Letizia Philip dari kecil hingga dewasa mendapat perlakuan buruk terhadap Ibu tirinya, karena tidak mau membuat cemas dan khwatir Ayahnya di tutupinya semua dan menerima semua perlakuan ibunya. Hari-harinya di jalani seperti biasa senyumnya yang indah menjadi obat baginya mengurangi tekanan hidupnya yang begitu pahit, mungkin sebagian orang-orang melihatnya dia wanita yang beruntung justru kebalikannya, Letizia sesekali mengunjungi tempat favoritnya yaitu Panti Asuhan di sana Letizia menghabiskan masa kecilnya bersama anak-anak Panti dan menemukan seorang sahabat yang baik Yana Rich, keluarga Letizia tidak ada yang tahu selama ini Letizia bermain di Panti Asuhan bahkan disana dia sesekali mengajari anak-anak Panti. Para pekerja panti sangat senang melihat Letizia yang begitu baik dan tidak mau mamandang status bahkan Letizia sesekali membawa makanan lebih dari restoran Ayahnya untuk dibawanya. Tidak terasa kebiasaan Letizia tercium oleh ibunya dan melarangnya untuk kembali Panti......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Keesokan harinya Letizia, Mark tertidur di apartement kecuali Bi. susi yang harus pulang karena akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, Mark sebenarnya sudah melarang namun di tolak, karena sudah nyaman bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Letizia terbangun dari tidurnya dan karena mengharumi masakan enak.
"Apa yang sedang kamu lakukan Yana?"
"Mbak, Maaf aku sudah lancang memasak tanpa meminta izin"
"Tidak apa-apa Yana, wah...kamu yang masak ini semua?", ucap Letizia senyum di bibirnya ke luar sangat indah.
"Iyah mbak, aku masih ingat makanan ke sukaan mbak", jawab Yana, tanpa menjawab Letizia langsung duduk dan menyambar nasi goreng spesial tersebut dan Melahapnya, tanpa sadar Mark memperhatikan dan mengerutkan dahinya.
"Wah... wah... wah...ini namanya tidak sopan, jelas-jelas gue yang punya rumah, masak gue tidak di panggil?", Letizia tidak memperdulikan hanya menjulurkan lidahnya, Yana terkekeh melihat tingkah kakak beradik tersebut, Yana menyendokkan Nasi goreng kepada Mark dan ikut memakan sangat lahap. Yana memperhatikan wajah Mark dan tersenyum.
"Jadi dia ini Mark, ternyata dia sudah gede, tampan lagi", gumamnya dalam hati sambil makan. setelah selesai Mark Letizia dan Yana duduk di ruang tengah sambil menikmati buah.
"Mbak...", panggil Yana pelan. Letizia menoleh
"Ada apa Yana kamu baik-baik saja kan?"
"Aku akan ceritakan semuanya Mbak", ucap Yana pelan. Letizia dan Mark mendekat kepada Yana.
Flash back off
Yana sedang bermain bersama anak Panti di taman, seorang pekerja panti mendekati Yana bersama seorang pria paruh baya.
"Hallo om", sapa sopan Yana
"Cantik", puji pria paruh baya tersebut.
"Yana bisa ikut dengan paman ke kantor?" ucap pekerja panti
"Baik paman aku akan datang", jawab Yana, pria paruh baya dan pekerja panti pergi dan menuju ke gedung panti. sesampainya di gedung Yana masuk sebelum masuk, Yana mengetok pimtu, setelah itu Yana duduk di samping Pria paruh baya tersebut dan mulai berbincang-bincang tapi sedikit pun Yana tidak mengetahui arti percakapan kedua pria dewasa tersebut, dan akhirnya surat-surat di tanda tangani dan juga Yana.
"Yana mulai sekarang paman adalah keluarga mu, karena kakakmu lah yang mengirim paman untuk menjemputmu"
"Benarkah?", ucap Yana dengan wajah sumringah
"Tentu, sekarang kita pulang"
"Baik, paman", Yana dan Pria paruh baya tersebut tidak lain namanya Eolan. Yana masuk ke dalam mobil mewah tanpa curiga sama sekali dan Mereka meluncur, tapi bukannya ke tempat Rich kana melainkan ke home v, Eolan menyeret Yana untuk masuk dan berusaha untuk menjulnya ke h---dung be---ng, Yana memberontak, nama Yana langsung viral di tempat itu sebelum Yana datang karena Eolan menjanjikan barang bagus tapi sia-sia hingga akhirnya seorang pria tampan menolong Yana dan mengeluarkannya dari sana dengan iming-iming membeli harga yang mahal. setelah bebas Yana berjalan langkah gontai dan akhirnya pingsan, seseorang wanita paruh baya cantik dan anggun menolong Yana dan membawa ke rumah sakit dan memberikan pertolongan setelah sadar, Yana menangis dan menceritakan apa yang di alaminya dan wanita paruh baya tersebut membawa Yana ke kediamannya yang begitu mewah dan membianyai pendidikan Yana sambil bekerja di Mansion mewah tersebut yang tidak lain kediaman Willem Burk dan Mami Diana Burk.