NovelToon NovelToon
My Sunshine

My Sunshine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: rini sya

Raka Octaviant adalah anak yang lahir dari sebuah tragedi yang tidak pernah diduga oleh siapapun. Baik itu Nandita sebagai ibu kandung ataupun Zidan Giovano sebagai ayah.

Dendam yang membelengu hati Zidan adalah penyebab dari semua peristiwa ini. Nandita menjadi korban salah sasaran oleh anak buah Zidan, yang meminta mereka menculik adik dari Regan, yang tak lain adalah pria yang menghancurkan masa depan Zevana. Adik Zidan.

Konflik pelik terjadi ketika Zidan menyadari kesalahannya. Sanggupkah Nandita memaafkan Zidan akan kesalahannya?
Apakah Raka mau menerima sang ayah jika tahu cerita yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA BERSEMI DIPERSEMBUNYIAN

Di tempat persembunyian ada Nandita yang kini sedang memeluk dan membekap mulut Zidan dengan telapak tangan, sembari memerhatikan beberapa orang yang memegang senjata api. Sedangkan Zidan hanya menatap mata wanita yang terus memeluk dan berusaha melindunginya.

Bukan cuma itu tingkah menggemaskan Nandita. Beberapa kali wanita ini juga terlihat menghapus air matanya. Khawatir terjadi apa-apa pada pria yang kini ada dalam dekapannya.

Beberapa menit kemudian. Suasana kembali sepi. Para orang-orang yang mengincar mereka tidak terlihat lagi. Namun Nandita belum melepaskan dekapan sekaligus belum menurunkan tangannya dari mulut Zidan.

Zidan tidak protes. Hanya diam dan menurut pada Nandita. Membiarkan wanita ini melakukan apapun pada tubuhnya.

"Ya Tuhan, syukurlah. Mereka sudah pergi," ucap Nandita. Mengehela napas lega. Melepaskan pelukannya dan juga menurunkan tangannya dari mulut Zidan. Sedangkan Zidan tetap menjaga sikap. Pura-pura bodoh dan terkadang berpura-pura meminta pertolongan Nandita. Sungguh Zidan sangat pandai memainkan peran.

"Apa aku boleh bangun?" tanya Zidan memelas, sebab dari tadi Nandita memintanya duduk sembari membungkuk. Rasanya badannya sakit semua.

"Sebentar aku pastikan dulu, apakah keadaan sudah aman untuk kita!" jawab Nandita. Celingukan melihat kesana kemari. Barang kali ada mata yang diam-diam masih memerhatikan mereka.

"Semua aman, mari kita keluar!" ajak Nandita. Namun, Nandita salah. Baru mereka melongokkan kepala. Ternyata di samping mereka masih ada beberapa orang yang belum menyerah mencari keberadaan mereka.

Spontan Zidan langsung menarik tubuh Nandita. Membawanya masuk kembali ke dalam tempat persembunyian. Kini gantian, bukan lagi Zidan yang dilindungi Nandita. Namun sebaliknya. Nanditalah yang bersembunyi di dalam dekapan Zidan.

Mereka saling memeluk sembari mendengarkan para preman itu berbicara.

"Kalau kita nggak bisa membawa wanita itu ke hadapan bos hari ini, jangan harap kita bisa makan," ucap salah satu preman.

"Mereka cepat sekali larinya, Bos!" balas salah satu mereka. Lalu tak terdengar lagi pembicaraan. Hanya ada sumpah serapah pimpinan para bandit itu.

Nandita dan Zidan saling menyamankan posisi. Saling berbagi tempat, jangan sampai mereka bisa dilihat oleh para preman itu.

Zidan menatap wajah ayu Nandita. Begitupun dengan Nandita. Wanita ayu ini juga menatap mata elang sang pria. Sesekali ia juga mengusap darah yang ada di kening Zidan. Mulut mereka memang diam. Namun, perhatian yang sama-sama mereka berikan sepertinya membangkitkan sesuatu yang lain dalam diri mereka masing-masing.

Nandita sepertinya lupa bahwa pria yang ini memeluknya adalah pria yang pernah menyakitinya. Pria yang pernah menghadirkan luka. Pria yang hampir membuatnya kehilangan nyawa. Wanita ini begitu tulus menunjukkan kepeduliannya. Pun dengan Zidan.

Zidan juga sama. Pria ini begitu bersunguh-sungguh melindungi sang wanita. Jangan sampai wanita yang kini telah bertahta manja di dalam hatinya tertangkap oleh para preman itu. Bukan hanya tanggung jawabnya pada Raka. Tetapi juga ia pasti akan menyesal dan marah pada dirinya sendiri. Itu pasti.

"Apa kepalamu pusing hemm?" tanya Nandita sembari berbisik di telinga Zidan. Pria ini hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.

"Bagaimana dengan jahitanmu?" bisik wanita ini lagi. Zidan kembali menggeleng. Entah itu gelengan masih sakit atau tidak. Nandita tidak paham. Tak sabar, wanita ini pun langsung memeriksa sediri kondisi perut Zidan. Dan terlihat ada darah yang merembes di dalam kain kasa yang menutupi luka itu.

"Lukamu kembali berdarah," ucap Nandita khawatir.

"Nggak pa-pa!" jawab Zidan. Suaranya terdengar lemah. Bibirnya gemetar, pucat. Seperti sedang menahan sesuatu. Tentu saja kondisi ini membuat Nandita ketakutan.

Nandita yang khawatir langsung meraih tangan Zidan dan meniupnya. Agar suhu tubuh pria ini jangan sampai menurun. Sebab, jika sampai suhu tubuh menurun. Itu pertanda kondisi Zidan dalam bahaya.

"Kamu harus bertahan Zidan. Kalau tidak aku akan marah padamu. Aku akan memukulmu!" ancam Nandita. Masih dengan suara lirih. Matanya terlihat berkaca-kaca. Terlihat jelas bahwa hati wanita ini khawatir. Menghawatirkan ayah dari putranya.

Zidan kembali tersenyum. Padahal Nandita menangis. Menangis karena menghawatirkannya. Menghawatirkan keadaannya.

"Jangan tersenyum, aku tahu kamu kesakitan!" ucap Nandita lembut sembari memegang kedua pipi pria tampan ini. Berusaha menjaga kesadaran sang pria.

"Jangan hawatirkan aku, aku baik-baik saja," balas Zidan. Meringis seperti terlihat menahan sakit.

"Bagaimana aku nggak hawatir. Kalau kamu kenapa-napa, bagaimana dengan putra kita?" tanya Nandita sedikit keras.

Lagi-lagi Zidan hanya tersenyum. Entahlah, rasanya indah saja diperhatikan oleh seseorang.

"Sudah jangan menangis, aku baik-baik saja. Nanti kalau mereka susah nggak ada. Kamu telpon Raka, tanyakan apakah dia sukses dengan misinya!" pinta Zidan.

Nandita hanya menatap heran. Misi? Misi apa ya yang sedang dijalani oleh sang putra. Sepertinya Nandita banyak melewatkan sesuatu.

"Misi apa?" tanya Nandita kepo. Belum sempat Zidan menjawab. Terdengar suara langkah kaki. Spontan Zidan pun memeluk wanita bertubuh mungil ini. Agar diam dan waspada pada keadaan di sekitar.

"Siapa?" bisik Nandita.

"Ssstttt!" Zidan memperingatkan. Nandita pun menuruti permintaan ini. Diam dan waspada.

Nandita tak menolak. Ia pasrah saat Zidan memeluknya. Ada debaran aneh yang Nandita rasakan. Entah apa arti debaran itu. Yang jelas, Nandita merasa nyaman. Nyaman berasa dalam pelukan pria yang bersikap melindungi ini.

Nandita memberanikan diri menengadahkan wajahnya. Sedangkan Zidan membalas dengan menundukkan kepalanya. Sehingga tanpa sengaja padangan pun bertemu. Mata mereka saling menatap. Saling mengirimkan signal bahwa terjadi sesuatu di hati masing-masing.

Sedetik kemudian Nandita menyadari sesuatu. Menyadari ada yang salah. Salah akan kedekatan mereka. Wanita ini pun menurunkan tangannya dari leher Zidan. Pun dengan Zidan. Pria ini pun melepaskan tangannya dari pinggang sang wanita. Lalu, untuk meredam rasa malu dan bersalah akan apa yang tidak sengaja mereka lakukan. Merekapun cepat-cepat saling meminta maaf. Agar nantinya tidak ada kesalahpahaman di antara mereka.

"Maaf," ucap Zidan. Nandita segera menggeser duduknya. Ia pun membalas ucapan maaf dari Zidan dengan senyuman malu-malu.

"Tak apa," balas Nandita. Lalu, tanpa merasa terpaksa sedikitpun Nandita pun tersenyum malu sembari melirik Zidan. Begitupun dengan pria tampan ini. Ia pun membalas senyuman itu dengan senyuman yang tak kalah membuatnya salah tingkah.

Bersambung....

Makasih yang masih setia😘😘😘

1
Angie Evanz
tergantung banget ceta nya....
May Daman Sara
cerita ny GK enk GK GK tau ujung nya 😭😭
Siti Nurjanah
sebenarnya galih itu jahat atau tdk sih ? jd penasaran q
Siti Nurjanah
gemezzzz deh q ma raka emang cerdas dan cerdik. bukankah yg bernama sapron udah meninggal ya kak ,? karena di kasih minum racun oleh anak buah regen
Siti Nurjanah
emak Kartika ternyata jago jg balabnya
Siti Nurjanah
ayo dira ceoat selamatjan Zidane
Siti Nurjanah
god dion
Siti Nurjanah
dasar orang tua berhati iblis asal main ucap aja gsk mikir apa ucapan itu menyakiti anaknya atau tdk. dion 💖💖💖
Siti Nurjanah
ada oelakor gak papa tp jgn sampe menang tuh pelakor. menang dlm mimpinya aja jgn jd kenyataan
Siti Nurjanah
oh ternyata ayah zidan masih hidup
Siti Nurjanah
dion and anak buahnya emang top markotop👍👍👍👍
Siti Nurjanah
Zidan Zidane kok mau maunya kamu dekat dgn wanita itu . yg gercep dong cari bukti
Siti Nurjanah
ayo cepat caru buktinya kalau itu bukan anakmu. walaupun dia benar benar hamil
Siti Nurjanah
atau preman itu suruhan regen bukan Natalie?
Siti Nurjanah
apa para preman itu suruhan natalie? dan semoga dgn cara ini zidan dapat maaf dari bundanya raka
Siti Nurjanah
aaaah siap " ada perusuh datang
Siti Nurjanah
semangat raka kamu bisa
Siti Nurjanah
ayo raka kamu pasti bisa
Mia
sabar yaaa pak Zidan, sdh terlalu banyak kesedihan di bunda Dita sama Raka...
Kuro
Zidan yg mau. nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!