NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:142.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perisai Hidup Arini

Beberapa bulan berlalu sejak drama di lobi Menara Samudera itu mereda. Bagi dunia luar, Arini adalah sosok "Iron Lady" yang tak tersentuh, namun bagi Kevin Mahendra, Arini tetaplah wanita yang sama dengan yang ia kenal bertahun-tahun lalu, hanya saja sekarang ia memiliki benteng pertahanan yang jauh lebih kokoh dan kuat.

​Kevin tidak pernah memaksa. Ia tahu persis bahwa mendekati wanita yang baru saja menghancurkan hidup mantan suaminya secara sistematis bukanlah perkara mudah. Hati Arini saat ini seperti tanah yang baru saja dilanda badai besar, subur, namun penuh dengan luka yang belum mengering.

​Kedekatan mereka dimulai dari hal-hal kecil. Kevin selalu memastikan ia ada di sana bukan hanya sebagai teman atau orang kepercayaan, tapi sebagai orang yang selalu ada. Jika Arini harus lembur hingga tengah malam, Kevin akan muncul dengan dua kotak makan malam dari restoran favorit Arini yang sudah lama tidak ia kunjungi.

​"Makanlah, Rin. Kamu tidak bisa bekerja dengan perut kosong," ujar Kevin suatu sore saat mereka berada di ruang kerja Arini yang mulai gelap.

​Arini mendongak dari tumpukan berkas. Ia menatap Kevin yang sedang sibuk menata makanan di meja tamu. "Kenapa kamu masih di sini, Vin? Ini sudah jam tujuh malam. Bukankah kamu ada janji dengan klien?"

​Kevin tersenyum tipis, sebuah senyum yang selalu berhasil membuat Arini merasa sedikit lebih tenang. "Klien itu bisa menunggu, atau bisa kutangani lewat telepon. Memastikan bosku tidak pingsan karena dehidrasi jauh lebih penting dari apapun."

​Arini tertawa kecil, suara yang jarang terdengar akhir-akhir ini. "Kamu selalu punya alasan."

​Seringkali, makan siang formal berubah menjadi diskusi santai di kafe pinggiran kota yang jauh dari sorotan media. Kevin sengaja membawa Arini ke tempat-tempat yang tidak memiliki kenangan dengan Galang. Ia ingin membangun peta memori baru di otak Arini, di mana setiap sudut kota Jakarta diasosiasikan dengan rasa nyaman, tawa, dan kehadirannya.

​Suatu malam, setelah acara gala dinner perusahaan yang melelahkan, Kevin mengantar Arini pulang. Di dalam mobil yang melaju tenang membelah kemacetan Jakarta, suasana terasa lebih intim dari biasanya. Arini menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, menatap lampu-lampu kota yang berpendar.

​"Terima kasih untuk hari ini, Vin. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melewati semua ini tanpa bantuanmu selama satu tahun terakhir," ucap Arini pelan.

​Kevin menggenggam kemudi dengan lebih erat. Ini adalah momen yang ia tunggu. "Rin, aku melakukan ini bukan hanya karena pekerjaan. Kamu tahu itu, kan?"

​Arini terdiam. Ia tahu. Ia bukan wanita naif yang tidak bisa membaca tatapan mata Kevin setiap kali mereka bicara. Namun, rasa sakit dari pengkhianatan Galang masih meninggalkan trauma yang dalam. Baginya, setiap kata "cinta" kini terdengar seperti awal dari sebuah konspirasi baru.

​"Kevin, aku belum bisa..."

​"Aku tidak memintamu untuk langsung percaya," potong Kevin dengan nada suara yang sangat lembut namun penuh keyakinan. "Aku juga tidak memintamu untuk menjadi kekasihku malam ini juga. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa tidak semua pria menganggap wanita sebagai batu loncatan atau objek yang bisa dimanipulasi."

​Kevin menepikan mobilnya sejenak di tempat yang sepi. Ia memutar tubuhnya menghadap Arini.

​"Selama ini aku menunggu dalam bayang-bayang. Saat kamu menikah dengan Galang, aku hanya bisa melihatmu dari jauh sambil mendoakan kebahagiaanmu, meski hatiku hancur melihatmu disia-siakan. Sekarang, aku tidak akan membiarkan kesempatan itu hilang lagi. Aku ingin membuktikan padamu, Rin, bahwa masih ada pria yang tulus. Pria yang mencintaimu bukan karena saham Samudera Group, bukan karena kepintaranmu, tapi karena kamu adalah Arini."

​Arini menatap mata Kevin. Di sana, ia tidak menemukan kilat keserakahan seperti yang selalu ia lihat di mata Galang atau Dita. Yang ia temukan hanyalah ketulusan yang murni, seperti air tenang yang selalu ia dambakan.

​"Aku takut, Vin." bisik Arini jujur. Air mata yang selama ini ia tahan di depan musuh-musuhnya kini merembes sedikit di sudut matanya. "Aku takut jika aku membuka pintu itu lagi, aku hanya akan menemukan kehancuran yang lebih besar."

​Kevin meraih tangan Arini, menggenggamnya dengan hangat. "Kalau begitu, jangan buka pintunya. Biarkan aku yang berdiri di depan pintu itu, menjagamu dari siapapun yang ingin masuk dengan niat buruk. Sampai suatu hari nanti, kamu sendiri yang merasa cukup aman untuk melangkah keluar."

Arini menatap mata Kevin, disana ia tidak melihat keraguan sama sekali. yang ia lihat hanyalah ketulusan dsn keyakinan.

​Hari-hari berikutnya, Kevin menunjukkan bahwa kata-katanya bukan sekadar rayuan manis. Ia menjadi perisai bagi Arini dalam arti yang sebenarnya. Saat ada gosip miring tentang status janda Arini yang mulai dihembuskan oleh Orang-orang yang iri pada kesuksesan Arini, Kevin adalah orang pertama yang membungkam media-media tersebut dengan cara yang elegan.

​Suatu hari, mereka pergi makan malam di sebuah restoran di atap gedung tinggi. Angin malam berhembus sejuk, membawa aroma laut dari kejauhan. Arini tampak lebih rileks. Ia mengenakan gaun sutra berwarna biru tua yang membuatnya tampak sangat anggun.

​"Kamu tahu, Vin? Dulu aku pikir hidupku akan berakhir di ruang pengadilan saat bercerai dengan Galang," ujar Arini sambil memutar gelas anggurnya.

​"Dan lihat kamu sekarang," balas Kevin bangga. "Kamu bukan hanya bertahan, kamu menang. Kamu menguasai samudera ini."

​"Tapi samudera ini terasa sangat sepi terkadang," Arini menatap Kevin dengan tatapan yang lebih terbuka. "Namun belakangan ini, kesepian itu mulai memudar. Sejak kamu mulai sering mengajakku makan siang yang menyita waktu itu."

​Kevin tertawa. "Oh, jadi kamu merasa waktumu tersita?"

​"Sangat tersita," Arini tersenyum, kali ini senyumnya mencapai matanya. "Tapi anehnya, aku tidak keberatan."

​Kevin merasakan jantungnya berdegup kencang. Itu adalah kemajuan terbesar yang ia dapatkan. Ia tahu, hati Arini sedang dalam proses penyembuhan. Ia tidak ingin terburu-buru. Baginya, bisa melihat Arini tersenyum tanpa beban sudah merupakan kemenangan besar.

​"Aku akan terus menyita waktumu, Rin. Sampai kamu menyadari bahwa waktu yang kita habiskan bersama adalah satu-satunya waktu yang benar-benar berarti," ucap Kevin dengan nada bercanda namun penuh arti.

​Arini tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya balik menggenggam tangan Kevin di atas meja. Sebuah gestur sederhana yang menandakan bahwa benteng itu mulai runtuh, bata demi bata.

​Di bawah naungan bintang-bintang Jakarta, Kevin menyadari bahwa perjuangannya masih panjang. Namun, melihat perubahan di wajah Arini, dari wanita yang penuh dendam menjadi wanita yang mulai berani berharap kembali. Ia tahu bahwa setiap detik yang ia habiskan untuk menunggu adalah investasi terbaik dalam hidupnya.

​"Aku akan membuktikan bahwa aku berbeda. Aku akan menjadi dermaga yang kokoh bagi kapalmu yang telah lama terombang-ambing di tengah badai." Kata Kevin, dan kata-katanya yang manis itu sepertinya mampu melelahkan hati Arini.

Dan kali ini, Kevin menawarkan tidak akan ada pengkhianatan. Hanya ada kesetiaan yang teruji oleh waktu dan rasa sakit yang kini berubah menjadi kekuatan cinta yang baru.

1
Nani Te'ne
suka
Thewie
laki laki cuma modal Kon ajapun bertingkah.. eehhhh mati lah kau
ayu cantik
suka
Rosita Tumbelaka
Ada yaa suami gk tau diri spt Galang. .tertawa diatas ketingat darah istri yg setia
Violet
Yg paling the best dari karya cerita ini tuh gak harus beratus chapter tp bisa menjelaskan karakter wanitanya tangguh, tegas & berani utk kluar dr keterpurukan. Ditambah dgn pengolahan kata2 sprti motivasi makin level up bacanya 👏🏻👏🏻
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Eys Resa: terima kasih kak, mampir juga di karya baruku yang judulnya Batas Kesabaran Renata 🙏🌹❤
total 1 replies
Wulan Azka
hmm, ini mereka ke dokternya kan belum nikah trus si arini mau periksa transvaginal, kok si Kevin pake disampingnya. padahal itu kan privasi karena pake ngangkang pula
WHATEA SALA
Belum apa apa anaknya sudah di serahkan ke laki laki lain
Ria Lita
kok ya gampang banget Dita dapet karma nya cobalah yg lama atau merasakan hidup dalam kemiskinan yg menyedih kan lho thor 🤭
Ria Lita
kok Dita gak dpt karma
sukensri hardiati
ni ceritanya arini sama galang ngadopsi galih....?
Mefiani
dah end aja gak nunggu arini lahiran🤣🤣ada gantine gak kak yg baru...
Eys Resa: udah kak, judulnya Batas Kesabaran Renata
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Linda Muslimah
syukur emang enak galang😄😄🤭
YuWie
lahhh sdh bipp aja
Tini Uje
lah..trnyata duluan dita yg ko'it 😄🙏
Mefiani
karma datang lebih cepat ke dita ternyata dari pada ke galang...syukur lah galang meninggal dengan tenang karena sudah dpat maaf dari arini..sedangkan dita pasti meninggal masih penuh penyesalan tpi semoga semuanya tenang di alam sana..
Tini Uje
ditunggu karma siditaa jalang thor..iihh gedeq bgtt tau liat sidita hidup nya bahagia
Anita Rahayu
Ah gk adil lu thor masa cuma galang yg ngenes pelakornya gk kena karma 😡😡😡😡😡😡😡
Mefiani
dita gak dapat karma kah...kok galang meninggal...gpp dech semoga galang tenang dialam sana..
Eys Resa: nih, di bab selanjutnya
total 1 replies
YuWie
nasibmu lang galang, dini masih makmur aja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!