Ingat! Di depan orang tuaku kamu istriku. Tapi itu tidak berlaku jika hanya sedang bersama ku. Karena kamu hanyalah istri yang Aku nikahi di atas surat perjanjian.
Suci Lestari, remaja polos yang terpaksa menikah dengan pria dewasa yang begitu kejam dan sering berbuat semaunya, Suci terpaksa menikah dengannya, karena butuh uang untuk kelangsungan hidup keluarganya. Watak: penyabar dan pemaaf dan penuh kasih sayang
Edo Sanjaya, pria arogan, kejam, dan selalu bertingkah semaunya dia adalah penguasa perusahaan besar di negeri ini.
Pernikahan yang mereka jalani hanyalah pernikahan settingan, keluarga Edo tidak mengetahui apa yang mereka rencanakan, sampai-sampai suatu hari kedua orang tua Edo mengetahui semua rahasia besar itu.
Lambat laun keduanya memiliki perasaan saling mencintai, walaupun ada wanita lain yang terus mengganggu kehidupan keduanya, akan tetapi Suci selalu sabar dan selalu memaafkan semua kejahatan yang Cindy lakukan.
Siska ibu tiri yang kejam, matre dan pendendam, ingin menghancurkan kehidupan Suci anak tirinya itu, akan tetapi semua usaha yang dilakukannya selalu sia-sia.
Rika, mertua yang baik hati dan penyayang.
Penasaran?
Yuk lanjut membaca.
Novel karya dan imajinasi pribadi tanpa melibatkan siapapun di dalamnya
Happy Reading All😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrikanal29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam keluarga
Mereka berdua perang mulut, saling meledek satu sama lainnya, akan tetapi keduanya enggan mengakui perasaannya masing-masing. Keduanya tetep kekeh pada pendiriannya padahal sudah jelas mereka sudah mulai saling mencintai.
Tapi sepertinya lambat laun Edo bisa sedikit mengurangi sikap arogannya dan sifat gengsinya yang begitu tinggi, tapi Edo sedikit tenang sekarang, Suci sudah tinggal di rumah orang tuanya, jadi dia gak begitu takut akan hal buruk terjadi.
Makan malam pun tiba, semua berkumpul di meja makan, Papi Wira dan Mami Rika begitu terlihat bahagia, akhirnya mereka punya keluarga lengkap seperti sekarang.
Makanan pun sudah tersaji begitu, sengaja Mami Rika masak makanan kesukaan anak dan menantunya.
Kebahagiaan terpancar dari wajah wanita paruh baya itu, apa yang di impikannya selama ini terwujud.
"Ayo sayang, kita mulai makannya," ujar Mami Rika kepada kedua pasutri itu.
"Wah, wah makanannya pasti enak banget, ada kesukaan Edo, dan Suci juga," kata Edo.
"Iya dong, kan menyambut menantu kesayangan Mami," sahut Mami Rika.
"Ahh, Mami berlebihan," kata Suci, sambil tersenyum menyeringai.
"Hmm, ya! mentang-mentang ada anak dan mantunya lupa nawarin Papi," ucap Papi Wira bencanda, sambil menarik kursi lalu dukuk.
"Nggak dong Papi sayang, mana mungkin Mami lupa," sahut Mami Rika.
"Buktinya dari tadi Papi nggak di panggil-panggil, huh," dengus Papi Wira.
"Ahh, Papi kaya anak kecil," ujar Mami Rika lagi. "Yasudah ayo kita mulai makan malamnya."
Mereka pun mulai makan malam, Suci mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya, mereka terlihat begitu mesra, seperti kemesraan yang sungguh bukan settingan, seperti yang mereka susun.
Sungguh manis, terlihat manis, sampai-sampai kedua paruh baya itu terperangah melihat kemesraan mereka berdua yang saling menyuapi dan bertukar makanan satu sama lainnya.
"Lihat Pih, mereka udah lupa ada kita disini," bisik Mami Rika, kepada Papi Wira.
"Namanya juga anak muda, apalagi mereka kan belum begitu lama menikah, wajar saja seperti itu, seperti kita dulu," jawab Papi Wira.
Didalam sela-sela makan malam, Mami Rika menyinggung soal, kehamilan.
"Kapan kalian mau kasih Mami dan Papi Cucu," ujar wanita paruh baya itu, sambil menyuap nasi lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
"Kita lagi proses," jawab pasutri cepat dan kompak.
"Ahh, kalian begitu kompak dan serasi, Mami jadi gemes" Ujar Mami Rika.
Kaki Suci pun menyenggol kaki Edo, mengisyaratkan dan mencari jawaban apalagi yang akan di pertanyakan Mami Rika.
"Suci nggak pake alat kontrasepsi kan?" tanya Mami Rika.
Duh, kok Mami tanya itu, bagaimana ini. batin Suci resah. kaki Edo menyenggol kaki Suci, mengajak segera memberi jawaban atas pertanyaan wanita paruh baya itu.
"Nggak, nggak Mih," jawab keduanya.
Maaf Mih Suci berbohong, sebenernya suci minum pil kontrasepsi, hanya saja mas Edo tidak mengetahui hal ini. batin Suci merasa bersalah, tapi apalah daya ini yang harus ia lakukan, karena pernikahannya yang nggak jelas membuatnya menunda untuk memiliki keturunan.
"Syukurlah kalau begitu, semoga Suci secepatnya hamil dan Mami tidak kesepian," ujar Mami Rika, begitu sangat berharap segera memiliki Cucu.
Makan malam terus berlangsung, mereka sangat begitu menikmatinya, walaupun Suci agak sedikit resah karena pertanyaan yang diberikan mertuanya itu.
Setelah makan malam, mereka pun berkumpul di ruang keluarga, beradu cerita dan menata kehidupan di masa depan, Edo dan Suci selalu mengiyahkan apa yang di katakan wanita paruh baya itu. Edo begitu sayang dan takut sama kedua orang tuanya jadi dia begitu ketakutan jika mereka tahu kalau dia sama istrinya hanyalah menikah kontrak.
*
*
*
Hay Reader, maafkan author ya baru sempat update karena author belakangan ini sangat sibuk. jangan lupa selalu dukung karya Author dengan cara LIKE VOTE dan Komen, terimaksih 🙏
💖Happy Reading 💖
blm pada plng para karyawan 🤭
tapi di sini kok asisten nya lebih hebat dari bos nya....
berkuasa tapi seakan kekuasaan nya ga ada artinya,,, ngadepin satu perempuan yang ga punya urat malu dan ngejar ² dia kok gak di lawan malah diem aja....
jd mau nya itu nempel terus dekat SM istrinya 🤭🤣🤣🤣
ga mau jauh dari istrinya 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
makanya jd gempur istrinya terus ²an....