NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 - Brotherhood

Sabtu pagi itu Alexa mengurungkan niatnya untuk berenang di kolam renang hotel yang terlihat sangat apik dan menggoda dari kamarnya, karena tamu bulanannya datang subuh tadi. Padahal dia tak ingin melewatkan ritual Sabtu paginya dengan berolahraga.

Gadis yang masih memakai baju mandi hotel yang tebal dan balutan handuk di kepala itu pun terlihat sedang menyiapkan teh dan kopi di ruang tengah kamar hotel itu. Tak lama Devon pun keluar dari kamarnya dengan baju mandi yang sama dengan yang dikenakan Alexa.

Gadis itu tak menyangka Devon telah bangun dan keluar dari kamar dan melihat dirinya dalam balutan baju mandi. Untung saja dia telah memakai pakain dalam sebelum melekatkan jubah mandi itu ke tubuhnya.

Walau pun tidak akan kentara tapi tetap saja dia akan merasa risih. Dengan cepat dia menyelesaikan niatnya untuk membuat teh hangat dan kopi. Sementara Devon terlihat meraih botol air mineral dan kemudian menegak cairan bening itu sambil berjalan menuju jendela kaca.

“Kopinya, Dev."

Alexa meletakan cangkir keramik berwarna putih itu di atas meja.

Devon yang sedang berdiri di dekat kaca sambil memandang keluar, memalingkan wajahnya ke arah gadis itu dan kemudian melangkah mendekat. Alexa terlihat segera menyeruput teh hangatnya agar tak berlama-lama di meja itu.

“Hari ini jadwal Anthony masih padat?" tanya Devon sambil mengaduk gula sachet di dalam cangkir kopi hitamnya.

Mendengar itu Alexa pun terpaksa memaku tubuhnya di kursi.

“Hari ini jadwalnya agak bebas sih, jalan-jalan ke Sentosa Island. Tapi kayaknya Anthony lagi coba untuk skip."

Alexa memberitahu rencana Anthony yang akan meminta ijin pada leadernya untuk tidak ikut karena ingin menghabiskan waktu dengan kakaknya.

“Kenapa harus skip, kan bisa kita susul jadi ikutan ke sana." Ide Devon agar Alexa juga ikut menikmati wisata Singapura.

Kita? Jadi hari ini aku bakal bawa dua brondong jalan-jalan gitu? Alexa bergumam dalam hati.

“Bisa sih, tapi mungkin Anthony sudah bosan juga ke Sentosa. Soalnya waktu kami masih tinggal di Sumatera kan sudah pernah beberapa kali jalan-jalan ke sini," terang Alexa sambil mengenang kehidupannya di masa lampau.

Alexa pun meninggalkan meja makan itu setelah mendengar dering ponselnya yang tertinggal di dalam kamar. Setelah selesai menerima panggilan telepon yang ternyata dari Anthony itu, Alexa kembali menghampiri Devon yang terlihat masih duduk di meja menikmati kopi hitamnya.

“Dev, Anthony sudah nunggu di restaurant. Kita sarapan sekalian, ya," ajak Alexa yang disambut anggukan kepala laki-laki itu.

Sepasang muda mudi itu pun kembali ke kamar masing-masing untuk mengganti jubah mandi yang mereka kenakan.

Tak berapa lama keduanya terlihat telah berganti pakaian. Alexa memakai celana longgar tiga perempat kesukaanya yang dipadukan dengan cardigan lengan pendek yang melapisi tank top helter neck putih serta tentunya flat shoes yang akan membuat nyaman ketika beraktivitas. Gadis itu tak lupa tas ransel kecilnya.

Sedangkan Devon juga bergaya santai, dia memakai celana kargo selutut dipadukan dengan polo shirt, sepatu kets dan sebuah tas selempang yang senada dengan topi serta tak lupa kaca mata hitam menggelayut di kancing polo shirtnya. Dan ternyata dia tetap mempertahankan rambut-rambut halus yang mulai terlihat di sekitar wajahnya.

Anthony sengaja memilih duduk menikmati sarapannya di area taman yang terbuka dengan pemandangan yang langsung menuju kolam renang. Dia melambaikan tangan ketika melihat Alexa dan Devon sedang mencari-cari posisi duduk.

Kedua muda-mudi itu pun kemudian langsung menempati kursi kosong di meja persegi itu. Mereka berdua meletakan tas masing-masing di kursi kemudian kembali berdiri untuk mengambil menu sarapan di buffet.

Laki-laki berbadan tegap yang sekilas sedikit mirip dengan Alexa itu, memerhatikan gerak - gerik kakaknya dengan tuan muda itu yang terlihat masih menunjukan keakrabannya. Dia tahu Alexa sangat jarang bisa akrab dengan lawan jenis apa lagi sejak kegagalan pernikahannya dengan Mahesa.

Jika sekarang Alexa bisa senyaman itu dengan Devon, berarti Devon adalah laki-laki yang masuk kategori hijau alias aman terkendali. Begitulah cara Alexa memberi tanda pada orang – orang yang berada di sekelilingnya jika sedang bercerita dengan keluarganya di WA group.

“Jasa design interiornya masih jalan, Anth?" tanya Devon membuka pembicaraan dengan Anthony. Dia sangat tertarik dengan design apartemen Alexa.

“Em agak vakum sih, karena kami masing-masing masih sibuk kejar target selesaikan kuliah," balas Anthony.

‘Wah sayang ya, padahal hasil design kamu bagus loh," puji Devon.

“Mas Devon tau dari mana?" selidik Anthony yang langsung melirik ke arah Alexa kakaknya.

“Saya juga tinggal di apartemen Semanggi," terang Devon yang langsung membuat Anthony mangut-mangut sambil membulatkan bibirnya dan meilirik kakaknya itu lagi.

Hmm kenapa Mbak Alexa ga pernah cerita kalo tuan muda ini satu apartemen dengannya gumam Anthony.

Alexa yang bisa melihat ekspresi adiknya yang menyelidik hanya bisa pura-pura meneguk susu cair yang masih tersisa.

“Kami kerja tim sih Mas, ga aku sendiri," ujar Anthony merendah.

“Tim kreatifmu masih di Jogja semua ya, Anth?” tanya Alexa menimpali.

“Masih Mbak, kan cuma aku sendiri yang ambil beasiswa," jelas adiknya itu lagi.

“Ga mau terusin jasa design interiornya nanti pas balik ke Jakarta?”

Devon penasaran dengan Anthony yang rela meninggalkan passionnya demi memenuhi keinginan orang tuanya.

“Belum tau Mas, tapi ya tergantung Mbak Alexa sih."

Anthony menatap Alexa yang terlihat menautkan alis matanya.

“Loh kok bawa-bawa Mbak?" tanya Alexa yang tidak menangkap arah perkataan adiknya itu.

“Ya liat nanti, Mbak ada yang jaga ga? Kalo ga ada juga berarti aku harus balik ke Jakarta. Tapi kalo ada, aku mau stay di Jepang aja," jelas Anthony yang langsung membuat Alexa melotot dan menoyor kening adiknya itu.

“Emangnya Mbak anak kecil yang harus dijaga. Udah pikirin aja masa depan kamu," elak Alexa yang merasa Anthony tidak pernah berubah selalu mengkhawatirkannya.

“Makanya, Mbak mesti ada yang jagain dulu baru aku tenang. Ini bukannya mikirin calon suami malah mikirin bucket list melulu."

Anthony dengan sengaja membahas status kakaknya yang masih sendiri sampai usia 30 tahun. Padahal Alexa sudah risih karena hal itu dibahas di dekat Devon.

“Ih Nobita..kamu bawel amat sih!"

Gadis itu pun dengan gemas menarik hidung Anthony sehingga laki-laki itu meringis.

Devon yang melihat tingkah kakak - beradik itu pun hanya tersenyum.

“So, kita akan ngobrol di sini aja sampai besok pagi nih," ujar Devon sengaja mengalihkan pembicaraan agar Alexa tidak menjadi bahan ejekan adiknya lagi.

Alexa dan Anthony pun saling berpandangan dan tergelak melihat tingkah mereka sendiri.

“Hmm bagaimana kalo kita ke wahana I fly aja, seru tuh liat deh. Hitung-hitung persiapan latihan bucket list naik paralayang sama terjun payung ntar," ujar Alexa yang terlihat berbinar menyodorkan ponselnya yang berisi informasi mengenai salah satu wahana yang bisa membuat orang merasakan sensasi terbang bebas di angkasa.

“Tuh kan, tetep mikirin bucket list. Serius berani naik paralayang? Mau terjun payung?”

Anthony menggelengkan kepala mengingat isi bucket list kakaknya itu banyak hal yang ekstrem.

“Ih underestimate banget sih, berani dong. Lagian mumpung kamu di sini. Janji kamu banyak banget yang belum lunas," sungut Alexa lagi

“Janji yang mana lagi sih, Mbak?” Anthony heran seperti tidak ada habisnya isi bucket list itu.

“Hmm lupa kan, naik gunung, trouring naik motor, terjun payung, paralayang hmm apa lagi ya?”

Alexa jadi bingung sendiri mengingat hal-hal yang ingin dia lakukan tapi dilarang Anthony jika Alexa harus menjalaninya sendiri.

“Makanya cari calon suami, biar bisa nemenin."

Anthony kembali membelokan perdebatan mereka ke topik semula yang membuat Alexa mendengus kesal.

Devon yang tadinya sudah merasa senang bisa membuat keduanya berdamai hanya bisa ikut menghela napas melihat tingkah kedua saudara kandung itu.

Seperti biasa, perdebatan Tom Jerry itu dimenangkan oleh Alexa, yang akhirnya membawa ketiga pemuda dan pemudi itu ke rencana jalan-jalan awal yaitu Sentosa di mana wahana I fly berada .

Namun karena hari itu adalah weekend jadi antrian untuk menikmati wahana itu cukup panjang. Alexa pun memanfaatkan waktu menunggu itu untuk ke toilet mengganti pembalutnya. Sementara Devon dan Anthony menunggu di gerai makanan yang terdekat dengan wahana itu.

“Itu serius Alexa mau terjun payung segala?" tanya Devon penasaran dengan kebenaran isi percakapan mereka  tadi pagi.

“Iya Mas, serius. Pokoknya kalo sudah ada di dalam bucket list pasti mati-matian dia mewujudkannya."

Anthony menghela napasnya.

“Waktu aku masih kuliah di Jogja malah Mbak Alexa pernah ikut ke gua Jomblang yang susah banget masuknya mesti turun pake tali," kenang Anthony.

“Memangnya ga ada yang lebih normal dan lebih feminim isi bucket listnya?" tanya Devon penuh rasa heran.

“Hahaha ada sih tapi kayaknya ga banyak. Ya seperti lanjut S2, les vokal, yoga, jalan-jalan, masak. Eh kayaknya ga deh. Mbak Alexa mah males masak."

Anthony terkekeh mengingat semua hal yang pernah dan akan dilakukan kakaknya itu.

“Sejak kejadian 5 tahun lalu itu memang dia menjadi berbeda dari sebelumnya. Kami mendukung saja karena dengan begitu Mbak Alexa bisa bangkit dari keterpurukannya."

Mata Anthony menerawang jauh.

“Keluarga kamu memangnya tidak berusaha mencarikan pendamping untuk Alexa?" selidik Devon.

“Oh Mas Devon sudah tau ya ceritanya?" tanya Anthony untuk memastikan.

“Sedikit, Theo sempat membahasnya," jelas Devon

“Hmm ya Mas Theo. Kami bersyukur ada Mas Theo dan Arika istrinya yang jagain Mbak Alexa di Jakarta. Kalau untuk urusan perjodohan mah udah banyak tapi gagal, akhirnya ya sudahlah. Toh Mbak Alexa kelihatan bahagia kok dengan hidupnya. Kami sudah tidak mau memaksa dan membahasnya."

Senyum kecut menghias raut muka pemuda itu mengingat kebekuan hati kakaknya terhadap laki-laki.

Obrolan kedua laki-laki itu terhenti ketika melihat objek pembicaraan mereka sedang berjalan menghampiri tempat duduk mereka. Dan ketika mereka menyadari jam antrian sudah hampir dekat, mereka pun kembali ke wahana untuk bersiap-siap.

Setelah mengikuti sesi latihan dan mendengarkan instruksi dari petugas I Fly mereka pun terlihat meminta pengambilan foto dengan kostum lengkap lalu mengikuti pemandu memulai kegiatan yang hampir sama dengan sky diving itu.

Walau pun umur mereka sudah melewati masa remaja tapi tingkah mereka terlihat lebih dari anak sekolah yang baru menemukan mainan baru, terutama Alexa. Sementara Devon sudah terbiasa menjajal olahraga yang sejenis dengan sky diving seperti paralayang, terjun payung dan buggy jumping.

Setelah selesai mencoba wahana itu, Alexa pun tertawa terpingkal-pingkal melihat hasil foto selama menjajal I fly yang diterimanya dari petugas wahana. Macam-macam ekspresi dan pose tergambar di sana. Mulai dari meniru pose film Stealth sampai gaya Kungfu Panda, wajah sok cool sampai duck face.

“Cuma mau pura-pura sky diving aja mesti ke negri orang, Mbak. Di Bali juga ada kali."

Anthony yang masih belum terima mengalah mengkuti keinginan kakaknya itu.

“Kan mumpung kita di sini. Supaya kamu lihat, Mbak bisa tuh terbang-terbang gitu. Jadi boleh ya ntar maen paralayang di Bandung ya ya ya...," jawab Alexa sambil mengedipkan matanya.

“Hmm tetep usaha ya!"

Anthony hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat usaha kakaknya untuk meyakinkan dirinya.

Sementara Devon mulai terbiasa melihat cara berbeda kedua kakak beradik itu menunjukan kasih sayang mereka satu sama lain. Dia jadi lebih tahu jika tingkah Alexa yang justru terlihat seperti adik bagi Anthony, sangat bertolak belakang ketika gadis itu sedang bersama orang lain atau di kantor yang selalu menunjukan sikap dewasa.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!