Kehidupan ala Barat ++
Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?
Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.
Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Masa Lalu Adrian
Kunjungan Yumi ke cafe itu menjadi lebih sering dan menjadi hal yang sangat biasa bagi Yumi untuk bertemu dengan Adrian setiap kali dia punya waktu senggang. Rasanya seperti semua kekhawatiran dan masalah Yumi menghilang setiap kali dia bersama Adrian.
Adrian orang yang ceria, tipe seorang teman yang bisa membuat orang sekelilingnya akan merasa bahagia dan hangat layaknya seperti matahari.
Yumi melihat Adrian sebagai seorang senior, seseorang yang harus dihormati, seseorang yang dia hargai dan seseorang yang mengajari Yumi saat semester pertamanya di kampus.
Keluar dari kampus dan asrama secara diam-diam, sudah menjadi rutinitas normal bagi Yumi dan rasanya seperti mempunyai rahasia ketika dia berbohong kepada Henry setiap kali ia harus pergi ke cafe Adrian tanpa sepengetahuannya.
Perasaan yang dipikir Yumi adalah cinta kepada Henry, mendapat sebuah solusi. Pada akhirnya Yumi menolak perasaannya sendiri, dia menyerahkan semua harapannya dan memutuskan untuk melupakan perasaannya dan ingin bahagia menjadi sahabat Henry selamanya.
Itu adalah keputusan terbaik yang pernah dibuat Yuni selama ini dalam hidupnya. Dan Yumi tahu bahwa dia tidak akan pernah menyesali hal itu.
Satu tahun berlalu....
Setelah Yumi bertemu dengan Adrian Milano, dia menemukan kenyataan bahwa Adrian adalah orang yang berhasil menyembunyikan sesuatu tentang hidupnya dengan cara memperlihatkan dirinya yang terlihat begitu ceria.
Saat itu tengah liburan semester, ketika Yumi memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya untuk memberikan kejutan kepada adiknya yang tengah berulang tahun.
Saat ini, Yumi berada di jalan dan hampir sampai, hanya beberapa kilometer saja dari rumahnya. Yumi melihat seseorang seperti Adrian tengah berjalan di sebuah pemakaman umum.
Yumi meragukan dirinya sendiri, karena Adrian tidak pernah menyebutkan tentang dirinya sebagai seseorang yang berasal dari kampung Yumi. Jadi Yumi meminta supir taksi untuk menurunkan nya di pinggir jalan. Yumi pun memutuskan untuk mengikuti pria yang terlihat seperti Adrian itu masuk kedalam area tempat pemakaman.
Yumi membuntuti pria itu dengan hati-hati, sampai Adrian berhenti di sebuah makam yang sebenarnya merupakan pemakaman dari keluarga yang paling berpengaruh di kampung Yumi yaitu keluarga Dinata.
Pria itu terlihat duduk dan mulai berdoa di depan sebuah batu nisan kecil. Setelah melakukan beberapa ritual, pria itu meninggalkan sebuah buket bunga dan kemudian berjalan pergi tanpa melihat kebelakang lagi.
Yumi keluar dari tempat persembunyian nya dan melihat kearah makam di mana pria itu kunjungi dan yang membuat Yumi terkejut dia mendapati bahwa makam itu merupakan milik dari Sherina Dinata. Putri dari keluarga Dinata yang sangat terkenal di masa lalu.
Penyebab kematian Sherina tidak pernah terungkap dan semua rumor yang beredar tetap disembunyikan keluarganya. Mereka hanya terdiam sampai saat ini.
Yumi kemudian berjalan keluar dari pemakaman setelah memberikan doa kepada makam itu dan dia hampir saja melompat saat melihat Adrian menunggu di luar.
"Adrian, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan melihat mu di sini." Ucap Yumi.
"Aku tahu kau penasaran tentang apa yang baru saja kau lihat. Tapi kau tidak perlu bertanya apapun, aku akan memberitahukan mu seluruh ceritanya jika kau mau. Tapi aku harap hal itu tidak akan merubah apapun diantara kita setelah ini."
"Baiklah." Balas Yumi yang tampak gugup saat dia melihat wajah Adrian yang memperlihatkan keseriusan nya.
Mereka kemudian berjalan sampai akhirnya mencapai sebuah puncak bukit yang dekat dengan pemakaman itu dan disana lah Adrian mulai berbicara.
"Ini sudah hampir 10 tahun yang lalu, ketika aku bertemu dengan Sherina di kampus. Aku hanya mahasiswa baru dan dia mahasiswa tahun kedua. Kami berada di fakultas yang sama dan kami selalu menghabiskan waktu kami bersama, sampai aku memintanya untuk menjadi kekasihku. Dia menerimanya dan kami menjadi sepasang kekasih dengan waktu yang begitu cepat. Aku mencintainya dan dia juga mencintai aku. Semuanya berjalan dengan lancar sampai suatu hari orang tuanya mendapati kami tengah berkencan, ketika mereka membuat kunjungan tiba-tiba ke kampus. Aku tidak pernah menyangka saat itu bahwa keluarga Sherina begitu keras. Mereka meminta kami putus. Aku mencoba untuk mempertahankan hubungan kami sampai akhir, tapi aku ditolak oleh keluarganya. Ayah Sherina mengatakan kepadaku bahwa Sherina sudah bertunangan dan dia akan membunuhku jika aku mencoba untuk mengganggu keluarga mereka lagi."
"Kau tidak perlu melanjutkannya, jika itu terlalu menyakitkan bagi mu." Ucap Yumi.
"Aku baik-baik saja." Balas Adrian kemudian melanjutkan ceritanya.
"Saat itu aku pikir semuanya sudah berakhir, tapi suatu malam setelah satu bulan putus dengan Sherina, dia datang kepadaku dan mengetuk pintu apartemen ku seraya menangis. Aku ingin menolaknya, tapi aku tidak bisa melihatnya yang menangis. Jadi aku membiarkan dia masuk ke dalam apartemen ku. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia ingin kembali kepadaku, tapi aku tidak mau membuat masalah dengan keluarganya lagi dan aku terlalu takut untuk mati. Aku pun memintanya untuk kembali ke rumahnya. Dia pun mulai menangis seraya memohon pada ku, sampai akhirnya aku menyerah dan memberitahukan kepadanya bahwa dia bisa tetap berada di apartemen ku hanya untuk 1 malam. Dia mulai tenang beberapa saat, dan kemudian dia meminta suatu permintaan kepadaku. Permintaan itu sesuatu yang sangat tidak aku duga, sesuatu yang penuh resiko. Tapi dia memberitahukan kepadaku bahwa dia ingin aku menjadi orang pertama yang melakukannya. Dia tidak ingin memberikan keperawanan nya kepada orang yang dia tidak cintai dan dia memaksa aku untuk melakukan itu kepadanya."
"Jadi, apakah kalian berdua melakukannya?"
Yumi tidak bisa menahan diri untuk bertanya ketika Adrian menghentikan ceritanya beberapa saat.
"Iya, aku saat itu masih sangat muda dan aku begitu mudah untuk tergoda dan kami akhirnya melakukannya. Itu adalah pertama kalinya bagiku dan itu juga pertama kalinya bagi dirinya. Malam itu begitu intens bagi kami, dan saat aku bangun Sherina sudah pergi. Aku tidak punya kabar apapun tentang dia sampai 3 bulan berlalu dan dia datang kepadaku lagi. Dia tengah hamil dan itu akan menjadi masalah yang serius untuk kami. Dia meminta aku untuk bersamanya kembali dan karena aku takut bahwa dia akan dipaksa untuk mengaborsi bayi dalam kandungannya itu jika aku membiarkan dia kembali kepada keluarganya, aku pun menerima permintaannya. Jadi kami pergi untuk kabur bersama. Aku meninggalkan kampus dan kuliahku dengan semua uang yang orang tuaku berikan kepadaku untuk kuliah. Kemudian pergi ke kota lain untuk hidup bersama Sherina. Kami sebenarnya berhasil untuk hidup bersama, ketika aku mulai bekerja untuk mendukung kehidupannya dan bayi kami. Hal itu memberikan harapan kepada kami bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi hanya beberapa bulan lagi sebelum persalinan, kami ditemukan oleh orang tua Sherina. Mereka datang dengan beberapa pengawal dan menangkap aku, memukuli ku dengan begitu keras saat mereka membawa putri mereka kembali ke kota mereka. Suatu keajaiban bahwa aku diselamatkan oleh polisi yang berpatroli, jadi aku sampai berakhir di rumah sakit untuk waktu 3 bulan. Untungnya orang tuaku membantuku untuk sembuh dan mencoba untuk membantuku mencari Sherina di kampung ini. Tapi aku sudah sangat terlambat."
Air mata Yumi mengalir deras saat dia mendengarkan cerita Adrian dan tidak menyangka dengan kisah akhirnya yang tidak berjalan baik.
"Dia mulai merasa sedih setelah melahirkan anak kami. Dia berpikir bahwa aku sudah mati dan tidak ada informasi tentang apa yang terjadi kepada bayi itu. Jadi aku merasa begitu terluka karena aku sekaligus kehilangan mereka berdua, orang yang paling penting dalam hidupku. Aku memohon kepada ibu Sherina untuk memberi tahu aku dimana bayi. Tapi yah, ibu Sherina mengatakan kepada ku bahwa dia tidak tahu apapun. Dia mengatakan kepadaku bahwa mereka sudah mencari ke semua tempat, tapi bayi itu sudah menghilang. Ibu Sherina memohon permintaan maaf kepadaku dan menangis dengan putus asa karena dia menginginkan putrinya kembali lagi. Tapi semuanya sudah terlambat, itu semua salah mereka. Andai saja mereka menerima apa yang Sherina inginkan, maka semua tragedi ini tidak akan terjadi kepada kami. Aku kehilangan kesabaran ku saat itu dan aku membuat sebuah masalah, saat itu aku mengutuk mereka. Aku mengatakan semua kata-kata kotor kepada mereka dan menghancurkan seluruh isi rumah mereka sebelum keluar dari sana dengan tubuhku yang penuh luka setelah para penjaga kembali memukuli aku. Saat itu aku berjanji, bahwa aku akan menemukan anak kami meskipun itu hanya makamnya yang penting aku menemukannya."
"Apakah kau sudah mendapat titik terang dalam pencarian mu itu?" Tanya Yumi.
"Tidak, sampai sekarang aku belum menemukan petunjuk apapun dimana anak itu berada. Setiap tahun kapanpun aku mengunjungi makam Sherina, semua yang bisa aku lakukan hanyalah permintaan maaf untuk meminta maaf karena sudah menjadi begitu lemah dan pecundang saat itu karena tidak bisa menemukan anak kami. Andai saja aku bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkannya, dia mungkin bisa saja masih hidup dan aku masih bisa melihat anak kami."
Adrian mulai terlihat begitu sedih setelah mengeluarkan semua cerita memilukan yang dia alami.
Yumi memberikan Adrian saputangan untuk membiarkannya menangis dalam diam tanpa mengganggu nya.
"Kau sudah melakukan yang terbaik untuk mereka. Aku tahu dia akan mengerti jika kau masih tidak bisa menemukan anak kalian. Mari kita berdoa bahwa anak itu bahagia di mana pun dia berada."
Yumi memegangi pundak Adrian saat dia terlihat menunduk di hadapan Yumi.
"Kau sudah berkorban begitu banyak hal dalam hidupmu. Kau bahkan berhenti mengejar pendidikan mu untuk dia dan anak kalian. Jadi kau harus berhenti menyalahkan dirimu sendiri untuk menjadi seorang pecundang hanya karena tidak bisa bersamanya waktu itu. Kau sudah mendukungnya dengan semua cinta yang kau berikan, itu sudah cukup. Dia akan mengerti jika kau mulai move on dari nya sekarang. Semua itu sudah 10 tahun bukan? Mungkin ini saatnya untukmu memulai hidup yang baru lagi."
"Tapi aku masih takut, bagaimana jika semua itu terjadi lagi? Bagaimana jika tragedi yang seperti itu akan terulang lagi? Aku pikir, aku tidak akan bisa menghadapinya lagi."
"Kalau begitu tenanglah, saat ini kau tidak akan sendirian lagi. Aku akan selalu ada disisi mu."
"Apakah kau baru saja menyatakan cinta kepadaku?"
"Hah? Apa? Aaahhh!! Tidak! Bukan itu yang aku maksud kan." Wajah Yumi mulai memerah saat dia menyadari apa yang baru saja dia katakan kepada Adrian.
"Aku tahu, aku hanya bercanda." Ucap Adrian dengan tawa kecil seraya mengusap air matanya.
"Aku harus pergi sekarang. Apa kau ingin pergi denganku? Hari ini adalah ulang tahun adikku. Jadi kau bisa ikut denganku jika kau mau."
"Terima kasih karena sudah mengundang ku, tapi aku harus pergi sekarang."
"Kalau begitu berhati-hatilah di jalan. Selamat tinggal dan sampai jumpa lagi."
Mereka berdua lalu berpisah. Saat Yumi berjalan menuruni bukit itu, pikirannya terus kembali ke ucapan yang dia katakan tadi.
'Apakah aku baru saja mengatakan sesuatu seperti itu, benarkah? Apakah aku perlahan mencoba untuk menyukainya karena waktu yang selalu kami habiskan berdua selama ini?'
Yumi terus menganalisa perasaannya sendiri, sampai suatu hari dia meyakini bahwa dia jatuh cinta lagi kepada Adrian. Tapi kali ini, tidak ada kemungkinan dari penglihatan nya yang bisa menuntun nya jika dia bisa berhubungan dengan Adrian atau tidak.
Setelah Yumi kembali ke kota, dia segera mengunjungi Adrian lagi di cafe nya. Yumi terkejut ketika Adrian memberikannya sebuah hadiah.
"Ini adalah hadiah untuk mengganti saputangan yang kau berikan kepadaku di bukit itu. Aku sudah merusak saputangan milikmu dengan air mata dan ingus ku." Ucap Adrian dengan tertawa kecil. "Aku tidak bisa memberikannya kembali kepadamu, jadi aku memutuskan untuk memberikan ini kepadamu sebagai gantinya."
Yumi membuka kotak itu dan melihat sebuah saputangan berwarna putih dengan inisial namanya yang dibordir di sudut, A. Yu.
*************
Musim berganti dan berlalu diantara mereka. Yumi pun akhirnya dapat membangun keberanian dalam dirinya untuk mengakui perasaannya kepada Adrian.
Yumi lalu meminta Adrian untuk bertemu dengannya di bawah pohon cemara dan mendengarkan apa yang akan dia katakan.
"Aku tahu ini terlalu tiba-tiba dan aku mengerti jika kau akan merasa tidak nyaman setelah mendengarkan ini. Tapi aku tidak mau membuang waktu dan keberanian yang aku bangun lagi. Jadi aku harus mengatakan ini secara pribadi." Yumi menarik nafas dalam-dalam mengeluarkan suaranya dengan lantang agar Adrian bisa mendengarnya dengan jelas. " Adrian aku telah jatuh cinta kepadamu."
"Yumi, kau tahu bahwa aku....!"
"Kau tidak perlu menjawabnya saat ini. Aku bersedia untuk menunggu jawabanmu, bahkan jika itu adalah penolakan. Tidak apa-apa, aku hanya ingin membiarkan kau tahu dan memberikanmu waktu yang cukup untuk berpikir atas semuanya."
Yumi memotong ucapan Adrian sebelum dia bisa mengatakan apapun dan Yumi pun berlari setelah menutup wajahnya yang memerah.
*********
Yummy tidak pernah tahu bahwa dia akan menyesali apa yang dia lakukan saat itu.
'Aku seharusnya tidak memotong ucapannya dan membiarkan dia menjawab agar aku mendengarkan apa yang akan dia katakan, daripada menjadi pecundang karena takut mendengar penolakan darinya.'
Siapa yang bisa menyangka bahwa ucapan Adrian yang dipotong Yumi saat itu adalah hal terakhir yang bisa didengar Yumi dari Adrian.
Adrian lalu menghilang hari berikutnya tanpa meninggalkan sedikit pun jejak. Dia seperti seolah tidak pernah hadir dalam kehidupan Yumi hingga saat ini.
Bersambung....