.

"Aku pikir. aku bisa membuat Valen jatuh cinta padaku, tapi aku salah. Valen mencintai orang lain dan aku tidak bisa menggapai hatinya." Gadis menyeka air matanya.

"Siapa? Siapa wanita itu? tidak perduli siapapun dia. Seharusnya Valen bisa melupakan dia dan berusaha mencintaimu karena kamu adalah istrinya." Tuan Abhian benar benar marah pada Valen.

Gadis diam saja, ia seakan enggan memberi tahu papanya. Siapa wanita yang Valen cintai.

"Baiklah, kalau kamu tidak mau memberi tahu papa. Papa akan cari tahu sendiri."

Tuan Abhian adalah salah seorang yang berpengaruh dan berkuasa, sangat mudah baginya untuk mencari tahu tentang Dara.

Gadis menarik nafas dalam dalam, lalu ia pun berkata.

"Ini alamat perempuan itu, Kalau papa ingin tahu siapa dia? Papa bisa datang kerumahnya."

Gadis tidak menyebutkan nama Dara, ia hanya memberi tahu dimana Dara tinggal. Mungkin sudah saatnya papanya mengetahui tentang Dara.

Setelah pembicaraan yang sedikit menegangkan, tuan Abhian dan Gadis melanjutkan makan mereka dengan tenang. Sesekali tuan Abhian mengelus elus kepala Dara, pertanda kalau ia sangat menyayangi putrinya itu.

Selesai makan, tuan Abhian mengantar Gadis pulang setelah itu ia kembali pergi dengan alasan ada pekerjaan. Tuan Abhian penasaran, ia ingin tahu seperti apa sosok wanita yang menjadi saingan putri kesayangannya.

🍀 ☀

🍀🍀

🍀🍀🍀

Tuan Abhian sampai disebuah rumah sederhana, rumah itu tidak mewah tapi terlihat bersih dan terawat.

Tuan Abhian masuk kedalam halaman rumah itu, sebelum mengetuk pintu tuan Abhian sempat mencibir.

"Jadi wanita itu tinggal disini, bahkan kolam renang dirumahku lebih besar dari rumah pelakor itu." Tuan Abhian memperhatikan sekeliling rumah itu.

Dengan jantung yang berdetak kencang, tuan Abhian mengetuk pintu rumah Dara. ketika itu Dara sedang berada dikamar mandi sedangkan ibu Santi, ibunya Dara. ia sedang menyiapkan makanan untuk dirinya dan juga Dara.

Mendengar suara ketukan pintu, Ibu santi bergegas berjalan kearah pintu, ia tidak tahu mengapa jantungnya berdebar debar ketika ia ingin membuka pintu.

Pintu pun terbuka, ibu santi sangat terkejut melihat seorang laki laki yang ia kenal. Laki laki yang dulu pernah menjadi suaminya, laki laki yang dulu pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.

"Mas Abhi..." Ujar ibu Santi. merasa heran. untuk apa Abhian datang kerumahnya?

"Santi.. " Sama seperti ibu Santi, tuan Abhian juga terkejut. Bertemu lagi dengan mantan istri membuatnya tidak tahu harus bersikap bagaimana.

Ia mengira setelah pertengkaran dan perceraiannya dengan ibu Santi mereka tidak akan bertemu lagi, namun takdir berkata lain. Diusia mereka yabg sudah tidak muda lagi mereka justru dipertemukan.

"Aku datang kesini untuk memintamu menjauhi Valen, apa kamu tidak malu? Merebut suami anakmu sendiri."

Walaupun sudah tidak muda lagi dan walaupun dandannya sederhana, ibu santi masih terlihat cantik diusianya yang sudah menginjak empat puluh lima tahun.

Tuan Abhian jadi salah sangka, ia mengira wanita yang dicintai Valen adalah ibu Santi mantan istrinya.

"Kamu ini bicara apa?" Bu Santi yang tidak tahu apa apa menjadi bingung sekaligus kesal.

Ketika suasana sedang tegang, Dara Datang. membuat ibu Santi dan tuan Abhian berhenti bicara.

"Ibu.. siapa yang datang?" Dara yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung pergi keruang tamu. Ia tersentak melihat kehadiran tuan Abhian.

"Papa.. " Dara berjalan mendekati Tuan Abhian dan ibu Santi.

"Gadis, Kenapa kamu ada disini?" Tuan Abhian sangat kaget melihat Dara, Wanita yang amat mirip dengan Gadis dan ia salah mengenali orang. ia kira Dara adalah Gadis.

"Dia bukan Gadis, dia Dara saudara kembar Gadis."

Bertahun tahun tidak bertemu, namun itu tidak membuat ibu Santi lupa kalau Dara mempunyai saudara kembar. Ibu Santi juga tidak lupa nama saudara kembar Dara.

Tuan Abhian rasanya ingin menangis mendengar ucapan Ibu Santi, ia baru ingat kalau Gadis punya saudara kembar.

"Papa.. ada apa papa datang kesini?" Pertanyaan Dara membuat Ibu santi dan tuan Abhian memandang kearah Dara secara bersamaan.

"Dara, kamu tahu? Dia papa kamu?" Ibu Santi seperti ingin menangis.

"Aku tahu, Maaf bu. sebenarnya aku sudah bertemu dengan Gadis aku juga pernah menyamar jadi Gadis."

Ibu Santi langsung lemas mendengar penjelasan Dara, ia tidak tahu harus senang atau sedih Ibu santi merasa senang karena ternyata Dara sudah mengenal saudara kembarnya, Disisi lain bu Santi sedih karena Dara sudah membohonginya.

Ibu Santi lalu teringat dengan kata kata Tuan Abhian mengenai Valen.

"Oh. .ya, tadi kamu bilang apa? Valen? Siapa Valen? Aku tidak kenal. kenapa kamu menuduhku sembarangan?" Ibu Santi jadi emosi.

Tuan Abhian diam seperti patung, hari itu sungguh penuh kejutan. Maksud hati ingin melabrak pelakor, tapi ia justru bertemu dengan mantan istri dan anaknya dan ironinya Wanita yang ia anggap pelakor itu adalah anaknya sendiri.

"Valen itu suaminya Gadis." Karena tuan Abhian diam membisu akhirnya Dara yang menjawab pertanyaan ibunya.

Tuan Abhian semakin yakin, Wanita yang dicintai Valen adalah Dara bukan bu Santi karena sepertinya Dara mengenal Valen.

"Maaf, aku mengganggu kalian. Permisi." Tuan Abhian buru buru pergi dari rumah itu. ia tidak kuat jika terus terusan berhadapan dengan Ibu Santi dan juga Dara.

Dara ingin mengejar papanya, tapi bu Santi mencegahnya.

"Sudah biarkan saja." Bu Santi menutup pintu dengan keras.

"Kita makan saja, ibu sudah masak." Ibu Santi mengajak Dara makan. Dara yang semula lapar sudah tidak berselera lagi untuk makan karena tidak mau mengecewakan ibunya, Dara terpaksa mengikuti langkah kaki ibunya kearah meja makan.

1
Dian Denelle
Buat novel baru lagi dong
Dastan khalifa
bikin cerita baru lagi dong
Aman Wijaya
mantul Thor lanjut updatenya
Nety Purbasari: Udah tamat 😊 Makasih ya udah baca novel aku 💕
total 1 replies
Dastan khalifa
udah tamat ya
Wulan
Luar biasa
Alenaya faraza
lanjut thor
Lastri diah
udah lama engga up date
Jelita
kapan up lagi, buruan lanjut dong
Lastri diah
bersambung lagi 😌 Nunggu up nya lama
Dian Denelle
kapan up date lagi
Dastan khalifa
Author up nya seminggu sekali klamaan
Anto D Cotto
lanjut, crazy up thor..
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😊
total 3 replies
Anto D Cotto
menarik
Dastan khalifa
buruan up lagi
Nenk putry
bodoamat
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😀
total 1 replies
Jelita
Azka ngeselin
Nanda
kalau up 1 bab pasti 2 Minggu lagi baru up lagi
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi, kelamaan ya 😊
total 1 replies
Dastan khalifa
jangan lama lama up nya
Nanda
suda lama aku nunggu up-nya tapi blm keluar juga
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi 😊
total 1 replies
Lastri diah
lagi asik baca bersambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!