Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAGI DI RUMAH UTI
Suasana pagi di pedesaan Burung berkicau... Ayam berkokok bahkan juga suara suara pagi khas desa.... sungguh sangat menyenangkan ku isi pagi hari ini dengan menyiram bunga bunga yang ada di halaman tentu juga bunga kesayangan ku Mawar ....
"dek Ama..tolong bantu ibuk.."
kata ibu..
"iyya..buk .."
jawab ku terus menuju ke arah ibu..
"bantu apa buk.."
lanjut ku..
"dek Ama ke sawah antar sarapan untuk Bapak dan juga bang Hanan... ibuk ada urusan di sekolahan..."
jelas ibu ku sambil menata rantang yang di isi makanan...
"di sawah yang mana buk..??"
tanya ku lagi..
"di sawah tengah dekat Sungai besar yang biasanya dek Ama dulu main sama Taufiq "
jawab ibu menjelaskan...
"ahhh..ibuk kenapa mesti nyebut nama Taufiq sih kan jadi ke inget .."
batin ku..
"dek...tau kan sawahnya..."
kata ibu ku lagi..membuyarkan fikiran ku
"iyya buk tau.."
"ya sudah dek Ama antar sekarang nanti setelah itu kerumah Uti barengan sama ibuk berangkat ke sekolahan.."
"iyya..buk.."
jawab ku sambil mengangkat rantang
"Ama berangkat ya buk.."
"iyya...hati hati...jangan sambil main main di sungai.."
"ihhh...ibuk Ama kan bukan anak kecil lagi..."
"iyya...ibuk tau..ya sudah cepat berangkat.."
"iyya...Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumussalam.."
aku berjalan berlahan lahan melewati areal persawahan dan menghirup udara pagi dalam dalam yang begitu bersih
"ahhhh...ni'mat mana lagi yang akan kau dustakan.. . . .."
gumam ku sendiri
begitu melewati sungai aku senyum senyum sendiri .. ... .. mengingat begitu konyolnya dulu aku dan Taufiq sering mandi di sini..
"ahh..andai saja Taufiq tidak berubah pasti sekarang akan menyenangkan bisa cerita banyak hal... waktu kenapa kamu begitu cepat berlalu.. .. ... andai saja kami masih tetap anak anak pasti tidak akan janggung bertemu dengan Taufiq.."
batin ku...
tidak tersa aku sudah sampai di sawah yang ku tuju segera aku menuju gubuk dan meletak kan Rantang yang aku bawa dan aku panggil Bapak dan juga bang Hanan yang sedang bekerja..
"pak..bang ..sarapanya.."
"iyya...sebentar lagi.."
jawab bapak..
"Ama langsung pulang ya Pak.."
kata ku lagi sambil melangkah menjauh dari Bapak dan juga Abang..
"yakin mau langsung pulang gak mau mandi dulu di sungai.."
kata Abang menggoda ku..
"Abang...apaan sih.."
"apa perlu suruh temenin Taufiq..."
kata abang lagi
"Abang..."
aku langsung berhenti dan mendelik ke arah Abang..
"iyyaa..Taufiq kan juga di rumah kemarin Abang ketemu"
kata Abang sambil tersenyum penuh kemenangan..
"Abang..sudah jangan ganggu adek mu terus.."
kata Bapak..
"Bapak is the best.."
kata ku sambil mempercepat langkah ku..
aku masih tidak percaya Taufiq ada di rumah..
di sepanjang perjalanan pulang aku terus ngedumel aku masih bingung harus berbuat apa..
"ahh...aku harus gimana nanti kalau ketemu Taufiq..."
sesampainya di rumah aku terus saja gelisah pasti nanti di rumah Uti ketemu sama Taufiq
mau gak mau pasti ibuk nyuruh aku kerumah Taufiq untuk ketemu ibunya Taufiq..
aku dan ibu ku boncengan naik motor ke rumah Uti dan seperti biasa melewati depan rumah Taufiq...dan aku bisa bernafas lega ternyata sepi ...
"Alhamdulillah...sampai juga"
kata ku begitu sampai di rumah Uti...
"Assalamu'alaikum..."
ucap ibu ku terus masuk ke rumah...dan aku mengikuti dari belakang..
"Wa'alaikumussalam..."
jawab sebuah suara...dan aku hafal betul suara siapa itu..
kami langsung menuju ke arah suara berasal...di dapur...
"Assalamu'alaikum...Uti.."
sapa ku ke Uti sambil memeluknya dari belakang...
uti ku yang kaget langsung memukul ku ..
"Wa'alaikumussalam..kamu kapan datang...sehat kan.."
"semalem Ti...Alhamdulillah sehat Ti...paklek sama bulek di mana Ti..."
jawab ku sekaligus bertanya..
"paklek mu sedang di rumaah mertuanya..."
jawab Uti...
"sini makan...Uti masak opor ayam kampung.."
"hemmm...sepertinya enak Ti..tapi sayangnya Ama lagi puasa Ti..bungkus saja ya ti..nanti buat buka.."
kata ku sambil cengengesan...
"lho..dek...puasa koq ga bilang Ibuk..semalem kan ga sahur..."
"Ama jarang sahur buk..."
"kamu itu lho....puasa koq ga mau sahur nanti kalau typus kamu kambuh malah bikin susah..."
kata Uti sambil menepuk bahu ku agak kencang..
"udah mampir kerumah buk khofsoh..."
kata Uti tiba tiba...
aku langsung terdiam tidak selera ngobrol lagi...
"belum mak..dek Ama nanti kamu ke sana ya..."
"engg...enggak lah buk.."
"lho koq gitu ..buk khofsoh sering nanyain kamu low..Taufiq juga ada di rumah.."
"malu lah buk..masak Ama suruh ke sana sendiri.."
"lah ..memangnya kenapa kan dulu kamu juga sering kesana sendiri...makan di sana.."
"ya..itu kan dulu.."
"ya udah nanti Ibuk temenin setelah pulang dari sekolahan.."
"iyya... .. .. harus ya buk ke rumah buk khofsoh.."
tanya ku lagi sambil ketawa ketiwi..
"ya gak harus tapi ibuk wajib kan.."
jawab ibuk sambil megang dagu ku..
"hemm..."
jawab ku memonyongkan bibir ku..
"ya sudah ibuk ke sekolahan nanti sepulang sekolah kita mampir ke rumah bu khofsoh.."
kata ibu terus melangkah keluar rumah..
tinggal aku dan Uti di rumah..
aku pandang punggung ibu sampai hilang dari pandangan ku..seraya berdo'a untuk dia ...
"baiklah sepertinya aku harus siapkan mental untuk ketemu sama Taufiq.."