NovelToon NovelToon
Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noor Hidayati

Zia Nafiza Faraz Shaikh gadis cantik bak Barbie dengan perawakan tinggi langsing berkulit putih mulus tanpa cacat cela yang kini berusia 17th dan tengah duduk di bangku kelas 2 SMA sangat tergila-gila dengan DUDA yang usianya 21th lebih tua darinya.
Zia tidak segan-segan untuk menunjukan rasa cintanya hingga mengungkapkan perasaannya pada Om Bryan yang tak lain adalah Teman Papanya sendiri.

Akankah Om Duda membalas cinta gadis kecil sepertinya?
Lalu bagaimana dengan Papa Faraz? Akankah Ia menyetujui hubungan putrinya dan Temannya sendiri?

Novel ini adalah sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang akan berkisah tentang kehidupan Zia MENGEJAR DUDA TEMAN PAPA.

follow FB Author @i'tsmenoor
Instagran / Tiktok @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penawar Hati

"Bagaimana kamu mengenalnya? Kapan, Dimana dan sejak kapan kamu pacaran dengannya?!" tanya Bryan dengan menaikkan nada suaranya.

"Sejak liburan kemarin, Sejak Papah tidak pulang selama tiga hari!"

Bryan terdiam mengingat-ingat kapan Ia tidak pulang.

Setelah beberapa menit, Bryan kembali menatap putrinya dan mengingat hari itu. Hari itu, Dimana Ia mengikuti Zia sampai di kebumen dan menginap di hotel tiga hari untuk menghabiskan waktu dengan kekasih kecilnya.

"Sekarang Papah sudah inget?" tanya Bella dengan sinis.

"Bella kamu tidak mengenal siapa David."

"Bella mengenal dengan baik Pah, David pria yang baik, Pengertian dan perhatian di saat Papah sibuk dengan kekasih kecil Papah itu."

"Sayang, Cintanya palsu pada mu, Dia tidak benar-benar mencintaimu, Percayalah pada Papah!"

"Tidak Pah, David benar-bebar mencintai ku."

Bryan yang tidak tau lagi bagaimana caranya bicara pada sang putri mendekati David dan mencengkeram lengannya dengan kasar.

"Aku tau benar jika kamu tidak benar-benar mencintai putriku, Kamu mendekatinya karena memiliki tujuan lain, Benarkan?!"

"Tujuan apa Om, Apa yang Om bicarakan?"

"Jangan belaga polos David, Kamu sangat terobsesi pada Zia, Tidak mungkin dalam waktu singkat kamu mencintai putriku dan melupakan Zia, Pasti kamu melakukan ini masih berhubungan dengan Zia kan?"

"Zia, Zia, Zia, Zia! Kenapa sih Papah selalu menyangkut pautkan dengan gadis kecil itu, Tidak semua laki-laki tergila-gila pada Zia seperti Papah!"

"Bella kamu tidak tau sebenarnya, Percayalah pada Papah, Papah merawat mu, Memberikan mu kasih sayang selama 19th, Kenapa kamu malah lebih percaya pada pria yang baru kamu kenal daripada Papah mu sebdiri?"

Bella terdiam, Hatinya membenarkan apa yang Papahnya katakan, Tapi egonya, Rasa cemburunya pada Zia, membuat sisi lain dari hatinya membuatnya ragu. Di tambah lagi dengan David yang akan meninggalkannya dengan memasang wajah sedihnya.

"Sayang jika kamu tidak percaya padaku, Tidak masalah, Yang penting Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, Aku tidak bisa memaksa mu untuk percaya padaku, Kamu jangan melawan orang tua mu karena diriku, Tidak masalah jika Papah mu tidak merestui hubungan kita, Meskipun kita tidak dapat bersama tapi perlu kamu ingat satu hal, Cintaku tidaklah palsu, Aku benar-benar mencintaimu Bella."

"Hentikan omong kosong mu itu!" hardik Bryan.

"Pah!"

Bella langsung berlari memeluk David.

"Bella..."

"Jika Papah tidak merestui hubungan ku dengan David maka Aku tidak akan pernah merestui hubungan Papah dengan Zia!"

Bryan terseyum smirk menggelengkan kepalanya.

"Jika Papah egois sepertimu, Papah tidak perlu meminta restu pada mu, Papah bebas menikahi Zia kapan pun yang Papah mau." dengan kesal Bryan meninggalkan kamar Bella.

"David maafkan atas sikap Papah ku."

"Tidak papa sayang, Papah mu seperti itu pasti karena pengaruh Zia yang telah menguasai hatinya. Papah mu tidak bisa melihat kebenaran lain selain apa yang di katakan Oleh Zia."

"Ya, Kamu benar, Sejak mengenal gadis kecil itu Papah semakin berubah."

Bryan terseyum jahat karena berhasil membuat Bella semakin membenci Zia. Karena memang itulah rencananya. Menjadikan Bella alat untuk mengganjal hubungan Bryan dan Zia agar mereka tidak jadi menikah.

Bryan masuk ke kamar dan melepaskan dasi serta jasnya kemudian melemparnya dengan kesal. Ia tidak tau lagi bagaimana menghadapi Bella yang semakin hari semakin menentangnya.

Segalanya telah Ia curahkan untuknya. Namun saat Ia meminta satu hal dari putrinya, Bukannya memberikannya, Putrinya malah menambah masalah dalam hubungannya dengan berhubungan dengan David yang sudah jelas-jelas mengejar-ngejar Zia dan nyaris memperk'osa nya.

•••

Pagi-pagi sekali Bryan meninggalkan rumah, Rasanya Ia sudah tidak tahan lagi ingin segera mencurahkan kegundahan dalam hatinya kepada gadis kecil yang selalu bisa membuatnya tertawa dikala hatinya resah.

Sebelum berangkat ke sekolah, Bryan menyuruh Zia menemuinya tidak jauh dari sekolahnya. Bryan tidak mau menunggu terlalu lama lagi jika harus menunggu Zia pulang sekolah.

Tidak menolak keinginan kekasih Dudanya, Zia meninggalkan rumah pagi-pagi sekali dengan alasan ingin belajar terlebih dahulu sebelum jam pelajaran di mulai.

Bryan yang tiba terlebih dahulu terus melihat ujung jalan menantikan kedatangan kekasih kecilnya.

Setelah menunggu sekitar lima belas menit akhirnya Bryan dapat bernafas lega melihat mobil Zia datang.

Zia langsung turun dari mobil dan meminta supir untuk meninggalkannya karena Ia ingin ke sekolah bersama temannya.

Tanpa memprotes, Pak Supir mengangguk dan meninggalkan Zia di sana. Kemudian Zia berlari ke mobil Om Bryan yang sudah menunggunya.

Tanpa di suruh, Zia langsung masuk ke mobil Om Bryan yang langsung di sambut dengan pelukannya.

"Zia Sayang..." Bryan terus memeluk Zia dengan erat.

"Ada apa Om, Apa yang terjadi?" tanya Zia yang merasa Om Bryan tidak seperti biasanya.

Setelah merasa lebih tenang Bryan melepaskan pelukannya dan mengusap lembut wajah Zia tanpa mengatakan apapun.

"Om, Apa Om baik-baik saja?"

Bryan kembali mengingat kejadian semalam, Dimana David menggunakan putrinya untuk mengganjal hubungannya dengan Zia.

"Om..."

"Zia, Sepertinya jalan kita semakin sulit."

"Maksud Om?"

Bryan menceritakan apa yang terjadi semalam dan membuat Zia begitu terkejut seakan tak percaya.

"Dari sekian banyak laki-laki kenapa Bella jatuh hati pada David Om, Bella memiliki pergaulan luas, Bahkan Dia menempuh pendidikan di Semarang, Tapi kenapa harus dengan David yang masih duduk di bangku SMA?"

"Tidak masalah Dia masih duduk di bangku SMA Zia, Yang jadi masalah Dia hampir memperk'osa mu Sayang, Bagaimana bisa Om menyerahkan putri Om pada bajingan seperti itu?"

"Apa Om sudah memberitahu hal itu?"

"David lebih dulu memberitahunya dengan memutar balikkan fakta dan Bella lebih mempercayainya."

"Lalu apa yang akan Om lakukan?"

"Om tidak tau Sayang, Kalau masalah pernikahan kita Om tidak peduli dengan restu atau tidak nya dari Bella, Tapi Om tidak bisa membiarkan Bella jatuh kepada pria seperti itu."

Zia yang tidak tau lagi harus mengatakan apa, Hanya bisa menyusup masuk ke pelukan Om Bryan, Berharap pelukannya dapat mengurangi keresahan di hatinya. Dan benar saja, Mendapat pelukan hangat dari kekasih kecilnya membuat Bryan merasa lebih baik.

"Terimakasih Sayang." Bryan mengecup pucuk rambut Zia dengan penuh kasih sayang.

"Hanya ini yang bisa Zia lakukan, Jika pelukan Zia bisa mengurangi keresahan di hati Om, Maka Zia akan memeluk Om sepanjang hari dan bolos sekolah."

Mendengar ucapan Zia membuat Om Bryan tertawa.

Kemudian melepaskan pelukannya dan menangkup wajahnya.

"Tidak salah Om datang kepadamu sampai gak sarapan, Selain Zia bisa mengurangi keresahan di hati Om, Zia juga selalu bisa membuat Om tertawa."

"Jadi Om belum sarapan?"

"Belum dan Om akan sarapan dengan bibir mu yang manis." dengan cepat Om Bryan melahap bibir Zia.

Bersambung...

1
aurel chantika
lanjut mak
Nuryati Yati
papa Bryan ngapain tlpn segala kurang kerjaan aja
Nuryati Yati
wah kakek Rehan menang banyak dpt sudar baby 😁
Nuryati Yati
pantes Belvana ngebet banget
Nuryati Yati
/Facepalm//Facepalm/
Nuryati Yati
kok Belva gk tau kalo punya kembaran
Nuryati Yati
itu yg di lihat Rehan Belva bukn Belvana
Nuryati Yati
cerita Bryan dan Zia terulang lagi ke Belvana
aurel chantika
salah paham lagi
aurel chantika
astaga ne anak.
aurel chantika
pikiranmu jahat sekali belvana,kamu tidak tau mama zia udah hampir gila mikirin kamu.& kamu malah sama laki-laki yg GK kamu kenal.
aurel chantika
semoga ketemu
aurel chantika
wah Roy teman papanya belvana rupanya
aurel chantika
belvana emang ya minta dicubit ini
aurel chantika
aku lanjut baca ne
Itsmenoor (Author Gragas): Wah terimakasih kak Aurel Cantika, gimana kabarnya, kok baru lanjut baca? 😅
total 1 replies
Mulyanah Fira
Luar biasa
Yuliana Purnomo
thanks Thor 🥰,, happy ending 👍
Itsmenoor (Author Gragas): Wahhh dah tamat aja 😅
total 1 replies
Yuliana Purnomo
haaah Briyan sekarang merasakan di posisi opa Faras kn
Yuliana Purnomo
penasaran kakek Rehan unboxing siang bolong kh??
Yuliana Purnomo
coba jambang nya Ama kumisnya di pangkas justru akan keliatan muda,, kakek Rehan😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!