Arven seorang manusia yang berasal dari Bumi Tahun 2893. Ia membawa mini atom S5 di mana, atom tersebut dapat menghancurkan berbagai planet dalam sekali luncuran.
Para professor ingin menyita atom tersebut, mereka bertujuan untuk menghancurkan Bumi dan pindah ke Planet yang lebih jauh.
Arven tidak menyerahkannya. Namun, ia mengaktifkan atom tersebut. Sehingga Bumi hancur bersama dengan meteorit yang tersebar di angkasa.
Namun, hal yang menakjubkan terjadi ketika ia bangun. Arven bangun tepat di ruangan penuh tengkorak. Lalu, sosok makhluk tengah berdiri di tengah ruangan.
Apa yang akan dilakukan Arven? Dunia apa yang menanti dirinya?
Silakan Baca, perjalanan Arven.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 - Serigala Putih 2
Silakan Dibaca.
“Yang Mulia, kita sampai di tempat.” Serigala1 berkata sambil menunjukkan isi ruangan dengan antusias. Arven sendiri memandang keseluruhan ruangan. Perasaan tidak nyaman semakin menguat.
Ia sendiri tidak masuk ke dalam ruangan hanya berdiri saja di luar sambil mengawasi isi ruangan. Dua serigala menunggu dengan sabar, mereka menunggu untuk Arven memasuki ruangan terlebih dahulu.
Hanya saja kesabaran ada batasnya, sehingga Serigala1 berkata, “Silakan masuk, Yang Mulia. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan kepada Anda.”
Arven mengangguk, ia kemudian menjawab, “Ya, bawa saja keluar dan aku tunggu di sini. Entah mengapa lebih nyaman di luar daripada di dalam. Apalagi embusan angin masih segar di luar.”
Dua Serigala Putih memiringkan kepalanya, mereka saling memandang dan matanya menunjukkan rasa terkejut. ‘Apakah orang ini menyadari rencana kita?’
“Baiklah, Yang Mulia. Hanya saja kami akan menunggu. Benda itu tidak bisa diangkat sebab. Sehingga kami menanti, Anda untuk menikmati udara luar terlebih dahulu.” Serigala1 berkata dengan ringan.
Arven sendiri sedikit kagum dengan kegigihan mental kedua serigala putih itu. Benar-benar layak untuk dipuji, bagaimanapun juga jarang untuk seseorang sabar dalam menanti.
Arven ingin menguji keduanya, akan tetapi ia memiliki misi dan tahu bahwa beberapa anggota Serigala Putih lainnya tengah melesat ke arah Desa Molan. Hal ini sangat jelas, karena sistem memberitahu melalui durasi misi.
“Ayo masuk saja. Tunjukkan benda yang kalian masuk.” Arven berkata dengan ringan, membuat kedua serigala putih tertegun sesaat. Mereka tidak menyangka bahwa Arven mengambil keputusan segera.
Dua serigala putih saling memandang, kemudian salah satu dari mereka mengangguk dan serigala putih satu menjadi orang yang berjalan di depan, kemudian serigala putih lainnya di belakang sendiri.
Arven merasa seperti seorang tahanan yang akan memasuki sebuah penjara. Namun, ia relatif tenang dan senyum di wajahnya selalu terukir dengan jelas.
Tepat ketiganya memasuki ruangan, Arven merasakan kekuatan miliknya menurun drastis. Ia mengerutkan keningnya karena tubuhnya benar-benar lemas seolah-olah kekuatannya di bawah manusia normal.
Serigala putih yang berada di belakang segera mengunci pintu ruangan. Kemudian, keduanya menyeringai dengan lebar dan salah satu Serigala Putih maju, lalu berkata, “Aku tidak menyangka, kamu begitu bodoh mengikuti kita.”
Arven hanya memandang dengan tenang. Ia sama sekali tidak panik meski kekuatannya menurun. Dia sendiri bukanlah iblis normal, karena ia memiliki sistem yang tidak dimiliki banyak orang.
Serigala Putih memiringkan kepalanya, jelas mereka terkejut dengan mental Arven. Mereka tidak menyangka bahwa iblis tersebut sangatlah tenang, bahkan tidak menunjukkan perasaan panik maupun cemas.
Arven sendiri menghela nafas rendah, kemudian ia mengeluarkan pedang pendek miliknya. “Yah, seperti yang kuduga, kalian memang akan menjebakku. Namun, sayangnya kalian salah.”
Dua serigala putih segera bergabung menjadi satu kelompok. Mereka memandang ke arah Arven dengan serius. Jelas mereka melihat bahwa iblis di depannya tidak memiliki sesuatu yang dapat membantunya, akan tetapi pancaran aura yang dikeluarkan Iblis itu sedikit menekan.
“Hump, hanya ucapan saja. Rock kita bunuh dia, lalu persembahkan kepada Raja Serigala!”
“Ya, Jack!”
Dua Manusia Serigala menyeringai dan matanya memancarkan kilatan misterius. Mereka melesat ke arah Arven berada. Sementara Arven sendiri hanya melihat siluet keduanya, sebelum tiba di depannya.
Arven mengayunkan pedang ke arah depan dan bertemu dengan cakar dari Jack. Ia kemudian mundur beberapa langkah dan Rock menyerangnya dengan ganas.
Ding! Ding! Ding!
Serangan mereka saling terjalin satu sama lain. Dua serigala putih sedikit terkejut dan takjub dengan lawannya. Mereka tidak menyangka di bawah tekanan kuat, lawannya dapat menangkis seluruh serangan mereka.
‘Pantas disebut Iblis, apa yang dikatakan Raja Serigala memang benar. Para Iblis sangatlah kuat, meski itu hanyalah level terlemah.’ Rock berpikir dengan ngeri, ia harus segera membunuh Arven.
“White Fang!” Rock membuka mulutnya lebar-lebar dan melesat dengan cepat ke arah Arven. Sementara Arven sendiri, menatap dengan datar dan visinya semakin melemah.
‘Keluarlah!’ di bawah perintah Arven. Sepuluh iblis keluar dari bayangan dan melesat menangkis serangan Rock dan menendangnya dengan keras.
Boom!
“Rock!” Jack berteriak dengan keras, ia tidak menyangka bahwa rekannya akan ditendang dengan kuat. Namun, ia segera menyadari bahwa dirinya tengah lengah. Lalu, sebuah suara terdengar begitu dalam.
“Lengah dalam pertempuran ialah dosa!”
Bugh!
Jack terkejut dengan tendangan keras tepat di kepalanya. Ia merasa dunia berputar terus-menerus. Jack terbang kuat ke arah dinding dan menabrak dengan keras.
Boom!
Dua sosok orang setinggi lima meter keluar, kemudian sosok delapan orang yang sama juga mulai keluar. Mereka hanya berbeda bentuk tubuh, kecuali tingginya. Jaket dan rambut mereka berbeda, meski ada lambang sayap hitam di dada.
Kesepuluh orang itu ialah orang yang berasal dari Suku Yandalf, orang yang dipanggil oleh Arven sebelum tiba di makam.
“Kuri, kau menendangnya sedikit keras mungkin.” Sosok dari kesepuluh Orang Yandalf berkata dengan nada tenang. Ia memandang ke arah Jack yang dilempar oleh Kuri sebelumnya.
“Mereka berani menjebak, Yang Mulia! Bukankah ini tidak bisa dimaafkan?” ungkap Kuri, salah satu dari sepuluh orang Yandalf yang memiliki anting salip di telinga kirinya.
“Yah, jangan berdebat. Mereka sudah berdiri kembali!” Salah satu dari kesepuluh orang itu berkata dengan nada dingin. Ia seolah-olah peduli akan misi dibandingkan lelucon anak-anak.
Dua Serigala Putih memandang ke arah sepuluh orang tersebut. Mereka bingung, siapa mereka bersepuluh itu. Juga, bagaimana mereka bisa masuk ke dalam ruangan tanpa dideteksi.
“Jack, sepertinya kita susah untuk menaklukkan Iblis kecil itu!” Rock mengungkapkan perkataannya. Ia jelas-jelas merasakan kekuatan mengerikan dari orang yang bernama Kuri tersebut.
“Pintu keluar ada di belakang mereka. Mari kita keluar segera dan melaporkan kejadian ini, sehingga bala bantuan akan datang sesegera mungkin.” Jack memberikan pengaturan dengan jelas.
Kemudian, cakar keduanya terangkat ke atas dan mereka berdua melesat dengan cepat menuju ke Arven. Mereka mengincar pemuda itu karena, dilihat dari mana pun, anak itu merupakan orang yang mengendalikan sepuluh prajurit kuat itu.
“Yana, Lary, kuserahkan mereka pada kalian.” Salah satu dari kesepuluh Orang Yandalf berkata dengan nada dingin. Ia adalah pemimpin dari kesembilan lainnya. Kekuatannya sendiri bukanlah main-main.
“Mengerti! Ketua!” Dua orang melintas dengan cepat menyerang ke arah Rock dan Jack. Sementara itu, kedua serigala putih merasakan bahaya dalam sekejap. Mereka segera berhenti dan mundur beberapa putaran.
Rock dan Jack segera memandang ke asal bahaya tersebut. Mereka melihat sebuah kapak tertancap di jalan mereka sebelumnya. Kemudian, dua orang setinggi lima meter mulai nampak.
Rock dan jack melebarkan matanya, jelas mereka tercengang dengan ukuran orang di depannya itu. Premisnya seseorang hanya dapat memiliki ukuran tubuh sekitar satu setengah meter sampai dua meter. Itulah tubuh yang paling tinggi di tempatnya. Namun, orang di depan melebihi apa yang mereka pikirkan.
“Ayo, Serigala Putih. Sudah lama aku tidak bermain dengan ras, kalian!”
To be Continued.
Maaf lama, akunya lagi ga sehat.
apkh author emg sengaja /Cry//Angry/
di tunggu kelanjutannya,ekekeke
.
.....
..........
.......
....... . . . .... ..... .... .
.........
.... ......
..........
..... ........ ....
.....
... ..... ..
.... .... ..
..... ........