Demi pengobatan sang ibu Laura rela menyewakan rahimnya untuk seorang Ceo ternama di Indonesia.
Setelah melahirkan Laura memberikan salah satu putrinya kepada Mario. Dan membawa putri satunya lagi bersama dirinya.
Setelah kedua putri Mario dan Laura tumbuh dewasa, satu persatu permasalahan muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.33
Tak terasa sore pun tiba, membuat Mario sangat antusias dengan kepulangan mantan Ibu mertuanya siapa lagi kalau bukan Nyonya Anjani. Tujuannya hanya satu untuk dekat dengan Yumna, dia akan meminta izin pada Laura untuk pergi berdua dengan anak sulungnya tersebut. Beruntung hari ini jadwalnya tidak terlalu padat, sehingga Mario bisa pulang lebih cepat dari biasanya.
Setibanya di ruang perawatan Nyonya Anjani, Mario tidak melihat Laura. Setelah mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Nyonya Anjani Mario memutuskan untuk menyusul Laura ke tempat administrasi.
Sementara itu di tempat administrasi
"Saya ingin membayar tagihan atas nama, Nyonya Anjani," ucap Laura.
Kemudian pegawai tersebut mencari data Nyonya Anjani.
"Atas nama Nyonya Anjani, sudah dibayar lunas oleh Tuan Keano, Nyonya." Jawabnya.
"Keano." Gumam Laura.
"Oh ya sudah, kalau begitu terima kasih."
"Sama-sama." Jawab pegawai tersebut.
Laura pun memutuskan untuk kembali ke ruangan Ibunya, karena sudah terlalu lama meninggalkan Ibunya sendiri.
"Mario sedang apa kamu disini?" tanya Laura setelah Mario berada di hadapannya.
"Aku ingin menjemputmu dan Ibumu," ucapnya dengan senyum manis.
Laura mengerutkan keningnya.
"Tidak perlu Mario, Kaeno dan Yumna yang akan menjemput kami," tolak Laura, tentu saja dia tidak enak karena bagaimanapun Mario memiliki istri. Dia tidak mau dicap sebagai pelakor.
"Tidak apa-apa, aku juga merindukan Yumna sekalian aku ingin mengajak Yumna keluar," jelas Mario, dia memberitahukan maksudnya kepada Laura.
Laura menghembuskan nafasnya secara perlahan, tanpa menjawab pertanyaan Mario dia langsung berjalan meninggalkan Mario. Mario pun tanpa banyak kata menyusul Laura.
Di Cafe
Sore ini cafe sangat sibuk terlebih lagi cafe milik Keano sudah di booking oleh satu keluarga untuk acara ulang tahun untuk anak mereka yang ke-17, Yumna terus menatap jam di tangannya dia takut terlambat untuk menjemput Omanya.
Yumna melirik Keano yang tengah mengawasi pegawainya, dia tidak tega jika harus meninggalkan Keano di tengah kesibukan seperti ini. Yumna memutuskan untuk mengirim pesan pada Laura bahwa dia dan Keano tidak bisa menjemput Omanya keluar dari rumah sakit, setelah mendapatkan balasan Yumna menyimpan ponselnya kedalam saku celana kemudian kembali ke dapur untuk memasak.
Sementara itu di ruang ganti pegawai, Yusra yang baru saja masuk berkenalan dengan Rianti pegawai yang baru bekerja selama satu minggu. Mereka sudah akrab di awal perkenalan.
"Ayo, Ra. Kita ke depan kayanya akan ada acara malam ini," ajak Rianti.
"Iyaa, ayok."
Rianti dan Yusra pun berjalan ke depan membantu pegawai lain mempersiapkan pesta tersebut.
Keano dan Yumna tidak mengenali Yusra karena Yusra memakai kacamata saat bekerja saja, hanya Hito yang mengetahui itu semua Hito pun ada di sana dengan dalih menunggu Yusra kerja. Dan Yusra pun tidak curiga akan hal itu, dia mengizinkan Hito untuk menunggunya sampai selesai bekerja.
****
Nyonya Anjani sudah sampai di rumahnya, beberapa hari di rumah sakit membuatnya merindukan tempat tidurnya. Meskipun Nyonya Anjani mendapatkan ruang rawat VIP dia tetap merasa tidak nyaman.
"Terima kasih nak Mario," ucap Nyonya Anjani, setelah Mario membantu Nyonya Anjani duduk bersandar.
"Sama-sama Nyonya," jawab Mario tersenyum hangat. "Kalau begitu saya pamit pulang nyonya," lanjutnya lagi.
"Jangan panggil Nyonya, panggil saja Ibu seperti Laura." Ujar Nyonya Anjani, dan di jawab anggukan oleh Mario.
Laura yang melihat Mario keluar dari kamar Nyonya Anjani memanggilnya untuk minum teh terlebih dulu.
"Laura aku ingin berbicara," ucap Mario, setelah menaruh gelas.
"Bicara apa?"
"Aku ingin mengajak Yumna keluar malam ini, bolehkan? Aku juga ingin dekat dengan putri sulungku, aku ingin memberikan apa yang dia mau Laura." Jelas Mario tanpa jeda, takut Laura menolak kembali.
Mario menatap Laura membuat Laura salah tingkah, lalu memalingkan wajahnya. Laura rasa pipinya sudah memerah semerah tomat.
"Baiklah aku mengizinkanmu," putus Laura.
Laura merasa jika Yumna harus dekat dengan Ayahnya, Ayah yang selama ini dia inginkan. Mario tersenyum sumringah refleks dia memeluk Laura.
Membuat tubuh Laura menegang, bohong jika dia tidak merindukan pelukan hangat dan menenangkan Mario. Dulu sebelum keluar dari Apartemen Mario, Laura secara diam-diam membawa baju bekas pakai Mario. Agar jika Laura merindukan Ayah dari anak-anaknya tersebut, dia bisa mencium bau dari baju tersebut.
Mario melerai pelukan mereka.
"Maaf," lirih Mario mengusap tengkuknya salah tingkah, begitu pula Laura yang tengah menahan malu dan debaran di hatinya.
"Tidak apa-apa," balas Laura tersenyum hangat.
Terjadi keheningan di antara Mario dan Laura, Mario menatap jam di tangannya.
"Jam berapa Yumna pulang?"
"Astaga aku lupa," Laura menepuk jidatnya, membuat Mario bingung.
"Kenapa?"
"Tadi Yumna bilang, jika di cafe Keano sedang ada acara mungkin dia akan pulang malam," ujar Laura.
"Oh baiklah kalau begitu aku saja yang kesana, sekalian makan malam di cafe tempat Yumna bekerja," terang Mario.
Mario pun berdiri kemudian berpamitan pada Laura dan menitip salam pada Nyonya Anjani, setelah mobil Mario pergi Laura tersenyum seperti remaja yang merasakan jatuh cinta kembali.
"Aaaa...aku sudah gila, masa aku jatuh cinta lagi." Keluh Laura.
Laura masuk kedalam rumah dan bersandar di depan pintu, dia mencoba meraba sudut hatinya dan memejamkan matanya. Apakah masih ada nama Mario atau tidak dan nyatanya nama Mario masih ada dalam hatinya, Laura telah jatuh cinta pada Mario ayah dari putri kembarnya. Laki-laki pertama yang menyentuhnya, cinta pertamanya Mario.
"Nyatanya aku masih sangat mencintaimu Mario," cicit Laura.
Laura menghela nafasnya pelan, dia melangkah gontai menuju kamarnya dia ingin beristirahat sebentar untuk menenangkan debaran jantungnya setiap berdekatan dengan Mario.
Bersambung…
Maaf typo
Readers : biar tambah sesat ya Jum
Otor : peribahasa Jumiiiiiiiiiii
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keano & Yumna pun gumoh berjamaah
hhuueekkss
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mario Bros : APA YANG KAMU LAKUKAN JUMIRAH SLAVINA !!!!
Jumi : istri'mu Kamu kasih makan sampah ya., mulut"y bau
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
melihat s' Dani cinta s' Dani
dasar bedeb4h.,🤣🤣🤣🤣
t i d a k a d a....
Mario Bros : apaan sih Jum.. ikutan aja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
😄
Mario Bros pun terkapar tak berdaya..