🙂🙂 Sulit
menceritakan kisah Keyra si gadis cantik yang sejak kecil terpisah dengan ibunya dan itu membuatnya hidup tanpa aturan.
Keyra selalu terlihat kuat dan begitu tangguh, tapi, siapa yang tau isi hatinya bahwa sebenarnya dia adalah gadis rapuh yang selalu menginginkan untuk cintai.
Dicintai oleh ibu, bapaknya. Namun, Keyra tidak mendapatkan itu dan satu-satunya orang yang dapat menjadi sandarannya adalah pamannya.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra yang harus bergantung pada pamannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Yang Salah
Setelah menyantap makan siangnya dengan semangat, ya, semangat yang dipaksakan maksudnya, sekarang, Zafran menyuruh para karyawannya membuat 100 nasi kotak untuk dibagikan.
Zafran berdoa dengan dirinya bersedekah akan membuat rejekinya semakin lancar, bukankah jodoh termasuk salah satu dari rejeki?
****
Celine yang jatuh mengenai makanan Zafran itu masih kesal, bagaimana tidak karena itu membuat dress putihnya sedikit kotor terkena minyak makanan tersebut.
Sekarang, Celine sedang menjemput Elena dan di sana Celine melihat Arsen yang sedang bersama putrinya.
Dengan cepat, Celine segera mengajak Elena pulang dan Celine meminta pada Elena untuk tidak bicara dengan orang asing.
"Tapi kata om tadi sudah saling kenal sama Mama," jawab Elena.
"Banyak orang jahat yang modus seperti itu," timpal Celine dengan kesal.
Sekarang, keduanya sudah dalam perjalan pulang dan Elena yang tidak mengerti apa itu modus pun menanyakan, "Modus itu apa, Ma?"
Dan Celine yang sedang hanyut dengan pikirannya sendiri itu tidak mendengar pertanyaan Elena membuatnya mengulangi pertanyaannya.
"Ma, modus itu apa?" tanya Elena dengan nada suara yang lebih tinggi, tetapi, tetap saja tidak membuat Celine menjawabnya.
Wanita itu sedang kesal setelah melihat Arsen, apalagi mendekati putrinya.
"Apa maunya? Apakah setelah kehilangan bayinya membuatnya ingat dengan El?" tanya Celine dalam hati.
Sementara itu, Celine yang sudah dicampakkan oleh Arsen memilih untuk menyudahi semuanya.
Yang Celine inginkan sekarang adalah menaklukkan dinginnya hati Bram.
Sesampainya di rumah, Celine yang haus itu segera ke belakang untuk mengambil minum dan Celine terkejut saat melihat pintu belakang yang tidak terkunci.
Celine berpikir kalau rumahnya sudah kemasukan maling, Celine pun segera menghubungi Bram.
Bram yang sedang menemani Marini itu menerima panggilan tersebut.
"Mas, kamu bisa pulang sekarang? Ini penting, aku rasa rumah kita kemasukan maling, Mas. Aku takut," kata Celine.
Bram menjawab, "Bukan maling, itu perbuatan adikmu, dia datang ke rumah dan memecahkan kaca," jawab Bram. Setelah itu, Bram pun memutuskan sambungan teleponnya.
"Astaga, dingin sekali dia. Tapi, tetap saja aku takut," kata Celine seraya menatap layar ponselnya.
Di rumah sakit, Marini sedang dijenguk Zulaikha dan Romi, Marini mengambil kesempatan ini untuk meminta Bram supaya pulang dan mengurus rumahnya.
Mendengar itu, Bram berpikir kalau ini adalah salah satu kesempatan untuknya menemui Keyla.
Benar saja, Bram pamit pada semua orang dan sekarang, Bram sudah ada di ruangan Keyla.
Keyla tersenyum saat melihat Bram tersenyum padanya.
"Syukurlah, mereka sudah akrab dan Eyla sudah memaafkan Mas Bram," kata Zahra dalam hati.
"Sekarang yang ku pikirkan adalah bagaimana caraku mendekati Keyra?" tanyanya pada diri sendiri.
Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh istrinya, Bram berbisik, "Nanti kita cari caranya bersama."
Mendengar itu membuat Zahra bahagia.
Baru saja merasa bahagia, sekarang, Zahra harus menerima kenyataan bahwa suaminya masih harus terbagi.
"Aku banyak urusan dan mungkin akan sibuk, maafkan aku jika akan terlambat datang menemui kalian," kata Bram seraya menatap satu persatu Wajah yang selalu dirindukannya.
Keyla mengangguk mengerti dan itu membuat Bram sedikit lega, ia merasa kalau Keyla sangat persis seperti Ibunya yang pemaaf, lembut dan baik hati.
Sebelum pulang Bram menyempatkan dirinya untuk mencari satpam, ia memintanya pada Lukman.
Dan setibanya Bram di rumah, ia melihat Celine sedang menyapu kamar Keyra, membersihkan pecahan beling.
Melihat itu membuat Bram sadar kalau Zidan sangat menyayangi Keyra.
Kemudian, Celine yang menyadari keberadaan Bram pun menoleh kearahnya.
"Kalau kamu pandai membersihkan rumah sepertinya tidak perlu mencari asisten rumah," kata Bram.
"Astaga, aku menikah sama kamu bukan untuk jadi pembantu, Mas," jawab Celine seraya melepaskan sapu juga pengkinya.
Tidak ada tanggapan dari Bram, justru pria berusia 32 tahun itu pergi meninggalkan Celine dan Celine mengejarnya, ia menahan Bram.
"Aku kira kamu menyukai wanita yang tangannya lembut," kata Celine.
Bram melepaskan tangan Celine yang melingkar di lengannya. "Apa hubungannya?" tanya Bram.
"Kalau aku merangkap jadi pembantu, nanti tanganku kasar," jawab Celine seraya membawa tangan Bram untuk menyentuh tangannya yang lembut.
Bram melepaskan tangan itu dan meninggalkan Celine tanpa bicara apapun lagi.
"Mas," rengek Celine, "Aku sendiri sekarang, tidak ada lagi asisten sesuai dengan perintah mu, apa tidak sedikit saja kamu lihat aku?" lanjut Celine.
Bram menoleh. "Asisten rumah tangga akan ku carikan, tapi asisten untuk membawakan tas dan belanjaan mu tidak, kamu punya tangan dan harus kamu gunakan tangan itu!" jawabnya.
Dan jawaban Bram membuat Celine merasa gemas, bagaimana tidak karena sekarang seperti ada yang berbeda dari suaminya, Bram sedikit mau bicara dengannya dan Celine mengira kalau Bram sudah sedikit luluh dengannya.
Kenyataannya adalah hati Bram telah berdamai setelah bertemu kembali dengan cintanya dan salah satu putrinya.
Sekarang, Bram berbaring di ranjangnya, ia tersenyum dan ingin sekali menemani Zahra malam ini, tetapi, ia sadar kalau ada Marini yang akan meminta itu darinya.
Bram memejamkan mata dan bayangan wajah ketiga gadisnya sedang tersenyum itu datang menambah kebahagiaan di hatinya.
Sementara itu ada Celine yang sedang berdiri di pintu kamar, ia melihat Bram berbaring dan mulai menyusulnya.
Mendekati Bram adalah misinya sekarang, sepertinya Celine sudah mulai menyukai pria dingin tersebut.
Celine berbaring di samping Bram dan tanpa sadar Bram yang sedang teramat bahagia itu memeluknya.
Bram memanggil nama Zahra dalam hati seketika membuatnya sadar, siapa yang dipeluknya saat ini? Pikir Bram dan Bram segera membuka mata.
Ia melihat Celine sedang menatapnya dengan tersenyum manis sementara Bram segera melepaskan pelukannya.
Bram berusaha bangun dari berbaringnya, tetapi, Celine menahan Bram dengan menarik dasinya membuat Bram jatuh tepat di atasnya.
"Lepaskan aku!" perintah Bram seraya menatap Celine dan Celine menjawab dengan menggeleng manja, wanita cantik berusia 28 tahun itu tersenyum dan sekarang posisinya sudah berubah, Celine membuat Bram berada di bawahnya.
Maksud Celine adalah dia yang akan memulainya jika Bram hanya diam saja, Celine yakin kalau Bram tidak akan tahan jika pusakanya sudah berdiri.
Baru saja mengecup bibir Bram, sekarang, Bram sudah memutar balikkan keadaan, Bram berada di atas, ia menatap Celine tajam.
"Jangan pikir aku berbaik hati padamu, aku tidak pernah melupakan dengan siapa kamu tidur!" ucap Bram dan ucapan Bram seolah pedang yang baru saja menghunus jantung Celine membuat air mata Celine menetes begitu saja dan Celine yang terluka atas ucapan Bram pun mulai melepaskannya.
Celine bangun dan keluar dari kamar, ia ingin berlari ke taman samping rumah dan baru saja melewati pintu ruang tengah Celine sudah mendengar seperti ada yang datang.
Celine menghapus air matanya dan ia kembali ke kamar memberitahu pada suaminya bahwa ada yang datang mencari.
Celine bicara tanpa melihat wajah suaminya, ia menunduk. Walau seperti itu Bram tau kalau Celine terluka dengan ucapannya.
"Itu fakta dan aku tidak boleh memberikan celah padanya," kata Bram dalam hati.
Bersambung dulu, ya. Jangan lupa like dan komen setelah membaca, ya. Subscribe juga. 😉
aku suka banget...
tanggung jawab gak hayooo aku kehabisan tisu ini😭😭