NovelToon NovelToon
Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:449.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Dibuang bak sampah, dipungut bak berlian!!


****

"Jadilah pacarku! Jika suamimu bisa berselingkuh di belakangmu, kamu pun juga bisa melakukan hal yang sama. Aku akan membantumu."

****

Kehidupan Lingga Sari Andini seketika berubah setelah pertemuannya dengan seorang pemuda yang ia temukan terdampar di tepian sungai yang tidak jauh dari kediamannya. Ia yang baru saja pulang dari berkeliling berjualan jamu, terpaksa harus menyelamatkan pemuda itu terlebih dahulu.


Namun siapa sangka setelah pertemuannya ini justru menyeretnya ke dalam pusaran rasa dan peristiwa yang tidak pernah terbesit di dalam pikirannya.

Kehidupan seperti apakah yang sebenarnya dijalani oleh Lingga? Dan bagaimanakah akhir ceritanya dengan sang pemuda?


Ikuti saja ya ceritanya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Penggalian dan Pemakaman

Beberapa orang nampak bersemangat mengerahkan tenaga yang mereka miliki untuk menggali tanah bebatuan yang berada di bawah curug, persis di mana Banyu ditemukan. Sesuai dengan apa yang diucapkan Dirga kepada Banyu saat berada di dimensi lain, di bawah tanah inilah tulang-tulang orang tua Lingga itu berada. Sekop, cangkul, palu batu (bodem) mereka gunakan untuk menggali tanah bebatuan ini.

"Bagaimana Min, apa sudah nampak tanda-tanda?" teriak Prasojo ke arah Parmin yang saat ini berada di kedalaman sekitar lima meter.

"Belum Pak, saya belum melihat ada tanda-tanda tulang di sini."

Lingga seakan dibelenggu oleh rasa cemas. Ia benar-benar khawatir jika sampai tulang-tulang sang ayah tidak ditemukan, sedangkan Parmin sudah berada jauh di bawah sana.

"Nyu, kita hentikan saja penggalian ini. Kasihan pak Parmin sudah sedalam itu berada di bawah namum belum juga menemukan tulang-tulang bapakku."

"Kamu yakin ingin menghentikan ini? Sebentar lagi kamu akan menemukan tulang-tulang itu."

"Tapi Nyu, mau sedalam apa lagi pak Parmin menggali tanah bebatuan itu? Kasihan dia."

Prasojo yang sayup-sayup mendengar percakapan Lingga dan Banyu mendekat ke arah mereka. "Ada apa Le, Ndhuk? Kok sepertinya serius seperti itu?"

"Ini Pak, Lingga meminta penggalian ini dihentikan Pak."

"Kenapa Nduk? Kenapa harus dihentikan?"

"Saya hanya kasihan kepada pak Parmin, Pak. Sudah sepuluh tahun peristiwa itu terjadi, belum pasti tulang-tulang bapak ditemukan."

"Ya sudah, Bapak tanya ke Parmin terlebih dahulu. Seandainya dia masih sanggup untuk menggali lebih dalam lagi sampai menemukan tulang-tulang bapakmu, biarkan dia melakukannya. Namun jika memang dia sudah tidak sanggup, kita minta dia naik," ucap Prasojo memberikan sebuah solusi. Sedangkan Lingga hanya mengangguk.

"Min, kamu masih sanggup? Seandainya sudah kelelahan kita hentikan penggalian ini dan segeralah naik!" teriak Prasojo.

"Sebentar Pak, sepertinya saya menemukan sesuatu!"

Suara Parmin yang menggema, membuat Lingga sedikit terkejut. Buru-buru ia mendekat ke arah lubang yang digali oleh Parmin dan dua orang lainnya.

"Pak Parmin, apa yang Bapak temukan? Coba beritahu saya Pak!" teriak Lingga yang semakin dibuat penasaran

"Ini Ndhuk, Bapak menemukan tulang belulang!"

"Benar kamu menemukan tulang-tulang itu Min? Kamu tidak bercanda bukan?" ucap Prasojo untuk memastikan.

"Iya Pak, saya menemukan tulang-tulang bapak Lingga. Semakin dalam saya gali semakin banyak yang saya temukan. Coba lemparkan kain putih itu Pak untuk membungkus tulang-tulang ini."

Rona wajah Lingga semakin cerah dengan setetes bulir bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Ia tidak pernah menyangka setelah sepuluh tahun berlalu akhirnya, jejak-jejak terakhir sang ayah ditemukan.

Sekilas, Lingga melirik ke arah Banyu. Masih seperti biasa, pemuda itu selalu menampakkan senyum termanis yang ia miliki. Lingga benar-benar tidak pernah menyangka jika pemuda yang ia anggap sinting ini yang menjadi jalan bertemunya ia dengan jejak terakhir sang ayah.

"Ternyata, pemuda ini tidak sinting-sinting amat. Mungkin dia sinting hanya pada waktu-waktu tertentu saja," batin Lingga masih sambil menatap lekat wajah Banyu yang berada di sebrang.

"Muuuaaahhh.... I love you!"

Kedua bola mata Lingga kembali terbelalak saat dari tempatnya berdiri, ia melihat Banyu menampakkan ekspresi seseorang yang sedang cium jauh sembari mengucapkan kata i love you. Meskipun pemuda itu tidak bersuara, namun terlihat jelas dari gerak bibirnya.

Baru saja aku berikan pujian, eh taunya kumat lagi dia.

***

Lingga terduduk lemas di atas sebuah gundukan tanah yang masih terlihat basah. Beberapa saat yang lalu, tulang-tulang milik sang ayah telah dikebumikan dengan layak dan sesuai tata cara. Dan saat ini hanya terlihat taburan bunga di atas tanah dengan sebuah papan dari kayu yang menjadi tanda kepemilikan makam ini.

Tulang-tulang Dirgantara dikubur di samping makam milik Mawarni yang merupakan sang istri. Lingga berharap dengan seperti itu ayah dan juga ibunya bisa senantiasa berdekatan.

"Bapak ... akhirnya setelah sepuluh tahun berlalu, Bapak bisa berada di tempat yang layak. Lingga berharap saat ini Bapak senantiasa tenang berada di alam baka," ucap Lingga lirih. Matanya terlihat sedikit sembab, karena terkenang akan semua memori yang pernah ia lewati bersama.

Melihat Lingga yang meneteskan air mata, membuat hati Banyu turut terenyuh. Ia pun menghampiri Lingga dan ikut berjongkok di samping wanita ini.

"Bapak pasti sudah tenang. Sekarang, kapanpun kamu bisa mengunjungi makam Bapak. Jadi, kamu tidak perlu bersedih lagi."

Lingga mengangguk pelan. "Iya, sekarang kapanpun aku rindu, aku bisa mengunjungi bapak."

Banyu mengusap-usap punggung Lingga dengan lembut untuk menenangkan wanita ini. "Sekarang kita pulang ya. Hari sudah semakin sore dan sepertinya akan turun hujan."

Lingga mengangguk. Sebelum ia beranjak, wanita itu mencium papan nama milik Dirgantara dengan lekat. "Lingga sudah mengikhlaskan Bapak. Saat ini Bapak pasti tidak akan merasakan sakit lagi karena tertimbun bebatuan. Terimakasih banyak telah menjadi sosok ayah yang terbaik untukku selama ini, Pak. Semoga Bapak selalu tenang berada di alam sana."

Lingga mulai bangkit dari posisi jongkoknya begitu pun dengan Banyu. Mereka mulai mengayunkan tungkai kakinya untuk keluar dari tempat ini. Banyu masih setia menggandeng tangan Lingga, berupaya untuk memberinya kekuatan untuk wanita ini.

Sebelum benar-benar keluar dari area pemakaman, Banyu membalikkan badan dan kembali menatap makam Dirgantara. Tepat di atas pusaranya nampak sosok seorang laki-laki yang tersenyum ke arahnya. Banyu yakin sosok itu adalah Dirgantara. Ia nampak menganggukkan kepala sembari tersenyum ke arah Banyu. Banyu pun turut tersenyum ke arah sosok lelaki di atas pusara itu.

Pada akhirnya atas kehendak Yang Maha Kuasa, setelah sepuluh tahun berlalu, jejak-jejak jasad terakhir seorang pendaki bernama Dirgantara bisa ditemukan dan ditempatkan di tempat yang layak.

.

.

. bersambung..

Haaahhh... akhirnya, yang berbau-bau mistis sudah selesai ya Kak.. Di part-part selanjutnya, kita akan bertemu dengan Heru. Hayooo.. siapa yang penasaran dengan Heru? Dan sebenarnya apa sih yang terjadi?

Ikuti terus cerita ini ya kak.. ❤️❤️❤️

1
Nggenk Topan
kurang panas thorr 😀
Nggenk Topan
Luar biasa
......Maiko.....
makin seruuuu lanjut
......Maiko.....
mungkin anunya Heru bermasalah 🤭GK mau tanggung malu,jdi nyalahin isterinya bau ikan asin 👻🥴
Evi
setuju thoor tikungan sepertiga MLM itu sangat dahsyat
karena aq mengalaminya
Sulaiman Efendy
LO HIRUP DLU AROMA KWANITAAN NYA LINGGA, BAU IKAN ASIN NGGAK SEPRTI KATA HERU...😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
ANAK HERU. ATAU ANAK GENDERUWO TUHHH....
Sulaiman Efendy
KASIH SE CENG AZA, USH TULIS NMA, TULIS AZA DARI HAMBA ALLAH...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
MSKI LINGGA JANDA, TPI JANDA BRSEGEL....
Sulaiman Efendy
BRRTI SAPTO NORMAL NYU...😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
TERLAMBAT, SAPTO GERCEP LAMAR AMBAR...
Sulaiman Efendy
JANDA SEMAKIN TERDEPAN, PERAWAN MMG MENAWAN, TPI JANDA SANGAT BRPENGALAMAN...😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
NIKAH DLU, BRU KAWIN NYU😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
WAHHHH, GK NYANGKA, GENTLEMEN JUGA SI SAPTO...
Sulaiman Efendy
BANYU KOQ JDI PRIA BODOH, KNP LO GK HAJAR TU SAPTO, KECEWA NYA SIH SAMA LINGGA, KNP GK TEGAS SAMA SAPTO..
Sulaiman Efendy
KLO KTELAN TU CINCIN KN BAHAYA....
Sulaiman Efendy
LO CIUM AZA TU LINGGA DIDEPAN SAPTO..
Sulaiman Efendy
OSKADON, PARAMAEX, BODREX MANA, KASIKN KE SAPTO TUHHH...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA HAK SAPTO DGN LINGGA, APA LINGGA PERNH MNERIMA SAPTO, ATAU MNERIMA LAMARAN ORTU SAPTO...
Sulaiman Efendy
SEK ASEKKKKK... SEMOGA HUBUNGN MREKA DIRESTUI YG MAHA KUASA HINGGA KE PRNIKAHAN KELAK..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!