Sah
suara yang menggema ditelinga seorang wanita cantik yang hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sangat hancur dimana ia harus menyaksikan sendiri pernikahan suami yang sangat ia cintai dengan wanita pilihan ibu mertuanya yang tidak lain cinta pertama sang suami.
hanya karena sebuah alasan yang juga bukan perbuatannya dan ia juga tidak punya kuasa apapun untuk mengabulkannya.
keturunan
ya dua tahun pernikahan mereka sampai saat ini Desi belum bisa memberikan keturunan pada sang suami yang membuat ibu mertuanya selalu marah dan menghinanya wanita mandul.
dan yang terakhir ibu mertuanya memaksa Desi untuk mengizikan Raka suaminya untuk menikahi wanita lain agar ia bisa mendapatkan keturunan, sungguh mendengar permintaan ibu mertuanya itu hati Desi sangat terluka bagaimana mungkin ia sanggup untuk berbagi suami sementara ia sangat membenci poligami karena ia takut jika nantinya sang suami tidak dapat berlaku adil.tapi apalah daya pada akhirnya Desi hanya bisa menuruti keinginan ibu mertuanya karena sudah tidak tahan selalu mendengar ucapan pedas dan menyakitkan dari ibu mertuanya itu.........?
lalu bagaimanakah nasib Desi setelah itu,Sang suami menikah lagi....
ikuti kisahnya hanya disini lika liku kehidupan rumah tangga Desi dan Raka dibumbui oleh hadirnya orang ketiga diantara keduanya....
next jangan lupa dukungannya ya ....
soalnya ini karya pertama author 🥰😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Syah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan aku
" malam pak" sahut Desi sedangkan Raka Hanya menanggapinya dengan deheman-nya.
Setelah itu Raka dan Desi pun berjalan masuk kedalam rumah.
***
" Sayang aku akan memanggil bi mirna buat siapin makanan, kamu pasti lapar dari tadi belum makan" seru Raka saat melihat Desi jalan begitu saja menaiki tangga satu persatu.
" Tidak perlu, pasti bibi sudah tidur. Aku juga masih kenyang besok pagi saja" jawab Desi saat melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan waktu 11:52 wib setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya
" Baiklah kalau begitu" ucapnya pasrah, melihat punggung istrinya yang semakin menjauh.
Raka sedikit merasa lega karena ibu dan istri keduanya sudah tidur,jika tidak maka malam ini ia harus kembali mendengar keributan yang tidak akan ada hentinya! setidaknya Malam ini ia bisa istirahat dengan tenang bersama Desi.
***
Disebuah kamar yang sangat luas dan mewah terlihat sepasang anak manusia yang tertidur dengan lelapnya tanpa sadar saling memeluk! Memberikan kehangatan satu sama lain saat cuaca mulai terasa dingin karena hujan rintik-rintik yang mulai turun disertai angin yang tidak terlalu keras.setelah semalam mereka kembali berdebat dan berakhir tidur dengan menaruh bantal ditengah mereka tapi entah bagaimana sekarang bantal itu malah berada dilantai kamar yang dingin. wanita cantik yang dari tadi menyembunyikan wajahnya didalam rengkuhan hangat suaminya itu mulai mengerjapkan matanya ,saat mendengar suara adzan dikumandangkan, ia kemudian mengedarkan pandangannya melihat kearah jam didinding kamarnya setelah kesadarannya kembali penuh! waktu telah menunjukkan pukul 05:00wib.
Desi lalu perlahan melepaskan diri dari pelukan suaminya, setelah berhasil ia kemudian berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Setelah selesai shalat,Desi lantas keluar dari kamar ia melangkah kebawah untuk menyiapkan sarapan pagi bagi suaminya! Saat sampai dilantai bawah Desi sudah melihat Banyak para pelayan yang mondar mandir kesana kemari membersihkan rumah sebelum majikan mereka bagun. Disana ia juga bisa melihat bi mirna sebagai kepala pelayan dirumahnya tengah mengawasi para pelayan itu bekerja sebelum akhirnya wanita paruh baya itu menghampirinya setelah menyadari keberadaan dirinya.
"Nyonya muda, apa ada yang anda butuhkan" tanya bi Mirna karena hari masih subuh,dan nyonya mudanya itu sudah keluar dari kamar
" Ia bi,aku ingin memasak sarapan pagi untuk mas Raka " balas Desi
Yang diangguki oleh bi Mirna karena ia mengerti majikannya ini memang biasa turun hanya untuk menyiapkan makanan untuk tuan mudanya.
***
Setelah bergelut dengan alat-alat dapur beberapa menit kemudian makana yang dibuatnya sudah jadi, dengan perasaan senang Desi lantas menoleh kearah bi Mirna.
" Bi nanti suruh pelayan untuk menghidangkan makanan ini dimeja makan" ucapnya
" Baik nyonya"
" Kalau gitu aku pergi kekamar dulu" Desi lalu melangkah kembali kekamarnya tapi sebelum itu ia sudah mengambil secangkir kopi yang telah ia buat untuk suaminya.
Bi Mirna yang melihat wajah bahagia yang terpancar jelas diwajah nyonya mudanya, ia juga ikut merasakannya bi Mirna berharap hubungan nyonya dan tuannya tetap baik-baik saja kedepannya.do'anya tulus.
***
Sedangkan Raka yang baru terbangun dari tidurnya meraba kesamping tempat tidur tapi ia tidak menemukan keberadaan apapun yang ia cari, membuat raka langsung membuka matanya dengan sempurna. Bertepatan dengan itu terdengar suara pintu kamar yang terbuka dari luar dan ia melihat sosok yang sedari tadi ia cari keberadaannya tengah berjalan kearahnya dengan secangkir kopi ditangannya. Raka pun tersenyum lembut ia merasa sepertinya Desi sudah tidak marah padanya terbukti dari wanita itu menyiapkan kopi untuknya seperti hari-hari sebelumnya.
" Sayang" panggilannya pada Desi.
" Mas kamu sudah bangun! Ini kopi kamu aku siapin air hangat buat kamu mandi " balas Desi lalu melangkah menuju kekamar mandi tapi terhenti saat merasakan lengan kekar melingkar di pinggangnya.
" Maafkan aku"
ucap Raka lirih, ternyata Desi belum sepenuhnya memaafkannya terbukti dari wanita itu seakan menghindar darinya.padahal setelah mereka bangun pasti ada ciuman selama pagi dari masing-masing tapi Desi tidak melakukannya justru sikap wanita itu terlihat sangat jutek.
" Maaf untuk apa?" Tanyanya dengan nada datar
" Untuk semalam dan semua kesalahan yang kulakukan padamu" ucap Raka dengan suara parau
" Sudahlah mas, tidak perlu membahas masalah itu lagi! Aku juga sudah melupakannya" sahut Desi setelah itu berlalu dari hadapan Raka.
Raka yang melihat itu mengusap wajahnya kasar, apa ia terlalu menyakiti hati Desi hingga sikap wanita itu berubah 180⁰ dari Desi yang ia kenal.
" Apa ia masih marah karena masalah semalam" pikir Raka bingung hingga akhirnya pikirannya tertuju pada kejadian saat dihotel itu." Aah " ucapnya mengeram frustasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays 🥰😌
Jangan lupa Like dan Votenya ☺️🙏😘
karna sejatimyatdk. ada satu. manusia pun yg bisa benar² berbuat adil... jgn. kan utk org lain bahkan ke diri sendiri pun kadamg lalai..